
"Tidak mungkin! Huh! Ini tidak ada hubungannya denganku." Tania menghentakkan kakinya sebelum berbalik dan keluar dari ruangan rapat dengan membanting pintu. Mona yang melihat atasannya itu pergi dengan cara yang seperti itu snagat terkejut. Lalu ia membungkukkan badannya pada Kevin sebelum ia menyusul Tania pergi ke luar ruangan.
Sebelumnya, tidak ada yang berani ikut berbicara atau menunjukkan keberadaan mereka. Setelah Tania pergi, mereka bahkan lebih takut lagi. Tidak ada satu pun dari mereka yang berani berbicara sepatah katapun.
"Ehem. Sudah diputuskan jika Miss Angela yang akan menjadi model wanita yang berpasangan dengan saya. Dan merupakan tugas kalian untuk membuatnya setuju. Aku tidak peduli cara apa yang akan kalian lakikan. Apapun itu, Lakukan dengan baik, kalau tidak, kalian semua bersiap-siap lah untuk menerima hukuman." Setelah selesai menjatuhkan ancaman nya, Kevin berdiri. Membenarkan posisi dasinya yang sedikit miring sebelum berbalik dna kelaur dari ruangan bersama dengan Danil. Meninggalkan para petinggi perusahaan yang saat ini sedang sakit kepala berjamaah.
Setelah keluar dari ruang rapat, Tania mendudukkan dirinya di atas sofa di ruang kerjanya. Jelas sedang dalam suasana hati yang tidak baik. Sebagai asisten yang baik, Mona mengambilkannya minuman dingin untuknya. Lalu berdiri tidak jauh dari Tania. Selama ia bersama dengan Tania beberapa hari terakhir, ia memgetahui jika Tania tidak suka jika seseorang mengganggunya saat suasana hati nya sedang buruk seperti ini. Membiarkannya tenang sendirian jauh lebih baik untuknya.
Namun ketenangan yang diharapkan Mona tidak bertahan lama. Pintu tiba-tiba diketuk dari luar. Dan setelah ia membukanya, ia melihat Kevin dan Danil yang berdiri di depan ruangan dengan wajah datar.
"Tuan." Mona menyapa dengan hormat.
"Mm." Kevin hanya berdehem sebelum ia masuk ke dalam ruangan. Tania yang mengetahui jika Kevin datang segera memalingkan wajahnya.
"Kenapa? Bukankah tujuanmu akhirnya terpenuhi? Kenapa kamu berpura-pura tidak senang seperti itu?" Kevin menatap Tania acuh.
"Huh!" Tania tidak menjawab dan hanya mendengus.
"Bukankah tujuanmu memasukkan nama Rebbeca di dalam daftar untuk mengingatkanku pada pernikahan kita yang indah?" Kevin berbicara dengan percaya diri.
"Jangan terlalu percaya diri tuan. Apa yang terjadi di antara kita berdua di masa lalu, tidak ada yang lebih baik dari anda. Jadi jangan mencoba mengungkit apa yang dulu pernah terjadi karena bagiku, semua itu adalah noda hitam di dalam hidupku." Tania tidak terima dan mengatakan apa yang ada di dalam hatinya tentang Kevin secara jujur.
Mendengar jawaban Tania, jelas saja membuat Kevin tersinggung dan marah. Namun sayangnya, ia tidak memiliki apapun yang dapat mengelak perkataan Tania. Dia memang mengetahui apa yang terjadi dan dia menyadari bahwa dia telah menyakiti wanita ini dengan parah di masa lalu.
Melihat Kevin yang kehilangan kata-kata, Tania tersenyum mengejek. Lalu mengabaikannya sepenuhnya dengan menoleh pada Mona yang berdiri tidak jauh dari sana.
__ADS_1
"Aku sedang tidak ada mood hari ini Mona. Aku akan keluar menemui seseorang. Kamu tetaplah di sini dulu. Lakukan apa yang telah aku katakan sebelumnya"
"Baik Miss Angela." Mona bereaksi cepat dan menganggukkan kepalanya paham.
