
Konsep yang dipilih oleh bagian pemasaran untuk pakaian Couple adalah pasangan yang manis. Apalagi pakaian itu memang sesuai dengan tema. Dengan Kevin dan Tania yang menjadi modelnya, kombinasi ini sangat memukau. Dengan sisi wanita yang imut dan pria yang mendominasi. Apalagi trend seperti itu sedang viral. Pakaian yang mereka promosikan pasti laku keras di pasaran.
Sesuai dengan tema, Mereka harus menampilkan citra mereka sebagi pasangan yang bucin. Wanita muda yang manis namun tidak manja dengan pasangannya yang mendominasi, protektif dan misterius. Untuk Kevin, bersikap seperti itu tidak lah sudah karena itu memang sifat aslinya. Begitu juga dengan Tania. Jadi setelah beberapa kali penyesuaian, Kepala bagian pemasaran puas dan mengacungkan jempolnya pada mereka.
"Ah! Ekspresi seperti inilah yang kita butuhkan. Tuan, Miss, tolong pertahankan ekspresi seperti ini nanti." Ucap Kepala bagian pemasaran tersenyum puas melihat Tania dan Kevin.
"Tuan, sudah hampir waktunya. Rapat akan dimulai lima menit lagi." Ucap Danil mengingatkan waktu.
"Baik. Kita pergi sekarang." Ucap Kevin tegas.
Tania hendak melepaskan tangannya yang menggamit lengan Kevin yang kokoh. Namun segera ditahan oleh Kevin disertai dengan memelototi Tania.
"Diam. Kamu tidak dengar kita harus mempertahankannya seperti ini?" Tidak melepaskan tangan Tania, Kevin justru semakin mempererat tangan Tania yang menggamit lengannya. Ia memeluk tangan Tania dengan rapat.
Tania yang melihat pelototan mata Kevin padanya memutar bola matanya jengah. Sudahlah. Lagipula memang mereka harus seperti itu. Jadi biarkanlah mendapatkan apa yang dia inginkan.
Tepat saat waktu rapat akan dimulai dan semua orang sudah duduk dengan tenang di kursi mereka, Danil membukakan pintu rapat. Kevin dan Tania masuk dengan tetap mempertahankan posisi mereka.
Dipaksa untuk mempertahankan ekspresi mereka, Bibir Tania yang terasa mulai kaku tersenyum. Kevin tampak keren seperti biasanya. Meskipun hatinya sedang merasa puas, bibirnya datar selain sudut bibirnya sedikit terangkat yang hampir tidak terlihat. Namun hari ini meskipun hampir keseluruhan wajahnya tidak memiliki ekspresi yang jelas, matanya jelas terlihat berbeda.
Semua orang yang ada di ruangan itu tidak ada yang mengalihkan perhatian mereka dari mereka berdua begitu keduanya masuk. Pemandangan langka yang sangat indah itu tidak dapat mereka lewatkan.
Melihat tatapan orang-orang di ruang rapat yang memuja, Khanza yang dengan paksa mengikuti di belakang Kevin mengepalkan tangannya kesal. Melihat Kevin berdampingan dengan Tania, ia tentu saja sangat marah. Namun saat ia membayangkan apa yang akan terjadi pada Tania, ia meyakinkan dirinya untuk bertahan. Ia harus melihat sendiri bagaimana Tania akan dipermalukan.
__ADS_1
"Baiklah semuanya. Seperti yang kita ketahui sebelumnya bahwa produk terbaru yang akan kita luncurkan tahun ini adalah kerjasama antara HR Mode dan Kev Fashion." Danil yang bertugas sebagai moderator segera memulai rapat begitu Kevin dan Tania duduk di tempat duduk mereka. Khanza hanyalah seorang asisten, jadi secara otomatis dia tidak memiliki tempat duduk di jajaran kursi Petinggi Perusahaan. Dia hanya bisa duduk di pojok ruangan dan menonton. Bersama dengan Mona. Yang membuatnya sangat-sangat kesal.
"Produk ini telah disetujui bersama dengan menggunakan Desain dari Miss Angela. Sesuai prosedur, semua produk harus disepakati bersama sebelum akan diproduksi secara massal. Nah, sebagai model dari produk, saya mempersilahkan Tuan Kevin dan Miss Angela untuk berdiri dan mempresentasikan pakaian yang dikenakan." Danil sedikit ragu pada kalimat terakhir. Namun saat ia berpikir mungkin inilah satu-satunya kesempatan baginya untuk dapat memerintah Kevin tanpa kemungkinan dibantah bahkan dimarahi, ia kembali bersemangat. Dia mengatakan kalimat terakhirnya dengan meriah.
