Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 66. Tania Setuju


__ADS_3

"Aku tahu. Kakak memang yang terbaik." Tania mengangguk senang. Arsya mengelus kepala adiknya dengan sayang. Matanya terlihat lembut dan penuh perasaan. Semua orang yang melihat pemandangan ini dengan sangat terkejut. Bukankah Miss Angela adalah mantan istri bos mereka yang sepertinya masih dicintai oleh bos mereka mengingat apa yang dilakukan bosnya?


Apakah ini artinya cinta bos mereka ternyata bertepuk sebelah tangan? Dan yang paling mencengangkan adalah bahwa Kevin, bos mereka telah menjadi roda ketiga dalam Sebuah hubungan yang bahagia?


Mereka tidak menyangka bos mereka ternyata seperti itu....


Sungguh mengejutkan!


Kevin yang sengaja keluar untuk melihat Tania sangat marah dengan pemandangan yang dilihatnya di depan kantor. Apalagi melihat tatapan mata semua orang yang tampak menikmati pemandangan gratis tersebut. Apakah kedua orang itu sedang dimabuk cinta sehingga mereka tidak sadar jika mereka menjadi pusat perhatian semua orang? Dasar tidak tahu malu!


Kevin mendengus dan berbalik masuk ke dalam kantor.


Tania segera keluar dari mobil begitu ia selesai berpamitan dengan kakaknya. Ia bahkan sempat meminta bantuan Arsya untuk membawa mobilnya ke bengkel. Lalu, Arsya menawarkan bantuan untuk menjemput Tania yang kali ini tidak ditolak oleh Tania sama sekali.


"Mona, katakan apa yang terjadi?" Tanya Tania bingung ketika ia baru masuk ke dalam ruangannya. Yang entah kenapa jadi sangat ramai.


Tidak. Memang tampak ramai, namun pada dasarnya sangat tenang.


Beberapa orang berkumpul di dalam kantornya. Sebagian kecil duduk di sofa tamu dan yang lainnya berdiri. Wajah mereka tampak cemas dan khawatir. Tania mengenali beberapa di antara mereka. Mereka adalah orang dari departemen pemasaran. Untuk apa mereka di sini?


"Miss Angela, tolong selamatkan nasib kami." Devita yang mewakili yang lainnya berbicara.


"Sebentar-sebentar. Ini ada apa sebenarnya? Apa ada yang bisa menjelaskannya padaku?" Tania melambaikan tangannya menghentikan ucapan Devita dan semua orang yang mulai memohon padanya. Untuk nasib mereka.


"Miss Angela, kami mohon anda untuk bersedia menjadi model wanita yang akan berpasangan dengan tuan. Kami sudah mencari model yang sesuai namun sampai saat ini tidak ada yang akan sepadan dan dapat mengimbangi aura tuan selain anda." Devita menjelaskan. Tania mengerutkan alisnya. Ini pasti ulah Kevin kan?


"Kalian pasti salah. Aku bukan model. Aku sama sekali tidak bisa menjadi model."


"Tolong lah kami Miss. Kami akan kehilangan pekerjaan jika kami tidak dapat melakukan pekerjaan kami dengan baik." Seseorang gadis lain yang berdiri di belakang Devita ikut berbicara.


"Ini pasti hanya alasan saja kan? Kalian jujur padaku, parti Kevin yang mengancam kalian kan?" Tania memijat pelipisnya. Jika seseorang dapat mengancam seseorang di kantor ini dengan pemecatan, orang itu pasti adalah Kevin.


"Tidak. Tidak Miss. Tuan tidak mengatakan apapun. Hanya saja kami memang merasa jika tuan dan Miss Angela yang menjadi modelnya, produk yang akan kita luncurkan pasti laris manis di pasaran. Sebagai orang yang terlah bertahun-tahun berkecimpung di bidang ini, saya yakin tebakan saya benar. Jadi tolonglah Miss." Devita kembali memohon di akhir kalimatnya.


