Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 27. Kita Harus Bicara


__ADS_3

Tania yang tidak mengetahui apa-apa justru masih sibuk dengan pekerjaannya. Gelar CP paling populer membuat pesanan gaun pengantin di butiknya penuh. Meskipun ia sudah memilah beberapa dan menolak yang lainnya, ia masih kuwalahan. Sementara, ia telah melupakan masalah pil kontrasepsi yang sangat mengganggu pikirannya sementara waktu dan menenggelamkan dirinya di dalam pekerjaan. Dengan kesibukannya itulah Tania dapat dengan mudah mengatasi semuanya. Menghindari Kevin dengan normal dan hampir satu bulan tidak bertemu dengan suami kontraknya itu. Tetapi ia masih tidak bisa menghindar selamanya, hari ini adalah malam akhir pekan di awal bulan. Sudah waktunya mengunjungi nenek Ambar.


"Miss Tania, tuan Danil sudah menunggu di bawah." Gita, asisten Tania masuk dan berbicara dengan mata penuh gosip.


"Mmm. Terima kasih Gita." Tania mengangkat wajahnya sambil memberikan jawaban sebelum membereskan semua barang nya.


Gita melihat jika suasana hati Tania tidak baik saat ini. Jadi meskipun ia snagat ingin menanyakan banyak hal pada pasangan pengantin baru sekaligus bosnya itu, ia memilih diam dan bungkam. Namun semakin ke sini, ia semakin menyadari jika ada yang salah dengan pasangan muda ini. Tania akan selalu memiliki wajah yang datar meskipun semua orang berteriak bahwa suaminya sangat perhatian dan juga tampan.


Di lantai pertama, Kevin duduk di sofa tunggu sambil sesekali melihat jam tangan mewahnya. Jika bukan karena ia telah berjanji pada neneknya untuk membawa Tania kembali ke Kediaman Abraham setiap akhir pekan di awal bulan, ia tidak akan berada di butik milik Tania ini setiap bulannya. Apalagi ia sudah bertekad untuk menjauhi Tania sejak malam itu, ia tidak ingin kehilangan kontrol dirinya lagi dan menyakiti Tania.


Saat itu sore hari dan butik sudah hampir tutup. Jadi tidak banyak orang di dalam butik dan hanya ada beberapa karyawan yang sedang bersiap-siap untuk pulang. Jadi saat Tania turun dari lantai dua, ketikan high heels nya terdengar dengan jelas dan berhasil membuat Kevin mengangkat kepalanya dan mendongak.


Tania selalu tampil modis setiap saat untuk menjaga citranya. Hari ini, Tania memakai setelan kerja wanita karena ia harus menghadiri meeting dengan salah satu klien penting. Untuk mendukung penampilan nya, ia juga menatap rambutnya dengan rapi. Rambut lurusnya ditata dengan bergelombang di bagian bawah. Menciptakan penampilan Tania yang dewasa dan mempesona. Meninggalkan kesan manja dan manisnya. Hari ini ia tampak anggun dan bangga.


Kevin sudah mengetahui jika Tania memang cantik dari manapun ia melihatnya, namun ia tidak pernah melihat penampilan serius Tania yang misterius. Dipadukan dengan sikapnya yang acuh dan tak tersentuh. Menambah daya pikat tersendiri. Namun, pesona ini lah yang ia takuti. Khawatir jika hatinya akan kacau, Kevin segera memalingkan wajahnya untuk menormalkan diri.


"Ayo berangkat." Suara Tania yang jelas dan acuh membuat Kevin berdiri dari tempat nya. Tanpa menoleh dan melihat Tania yang berdiri tidak jauh di depannya mengerutkan alisnya.


"Apa yang salah dengan laki-laki ini?" Gumam Tania dalam hati.


"Aku pulang duluan ya. Kalian juga segera pulang setelah selesai beres-beres." Ucap Tania pada semua karyawannya yang melihat pasangan muda itu dengan penasaran sebelum mengekor di belakang Kevin.


"Oke Miss. Hati-hati di jalan Miss. Jangan jalan jauh-jauh dari tuan Kevin Miss, nanti kabur." Seorang karyawan yang cukup berani berseloroh. Membuat karyawan lainnya tertawa diam-diam.


