
"Tania, apa boleh aku meminta tolong mengambilkan makanan untukku?" Kevin memasang wajah sedihnya. Ia terlihat sangat menyedihkan. Tania menatapnya dan mengerutkan keningnya. Apa lagi yang ingin dilakukan laki-laki ini?
"..." Tania mengacuhkannya dan meneruskan kembali makan.
Kevin tidak kehilangan akal. Ia menatap Kaylee yang makan dengan nikmat di kursinya. Ia melihat jika gadis cilik itu sedang memperhatikannya.
"Mami, kasihan paman. Dia pasti lelah. Semalam sudah lembur bersama mami. Pagi ini masih menyiapkan makanan untuk kita. Jadi..."
"Baiklah baiklah. Sini piringmu." Tania merengut. Mengambil piring Kevin yang ada di depan laki-laki itu. Lalu mengisinya dengan makanan yang semuanya merupakan makanan yang tidak disukai oleh Kevin, namun disukainya. Ia ingin tahu apa yang akan dilakukan oleh Kevin.
Kevin melihat pilihan menu yang dipilihkan Tania untuknya. Ia tahu jika Tania pasti ingin membalasnya kan? Namun karena Tania yang ingin bermain dengannya, ia akan menemaninya baik-baik.
"Terima kasih." Ucap Kevin dengan senyum di wajahnya saat ia merima piring dari Tania. Lalu memakannya dengan tanpa ragu. Sedangkan Tania yang melihatnya mengerutkan alisnya. Tapi Tania masih mencoba untuk tenang dan memperhatikan. Untuk menu lainnya, itu masih tidak begitu masalah karena meskipun tidak suka, Kevin masih sesekali mentolelir nya dan memakannya. Namun ayam goreng mentega, Kevin benar-benar tidak menyukainya. Bahkan dia pernah memecat Office boy yang memesankan ayam goreng mentega untuk makan siangnya.
Menyadari jika Tania sedang memperhatikannya, Kevin dengan sengaja memotong daging ayam dan memakannya di depan Tania. Dengan senyum mengejek di sudut bibirnya.
"Ada apa? Kenapa melihatku seperti itu? Apa kamu juga ingin mencicipi makanan di piringku?" Tanya Kevin dengan sengaja. Ia memperlihatkan isi piringnya.
"Wow paman. Makanan kesukaan paman sama seperti kesukaan mami. Kalian benar-benar berjodoh!" Kaylee melihatnya dan berseru sambil bertepuk tangan dengan gembira.
"Uhuk uhuk uhuk." Tania terbatuk untuk kedua kalinya. Kali ini, Kevin kalah cepat dengan Kaisar yang segera turun dari kursinya dan memberi air minum Tania. Ia juga menepuk ringan punggung Tania untuk meredakan batuknya.
"Kaylee, jangan bicara sembarangan." Kaisar menegur Kaylee.
"Aku tidak sembarangan bicara. Bukankah paman bilang jika paman sedang mengejar mami. Ups!" Kaylee menutup mulutnya dengan tangan kecilnya. Kevin pagi ini berkata padanya jika dia sedang mengejar Tania. Namun Tania masih tidak bersedia menerimanya. Lalu tidak lupa Kevin mengatakan untuk tidak mengatakan ini di depan mereka atau Tania akan malu nanti.
__ADS_1
"Uhuk uhuk uhuk." Batuk Tania yang baru daja reda kembali menyerang mendengar apa yang dikatakan Kaylee. Sebenarnya apa saja yang dikatakan oleh Kevin pada kedua anak ini sejak pagi?
"Maaf mami. Padahal paman sudah mengatakan untuk tidak memberitahu mami dan membuat mami malu." Kaylee turun dari kursinya. Menghampiri Tania dan memeluk Tania sambil mengecup pipi Tania.
"Tidak apa-apa. Sudah sudah. Mari kita lanjut makan sebelum makanannya dingin." Tania menatap Kaylee yang polos. Lalu melirik Kevin yang licik.
Setelah itu, suasana di meja makan terlihat harmonis. Keempat orang itu, dua besar dan dua kecil makan bersama dalam satu meja. Tania dan Kevin sesekali mengisi lauk di piring kedua anak itu. Bahkan Kaisar, juga tidak menolak saat Kevin memberinya makanan. Kevin secara ajaib memiliki cara untuk membuat Kaisar tidak dapat menolaknya.