"Kami mohon Miss." Kali ini bukan hanya Devita yang memohon. Melainkan semua tim pemasaran yang ada di dalam ruangan Tania itu.


Tania menatap semua orang tanpa daya. Lalu melirik Mona dan memberi isyarat untuk bertanya. Namun Mona juga tidak dapat membantu apa-apa selain diam dan melihat.


"Kalian pasti disuruh oleh Kevin kan?" Tania bertanya dengan sinis.


"Tidak Miss. Ini adalah inisiatif kami sendiri untuk datang dan meminta kesediaan anda, Miss." Devita menggeleng dengan cepat. Melihat ini, ia semakin yakin jika mereka di bawah perintah Kevin.


"Baiklah. Kalian ikut aku pergi menemui Kevin sekarang." Tania menatap semua orang dengan tegas.

__ADS_1


"Tapi Miss ini...."


"Benar. Tapi ini terlalu mencolok dan merepotkan." Tania memikirkan cara lain yang menurutnya lebih efisien. Kemudian mengambil ponselnya dari dalam tas dan menghubungi Kevin dengan itu. Yang membuat semua orang terkejut. Mereka tidak menyangka jika Tania akan menghubungi Kevin.


Setelah berdiskusi sejak kemarin, mereka akhirnya memutuskan untuk menemui Tania dan memohon padanya untuk setuju menjadi model. Meskipun Kevin tidak menyebutkan secara jelas hukuman apa yang akan mereka terima jika mereka gagal melakukan tugas, mereka yakin bahwa itu bukanlah hukuman yang mudah.


Mereka pikir jika berurusan dengan Tania adalah hal yang mudah mengingat bahwa kemarin wanita itu membantu Devita. Namun mereka ternyata salah. Tania tidak mudah dihadapi. Mereka dengan susah payah berusaha untuk berurusan dengan Kevin, tapi saat ini dengan begitu mudahnya Tania memaksa mereka untuk berhadapan dengan tuan mereka itu.


Devita melirik Tania yang sedang menekan nomer ponselnya sebelum melirik semua rekannya yang juga terlihat terkejut.


"Halo." Suara Tania memecah keheningan.


"Oh Miss Angela. Masih begitu cepat apa sudah merindukanku?" Suara Kevin hanya bisa didengar oleh Tania saja.


Sebenarnya Kevin sudah mengetahui kemungkinan alasan Tania menghubunginya karena para karyawan dari departemen Pemasaran datang ke kantornya demi memintanya untuk menjadi model. Danil memberitahunya begitu ia sampai di kantor. Tania pasti mengira jika mereka datang karena ia yang memerintahkan nya. Namun ia masih berpura-pura tidak mengetahuinya.


"Jangan bicara sembarangan." Bibir Tania mengerucut. Semua orang gemetaran. Mereka menatap Tania dengan tidak percaya. Bagaimana mungkin dia berani berbicara dengan cara seperti itu pada bos mereka.


"Hem? Lalu ada apa Miss Angela menghubungiku jika tidak sedang merindukanku?"


"Tidak perlu basa basi. Ada masalah di kantorku. Cepat datang." Ucap Tania dengan kesal. Nasa bicaranya juga tidak ramah sama sekali.


"Ada masalah di kantor Miss Angela juga harus Miss Angela yang menyelesaikan nya kan? Kenapa aku harus datang? Ini pasti hanya alasan Miss Angela agar dapat bergerak dengan ku kan?"


Devita dan semua orang semakin takut setelah mereka mendengar percakapan antara Tania dan Kevin yang sepertinya tidak begitu baik. Mereka masih berharap jika Kevin tidak akan datang dan mereka tidak perlu berhadapan dengan Kevin. Mereka akan tamat jika Kevin marah pada mereka karena mereka telah membuat masalah daripada bekerja.


Namun harapan semua orang tinggallah harapan saat pintu yang tidak tertutup sempurna terbuka dan Kevin masuk dengan Danil di belakangnya. Mereka mengetahui jika Kevin melirik mereka begitu laki-laki itu masuk ke dalam ruangan meskipun mereka tidak melihatnya. Dan mereka semakin menyusutkan diri. Mereka semua berdiri. Tidak ada seorang pun yang duduk selain Tania di ruangan itu.


