Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 166. Kaylee Demam


__ADS_3

Saat mereka sampai di apartemen, hari sudah malam dan kedua anak itu sudah mengantuk. Jadi Kevin langsung membawa mereka pergi ke kamar Tania. Hanya ada dua kamar di apartemen ini, kamarnya dan juga kamar Tania.


"Malam ini, kalian tidur di sini." Ucap Kevin saat membawa kedua anak itu masuk.


Kaylee dan Kaisar terkejut melihat kamar itu. Kamar Tania memiliki gaya yang tentu saja memperlihatkan pemiliknya. Jadi kamar itu juga hampir sama dengan pengaturan kamar Tania di apartemen mereka. Dengan sekali lihat, kedua anak ini yakin jika kamar ini kemungkinan besar memang kamar mami mereka.


"Paman, apakah paman sering membawa wanita menginap di sini?" Tanya Kaylee memicingkan matanya. Meskipun ia tahu bahwa ini adalah kamar Tania, ia hanya ingin tahu apa jawaban Kevin.


"Tidak. Kenapa?" Tanya Kevin tidak mengerti. Ia tidak menyangka Kaylee akan menanyakan masalah ini.


"Lalu kenapa kamar ini seperti kamar wanita?" Lanjut Kaylee.


"Itu karena kamar ini memang kamar wanita. Hah.... Kamar ini adalah kamar istriku. Yah, karena suatu hal dia pergi meninggalkan ku." Kevin tidak bodoh sama sekali. Ia sadar ada maksud tersembunyi Kaylee menanyakan hal ini padanya kan? Apalagi dia tahu jika kedua anak ini cerdas. Menurut Tania, kedua anak ini seharusnya sudah tahu jika dia lah ayah kandung mereka. Lalu kenapa tidak sekalian saja mengaku pada mereka. Seperti nya suasananya saat ini sangat tepat.


"Istri paman? Paman sudah menikah?"


"Ya."


"Oh... Istri paman pasti sudah pergi sangat lama kan? Kenapa kamar ini masih ada?"


"Sebenarnya aku lebih sering tidur di sini. Di kamar ini ada bau istriku. Jadi setiap aku tidur di sini, aku akan merasa bersama dengannya."


"Ooh." Kaylee mengangguk kan kepalanya paham. Ia semakin penasaran kenapa kedua orang tuanya berpisah meskipun mereka saling mencintai? Ia sama sekali tidak sadar jika dia sudah masuk ke dalam rencana Kevin.


"Jangan bicara lagi. Sudah malam. Sebaiknya kalian pergi tidur. Tidak apa kan kalian berbagi ranjang malam ini? Besok aku akan meminta orang untuk menyiapkan kamar untuk kalian." Kevin berhenti. Ia tidak boleh tergesa-gesa dan memberi sedikit lebih lama waktu untuk membuat mereka menerimanya sebelum ia mengatakan bahwa ia adalah ayah mereka.


"Tidak apa-apa paman. Kami bisa berbagi ranjang."


"Bagus. Sekarang cepat cuci kaki dan tangan kalian. Lalu segera tidur."

__ADS_1


"Baik paman. Selamat malam."


"Selamat malam. Tidur yang nyenyak. Aku ada di kamar sebelah. Kalian bisa memanggil ku jika membutuhkan sesuatu." Kevin mengelus kepala Kaylee dan Kaisar sebelum ia keluar dari kamar itu.


Kevin masuk ke dalam kamar mereka sebelum ia akan pergi tidur untuk melihat mereka berdua pada saat tengah malam. Ia melihat kedua anak itu sudah tidur dengan nyenyak di balik selimut. Wajah mereka terlihat begitu damai. Kevin tidak dapat menahan sudut bibirnya terangkat membentuk senyum bahagia yang begitu besar. Perlahan, ia mendekati kedua anak itu. Lalu melihat wajah mereka yang sangat mirip dengannya, rasa bangga yang besar muncul di hatinya. Mereka memang anak-anaknya. Tanpa terasa, ia mengulurkan tangannya untuk mengelus wajah mereka. Namun ia menari kembali tangannya setelah hanya beberapa senti dari mereka.


