
"Tania, apa kamu pikir aku sopir?" Kevin tidak terima. Jika mereka duduk di belakang semua, dia akan terlihat seperti sopir.
"Jika tidak mau, kami bisa turun dan pulang sendiri." Jawab Tania tanpa basa basi. Ia memeluk Kaylee dan Kaisar di kedua sisinya saat ia duduk. Ia benar-benar merindukan kedua anaknya ini.
"...." Kevin menatap Tania tanpa daya. Melihat ketiga orang di kursi belakang yang saling berpelukan, hatinya melembut. Juga iri. Bukankah ia juga berhak berpelukan bersama mereka? Kenapa dia harus menderita di sini? Dia juga ingin memeluk mereka.
"Ck" Kevin mendengus. Lalu masuk ke kursi depan duduk di belakang kemudi. Lalu mengemudi dengan kecepatan sedang di sepanjang jalan. Sesekali, ia akan melirik ke belakang dan melihat ketiga orang yang duduk di sana.
Mobil Kevin telah dimodifikasi sedemikian rupa yang mengutamakan unsur kenyaman penumpangnya. Mungkin juga karena kedua anak itu sudah bermain sejak pagi dan belum beristirahat setelah beberapa kegiatan mereka yang tidak terduga, mereka mulai tertidur beberapa saat setelah mobil mulai melaju.
Tania melihat kedua anaknya tidur dan mebenarkan posisi mereka agar mereka berdua lebih nyaman.
"Kenapa kamu menyembunyikan keberadaan mereka dariku?" Tanya Kevin setelah memastikan kedua anak itu tidur lelap.
Tania melihat Kevin yang juga sedang menatapnya dari kaca spion. Sepertinya Kevin sudah tahu jika Kaylee dan Kaisar adalah anak-anaknya. Yah.... Siapa yang mengira jika wajah Kaisar akan sama persis dengan wajah Kevin. Bahkan Kaylee, yang adalah perempuan saja juga memiliki wajah yang lebih banyak menurun dari Kevin dibandingkan dengannya yang merupakan ibu kandung nya. Tidak akan ada orang yang akan percaya jika dia mengatakan jika kedua anak ini bukanlah milik Kevin. Jadi karena laki-laki ini sudah tahu, dia juga tidak dapat menyembunyikan nya lagi.
"Apa kamu pernah bertanya?" Tania mengerucutkan bibirnya kesal. Apa Kevin sudah lupa apa yang dia lakukan di masa lalu? Lalu jika ia datang menemuinya dan memberitahu jika dia tengah hamil, apakah ada yang menjamin jika Kevin akan menerimanya? Mungkin, Kevin mungkin juga akan mengira jika Tania sedang mencari alasan untuk kembali lalu memintanya menggugurkan kandungan nya. Siapa yang tahu?
"Tania, aku berbicara serius. Tolong jawab aku."
"Kevin, kamu masih sama seperti di masa lalu. Masih saja nbegitu egois."
"Apa maksudmu?"
"Menurut mu, apa yang akan kamu lakukan jika aku datang saat itu? Apa kamu lupa bagaimana kamu membuatku pergi? Kamu masih punya muka untuk bertanya padaku?" Tania berkata dengan emosi.
__ADS_1
"...." Kevin tidak menyangka apa yang akan didengarnya dari Tania. Ia tidak memikirkan hal ini sebelumnya. Namun setelah ia mendengarnya dari Tania, ia menyadari jika dia memang benar-benar pria be-reng-sek. Jika dia lebih mampu sedikit saja dan lebih tegas, mereka tidak perlu mengakhiri pernikahan sebelum masa kontrak berlalu. Dan mungkin jika mereka tidak perpisah tahun itu dan dia mengetahui jika Tania sedang mengandung anak mereka, perpisahan itu bahkan tidak mungkin terjadi. Tetapi jika hanya lah jika yang tidak ada gunanya dibicarakan saat ini. Karena apapun yang terjadi, semua sudah terjadi tanpa menunggu kata jika itu ada.
