Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 13. Malam Pengantin


__ADS_3

Kamar pengantin merupakan bagian yang sangat penting dalam sebuah pernikahan. Sebuah kamar yang dipersiapkan secara khusus bagi para pengantin baru. Biasanya akan dihias seindah dan seromantis mungkin.


Lilin-lilin aroma terapi yang meninggalkan kesan temaram yang romantis. Yang tak ketinggalan adalah kelopak bunga mawar yang tersebar di atas ranjang. Dalam kondisi yang normal, pamandangan ranjang penuh kelopak mawar akan menghangatkan hati dan memanjakan mata. Namun semua berbanding terbalik bagi sepasang suami istri yang baru saja memasuki kamar pengantin mereka.


“Bersihkan semuanya!” perintah Kevin sambil mendudukkan diri di atas sofa. Melonggarkan dasinya dan melepas jas putih yang dikenakannya.


“Kenapa harus aku?” gerutu Tania kesal.


“Karena aku tidak mungkin melakukannya.” jawab Kevin santai.


“Ck. Kita kan bisa meminta layanan kamar untuk membersihkannya.”


“Kamu bodoh ya? Kalau kita melakukan itu, semua akan terbongkar.” Ucap Kevin sambil berdiri dan melewati Tania begitu saja untuk menuju kamar mandi.


“Cepat bersihkan! Kalau sampai aku keluar dan semua ini masih belum bersih. Akan aku pastikan Butik kesayanganmu yang akan bersih besok pagi.” Ancam Kevin sebelum menutup pintu kamar mandi.


“Dasar tuan Arogan! Kenapa selalu sjaja mengancam ku menggunakan butikku hah? Kalau Berani lawan aku sini! biar aku tampol wajah songongmu itu.” teriak Tania keras. Membuat seseorang yang berada di dalam kamar mandi tersenyum penuh kemenangan.


Tania yang ditinggalkan hanya bisa menggerutu dan dengan pasrah membersihkan semua kelopak bunga mawar dari atas ranjang.


“Seumur hidupku aku tidak pernah sekalipun membersihkan ranjangku sendiri. Bahkan saat di desa, aku lebih memilih meminta bu Karim yang melakukannya. Dan sekarang lihatlah! Dia baru beberapa jam menjadi suamiku dan sudah membuatku membersihkan ranjang ini. Huh! Menyebalkan.” Gerutunya sambil mendorong kelopak mawar itu agar jatuh ke lantai.


Namun baru sekali bunga itu jatuh ke lantai akibat ulahnya, ia menemukan ide yang lebih bagus di dalam otak cantiknya.


“Dari pada terbuang percuma, lebih baik bunga-bunga ini aku buat berendam saja.” Tania turun dari ranjang untuk mencari tempat menampung kelopak itu. Beruntung ia menemukan sebuah paper bag di dalam almari.


Ia membuka paper bag itu dan menemukan sebuah lingerie berwarna hitam di dalamnya. Dikeluarkannya pakaian khusus itu dan direntangkan di udara. Memindainya beberapa kali sebelum berdecak.


“Ck ck ck. Siapa yang menaruh lingerie ini disini? Dasar jahil! Pasti ini adalah ulah nenek” umpatnya pelan. Seseorang yang sedang berjalan dengan kekasihnya tiba-tiba bersin dan merasa punggungnya dingin.


“Apa kau berencana akan menggunakan itu untuk menggodaku?”


Tania membalik tubuhnya dan mendapati Kevin berdiri tak jauh darinya hanya dengan menggunakan handuk yang melingkar di area bawahnya. Tanpa sadar Tania menelan ludahnya melihat pemandangan roti sobek yang menggoda di depannya.


“Tidak. Tentu saja tidak.” Jawabnya setelah mendapatkan kesadarannya. Sangat terlihat di sedang gugup.


“Itu bagus.” Jika saja ia tidak sedang lelah sekarang, ia akan senang menggoda Tania yang terlihat gugup itu.


“Hah?! Apa maksudmu? Kau tidak bermaksud memintaku memakainya kan?” tanya Tania curiga. Ia slaah paham dan mengira Kevin sedang memuji lingerie itu.

__ADS_1


“Tentu saja tidak. Jangan terlalu percaya diri nona. Meskipun kau telanjang bulat sekalipun, aku tidak akan mau menyentuhmu.”


“Oh ya? Apa kamu berani bertaruh untuk itu?” Tania merasa dihina sebagai seorang gadis. Apalagi selama ini Ia selalu merasa bangga pada tubuhnya yang menurutnya memenuhi proporsi yang pas di setiap bagian. Jadi saat Kevin berkata bahwa jika dia telanjang pun dia tidak akan tertarik, ia sangat kesal dan tidak terima!


