Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 125. Tampil Memukau


__ADS_3

"Nah. Bagaimana jika begini. Karena anak ini bersikeras jika apa yang dikatakannya benar, bagaimana jika kita memberikan mereka kesempatan untuk membuktikan diri? Lagipula kita juga tidak mau kan jika nanti tersebar bahwa bahkan pemenang dari kompetisi hari ini bahkan tidak lebih baik dari anak lainnya?" Zara mengerucutkan bibirnya.


"Itu ide yang bagus. Jadi, bagaimana menurut kalian?" Dion bertanya pada semua orang di sekitar. Mereka harus berjaga-jaga agar tidak ada masalah di masa depan karena hal ini jika mereka tidak meminta persetujuan dari semua orang.


Mendengar itu, Arsya semakin bingung. Jika kedua anak ini tampil di depan publik apalagi di televisi nantinya, bukankah tidak butuh waktu lama untuk mereka segera dikenali? Tania pasti akan marah padanya kan?


Tidak. Acara ini bukanlah acara langsung. Jadi masalah ini masih bisa ditutupi. Ia tidak berharap jika tim program akan menyetujui mereka untuk membiarkan mereka tampil. Sekarang jika sampai kedua anak kembar itu tampil dan bahkan terpilih, akan kacau. Sebelum semuanya terlambat, ia harus bergegas. Ia harus menghentikan mereka dan mengakhiri semuanya.


"Baiklah kalau begitu. Saya setuju untuk membiarkan mereka tampil." Ibu muda itu setuju. Ia ingin lihat bagaimana anak bermulut besar ini akan dipermalukan. Apa dia kira sangat mudah untuk tampil di atas panggung? Ia maish memandang Kaylee dengan sinis.


"Ya. Kami setuju." Satu persatu orang akhirnya setuju. Melihat ini, Zara dan Dion menghela napas lega. Dengan begini tugas mereka bisa dikatakan telah berhasil sampai setengah jalan. Kali ini tinggal melihat penampilan kedua anak ini.


"Baiklah. Karena semua sudah setuju, bagaimana dengan pendapat kalian?" Zara kali ini menunduk kan tubuhnya untuk bertanya pada Kaylee yang tingginya hanya sebatas pinggangnya itu. Ia memandang Kaylee dan Kaisar bergantian.


Arsya tidak menyangka perkembangan akan begitu cepat bahkan sebelum ia bisa mengambil keputusan. Namun ia tidak punya waktu lagi saat ini dan harus segera mengakhirinya. Tapi sayangnya, reaksinya kalah cepat dengan keponakanya yang langsung setuju tanpa berpikir. "Oye! Itu ide bagus. Kai, ayo kita tunjukkan bagaimana penampilan kita."


"Bagus sekali. Sungguh gadis kecil yang penuh dengan semangat!" Dion memandang kedua anak itu dengan kagum. "Nah karena kalian sudah setuju, bagaimana jika kalian langsung naik ke panggung dan tunjukkan jika kalian tidak hanya omong besar saja."


"Hoki doki! Ay yey yey! Ayo Kai kita lemasin otot kita yang kaku." Seru Kaylee semangat. Ia naik ke atas panggung dengan dituntun oleh Zara. Sedangkan Kaisar berjalan dengan memasukkan tangan kecilnya ke dalam saku celana nya dan memberi tanda bahwa ia tidak membutuhkan gandengan tangan Dion yang segera menarik tangannya dan menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.


Di panggung, saat Zara dan Dion berbicara untuk menetralkan suasana sekaligus menaikkan kembali semangat dan suasana hati semua orang, Kaylee berbicara dengan tim pengarah suara. Ia mengatakan pada mereka lagu apa yang akan ia nyanyikan nantinya. Serta menyesuaikan suaranya dengan suara musik agar keduanya terdengar seimbang dan indah. Sedangkan Kaisar tentu saja ikut saudara kembarnya meskipun ia hanya diam. Lagipula dia hanya akan menari tanpa menyanyi. Dia hanya perlu menari dengan menyesuaikan lagu yang dipilih oleh Kaylee nantinya.


"Nah sepertinya sahabat kecil kita sudah selesai bersiap. Bagaimana, apakah kalian sudah siap?" Zara menatap keduanya dengan senyum ramah.

__ADS_1


"Ya kakak cantik." Jawab Kaylee semangat.


"Wow terima kasih sayang. Kamu juga terlihat cantik hari ini." Puji Zara juga. Kaylee sudah memanggilnya kakak cantik dua kali hari ini, jadi dia harus membalasnya juga karena Kaylee memang juga terlihat cantik dan imut.