"Maafkan aku Tania. Aku tahu aku memang sudah keterlaluan padamu di masa lalu." Kevin bersungguh-sungguh meminta maaf. Ia menatap Tania dengan rasa bersalah. Perasaan ingin menyalahkan wanita itu karena dia telah menyembunyikan jika sebenarnya mereka punya anak hilang sudah dan digantikan dengan rasa bersalah yang semakin dalam.
"Huh!" Tania mendengus. Jika semua kesalahan dapat dimaafkan hanya dengan kata maaf, maka tidak perlu ada penjara lagi. Lalu dunia akan hancur karena orang-orang akan mulai menyepelekan sebuah kesalahan.
"Tania, apakah kamu mau memberiku kesempatan? Aku janji aku akan menebus semua hal yang pernah terjadi. Aku akan..."
"Tidak perlu. Aku dan anak-anak bisa hidup sendiri tanpa bantuan siapapun. Kami bertiga hidup dengan bahagia selama ini. Jadi tolong anggap saja kami tidak ada hubungannya dengan mu." Tolak Tania seketika. Setiap kali dia mengingat kejadian tahun itu, hatinya pasti akan sangat sakit.
"Tania, aku tahu kamu bisa merawat anak-anak dengan baik. Buktinya ada di depan mata dengan melihat betapa cakapnya mereka. Namun, kamu tidak akan bisa memberikan kasih sayang keluarga yang lengkap pada mereka kan?"
"Tahu apa kamu mengenai keluarga? Bukankah bagimu keluarga hanyalah mainan saja?" Sinis Tania kesal. Tahun itu, Kevin bukan hanya merusak keluarga kecil mereka namun juga menjauhkannya dari keluarga yang selama bertahun-tahun telah merawatnya seperti biji mata mereka. Sekarang Kevin membicarakan kasih sayang keluarga. Kemana rasa kasih sayang itu pergi tahun itu?
"Tania, aku punya alasan untuk melakukannya. Namun aku tidak bisa mengatakannya. Hanya saja, aku mohon padamu untuk memberiku kesempatan. Tolong biarkan aku menebus semua kesalahanku di masa lalu. Dan mari kita beri anak-anak kita sebuah keluarga yang lengkap dan bahagia."
"Bukan begitu. Aku hanya khawatir jika meskipun aku memberitahu mu, kamu mungkin masih tidak akan percaya."
"Sudahlah Kev. Kita semua memiliki kehidupan yang baik setelah semua. Jadi tolong jangan paksa aku karena hatiku masih belum siap."
"Kalau begitu, tolong berikan aku waktu untuk meyakinkanmu oke?" Kevin menoleh ke belakang. Sekarang mereka telah sampai di besmen apartemen.
"..." Tania diam. Waktu? Apakah waktu akan mengubah segalanya?
"Tania, hubungan kita saat ini bukan hanya kita berdua. Ada kedua anak ini di dalamnya. Mereka juga berhak mengetahui siapa ayah mereka." Ucap Kevin setelah melihat jika Tania hanya diam.
__ADS_1
"Mami, apa kita sudah sampai?" Kaisar bertanya setelah ia terbangun. Tania yang akan menjawab berhenti saat ia mendengar suara parau Kaisar.
"Ya sayang. Malam ini tinggal di apartemen mami ya."
"Tania...."
"Tolong jangan sekarang. Bukankah kamu ingin waktu? Aku akan berikan." Tania menghentikan ucapan Kevin. Ia khawatir jika laki-laki itu akan memberitahu Kaisar jika dia lah ayah mereka. Tania tidak ingin Kaisar dan Kaylee terkejut dan tidak nyaman dengan kenyataan yang datang tiba-tiba. Jadi seperti yang dikatakan Kevin, mereka juga butuh waktu untuk mengerti. Sekarang, hanya tergantung Kevin apakah dia mampu membuat kedua akan itu menerima nya sebagi ayah kandung mereka.
*
*
*
...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_129🍁...
... kasih sudah mampir 😘...
...Like, VOTE, rate dan komentar nya tunggu...🤗...
...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...
...***...
__ADS_1
...Salam sayang 😘...
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...