Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 149. Aku Adalah Istrimu


__ADS_3

Tania tiba-tiba merasa panas. Seketika dia menyadari apa yang dia lakukan. Membawa masuk Kevin dengan tergesa-gesa dan masih membawanya ke dalam kamar. Tentu saja akan membuat orang dengan mudah salah paham. Apa Kevin juga seperti itu?


Tidak! Dia harus menjelaskannya agar semuanya jelas.


"Tidak tidak. Pakai bajumu dengan benar. Aku hanya ingin meminta bantuanmu untuk membenarkan MacBook ku yang bermasalah." Tania dengan cepat mengulurkan tangannya dan mengancingkan kembali kancing kemeja yabg baru saja dibuka oleh Kevin.


"MacBook? Jadi kamu tidak menginginkanku?" Kevin mengerutkan alisnya. Menunjuk dirinya dengan tidak suka.


"Tidak." Jawab Tania tegas.


"Karena kamu tidak menginginkanku. Untuk apa aku membantumu?" Kevin berpura-pura marah dan berbalik. Tapi Tania meraih tangan Kevin dan menahannya.


"Kevin, tolonglah aku kali ini ya. Semua data ada di MacBook ku. Jika itu rusak, semua kerja keras ku akan hancur sia-sia." Tania memohon dengan sangat.


"Benar kah?" Kevin menyipitkan matanya. Ia tidak menyangka menemukan 'kelemahan' Tania yang lainnya.


"Iya. Kev, tolong aku."


"Aku akan membantumu. Tapi kamu harus menjawab satu pertanyaan ku."


"Baik-baik. Bukannya hanya me jawab satu. Aku akan jawab." Tania mengangguk cepat. Waktu semakin berjalan. Waktu di MacBook tinggal satu setengah menit. Ia tidak bisa membuang waktu.


"Baiklah. Sekarang katakan padaku. Apakah kamu menginginkanku?"


"Ini...."


"Kamu pikirkan baik-baik sebelum menjawab. Mungkin jika aku mendengar jawaban yang tidak aku sukai, aku akan pergi dari sini secepat kamu membawaku masuk tadi." Ancam Kevin sambil melipat kedua tangannya. Menatap Tania yang bingung.


Saat Tania masih mulai berpikir, peringatan dengan gambar tengkorak merah menyala di MacBook nya.


"Peringatan bahaya. Alat anda akan segera hancur dalam enam puluh detik lagi." Jantung Tania seakan dipacu setelah mendengar nya.


"Baik baik."


"Baik apa? Katakan dengan jelas?" Kevin tidak dapat menahan senyumnya. Ia telah melakukan banyak hal untuk menangkap mangsa kali ini, dan mangsanya adalah Tania. Dia akan baik-baik bermain dengannya nanti.


"Aku... Aku... Aku... "


"Aku apa?" Kevin semakin mendesak. Ia juga sudah melihat peringatan di MacBook yang semakin menipis.


"Aku.... Aku menginginkanmu!" Teriak Tania keras sebelum menyusutkan diri.


"Ini kamu yang bilang ya. Jangan berbohong." Kevin menarik dagu Tania saat ia bertanya. Mangsanya ini sangat menarik.

__ADS_1


"Iya iya. Aku tidak bohong. Sekarang cepat atasi masalah MacBook ku." Tania menyingkirkan tangan Kevin dan segera mengambil MacBook nya dan menyerahkannya pada Kevin.


"Oh.... Ini mudah." Ucap Kevin dengan sengaja. Tania meliriknya tidak percaya. Ia benar-benar tidak mengerti apapun tentang sistem seperti itu.


"Lihat." Kevin mengetuk gambar tengkorak itu. Lalu gambar itu berubah menjadi beberapa kode angka yang rumit.


"Kamu hanya tinggal menemukan inti dari masalah ini. Mereka hanya ingin bermain-main." Kevin menjelaskan. Namun Tania smaa sekali tidak paham. Tentu saja, ini hanyalah akal-akalan Kevin saja agar Tania tidak curiga padanya jika dia lah yang sebenarnya membuat semua itu jika dia langsung menyelesaikan nya dengan cepat.


"Kamu bilang hanya main-main?" Tanya Tania tidak habis pikir. Siapa orang yang begitu kekurangan kerjaan hingga membuat hal seperti itu menjadi mainan.


"Mm."


"Memangnya apakah ada orang yang akan bermain dengan hal semacam ini?" Tanya Tania kesal. Ia memukul pahanya dengan genggaman tangannya. Kevin tidak menjawab. Tidak mungkin dia akan menjawab jika dia lah orangnya kan?


"Si-al! Aku benar-benar si-al bertemu dengan orang seperti itu! Jika aku mengetahui orangnya. Aku akan memotong kaki ketiganya dengan tanganku sendiri." Ucap Tania penuh dengan amarah.


