Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 41. Benar-benar Berpisah


__ADS_3

"Apakah kamu pikir aku tidak tahu apa-apa?" Tania melipat tangannya di depan dada dan bertanya dengan bibir tersungging yang licik.


Kevin tidak menyangka Tania akan mengatakan nya. Bagaimana jika Tania mengetahui jika dialah yang telah membuat rencana jahat untuk mencelakainya? Bahkan mengirim seorang pria asing untuk menidurinya. Memikirkannya saja membuat Kevin merasa dingin. Mengepalkan tangannya dengan erat. Tetapi Kevin masih diam seperti ia tidak tahu sama sekali.


"Aku tahu jika semua ini memang kamu sendirilah yang merencanakan semuanya. Dan bahkan, orang asing itu adalah kamu sendiri, kan?" Tania bertanya dengan menatap Kevin dengan tajam.


"...." Kevin sangat terkejut. Bagaimana Tania bisa mengetahuinya? sedangkan ia telah merencanakan semuanya dengan hati-hati agar tidak dicurigai. Tapi bagaimana dia tahu? Apalagi dia bahkan tahu jika dirinya lah pria malam itu


"Jadi bagaimana jika kamu tahu? Semua orang di luar telah lama membicarakan mu, kau tahu?" Kevin segera menemukan argumen untuk melawannya.


"Hemp! Aku memiliki bukti. Jika bukti ini aku serahkan ke kantor polisi, semua orang akan mengetahui yang sebenarnya. Dan pada saat itulah aku yakin jika bukan hanya saham keluarga Wiratmaja saja yang akan jatuh, tetapi saham keluarga Abraham juga. Tentu saja, jika efeknya masih kurang memuaskan, aku akan dengan senang hati membuat efek yang lebih baik." Tania berkata dengan percaya diri.


Mendengar ancaman Tania, Kevin mengepalkan tangannya marah. Selama ini, tidak ada yang pernah mengancamnya terang-terangan selain kakeknya, tetapi istrinya ini... Yang bahkan sudah akan menjadi mantan berani-beraninya mengancamnya. Namun, hal yang paling membuatnya kesal adalah bahwa meskipun ia tahu bahwa ia diancam oleh seorang wanita, dia masih tidak bisa melawan bahkan jika ia mau.


"Lalu apa yang kamu inginkan?" Tanya Kevin serius. Menatap Tania serius.


"Aku akan melepaskan masalah ini dan membiarkan aku yang menanggung kesalahan, tetapi kamu harus berjanji untuk membantu perusahaan keluarga ku." Ucap Tania.


Alis Kevin mengerut saat mendengar perkataan Tania. "Apa kamu yakin itu adalah keluarga mu?" Tanyanya mengejek.


"Apa maksudmu?" Tania memandang Kevin dengan heran.


"Ooh... Sepertinya kamu belum tahu. Tapi hari ini orang-orang yang kamu sebut keluarga bersiap-siap untuk mengumumkan bahwa kamu bukanlah anak kandung di keluarga mereka. Apa mungkin informasi yang aku dapatkan lah yang salah?"


"Itu tidak mungkin." Mendengar ucapan Kevin, Tania mengepalkan tangannya. Ia menggigit bibir bawahnya saat ia menguatkan dirinya untuk menahan air mata di pelupuk matanya untuk menguatkan tekadnya.


"Hm... Aku juga hanya mendengarnya saja. Lagipula, itu adalah urusan intern keluarga mu. Benar atau salah, tidak ada hubungannya sama sekali denganku."


Tania mendengus. "Huh! Aku sudah tahu. Jadi, biarkan ini akan menjadi balas budiku karena telah membesarkan ku selama ini. Lalu, di masa depan, aku tidak akan memiliki hubungan apapun dengan keluarga Wiratmaja." Jawab Tania tegar.


"Baiklah kalau memang seperti itu. Aku akan segera mengirim Danil untuk menindaklanjuti hal ini." Kevin mengangguk.

__ADS_1


"Baiklah. Kalau begitu, aku juga akan segera pergi." Tania mengangguk sebelum berdiri dan naik ke lantai dua. Mengambil koper miliknya yang telah ia siapkan kemarin.


Kevin menatap punggung Tania yang kesepian dan menghela napas. Andai saja...


