Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 93. Kevin Menerobos Masuk


__ADS_3

Hari demi hari berlalu, dan keadaan Tari semakin buruk. Tubuh Tari semakin kurus dan sering pingsan tanpa sebab. Namun ia masih menolak untuk pergi ke dokter dan pergi ke dokter sendiri saat semua orang tidak mengetahuinya. Melihat ini, Arsya sudah tidak tahan lagi.


Hari ini Arsya memberitahukannya pada Tania berharap jika adiknya ini mau menemui mama mereka meskipun Tania telah keluar dari keluarga Wiratmaja. Namun Tari adalah orang yang telah membesarkan Tania sejak ia masih kecil, tidak mungkin tidak memiliki rasa sayang yang akan tumbuh seiring berjalannya waktu. Ia berharap jika Tania dapat membujuk Tari untuk mau pergi berobat ke luar negeri.


Tentu saja Tania sangat ingin menemui Tari, namun hati kecilnya masih ragu. Dia sendiri tidak yakin apakah Tari masih mengakuinya sebagai anaknya...


Saat Tania melamun, ia dikejutkan oelh suara bel pintu apartemen nya. Meskipun ia kemungkinan besar tahu siapa tamu yang berkunjung malam-malam itu adalah Kevin, namun ia masih berjalan ke depan pintu untuk melihatnya. Siapa tahu itu orang lain dan bukan Kevin. Namun ternyata memang orang di balik pintu itu adalah Kevin. Yang datang untuk memberikan penjelasan seperti yang dikatakannya siang tadi.


Setelah beberapa saat, Kevin yang amsih berdiri di depan pintu mulai kesal dan kehilangan kesabarannya. Ia segera mengambil ponselnya yang ada di saku kas miliknya dan menelepon Tania. Ponsel Tania yang ada di atas meja makan berdering dengan keras.


Mau tidak mau, Tania mengangkatnya dengan enggan. "Ada apa?" Tanya Tania pura-pura tidak tahu.


"Buka pintunya. Aku ada di depan pintu." Suara Kevin menyahut dari seberang.


"Eh? Apa kamu lupa alamat apartemen mu sendiri? Apartemen mu ada di sebelah. Untuk apa aku membuka pintu untuk mu?" Ejek Tania.


"Jangan pura-pura tidak mengerti Tania. Buka pintunya cepat." Kevin mengepalkan tangannya dan berbicara dengan keras.


"Ini sudah malam. Tidak baik jika dilihat orang. Sebaiknya tuan Abraham yang terhormat segera pulang dan jangan mengganggu saya, bisa?"


"Tania aku sedang tidak ingin bercanda. Aku ingin menjelaskan yang tadi siang. Jadi cepat buka pintunya. Aku sudah hampir kehabisan kesabaran!"


"Tidak ada yang perlu anda jelaskan pada saya. Jadi anda bisa pulang dan beristirahat dengan tenang."


"Tidak. Aku tetap harus menjelaskannya padamu."


"Tapi saya benar-benar tidak peduli. Bye!"


"Tuut... Tuut... Tuut..." Panggilan terputus. Kevin hampir saja melemparkan ponselnya karena kesal. Wanita ini benar-benar menguji kesabarannya.


Karena Tania tidak mau membukakan pintu untuknya, akhirnya Kevin masuk ke dalam apartemen nya sendiri. Malam ini ia gagal menjelaskan nya pada Tania. Ia harus memikirkan cara lain untuk berbicara dengannya.


Setelah menutup telepon dari Kevin, perut Tania tiba-tiba berbunyi. Siang tadi dia tidak makan banyak karena memikirkan apa yang terjadi dan naf-su makannya pun berkurang. Jadi saat ini ia sedang kelaparan.


Tania bersiap untuk memesan makanan lewat online tapi segera ia urungkan. Bagaimana jika saat ia keluar nanti Kevin akan mengetahuinya? Tidak tidak. Dia harus tetap berada di dalam Apartemen.

__ADS_1


Sebuah ide akhirnya muncul. Di dapur ada banyak mie instan. Saat ia kembali ke Italia terakhir kali, ia belajar membuat mie instan dari Xia Xi Lin untuk memudahkannya pada saat-saat seperti ini. Dan sekarang ia akan mempraktekkan nya. Memasak mie instan cukup mudah. Dan Tania yakin dia pasti bisa.


Di dapur, hampir tidak ada bahan makanan selain mie instan dan telur. Namun Tania masih beruntung karena ia sempat membeli beberapa sayuran untuk dimasukkan ke dalam mie nantinya. Ia memiliki firasat jika hal ini akan terjadi.


Dengan segera, Tania menyiapkan semua bahannya. Pertama Tania merebus air. Lalu melakukan proses nya langkah demi langkah. Sesuai uang diajarakan oleh Xia Xi Lin.


Namun hal yang paling sulit bagi Tania adalah memecahkan telur. Jika diketuk terlalu keras, cangkang telur akan pecah dan isi terlurnya akan tumpah. Namun jika kurang tenaga untuk mengetuknya, cangkang telur mungkin bahkan tidak akan retak.


