
Sejujurnya, ditatap sedemikian rupa oleh Kevin membuat Oliver merasa terintimidasi. Ia segera memalingkan wajahnya dan berbicara pada Tania.
"Maaf karena aku datang terburu-buru tadi jadi aku tidak sempat membelikanmu apa-apa. Atau begini saja, kamu katakan apa yang ingin kamu mau, aku akan membelinya untuk mu. Bukankah kamu sangat menyukai ayam goreng krispi. Bagaimana jika aku membelikannya untuk mu?" Lanjut Oliver mengalihkan pembicaraan yang canggung itu.
"Ah tidak masalah. Aku juga tidak lapar." Tania menggelengkan kepalanya.
"Tania belum pulih sepenuhnya. Jadi makanannya diatur dengan ketat oleh ahli gizi profesional untuk mendukung pemulihan tubuhnya. Jadi tidak perlu merepotkan tuan Oliver untuk apapun itu." Sengit Kevin.
Kaylee melihat interaksi ini dan sangat bersemangat. Ia ingin melihat sampai berapa lama daddy-nya akan bertahan..
He he he
"Paman Oliver, mami sangat menyukai buah apel. Aku ingin memberikannya pada mami, namun aku tidak bisa mengupasnya. Bisakah paman membantuku mengupasnya?" Kaylee tidak hanya diam menonton saja. Ia masih menambah bahan bakar. Jadi ia memberikan buah apel pada Oliver.
"Oke. Tidak masalah. Paman akan mengupasnya untukmu." Oliver dengan senang hati menerimanya. Lalu pergi ke samping untuk mengambil pisau dan mengupas apel itu dengan teliti.
Kevin melihatnya dengan kesal. Apalagi saat ia melihat potongan buah apel yang dibentuk menjadi bentuk kelinci. Apakah dia masih seorang pria sehingga bisa memotong apel menjadi bentuk-bentuk yang kurang kerjaan itu?
"Tania, aku sudah mengupaskan apel untukmu. Apel ini sangat manis." Oliver memberikan buah apel yang sudah ia potongkan pada Tania.
"Berikan padaku saja. Tangan Tania masih tidak bisa digunakan untuk makan sendiri. Aku akan menyuapinya." Kevin merebut piring berisi potongan buah apel itu dan duduk di kursi depan Tania.
Oliver tidak mempermasalahkan nya. Namun ia masih sedikit merasa kecewa meskipun ia tahu bahwa bahkan jika dia yang berinisiatif untuk menyuapi Tania, wanita itu mungkin juga tidak akan bersedia.
__ADS_1
"Kamu ini suka sekali menggoda orang." Kaisar menggelengkan kepalanya saat ia melihat Kaylee yang tersenyum di sudut bibirnya.
"Tidak tidak. Aku tidak menggoda orang." Kaylee berkelah. Ia menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Mana ada maling yang mau ngaku!" Kaisar mengelus rambut Kaylee kasar. Membuat rambut lurus yang disisir rapi itu sedikit berantakan. Kaylee mengerucut kan bibirnya. Baginya, menjaga penampilan itu penting. Jika itu orang lain yang melakukannya, ia pasti akan mengomelinya. Namun karena itu adalah Kaisar, ia hanya dapat merengut dan merapikan kembali rambutnya dengan tangannya dengan kesal. Lagipula jika ia mengomeli Kaisar, saudara kembarnya itu pasti hanya akan diam saja. Tidak asik!
"Sudahlah. Ayo kita bereskan situasinya." Kaisar mengabaikan Kaylee yang masih merengut kesal dan menarik tangannya untuk mengikutinya. Tania baru saja sadar mengalami musibah yang melukai tubuhnya dan butuh banyak istirahat. Jika Kevin berada satu ruangan dengan Oliver pada saat ini, ia yakin maminya tidak akan dapat beristirahat dengan tenang.
"Paman Oliver, di sini bau obat nya tidak nyaman. Bisakah paman membawa kami pergi jalan-jalan?" Kaisar berbicara dengan serius. Tidak terlihat seperti anak yang memang menginginkan jalan-jalan sama sekali.
Tania dan Oliver mengetahui maksud anak kecil itu, keduanya jelas tahu bahwa Kaisar melihat suasana canggung mereka dan berniat untuk meredakan keadaan dengan membawa Oliver pergi, namun Kevin yang saat ini tidak dapat berpikir jernih tidak menyadarinya. Dan ia, semakin kesal. Bahkan Kaisar juga ingin dekat dengan Oliver? Pria asing yang rambutnya terbakar ini daripada dirinya?
"Benar sekali paman. Apa paman juga mencium jika udaranya bau cuka dari beberapa arah? Mari kita pergi dari sini." Namun Kaylee tidak akan membiarkan rencananya hancur begitu saja. Ia masih harus menambah bahan bakar. Kaylee tersenyum lebar. Ia memegang tangan Oliver saat ia berbicara.
Kevin menatap tangan Kaylee yang lucu itu memegang lengan Oliver. Berani sekali pria itu. Kaylee bahkan belum pernah memegang lengannya seperti itu. Atas dasar apa? Ia sudah tidak tahan lagi. Ia harus merebut kembali kedua anaknya dari laki-laki lain yang berniat menculik mereka.
"Tapi mami akan sendirian nanti." Kaylee menoleh dan menatap Tania dengan sedih.
"Tidak apa-apa. Ada banyak perawat yang kompeten di sini yang lebih bisa diandalkan. Apalagi bukankah mami kalian juga membutuhkan banyak istirahat untuk pemulihan tubuhnya. Jadi lebih baik jangan ada yang mengganggunya." Kevin tidak akan menyerah.
"Tuan Kevin benar. Tania memerlukan banyak istirahat untuk memulihkan kondisi tubuhnya, jadi memang sebaiknya kita meninggalkannya sendiri saat ini." Oliver tidak ingin memperpanjang masalah. Dia memang sudah la mengetahui jika di hati Tania memang tidak pernah ada tempat untuknya. Dan saat ini ia mengetahui siapa pemilik hati Tania sebenarnya.
"Mm...ya. Oliver, kamu harus pergi beristirahat sekarang. Aku juga sudah baik-baik saja. Terima kasih telah datang menjengukku."
__ADS_1
"Sama-sama. Kalau begitu, aku pamit dulu. Aku akan mengunjungimu lagi nanti."
"Mm ya." Tania mengangguk. Ia tahu jika Oliver bukanlah orang yang tidak masuk akal. Ia yakin jika Oliver pasti sudah melihat semuanya. Ini juga baik, dengan begini Oliver akan menyerah dan tidak membuang-buang waktu untuknya lagi. Lalu membuka hatinya untuk menerima wanita lain yang memang mencintainya dengan tulus.
Setelah berpamitan pada Tania, Oliver segera pergi. Kevin juga mengajak Kaylee dan Kaisar pergi setelahnya. Bagaimana pun, rumah sakit tidak cocok untuk anak kecil. Jadi membawa mereka pergi dari rumah sakit memang pilihan yang terbaik.
*
*
*
...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_164🍁...
... kasih sudah mampir 😘...
...Like, VOTE, rate dan komentar nya tunggu...🤗...
...Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...
...***...
__ADS_1
...Salam sayang 😘...
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...