Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 151. Terjebak Di Dalam Lift


__ADS_3

"Ehem... Mohon maaf atas ketidaknyamanan para tetua sekalian. Tuan Kevin memiliki sesuatu yang sangat mendesak yang harus segera dia tangai, jadi rapat selesai sampai di sini." Ucap Danil dengan senyum sopan.


"Heh! Baru jadi Presdir berapa lama sudah sangat sombong! Kakeknya dulu bahkan tidak pernah meninggalkan rapat sebelum rapat selesai. Ini apa?" Seorang pria tua memukul meja dengan keras.


"Urusan apa yang lebih penting dari perusahaan? Benar-benar tidak masuk akal." Pria lainnya juga tidak kalah emosinya.


"Danil, kamu adalah asisten Kevin. Katakan pada kami apa hal yang lebih penting yang harus Kevin lakukan sehingga dia berani meninggalkan rapat. Jika kamu tidak memberikan kamu jawaban yang memuaskan, kami tidak akan diam saja diperlakukan seperti ini." Pria lain dengan kumis tebal berbicara dengan penuh emosi.


"Saya memang asisten Tuan, namun saya tidak memiliki kewajiban menjawab pertanyaan anda. Lalu, tuan juga berpesan, jika ada yang tidak puas dengan rapat hari ini, bisa datang menemui tuan secara pribadi. Tuan akan sangat senang dan menjamu anda dengan baik. Permisi." Ucap Danil tegas sebelum berbalik dan meninggalkan ruang rapat. Bergegas pergi mengikuti Kevin. Ia juga tidak tahu apa yang membuat Kevin terburu-buru seperti itu. Namun ia yakin semua itu pasti ada hubungannya dengan Tania.


Setelah kedua orang yang paling muda di antara mereka keluar, para pemegang saham ini tidak bisa lagi menjaga ketenangannya. Kevin memang seorang pemimpin perusahaan yang menjanjikan. Di tangannya, AB Grup memang berkembang pesat dari tahun ke tahun. Keuntungan yang mereka dapatkan juga berkali lipat dari saat Kakek Seno yang menjadi pemimpin. Namun terkadang, seseorang selalu tidak puas dengan apa yang mereka dapatkan.


Melihat Kevin yang masih belum berkeluarga lagi setelah berpisah dengan Tania membuat mereka tidak sabar untuk mendorong Kevin segera menikah. Kandidatnya tentu saja anggota keluarga mereka atau pihak yang dapat mereka kendalikan. Hari ini mereka datang dengan membawa beberapa nama kandidat yang akan mereka usulkan pada Kevin. Namun mereka belum sempat memberikan nama itu tetapi Kevin sudah pergi tanpa alasan yang jelas. Membuat semua orang merasa kesal secara berjamaah.


Namun demikian, tidak ada satupun dari mereka yang memiliki keberanian untuk menemui Kevin secara pribadi. Dalam hal ini, Kevin menang. Menyadari tidak ada lagi yang bisa mereka lakukan, para pemegang saham ini segera keluar dari ruang rapat dan kembali ke tempat mereka masing-masing.


Pada saat Kevin baru meninggalkan ruang Rapat, Tania baru saja masuk ke dalam lift bersama dengan Mona. Mereka ingin makan siang di luar. Karena lift yang mereka naik adalah lift khusus yang hanya mereka yang memiliki akses yang bisa masuk, tidak semua orang dapat naik. Jadi selain mereka berdua, tidak ada lagi orang lain yang masuk.


Ruangan Kevin ada di lantai paling atas. Di lantai delapan belas. Butuh waktu sekitar enam hingga sepuluh menit untuk sampai di lantai bawah. Namun lift belum sampai berjalan setengah, tiba-tiba saja lift bergetar.


Greeek brak.... Suara menyeramkan terdengar dari atas. Mona dan Tania saling memandang.


Tania segera memencet tombol emergensi. Memberitahu pada operator keamanan bahwa ada masalah di dalam lift.

__ADS_1


"Ada orang di sana? Di sini Miss Angela." Tania bertanya dengan panik.


"Ada apa Miss Angela?"


