Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 37. Hubungan Adik Kakak


__ADS_3

Di ruang keluarga yang suram, semua orang hanya diam sampai suara pintu kamar Tania yang terbuka dan Tania keluar dari kamar itu dengan menggeret koper besar di tangannya. Di belakang nya, Tari menangis sambil terus memegangi tangan Tania dengan erat.


Tania hanya melirik semua orang di ruang keluarga sekilas sebelum ia mempercepat langkahnya dan keluar dari rumah. Arsya seakan tersadar dari lamunannya. Melihat punggung Tania yang menghilang di balik pintu, ia segera berdiri dan berlari keluar.


Pada saat ini, Arsya menyadari jika meskipun saat ini ia mengetahui jika Tania bukanlah adik kandungnya, ia tidak dapat menyangkal jika ia masih menyayangi adik kecilnya yang manis. Jadi dia harus menemuinya sebelum semuanya terlambat.


"Tunggu Tania." Arsya berlari kencang dan menahan lengan Tania untuk menghentikan adik nya itu.


"Kak Arsya...." Tania berbalik dan menatap kakaknya itu dengan tatapan yang rumit.


"Tania, aku akan selalu menjadi kakakmu. Tapi aku masih harus tinggal di sini. Aku..."


"Aku tahu kakak." Tania memeluk erat kakak laki-lakinya itu. Mengelus punggung nya yang bidang. Meskipun pada hari biasa Arsya sering menjahilinya, ia tahu jika kakaknya itu menyayanginya. Namun kakaknya Farel biasanya juga sangat baik padanya, tapi kenapa saat ini bisa sangat berubah sangat jauh? Apa iya hanya karena dia bukanlah adik kandungnya, sama seperti papa nya?


"Baiklah. Kak Arsya jangan terlalu mengkhawatirkan aku. Ini juga bukan pertama kalinya aku tinggal sendirian di luar sana kan?" Tania tersenyum untuk menghibur Arsya.


"Tapi kali ini berbeda. Haah... Bagaimanapun, kamu harus selalu ingat jika kamu masih memiliki ku sebagai kakak. Jika kamu berada dalam kesulitan apapun, jangan pernah ragu untuk mencariku, oke?" Arsya menghela napas panjang. Jika bukan karena ancaman papanya untuk mengusirnya jika ia terus membela Tania, ia akan mengikuti adiknya tinggal di luar. Tetapi dia merasa ada yang tidak beres yang harus ia selidiki. Lagipula saat ini ia sendiri tidak cukup mampu untuk melindungi adiknya. Dia hanya akan menjadi beban sang adik jika ia ikut dengannya.


"Ya kak. Aku akan ingat."


"Hem."


"Sayang, apakah kamu akan kembali tinggal di apartemen mu?" Tari merasa senang melihat keduanya. Meskipun mereka tahu jika mereka bukanlah saudara kandung, mereka masih saling menyayangi.


"Ya ma." Tania mengangguk ringan. Ia memegang lengan mamanya.


"Ma, kak, Tania pergi dulu. Kalian harus jaga diri kalian ya." Ucapnya sambil menahan tawa.


"Dasar bocah! Yang tinggal di luar itu kamu. Yang seharusnya jaga diri itu kamu bukan kami." Arsya tidak bisa menghentikan tangannya menjitak kening Tania dengan sedikit keras. Membuat adiknya itu mengaduh kesakitan.


"Uuh... Sakit tahu kak." Keluh Tania sambil mengerucutkan bibirnya.


"Salah sendiri melawak di waktu yang salah."


"He he... Habisnya semua orang terlihat tegang. Ya sudah. Tania berangkat sekarang." Tania berkata sambil meraih tangan Tari. "Do'akan Tania mama." Lanjutnya sambil mencium takdzim tangan wanita yang telah membesarkan nya itu.

__ADS_1


"Do'a mama akan selalu bersamamu, sayang." Tari menarik Tania ke dalam pelukan hangatnya. Mereka berpelukan sebentar sebelum Tania masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya keluar dari kediaman yang telah membesarkan nya sejak kecil.


Kevin menatap gadis cantik yang menundukkan kepalanya sambil menangis tersedu-sedu di depan nya. Setelah mengetahui jika gosip mengenai Tania yang masuk kamar hotel bersama dengan pria lain beredar di Internet, Kevin meminta Danil untuk segera menyelidiki hal ini dan menemukan jika dalang di balik nya adalah Khansa.


Di depan semua bukti, Khansa tidak ada pilihan lain selain mengakui bahwa memang ia lah yang melakukan nya. Di depan Kevin, Khansa beralasan jika ia tidak tahan melihat ada wanita lain yang berada di dekat Kevin selain dirinya. Khansa berpikir jika ia akan bisa lepas dari amarah Kevin apapun yang terjadi, seperti sebelumnya.