"Bertaruh untuk apa?" Kevin merasa ada yang salah. Tapi dia tidak tahu.


"Kita bertaruh jika aku memakai Lingerie ini, kamu tergoda atau tidak. Jika kamu tergoda, aku boleh menyuruhmu untuk melakukan apapun. Begitu pun sebaliknya. Jika kamu tidak tergoda, kamu bisa memintaku melakukan apapun. Bagaimana? Apa kamu berani?"


Kevin mengerutkan alisnya. Gadis ini tidak akan benar-benar memakai pakaian kurang bahan ini kan?


"Kenapa diam? Sudah mulai ragu?" Tania melipat kedua tangannya di depan dada sehingga Lingerie di tangannya menyembul keluar.


"Heh! Siapa yang tidak berani. Justru aku yang ragu apakah kamu akan memakai pakaian kurang bahan yang tidak bermoral itu."


"Oke! Karena kamu sudah setuju, kita buktikan." Tania mendengus. Melewati Kevin dengan percaya diri dan masuk ke dalam ruang ganti.


Dengan kesal Tania meletakkan Lingerie hitam itu ke atas meja kecil di dalam uang ganti tersebut. Tania kemudian mulai melepaskan gaun pengantinnya yang indah. Tapi....


“Eh! Kenapa ini susah sekali dibuka?” berulang kali Tania berusaha membuka kancing-kancing yang ada di belakang gaunnya tetapi tidak berhasil.


“Seharusnya ini menggunakan resleting saja daripada kancing.” Gerutunya kemudian. Ia tidak pernah menyangka jika penggunaan kancing dibelakang gaun bukan hanya untuk memperindah tampilannya, tapi ini lebih untuk menyiksa pengantin itu sendiri.


Hampir lima belas menit ia berusaha, namun satu kancing pun tidak berhasil ia buka. Ia menyerah sekarang. Dengan lesu ia membuka pintu ruang ganti.


"Tidak! Siapa bilang aku tidak berani? Aku hanya.... Aku hanya... Hanya..." Tania berteriak di awal kalimat nya dan meredup di paruh kedua. Ia berbicara dengan suara rendah.


"Hanya apa? Hanya tidak mau?" Kevin melipat kedua tangannya mengejek.


"Bukan... Tapi aku tidak bisa membuka gaunku." Jawab Tania dengan malu. Ia memalingkan wajahnya.


"Heh? Apa kamu anak kecil?" Alis Kevin mengkerut.


"Sudahlah. Cepat bantu aku. Tanganku tidak sampai nih." Tania membalikkan tubuhnya dan menunjukkan bagian belakang gaunnya yang terdapat belasan kancing yang sepertinya memang terlihat merepotkan.


Melihat ini, Dengan enggan Kevin berdiri dan menghampiri Tania.


Tanpa menunggu. Tania segera mengarahkan punggungnya ke arah Kevin. Mengisyaratkan suaminya itu membukakan kancingnya. Ia menyibak rambutnya yang tergerai di punggung dan mengarahkannya ke bagian depan.


Awalnya Kevin biasa saja melakukan itu. Namun lama-kelamaan ia merasa tidak nyaman. Semakin ke bawah, kulit mulus Tania semakin terekspos. Punggung putih dan halus di hadapannya benar-benar sempurna tanpa noda. Apalagi bahu indah yang terlihat putih dan sangat menggoda untuk dikecup. Ah! Kevin merutuki pikirannya sendiri.

__ADS_1


Pada akhirnya, agar tidak tergoda dengan keindahan di depan matanya, Kevin pun memalingkan wajahnya. Namun usahanya membuka kancing tanpa melihat malah membuatnya jatuh terlalu dalam dalam hayalannya.


Kulit mulus yang dari tadi berusaha tidak ia lihat malah tanpa sengaja ia sentuh dengan jarinya. Tubuhnya menegang. Bahkan Tania juga merasakan hal yang sama. Keduanya gugup dengan detak jantung yang sama-sama berdetak lebih cepat.


“Ini sudah cukup. Terima kasih.” Ucap Tania canggung. Ia memegangi erat gaunnya yang hampir melorot dengan erat.


"Oke! Sudah larut. Cepat ganti baju dan pergi tidur." Kevin memerintah. Ia sudah tidak berniat melanjutkan taruhan mereka. Begitu juga dengan Tania yang dengan patuh mengambil baju tidur normal yang sudah disediakan hotel di dalam lemari.


*


*


*


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_13🍁


Terima kasih sudah mampir 😍


Like, VOTE, rate dan komentar nya akoh tunggu...🤗


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnyaua


...***...


...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...


...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...


...🍃Malam Ke Tiga belas🍃...


...🌸Pada malam ke Tiga belas, ia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari keburukan apapun🌸...


...Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰...

__ADS_1


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...


__ADS_2