"Aku di lift khusus. Aku rasa ada masalah dengan lift nya. Tadi ada...ah!" Pekik Tania kaget dan tidak menyelesaikan kalimatnya. Lift yang awalnya bergerak pelan kembali bergetar. Lalu meluncur beberapa detik sebelum berhenti dan miring. Tali baja yang digunakan untuk menarik lift tersebut berjumlah lima buah. Tali baja yang digunakan tentu saja sangat kuat dan memang mampu untuk menahan beban yang sangat berat. Namun saat itu, satu tali baja putus secara tiba-tiba saat bekerja yang mengakibatkan getaran yang dirasakan Tania dan Mona pertama kali. Lalu tidak lama setelah itu, dua tali baja lainnya ikut putus yang membuat kekuatan untuk mempertahankan lift tidak sesuai dan lift pun turun. Beruntung, lift berhenti karena miring, jika tidak, jatuh dari ketinggian seperti itu, lift akan jatuh langsung ke lantai bawah dan hancur berkeping-keping. Berikut dengan orang yang ada di dalamnya.


Bukan hanya Tania dan Mona yang panik. Orang-orang yang berada di dalam ruangan keamanan juga panik. Mereka segera melihat CCTV di dalam lift khusus. Dari dalam layar CCTV, lift berada di antara lantai enam dan lantai lima. Tania dan Mona duduk di lantai. Mona sedang menangis. Sedangkan Tania juga terlihat takut meskipun ia tidak sampai menangis seperti Mona.


Setelah mengetahui posisi lift, para petugas keamanan dan teknis segera bergerak. Mereka segera menghubungi bagian humas dan juga Danil. Tidak lupa, mereka juga menghubungi ambulan untuk berjaga-jaga.


Karena lift berada di antara lantai lima dan enam, mereka menuju ke lantai enam. Membuka pintu lift secara paksa. Semua orang segera berkumpul saat mengetahui kejadian itu. Mereka penasaran dengan apa yang terjadi.


Dengan peralatan lengkap, satu orang turun dan membuka bagian atap lift yang memang dipersiapkan untuk keadaan darurat. Melihat atap lift yang terbuka, Mona dan Tania segera mendongak.


"Tidak. Kalian tolong Mona dulu. Aku akan menunggu." Tolak Tania. Ia melihat jika Mona sangat ketakutan saat ini. Jadi dia harus lebih dahulu diselamatkan. Jadi saat ia bicara, ia memasang tali pengaman pada Mona.


"Nona...." Mona tidak menyangka Tania akan menolak diselamatkan lebih dulu dan malah membiarkan nya duluan.


"Sudah. Jangan banyak bicara. Cepat naik sekarang. Jadi mereka juga bisa segera menyelamatkan aku." Ucap Tania tenang. Ia membantu Mona berdiri karena ia melihat jika kaki Mona lemas. Lalu membantunya naik saat petugas yang di atas menarik mereka naik.


Mona sampai di atas dengan selamat. Setelah menurunkan Mona, petugas tadi bersiap untuk turun. Namun saat ia hendak turun, dua tali baja kembali putus. Menyebabkan lift kembali meluncur dengan keras. Namun Tania masih bisa dibilang beruntung karena lift kembali miring dan berhenti di antara lantai dua dan tiga.


Semua orang panik. Para petugas segera bergerak cepat menuju ke lantai tiga. Mona tidak bisa tidak menangis melihat hal itu. Ia baru saja melalui hal yang sama. Jika Tania tidak memberikan kesempatan untuknya lebih dulu, dialah yang akan berada di dalam lift dan mengalami hal mengerikan itu. Jika terjadi sesuatu pada Tania, dia tidak akan dapat memaafkan dirinya.

__ADS_1


Guncangan kali ini lebih kuat. Tania menabrak dinding lift beberapa kali saat lift meluncur jatuh. Kaki dan tangannya terluka karena benturan tersebut. Bahkan kepalanya berdarah setelah membentur dinding.


*


*


*


🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_151🍁


kasih sudah mampir 😘


Like, VOTE, rate dan komentar nya tunggu...🤗


Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️


***


Salam sayang 😘


❤❤❤Queen_OK❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2