Tetapi Khansa tidak akan menyangka jika Kevin sangat marah kali ini. Ia baru kali ini melihat wajah Kevin yang terlihat mengerikan. Bahkan, ia sendiri tidak berani menatapnya untuk waktu yang lama. Namun Khansa tidak merasa merasa menyesal dan malah bersyukur karena ia telah menyingkirkan Tania tepat waktu. Melihat emosi Kevin karenanya, ia dapat melihat jika Tania memiliki tempat tersendiri di dalam hati Kevin. Ia khawatir, suatu hari nanti, Kevin akan menyadari hal itu jika Tania masih bersama nya.


"Vin, aku hanya ingin membantumu saja. Bukankah kamu bilang jika kakek dan nenek tidak mengizinkan perceraian kalian? Jika Tania berselingkuh, apakah kakek dan nenek masih akan menghalanginya?" Ucap Khansa membela diri.


"Khansa, apakah kamu masih memiliki hati nurani?" Tanya Kevin sinis. Membuat Khansa menelan kembali apa yang akan dikatakan nya.


"Bagaimana bisa kamu berkata seperti itu tentang ku?" Khansa berbicara dengan sangat sedih. Air matanya hampir saja keluar di pelupuk mata.


"Huh! Melakukan hal keterlaluan seperti itu pada seorang wanita adalah sesuatu yang sangat buruk. Sepertinya kamu masih tidak cukup belajar. Jadi aku akan meminta Danil untuk segera mencarikan sekolah yang dapat membuatmu belajar."


"Tidak Vin. Aku sudah cukup belajar. Aku lulus tahun ini dan siap membantu pekerjaan mu di tanah air." Tolak Khansa keras. Ia sudah menunggu lama untuk bisa kembali ke ibukota dan tinggal di dekat Kevin. Menjaganya di depan matanya. Ia tidak boleh membiarkannya mengirim nya pergi lagi.


"Kamu menurut atau kamu lebih memilih tinggal di sini selama nya?" Ancam Kevin dengan serius.


"Jawab sekarang. Kalau tidak menjawab aku akan..."


"Aku setuju. Aku akan kembali belajar. Lalu lulus dengan cepat agar bisa kembali." Khansa akhirnya mengangguk dengan enggan.


Khansa jelas tidak mau tinggal di tempat itu selamanya. Tujuannya hanyalah satu, yaitu bisa berada dekat dengan Kevin. Jika ia tinggal di tempat itu, bagaimana bisa ia melakukan perkembangan untuk menjalin hubungan dengan Kevin?


"Oke. Kalau begitu kamu sebaiknya bersiap sekarang. Besok akan ada orang yang akan menjemputmu dan mengantarmu ke sana." Ucap Kevin sambil berdiri. Bersiap untuk pergi.


"Vin, bisakah kamu tinggal di sini sebentar? Kita sudah lama tidak makan malam bersama. Aku harap kamu bisa memperlakukan nya sebagai ucapan selamat jalan kan?" Khansa menahan tangan Kevin untuk membuatnya tinggal.


Kevin berbalik dan melihat wajah memelas Khansa dan dengan enggan mengangguk setuju. Khansa sangat senang mengetahui jika Kevin akhirnya setuju.


"Bagus. Kalau begitu tunggu sebentar. Aku akan segera menyiapkan makan malam." Khansa tidak membuang waktu dan bergegas pergi ke dapur. Ia takut jiak Kevin merubah keputusannya untuk tingal.


*

__ADS_1


*


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_37🍁


Terima kasih sudah mampir 😘


Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya


...***...


...*بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم*...


...‎السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ...


...Menghaturkan *"Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1444 H"*...


...‎تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَمنِْكُمْ صِيَامَنَا وَصِيَامَكُمْ,...


...‎ كُلُّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ. اَللّهُمَّ اجْعَلْنَا وَإِيَّاكُمْ مِنَ العَاءِدِيْنَ وَالفَاءِزِيْنَ وَالمَقْبُوْلِيْنَ....


...TAQOBBALALLAHU MINNA WA MINKUM SHIYAAMANAA WASHIYAAMAKUM TAQOBBAL YAA KARIIM.....


...Mohon Maaf Lahir Batin Atas Segala Kekhilafan Dan Kesalahan Kami,...


...Semoga Allah SWT Senantiasa Memberikan Kesehatan, Umur yang barokah Dan Dapat Bertemu Lagi Di Bulan Ramadhan & Idul Fitri Yang Akan Datang....


...Aamiin...aamiin yaa rabbal 'alamiin.......


...Salam sayang 😘...

__ADS_1


...Queen_OK sekeluarga🙏🙏...


__ADS_2