Tania hanya berbalik dan memberikan isyarat OK dengan mengangkat ibu jarinya ke udara dengan senyum di wajahnya yang cantik. Namun saat ia berbalik, senyum itu lenyap seketika. Hanya menyisakan wajah datar yang dingin meskipun tangannya dengan patuh menggamit lengan kokoh Kevin yang meliriknya dengan acuh.


Kevin sudah memberitahu Tania sebelumnya jika ia akan menjemputnya, jadi Tania datang ke butik dengan menggunakan taksi di pagi hari. Jadi mereka bisa langsung ke kediaman Abraham setelah dari butik karena jarak dari butik ke kediaman Abraham cukup jauh.

__ADS_1


"Kita pergi ke restoran terlebih dulu." Ucap Kevin saat ia baru saja menyalakan mesin mobil.


"Untuk apa? Sekarang masih terlalu awal untuk makan malam." Tanya Tania sambil menoleh dan menatap Kevin.


"Ada sesuatu yang harus kita bicarakan." Jawab Kevin singkat sambil melakukan mobilnya pelan keluar dari area Tans Boutique.


Kevin membawa Tania ke sebuah restoran di salah satu hotel bintang lima di bawah naungan AB Grup. Sebuah ruangan VIP telah disiapkan untuk pasangan muda ini lengkap dengan jamuan mewah yang menggugah selera. Melihat pemilihan menu di atas meja saat ia masuk, Tania tidak bisa tidak mengerutkan alisnya saat ia menatap Kevin dengan penuh tanda tanya.


Di dalam ruangan, manager hotel menunggu dengan sabar bersama dengan beberapa pelayan yang kompeten. Melayani sang pemilik hotel tempat mereka bekerja, mereka tidak bisa bersantai sedikit pun. Mereka harus melakukan upaya terbaik dari yang terbaik yang bisa mereka lakukan. Jangan sampai kekurangan kecil akan merusak pemandangan kinerja mereka.


Di depan semua orang di dalam ruangan, Kevin bersikap seperti lelaki sejati. Menarik kursi untuk Tania duduk. Begitu dengan Tania yang saat ini telah pandai bermain peran. Ia duduk secara alami sambil tersenyum dengan cerah. "Terima kasih." Ucap Tania dengan suara yang manis.


"Mm." Kevin bergumam dan mengangguk pelan sebelum ia juga duduk di samping Tania.


Melihat keduanya telah duduk, manager hotel segera memberi isyarat pada anak buahnya untuk melayani mereka. Mulai dari memasangkan serbet, membalikkan piring. Lalu menuangkan air dan meletakkannya di depan mereka. Tidak membuang waktu, keduanya segera mengisi piring mereka dengan nasi dan pelengkap nya.


Manager hotel dan para pelayan segera mundur dengan perlahan. Menutup pintu ruang pribadi dengan hati-hati.


Ditinggalkan hanya berdua, keduanya masih saling diam tanpa ada yang berinisiatif untuk membuka percakapan. Sepertinya, makanan di depan mereka lebih menarik dari pada orangnya.


Namun nyatanya, semuanya tidak seperti yang terlihat. Penampilan mereka seperti terlihat damai dan normal. Lalu mereka menikmati makanan di piring mereka dengan suasana hati yang baik. Tetapi sebenarnya, baik Kevin maupun Tania tidak menikmati makanan mereka sama sekali. Segala sesuatu yang saat ini sedang mengganggu ketentraman hati mereka telah menghilangkan segara rasa lezat yang ada.


Kevin yang larut dalam pikirannya sendiri yang telah mengganggunya selama beberapa hari dan Tania yang sibuk memikirkan apa yang membuat Kevin sangat aneh hari ini. Dan ia.... Memiliki firasat yang buruk.


*


*

__ADS_1


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_27🍁


Terima kasih sudah mampir 😍


Like, VOTE, rate dan komentar nya akoh tunggu...🤗


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya


***


Keistimewaan Bulan Ramadhan dari


☘️Ali Bin Abu Tholib☘️


🍃Malam Ke Dua puluh Satu🍃


🌸Pada malam ke dua puluh satu, Allah SWT akan membangunkan untuknya sebuah rumah dari cahaya🌸


Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰


Salam sayang 😘

__ADS_1


❤❤❤Queen_OK❤❤❤


__ADS_2