Tepat setelah mereka selesai, Xia Xi Lin datang ke apartemen Tania.
"Kalian ke sana dulu. Nanti aku akan menyusul kalian setelah membereskan barang-barang ku di sini." Ucap Tania saat ia pamit pada ketiga orang itu. Kevin yang juga mendengarnya segera berubah masam.
Kevin semalam sudah mengatakan pada Tania untuk pindah ke gedung apartemen lama mereka. Apartemen yang ada di depan apartemen itu sudah dia beli beberapa tahun yang lalu setelah pemiliknya memutuskan untuk menetap di Jerman dan tidak akan kembali dalam waktu lama. Di sana selain tempatnya lebih luas, keamanannya juga lebih terjamin. Namun wanita itu malah langsung melarangnya dan memilih untuk tinggal di apartemen yang dipersiapkan oleh Arsya daripada tinggal di tempat yang dia siapkan. Kevin ingin menolaknya, tapi Tania mengancam jika ia akan melarangnya menemui kedua anak itu. Jadi Kevin hanya bisa menurut untuk sementara waktu.
"Tania, apa benar tidak bisa mengubah keputusan mu?" Tanya Kevin sebelum Tania turun dari mobilnya setelah mereka sampai di besmen Kev Fashion.
Kevin tidak bisa berbuat apa-apa. Ia segera mengikuti Tania dan masuk ke dalam lift yang sama untuk membawa mereka sampai di lantai kantor mereka.
"Selamat pagi Kevin..." Khanza segera berlari dan memeluk tangan Kevin begitu melihat Kevin keluar dari lift. Dengan sengaja menyenggol Tania untuk membuatnya jauh dari Kevin. Tania yang melihatnya Hanya menggelengkan kepalanya. Wanita ini seperti lem saat bertemu dengan Kevin meskipun Kevin sudah mendorongnya jauh. Sungguh tidak tahu malu.
Tetapi sebagai laki-laki, Kevin juga tidak bisa tegas. Tania tidak habis pikir mengapa Kevin begitu mentolelir sikap Khanza ini. Namun melihat bagaimana Kevin seringkali mengabaikan sikap Khanza, ia memiliki firasat jika perpisahan mereka yang tiba-tiba itu ada hubungannya dengan Khanza. Bukankah sebelum kejadian-kejadian itu muncul, Kevin pernah keluar negeri selama beberapa hari dan bertingkah aneh setelah itu?
"Kembali ke tempat dudukmu. Lakukan pekerjaammu dengan baik." Ucap Kevin melepas tangan Khanza dengan pelan.
"Kevin, kamu mau aku buatkan apa?" Khanza tidak mudah menyerah. Ia kembali meraih tangan Kevin dan bertanya dengan genit. Ia dengan menempelkan dadanya pada lengan Kevin untuk menggoda laki-laki itu.
__ADS_1
Braaak! Pintu ruangan Kevin ditutup dengan keras oleh Tania. Melihat tingkah genit Khanza dan bagaimana Kevin membiarkannya, Tania merasa kesal. Kevin berkata bahwa ia mencintainya. Bahkan memberitahu Kaylee bahwa ia sedang mengejarnya. Tetapi saat ini di depan matanya, ia membiarkan saja wanita lain menggodanya seperti itu. Apa dia tidak bersungguh-sungguh dengan kata-katanya?
Melihat Tania yang marah dan membanting pintu, Khanza tersenyum penuh kemenangan. Memangnya apa bagusnya jika Tania adalah mantan istri Kevin? Mantan hanya lah mantan. Yang artinya adalah orang yang pernah dibuang. Kevin tidak akan memungut kembali apa yang telah dibuangnya. Saat ini mungkin Kevin hanya tertarik untuk sesaat, atau mendekati Tania hanya karena wanita itu memiliki anak dengannya.
Dengan alasan mendekati Tania, Kevin secara perlahan namun pasti mulai mendekati anak-anaknya. Lalu setelah mendapatkan kepercayaan anak-anak itu, Kevin akan menyingkirkan Tania dengan mudah. Ya. Pasti alasan ini yang membuat Kevin mendekati Tania. Dia sudah memikirkannya semalaman dan kembali mendapatkan kepercayaan dirinya.
*
*
*
...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_134🍁...
... kasih sudah mampir 😘...
...Like, VOTE, rate dan komentar nya tunggu...🤗...
...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...
...***...
...Salam sayang 😘...
__ADS_1
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...