"Ada masalah apa? Mengapa mereka ada di sini?" Kevin tidak bertanya pada mereka tetapi pada Tania yang duduk dengan kesal di belakang meja kerjanya.


"Tuan Kevin, jawab dengan jujur, anda kan yang mengirim mereka datang kemari?" Tanya Tania memicingkan mata.


"Hah?" Kevin tidak mengerti dan melirik semua orang yang berdiri di sudut sebelum melanjutkan. "Tidak. Aku tidak memiliki cukup waktu luang untuk mengurus hal seperti ini. Lagipula untuk apa aku menyuruh mereka datang?"


"Jangan mengelak. Mereka tidak akan datang memohon pada saya untuk menjadi model jika bukan karena anda. Jadi mengaku saja!"


"Aku tidak. Hei kalian! Jawab dengan jujur. Apa aku meminta kalian datang dan memerintahkan kalian untuk memohon pada Miss Angela?" Kevin menatap Devita dengan tajam.


"Tidak. Tuan tidak pernah memerintahkan kami untuk datang. Kami bersumpah kami datang atas inisiatif kami." Devita berbicara dengan yakin. Lagipula Kevin memang tidak memerintahkan mereka.


"Sudah dengar? Mereka bahkan berani bersumpah. Apa kamu masih akan menuduhku?" Kevin tersenyum puas melihat Tania tidak bisa berkata-kata.


"Bukankah sudah jelas? Kalau begitu aku akan pergi. Aku masih memiliki banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan." Setelah berkata, Kevin berbalik dan melirik semua orang sebelum akhirnya keluar dari ruangan bersama dengan Danil.

__ADS_1


"Miss Angela, kami mohon sekali lagi Miss Angela bersedia menjadi model. Kami benar-benar berharap Miss Angela bersedia. Kami memiliki keyakinan jika produk kita akan laku keras di pasaran jika anda dan Tuan Kevin yang akan menjadi modelnya." Devita berkata dengan penuh harap. Selain karena ia takut dengan Kevin, ia juga merasa jika pasangan yang paling cocok dengan Kevin hanyalah Tania saja.


Tania menatap semua orang tanpa daya sebelum mengangguk dengan enggan. Bagaimana pun, ia telah membuat mereka kesulitan beberapa saat yang lalu. Jika ia masih tidak bersedia juga, itu berarti dia tidak memiliki perasaan.


"Baiklah. Kalau begitu aku bersedia. Tapi jika ada pekerjaan apapun, kalian harus memberitahuku terlebih dahulu. Aku tidak akan bekerja yang tidak aku setujui sebelumnya." Ucap Tania dengan tegas.


"Baik Miss. Kami akan berjanji akan membicarakan masalah pekerjaan dengan anda terlebih dahulu."


"Oke oke. Sekarang kalian keluar dulu. Masih banyak yang harus aku kerjakan." Tania melambaikan tangannya.


"Baik Miss. Terima kasih banyak Miss Angela. Terima kasih banyak." Semua orang segera berterima kasih dengan tulus sebelum mereka bergegas keluar khawatir jika Tania akan mengubah keputusannya dan membuat hidup mereka sulit.


Tania memijit pelipisnya. Duduk di kursinya dengan berat hati. Mona menghampiri dan bertanya dengan perhatian.


"Miss Angela tidak apa-apa?"


"Tidak Mona. Aku tidak apa-apa."


"Mereka itu memang keterlaluan."


"Mereka juga tidak salah. Mereka juga melakukannya dengan terpaksa." Tania menerawang jauh. Ia yakin jika Kevin lah alasan utama di balik semua ini. Namun ia tidak memiliki bukti.


*


*


*


...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_67🍁...


...Terima kasih sudah mampir 😘...


...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...


...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...


...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...


...***...


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...

__ADS_1


__ADS_2