Untuk menghindari kesalahan, Tania mengambil mangkuk sendiri untuk memecahkan telur agar telur yang rusak tidak masuk dan ikut merusak mie yang sedang ia masak. Namun meskipun Tania sudah berhati-hati, ia masih menghabiskan enam telur yang terbuang percuma sampai ia dapat memecahkan telur dengan sempurna.


Setelah telur siap, ia memasukannya ke dalam panci yang berisi mie dan sayuran. Namun yang tidak disangka Tania adalah bahwa karena ia membutuhkan waktu yang lama untuk memecahkan telur, baik mie maupun sayur terlalu matang. Tapi Tania tidak menyadarinya hingga setelah selesai dan siap, Tania mengangkat mie dan memasukannya ke dalam mangku untuk ia makan.


Dengan percaya diri, Tania membawa mie instan buatannya ke meja makan. Bersiap untuk makan. Namun yang tidak ia duga adalah bahwa di meja makan, Kevin duduk di sana dengan tenang.


"Kamu! Bagaimana kamu bisa masuk?" Tanya Tania penasaran. Ia segera meletakkan mangkuk mie nya yang panas di atas meja makan.


"Tuh." Kevin menunjuk balkon dengan dagunya.


"Kenapa kamu lewat sana? Bukankah sangat berbahaya?" Meskipun apartemen mereka bersebelahan, ada jarak sekitar satu meter di antara dua balkon mereka. Dan apartemen mereka berada di lantai empat. Bagaimana jika Kevin gagal melompat dan jatuh dari ketinggian seperti itu?


"Jangan mimpi! Aku hanya tidak ingin jika kamu jatuh dan mati, aku mungkin akan terlibat. Sekarang keluar dari tempat ini. Ini sudah larut malam. Kamu tidak diterima di sini." Sinis Tania.


"Kamu terlalu kejam. Aku datang ke sini untuk mu. Tapi kamu bukan hanya tidak menyambutku tapi malah masih mengutukku mati dan juga mengusirku."


"Siapa yang menyuruhmu melakukan hal berbahaya seperti itu? Kamu bisa melakukannya pasti sudah bersiap untuk mati. Jadi kenapa aku yang dibilang kejam? Lagipula aku sudah katakan jika aku tidak butuh penjelasanmu. Kamu lebih naik pergi daripada buang-buang waktu di sini."


"Tidak. Aku sudah datang ke sini dan tidak peduli kamu mau mendengar nya atau tidak, aku masih tetap akan menjelaskannya padamu." Kevin berkeras hati.


Sebenarnya tidak perlu melompat dari balkonnya ke balkon Tania untuk sampai. Ada dinding selebar saru jengkal yang menghubungkan dua balkon. Jadi dia hanya tinggal merayap dari sana dan mendarat dengan aman. Namun karena ia sudah sampai di tempat Tania, ia tidak boleh gagal melakukan niat awalnya menyeberang.


"Terserah!" Ucap Tania acuh. Ia kembali fokus pada mie yang masih mengeluarkan uap mengepul di depannya. Mengambil sendok dan mencoba rasa kuahnya. Sejauh ini masih aman. Kuahnya terasa gurih dan lezat. Mata Tania langsung berbinar senang dengan pencapaiannya. Sepertinya dirinya berhasil memasak hari ini meskipun itu hanyalah sebungkus mie instan.


Kevin yang melihat Tania fokus pada mie di depannya ikut melirik mie di mangkuk Tania dan mengangkat alisnya. Mie apa yang dibuat wanita ini?


Kini giliran Tania mencoba mie nya. Ia mengambil sumpit dan menjepit mie di dalam mangkuknya. Namun dia gagal melakukannya meskipun ia sudah mencobanya berkali-kali. Setiap kali ia menjepit mie dengan sumpit, Mia akan patah dan hancur.

__ADS_1


"Ha-ha-ha-ha. Kamu sebenarnya memasak mie apa bubur mie? Aku rasa mie tadi pasti berteriak tidak terima. Ha ha ha ha." Kevin tertawa dengan keras melihat mie yang dimasak Tania.


"Berhenti tertawa! Aku memang suka tekstur mie yang lembut seperti ini." Jawab Tania berpura-pura percaya diri. Dia meletakkan sumpit dan mengambil sendok sebagai gantinya. Mengambil sesendok mie dan memasukannya ke dalam mulutnya.


Tania mengunyahnya secara perlahan. Mie yang dia masak memang sangat sangat kematangan. Jadi langsung hancur saat sampai di dalam mulut. Memang, jika dipadukan dengan kuah bumbu yang gurih, rasanya masih bisa diselamatkan. Namun makan mie lembek sungguh membuat Tania mual dan wajahnya berubah jelek.


Kevin melihat ini dan tahu jika Tania berbohong padanya. Ia segera menarik mangkui mie menjauh saat Tania hendak mengambil sendok yang kedua.


"Apa yang kamu lakukan?" Tania berteriak keras.


"Mie ini jelas tidak enak. Untuk apa kamu berpura-pura menikmatinya. Wajah mu saja lebih jujur dari pada bibirmu itu!" Ucap Kevin tegas.


"...." Tania tidak tahu harus berkata apa. Setiap kata yang ia ingin ucapkan tertahan di tenggorokannya.


*


*


*


...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_93🍁...


...Terima kasih sudah mampir 😘...


...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...


...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...


...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...


...***...


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...

__ADS_1


__ADS_2