"Hah.... Ingin sekali mencium kening mereka dan mengucapkan selamat malam pada mereka, namun jika mereka tiba-tiba bangun, bukankah mereka akan terkejut? Hah! Berikan sedikit waktu lagi sampai mereka mau menerimaku." Gumam Kevin tersenyum pahit. Ia memperhatikan lagi wajah kedua anaknya ini dan baru ia menyadari jika wajah Kaylee terlihat tidak beres.


"Kenapa wajah Kaylee terlihat merah?" Gumam Kevin. "Apakah ia sakit?" Lanjutnya sambil mengulurkan tangannya untuk menyentuh keningnya untuk memeriksa suhu tubuhnya.


Namun belum sampai ia menyentuh kulit Kaylee, bibir kecil gadis cilik itu menggumamkan kalimat yang tidak begitu jelas. Namun Kevin seperti nya dapat mendengar nya dengan jelas. Yang membuat tangannya membeku di udara.


"Daddy.... Daddy.... Apa Daddy hanya ingin mami? Hiks hiks." Keylee mengigau dalam tidurnya karena ia demam. Kevin segera sadar dan menyentuh kening Kaylee yang ternyata anak ini memang demam. Keningnya panas. Ia pun panik. Ia segera keluar untuk menghubungi Tania dan bertanya apa yang harus ia lakukan.


Kaisar juga mendengar igauan Kaylee dan juga geraka Kevin. Ia segera bangun dan menyentuh kening Kaylee untuk memastikan nya. Suhu tubuh Kaylee memang tinggi. Lalu ia mendengar suara Kevin yang berbicara dengan seseorang di luar kamar. Kevin tidsk menutup pintu dengan rapat sehingga Kaisar dapat mendengar pembicaraan Kevin dengan seseorang di seberang telepon.


"Sayang, Kaylee demam. Apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus membawanya ke rumah sakit?" Ucap Kevin yang terdengar jelas.


"Oke. Aku akan mengeceknya terlebub dahulu." Jawab Kevin. Lalu ia segera pergi ke kamarnya untuk mencari termometer.


Tak lama kemudian, Kevin kembali. Kaisar yang sudah terjaga berpura-pura tidur. Ia ingin melihat bagaimana Kevin mengatasi hal ini.


Kevin tidak menyadari jika Kaisar bangun karena fokusnya ada pada Kaylee. Ia panik. Ia tidak pernah merawat orang sakit sebelumnya, apalagi anak kecil. Ia meletakkan termometer di ketiak Kaylee dengan hati-hati. Ia juga tidak ingin membangunkan Kaisar.


Setelah mendapatkan hasil suhu tubuh Kaylee, Kevin kembali ke luar dan berbicara pada Tania.


"Suhu tubuhnya tiga sembilan. Bagaimana? Sayang, apa yang harus aku lakukan? Aku khawatir." Ucap Kevin panik.


"Jangan panik. Anak-anak biasa demam. Sekarang bangunkan Kaylee. Berikan obat penurun panas."

__ADS_1


"Sayang, di sini tidak ada obat untuk anak. Apa aku panggil dokter saja?"


"Iya. Untuk menunggu dokter datang, kamu kompres dulu agar suhu tubuhnya tidak naik lagi." Tania memberikan penjelasan dengan tenang. Ia tidak boleh panik atau Kevin yang ada di sana semakin panik.


"Oke. Aku akan segera menghubungi dokter." Kevin mengangguk.


"Apa kamu tahu bagaimana membuat kompres?" Tanya Tania menghentikan langkah Kevin yang sudah akan turun ke dapur untuk menyiapkan air.


Sesuai dengan arahan Tania, Kevin kembali ke kamar setelah ia selesai menyiapkan kompres. Lalu meletakkan mangkuk berisi air hangat di atas meja. Lalu dengan hati-hati, meletakkan handuk yang telah diberi air dingin di kening Kaylee. Kevin melakukannya beberapa kali. Setiap kali Kevin meletakkann kompres di keningnya, Kaylee akan bergerak tidak nyaman.


"Jangan sakit sayang. Daddy sangat khawatir padamu." Gumam Kevin sambil mengelus kepala Kaylee. Kaisar yang mendengarnya hampir saja melotot kaget.


*


*


*


...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_166🍁...


... kasih sudah mampir 😘...


...Like, VOTE, rate dan komentar nya tunggu...🤗...


...Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...


...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...


...***...

__ADS_1


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...


__ADS_2