"Ha-ha-ha-ha. Sudah cukup memuji kakak Zara nya. Nanti kakak Zara kepalanya jadi besar dan terbang ke langit." Seloroh Dion membuat semua orang ikut tertawa.


"Jangan cemburu kakak tampan. Aku juga bisa memujimu." Kaylee berkedip dua kali. Menampakkan gigi kecil putihnya yang rapi.


"Aduh aduh. Meleleh hati ini." Dion mendekap tangannya di depan dada saat ia memanyunkan bibirnya.


"Kakak cantik, kakak tampan. Apa boleh kami mulai sekarang saja?" Kaylee menarik ujung lengan baju Dion.


"Oh tentu saja. Panggung ini kami serahkan pada kalian berdua. Jangan lupa tersenyum...." Dion segera mengangguk. Setelah itu, ia dan Zara turun dari panggung sambil saling melirik. Mereka kini menanti bakat apa yang akan mereka tunjukkan. Apakah akan sesuai dengan ekspektasi?


Saat musik mulai terdengar, entah sejak kapan tapi semua orang melihat ekspresi Kaisar yang sejak awal hanya diam kini menampilkan perubahannya. Meskipun senyum itu hanya sebuah senyum tipis, namun dipadukan dengan wajah Kaisar yang cuek terlihat sangat cocok.


Namun yang lebih tidak mereka sangka adalah bawa gerakan Kaisar sangatlah luwes saat ia menari. Ia menari freestyle di atas panggung. Menggerakkan kaki dan tangan serta bagian tubuh lainnya dengan begitu lihai mengikuti irama musik yang mengiringinya. Sangat terlihat jika pria kecil ini memang sudah terbiasa melakukannya. Sesekali, ia akan mengajak Kaylee menari bersama dengan gerakan yang lebih mudah. Kaylee sendiri bernyanyi dengan suaranya yang merdu untuk anak seumuran nya.


Melihat penampilan kedua anak itu semua orang terpaku. Mereka tidak menyangka jika baik gerakan tarian Kaisar maupun suara merdu Kaylee memang lebih baik dari semua peserta yang mengikuti ajang kompetisi tersebut. Zara dan Dion yang menunggu di bawa panggung tak berkedip saat mereka melihat penampilan keduanya. Bakat seperti inilah yang mereka cari. Memang, mereka memang masih belum puas dengan penampilan para kandidat sebelumnya dan hampir merasa puas dengan penampilan Putri sebelumnya. Tetapi melihat Kaisar dan Kaylee, mereka seperti nya telah menemukan bakat yang terpendam.


Pria tampan yang mengawasi mereka dari layar laptop di sebuah ruangan mewah juga tersenyum miring. "Uh! Memang pantas menjadi anak Kevin. Pria itu mengangguk sambil memegang dagunya.


Sebelumnya, ia telah mencari informasi mengenai kedua anak itu untuk mengkonfirmasi dugaannya. Ia harus meyakinkan dirinya terlebih dahulu sebelum ia bertindak. Lalu dia menemukan Arsya yang berdiri di antara kerumunan. Melihat wajah panik Arsya, ia cukup yakin jika kedua anak itu pasti memang anak Kevin dengan Tania tahun itu.

__ADS_1


Ia ingat betul jika setelah kepergian Tania, Kevin sering merasa tidak enak badan meskipun secara umum kondisi tubuhnya dalam keadaan baik-baik saja. Awalnya ia juga memikirkan kemungkinan jika hal itu mungkin terjadi karena sindrom Cauvade atau kehamilan simpatik. Namun saat ia mengatakannya pada sahabatnya itu, ia malah dikirim pergi ke perdalaman Kalimantan untuk melakukan bakti sosial. Andai kata Kevin percaya saat itu, dia pasti akan segera mencari keberadaan Tania kan? Lalu mereka akan berkumpul kembali dan menjadi keluarga lengkap yang bahagia. Ah! Membayangkannya saja membuatnya terharu.


"Tidak masalah. Meskipun sekarang sudah agak terlambat untuk mengetahuinya, tetapi dalam satu keluarga tidak boleh tidak saling mengenal kan?" Gumam pria tampan itu menyeringai. Lalu ia mengeluarkan ponselnya tanpa mengalihkan perhatian pada layar laptop yang sepenuhnya menampilkan aksi Kaylee dan Kaisar di atas panggung.


*


*


*


...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_125🍁...


...kasih sudah mampir 😘...


...Like, VOTE, rate dan komentar nya tunggu...🤗...


...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...


...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...


...***...


...Salam sayang 😘...

__ADS_1


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...


__ADS_2