"Mm. Aku pergi dulu. Sampai jumpa besok." Tani mengemasi barang-barang nya dan pergi ke luar dari ruangannya. Mengabaikan Kevin yang berdiri mematung di tempatnya.
Sedangkan ruang rapat yang baru saja ditinggalkan oleh Tania dan Kevin pada saat ini bukannya tenang malah semakin ramai. Semua orang sedang memikirkan cara bagaimana membuat Tania setuju untuk menjadi model wanita mereka. Tania bukanlah orang biasa sebelumnya. Dan sekarang, setelah mereka mengetahui status Tania sebelumnya, mereka lebih tidak berani memprovokasi Tania pada saat ini.
Tania tidak menyangka jika Kevin akan pergi sejauh itu. Ia sudah berusaha melupakan masa lalu yang kelam itu sebisa mungkin. Baginya, masa lalunya dengan Kevin adalah masa yang paling buruk di dalam hidupnya. Kecuali hadirnya Kaylee dan Kaisar yang merubah hidupnya. Semua tentang Kevin adalah noda hitamnya! Namun dengan seenaknya saja, Kevin mengingatkan nya kembali dengan masa-masa yang sangat ingin ia lupakan.
Setelah masuk ke dalam mobil, ia tidak segera melajukan mobilnya. Melainkan memukul kemudinya beberapa kali sebelum akhirnya benar-benar meninggalkan lingkuran kantor dengan mobilnya.
"Ah benar. Karena semua pekerjaan ini. Aku sampai lupa untuk mengatur waktu untuk bertemu dengan kak Arsya." Tania tiba-tiba teringat jika dia memberi kabar kakaknya itu jika dia sudah sampai di tanah air. Selama lima tahun ini, hanya Arsya lah yang masih tetap berhubungan dengannya. Selain saling berhubungan melalui telepon, kakaknya itu juga beberapa kali mengunjungi nya saat ia masih berada di Italia. Kakak nya ini benar-benar membuktikan jika dirinya adalah kakak yang baik untuk Tania.
***
Ponsel Arysa sedang dalam mode silent saat Tania menghubungi nya. Lagipula di saat bekerja, Arsya jarang membuka ponselnya. Setelah kepergian Tania, Arsya yang dulunya tidak mau ikut campur dalam masalah perusahaan mulai menunjukan minatnya. Ia meminta pada Robi untuk mengizinkannya masuk ke dalam perusahaan. Secara mengejutkan, kemampuan Arsya dalam bisnis ternyata lebih baik dari Farel. Saat ini, Robi bahkan sepertinya lebih condong untuk mewariskan kepemimpinannya pada putra keduanya ini. Yang membuat Farel semakin membenci Arsya.
Pada saat ini, Arsya sedang meeting dengan klien di sebuah restoran bintang lima bersama dengan asistennya. Klien ini adalah klien penting perusahaan yang harus didapatkan oleh Arsya untuk lebih memperkuat pijakannya di perusahaan. Karena itulah Arsya telah mempersiapkan diri sejak dengan sebaik-baiknya untuk memastikan jika dia mendapatkan kontrak dengan klien penting ini.
"Baik. Kalau begitu sampai jumpa lagi. Saya sudah tidak sabar untuk segera bekerja sama dengan anda Tuan Surya." Arsya mengantar kliennya kelur dari ruang pribadi tempat meeting berlangsung. Arsya menjabat tangan Surya, kliennya sebelum mereka berpisah.
Arsya menatap punggung Surya dengan bangga. Akhirnya ia berhasil mendapatkan kontrak darinya.
"Tuan, ponsel anda tadi berbunyi." Geo, sekretaris Arsya yang sejak awal membawakan ponsel Arsya berbicara sambil mengangsurkan ponsel pintar Arsya padanya.
__ADS_1
"Oh... Siapa?" Arsya mengambil ponsel itu dan segera membukanya. Wajahnya yang sejak awal terkesan datar dan acuh tak acuh tiba-tiba bersinar dengan cerah.
Melihat nama Tania di layar ponselnya, Arsya tidak bisa tidak bahagia.
*
*
*
...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_62🍁...
...Terima kasih sudah mampir 😘...
...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...
...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...
...***...
...Salam sayang 😘...
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...
__ADS_1