Kevin tidak menyadari pemikiran Danil karena ia sudah sangat antusias dengan berdiri dan mengukurkan tangannya untuk membantu Tania berdiri. Memainkan perannya dengan baik, Tania bekerja sama dengan menyambut tangan itu sebelum berdiri dan berjalan satu langkah untuk dapat berdiri di samping Kevin dengan sempurna. Bahkan ia membiarkan saja tangan Kevin memeluk pinggangnya posesif. Ia bahkan masih dapat tersenyum alami meskipun hatinya sangat kesal. Menyadari pemikiran Tania, Kevin semakin puas. Tanpa sadar ia mengeratkan pelukannya dan menarik Tania lebih dekat lagi dengannya.
Melihat kerja sama Kevin dan Tania yang sangat baik, kepala bagian produksi tersenyum puas. Ia segera melakukan tugasnya dengan bertindak sebagai pembicara. Ia menyebutkan apa saja keunggulan produk dan keuntungan masa depan yang akan didapatkan dengan diluncurkannya produk ini. Pada saat terakhir, kepala pemasaran tidak lupa menanyakan apakah ada masukan atau usulan mereka.
Namun mereka sudah puas sejak awal. Mereka semua sudah terkesan sejak mereka melihat Kevin dan Tania di dalam foto yang diambil diam-diam oleh para karyawan yang langsung disebarkan secara diam-diam. Lalu mereka lebih terkesan lagi saat Tania dan Kevin masuk ruangan. Melihat dari foto saja mereka sudah terpesona. Setelah melihat aslinya, mereka masih tidak dapat berkata-kata. Apalagi setelah mendengar penjelasan kepala pemasaran, mereka semakin yakin jika target mereka akan tercapai.
Khanza mulai tidak sabar. Ia sudah menahan kemarahannya sejak awla dan hampir meledak. Apalagi kejadian yang sudah dia nantikan segera terjadi tidak kunjung terjadi juga. Apakah wanita itu mempermainkan nya?
Lalu saat Khanza ingin menghubungi Sinta dan menanyakan hal ini, ia melihat jika Tania mulai berdiri goyah.
Namun semakin lama, kepalanya pun ikut terasa berat. Ia mulai gelisah. Memijit pelipisnya yang berdenyut. Kakinya hampir tidak dapat mempertahankan dirinya.
"Bagaimana? Apakah ada yang ingin memberikan masukan?" Tanya Kepala Pemasaran sekali lagi. Semua orang saling memandang sebelum mereka menggeleng satu persatu.
"Baiklah. Kalau begitu...." Ucapan Danil terpotong oleh Khanza yang tiba-tiba bangun dan berjalan ke samping Tania dan Kevin.
"Tunggu sebentar. Tidakkah hanya dengan berdiri saja masih tidak dapat menjelaskan semuanya. Bukankah kita juga harus memperhatikan kenyamanan dari pengguna produk kita juga?" Ucap Khanza menarik perhatian semua orang.
Semua orang pada awalnya hanya fokus memperhatikan keserasian Kevin dan Tania. Lalu dipadukan dengan gaya berpakaian yang tampak menarik dan elegan. Jadi saat Khanza mengatakan hal ini, mereka semua mulai berbisik-bisik. Mereka ternyata melupakan hal yang begitu penting.
__ADS_1
Kepala bagian pemasaran juga baru tersadar. Ia sudah melihat sendiri jika Kevin dan Tania terlihat nyaman memakai pakaian itu. Dan kedua pakaian itu juga terlihat indah saat dipakai. Jadi dia melupakan jika para petinggi perusahaan belum melihatnya.
"Bukankah kalian juga setuju jika kita meminta Tuan Kevin dan Miss Angela untuk berjalan mempresentasikan pakaian itu?" Khanza melanjutkan saat melihat ekspresi semua orang yang mulai terpancing.
*
*
*
...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_98🍁...
...Terima kasih sudah mampir 😘...
...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...
...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...
...***...
...Salam sayang 😘...
__ADS_1
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...