Sebenarnya, Kevin sudah menyiapkan segalanya untuk membantu perusahaan Wiratmaja sebagai bentuk permintaan maafnya. Namun sebelum ia menandatangani berkas itu, Danil memberitahunya bahwa Robi mengadakan konferensi pers untuk mengumumkan pemutusan hubungan keluarga antara Wiratmaja dan Tania sehingga ia menundanya dan menyiapkan sesuatu yang lain sebagai bentuk kompensasi darinya untuk Tania. Yang benar-benar untuk kepentingan Tania.


Awalnya ia mengira jika hadiah yang pertama tidak cocok diberikan pada Tania, lagipula, keluarga Wiratmaja tidak pantas mendapatkan bantuannya. Jadi saat ia mendengar ternyata malah hal ini lah yang diminta oleh Tania darinya, yang bahkan Tania lakukan dengan memaksanya. Tetapi karena ini adalah keinginan Tania, ia akan mengabulkan nya.


Tok tok...


Pintu apartemen diketuk dari luar. Kevin sudah mengetahui nya jika orang di balik pintu adalah Danil dan segera memerintahkan nya masuk.


"Tuan, ini berkas yang anda inginkan." Ucap Danil begitu ia masuk ke dalam ruangan. Berdiri dengan hormat sebelum meletakkan dokumen di atas meja.


"Hm." Kevin mengangguk. Mengambil dokumen yang diberikan Danil dan membacanya dengan seksama lalu membubuhkan tanda tangan nya di atas kertas itu setelah memastikan isinya sesuai dengan yang dia inginkan.


Tepat ketika ia meletakkan dokumen itu kembali ke atas meja, Tania turun dengan membawa dua koper di tangannya. Menuruni tangga dengan elegan. Dia juga telah berganti pakaian dan juga merias wajahnya dengan cantik.


"Selamat pagi nyonya..." Danil yang menyadari arah pandangan Tania segera menyapa dengan sopan. Membungkukkan sedikit badannya.


Tania mendengus. Melirik Danil dengan kesal. "Hentikan omong kosongmu. Aku yakin selain kami berdua, kamu lah satu-satunya orang yang paling mengetahui kebenaran di antara kami." Sinis Tania.


"Uhuk." Danil berdehem sebelum menyusutkan keberadaannya. Entah mengapa, di depan Tania ia merasa jika aura Tania sangat mirip dengan aura Kevin yang membuatnya takluk.


"Ini perjanjian perdamaian. Di dalamnya ada perjanjian kerjasama. Baca dulu dan lihat apakah sesuai. Dengan dokumen ini, suruh tuan Robi datang ke kantorku." Kevin mengabaikan Danil yang menyusut di belakangnya. Memberikan dokumen yang baru saja diantarkan oleh Kevin pada Tania. Tania juga teralihkan. Mengambil dokumen yang diserahkan Kevin dan membacanya dengan teliti.


"Apa ini?" Tania terkejut melihat bagian dokumen yang paling akhir. Di sana, sebuah sertifikat sebuah vila mewah diletakkan. Selain sertifikat vila, surat kepemilikan mobil mewah dan sebuah kartu hitam beserta buku tabungan juga disertakan.


"Anggap saja sebagai kompensasi." Jawab Kevin.


"Aku tidak butuh. Lagipula..."

__ADS_1


"Jika kamu tidak menginginkan nya, lebih baik buang saja. Aku juga tidak pernah mengambil apa yang telah aku berikan kembali. Jadi buang saja jika tidak mau."


"Mana bisa begitu!" Mendengar ucapan Kevin, Tania mendekap dokumen itu di dadanya, menjauhkannya seperti melindunginya dari Kevin. Takut jika tiba-tiba Kevin mengambilnya dan membuangnya. Sayang sekali....


"..." Kevin tersenyum tipis yang sangat kilat. Bahkan Tania yang berada di depannya tidak sempat melihatnya.


"Baiklah. Aku akan menganggap impas di antara kita berdua. Aku tidak akan mengganggumu di masa depan. Dan aku juga berharap begitu juga sebaliknya." Tania berkata dengan serius. Setelah memasukan dokumen ke dalam tasnya. Berdiri dan mengulurkan tangannya pada Kevin.


"Oke." Kevin menyambut tangan Tania. Menjabat nya dengan tegas. Setelah ini, mereka berdua benar-benar tidak akan memiliki hubungan apapun.


*


*


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_41🍁...


...Terima kasih sudah mampir 😘...


...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...


...Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...


...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya...


...***...


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...

__ADS_1


__ADS_2