"Uhuk uhuk. Uhuk uhuk!" Kevin terbatuk keras mendengar ucapan Tania. Ia membayangkan apa yang akan terjadi jika sampai Tania mengetahui kebenarannya. Dia harus baik-baik menyimpannya sendiri. Jangan sampai Tania tahu!


"Kevin, ada apa?" Tanya Tania terkejut.


"Tidak apa-apa. Aku hanya tidak menyangka kamu bisa berkata seperti itu. Alangkah baiknya daripada membiarkan bibirmu berkata yang kejam seperti itu tentang kaki ketiga seseorang, kamu biarkan bibirmu men-de-sah dengan indah." Kevin segera mengalihkan pembicaraan. MacBook yang baru saja selesai ia benarkan ia letakkan begitu saja di atas nakas sebelum mendorong tubuh Tania jatuh ke atas ranjang.


"Kevin, jangan main-main." Tania memalingkan wajahnya. Menghindari bibir Kevin yang menyerangnya.


"Aku tidak begitu. Aku juga bukan...emp!" Bibir Tania dibungkam paksa oleh Kevin.


"Kamu sudah lupa pelajaran mu. Bukankah aku sudah bilang jika kamu adalah istriku?" Ucap Kevin setelah melepaskan Tania yang segera mengambil napas dalam-dalam.


"Kevin...huh huh... Kamu... Kamu...mau... Membunuhku? Huh huh huh...." Ucap Tania kesusahan. Napasnya hampir habis gara-gara ciuman Kevin yang menuntut.


"Itu pelajaran untuk mu agar kamu ingat jika kamu tidak boleh berkata jika kamu bukan istriku. Paham?"


"Tapi aku memang bu..." Tania menutup bibirnya sendiri dengan tangannya saat ia melihat Kevin yang sudah akan kembali menciumnya.


"Katakan sekali lagi...." Kevin mengangkat alisnya.


"Tidak tidak. Aku tidak akan mengatakannya lagi." Ucap Tania dengan masih menutup bibirnya.


"Gadis baik. Jadi apa yang harus kamu katakan?" Kevin tersenyum puas.


"Apa?" Tania pura-pura tidak mengerti.


"Ooh... Tidak ingin katakan? Baik. Aku akan..."

__ADS_1


"Iya iya. Aku katakan." Tania panik.


"Jadi...."


"Aku... Aku adalah istrimu." Ucao Tania pelan. Ia memalingkan wajahnya. Menyebut dirinya sendiri sebagai istri Kevin sangatlah aneh. Namun yang lebih aneh adalah tiba-tiba jantungnya berdebar-debar mengatakan hal ini. Sesuatu yang berbeda terasa di dalam hatinya. Seperti perasaan yang menggelitik, namun menyenangkan.


"Kenapa sangat pelan? Aku tidak dapat mendengar nya dengan jelas."


Tania sudah sangat malu mengucap kan kalimat itu. Namun Kevin masih memintanya mengulanginya? Jadi Tania menatap Kevin dengan kesal.


"Tidak mau bilang?" Kali ini bukan bibir Kevin yang mengancam, namun tangan Kevin yang berhasil menelusup di balik piama Tania mencubit pinggang ramping Tania.


"Ah!" Pekik Tania kaget. Namun Kevin tidak berhenti sampai di situ. Ia tahu jika pinggang Tania adalah salah satu tempat sensitif Tania, jadi dia sengaja menyentuhnya dengan cara yang aneh.


"Kevviinn... Hen...tii..kan."


"Kamu bilang dulu kamu siapa?" Kevin tidak berhenti. Sudah sampai di sini, dia tidak akan membiarkan Tania kabur. Dia akan membuat wanita ini mengakuinya. Mengakui jika pernikahan mereka masih sah.


"Ah... Aku...aku... Aku adalah istrimu!" Teriak Tania keras. Persis seperti orang yang men-de-sah. "Aku Tania adalah istri Kevin Axmala Abraham!" Lanjutnya setelah Kevin masih mempermainkan pinggangnya.


"Benar. Kamu adalah istriku. Nyonya Abraham...." Kevin sangat senang. Ia menghentikan tangannya yang bermain-main dan memeluk erat Tania. Hatinya sangat senang mendengarnya. Meskipun cara yang dipakai untuk membuat Tania mengakuinya adalah dengan cara pemaksaan, namun ia sangat senang mendengarnya.


Setelah hari ini, dia tidak akan pernah membiarkan wanita ini pergi lagi. Dan untuk anak-anak mereka, jika ibunya telah masuk ke dalam jaring, anak-anak yang baik tentu saja akan ikut. Ia akan perlahan-lahan mendapatkan hati mereka. Seperti mendapatkan hati ibu mereka. Tentu saja caranya tidak akan sama....


*


*


*


...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_149🍁...


... kasih sudah mampir 😘...


...Like, VOTE, rate dan komentar nya tunggu...🤗...


...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...


...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...


...***...


...Salam sayang 😘...

__ADS_1


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...


__ADS_2