
Saat Tania hendak duduk mencari posisi untuk membaca majalah, ponselnya berbunyi dan menunjukan jika kedua anaknya lah yang menelepon dengan Video call. Tania menepuk keningnya. Karena kesal pada Kevin, ia sampai lupa untuk menelepon anaknya ketika ia sampai. Sayangnya dia belum pulang sampai saat ini, jadi Tania tidak menelepon. Kedua anaknya yang baik pasti khawatir padanya karena tidak ada kabar setelah ia pergi kemarin.
Namun mengangkat telepon dari mereka melalui video call saat ini sangat tidak aman. Bagaimana jika Hannah tiba-tiba masuk dan melihatnya. Ia juga tidak tahu apakah ruangan yang ditempati nya ini bebas dari CCTV dan kedap suara. Jika ada salah satu orang di dalam pesawat itu ada yang menemukannya menelepon anak kecil, mereka pasti akan segera memberitahukan nya pada Kevin. Dan jika sampai Kevin tahu, menghadapi pria itu pasti tidak akan mudah.
Jadi Tania memutuskan untuk mereject teleponnya dan mengetik pesan dengan cepat.
'Halo sayang-sayangnya mami. Maaf mami tidak langsung menghubungi kalian begitu mami turun dari pesawat. Ada pekerjaan mendadak yang membuat mami tidak kembali ke Indonesia kemarin. Saat ini mami sedang bekerja dengan bos mami di luar negeri. Mami juga meminta maaf karena menutup telepon kalian begitu saja. Mami tidak nyaman untuk menerima telepon di sini. Mami janji namai akan segera menghubungi kalian begitu mami sampai di apartemen nanti. Saat ini mami sedang dalam perjalanan ke Indonesia.' tulis Tania dengan jelas. Ia berharap jika anak-anaknya akan mengerti.
'Oke mami. Kami merindukan mami 🥰' ' Tania mencium layar ponselnya setelah ia membaca balasan dari si kembar. Hatinya langsung damai dan segala rasa tidak nyaman nya menguap seperti es.
Setelah perjalanan panjang yang membosankan Tania akhirnya menginjak daratan. Buru-buru ia mengambil ponselnya dari dalam tas dan menelepon seseorang. Kevin yang melihatnya mengerutkan alisnya. Siapa yang buru-buru ia telepon begitu mereka mendarat? Namun setelah ia melihat seorang pria tampan berdiri di luar pintu gerbang kedatangan.
Melihatnya, Tania segera berlari dan memeluknya. "Kakak."
Arsya membalas pelukan Tania dan menatap Kevin tajam dengan permusuhan. Ia sedang berada dalam rapat saat menerima pesan dari Tania yang memintanya untuk datang ke bandara menjemputnya. Adiknya itu juga memberitahunya apa yang terjadi hingga ia bisa datang dari Sidney, Australia.
Di mata Arsya, Kevin sudah menjadi orang yang paling harus dimusuhi dan dijauhkan dari adiknya. Jadi saat ia mengetahui jika adiknya dipaksa pergi bersama Kevin, ia sangat marah dan tidak sabar untuk menjemput adiknya dan dibawa pergi dari pria kurang ajar itu.
"Kakak, antarkan aku pulang. Aku sudah lelah."
"Miss Angela, kita masih ada sesuatu yang harus kita bicarakan. Anda sebaiknya pulang bersama saya." Kevin membalas tatapan Arsya dengan berani. Tidak mungkin hanya dengan tatapan Arsya, dia menjadi takut dan pengecut. Ia sudah memikirkan akan membawa Tania pulang bersamanya. Mana mungkin ia akan membiarkan Arsya yang juga merupakan orang yang perlu dicurigai menggagalkan rencananya dan bahkan membawa Tania pergi bersamanya.
"Sekarang sudah lewat dari jam kerja. Lagipula Tania sudah bilang jika dia lelah. Anda tidak ingin ada orang yang menyebarkan berita jika anda mengeksploitasi karyawan anda kan? Apalagi Tania bukanlah karyawan langsung anda, melonkan utusan dari mitra bisnis anda. Coba anda pikirkan jika hal ini sampai terdengar oleh mitra bisnis anda yang lain. Apakah mereka masih akan bersedia bermitra dengan anda?" Setelah berkecimpung di bidang ini selama lima tahun belakangan, kemampuan berbicara Arsya menjadi lebih baik dan teratur. Ia bisa menemukan celah kekurangan seseorang dan menyerangnya dengan tepat dan tidak memberinya kesempatan untuk melawan kembali. Untuk kemampuan kakaknya ini, Tania bertepuk tangan dengan murah hati di dalam hatinya. Kakaknya memang yang terbaik.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu kami tidak akan mengganggu tuan Abraham lagi, saya akan membawa adik saya pergi dulu. Selamat malam. Semoga hari anda menyenangkan." Arsya tersenyum penuh kemenangan. Ia memeluk bahu Tania dan membawanya pergi. Kevin menatap punggung keduanya dengan kesal.
"Tuan." Danil menyapa dengan hormat. Sebenarnya ia telah lama sampai. Namun ia melihat Arsya datang dan tahu jika hal ini mungkin akan terjadi. Jadi dia menunggu sampai Tania dan Arsya pergi sebelum menghampiri tuannya.
"Hem. Katakan apa yang terjadi selama aku tidak ada." Ucap Kevin serius menatap Danil. Setelah dipikir-pikir, memang ada baiknya jika Arsya membawa Tania pulang terlebih dahulu. Setelah ia tidak berada di perusahaan selama tiga hari, pasti ada banyak pekerjaan yang menumpuk yang harus ia periksa. Meskipun Danil bisa diandalkan untuk mengerjakan beberapa hal, beberapa lainnya tidak bisa diwakilkan. Jadi dia pasti tidak akan memiliki waktu untuk merawat Tania.
"Secara garis besar tidak ada hal serius yang terjadi. Untuk pekerjaan yang perlu segera diperiksa, sudah saya siapkan di dalam mobil. Namun nyonya Ambar mencari anda kemarin dan meminta anda segera pulang ke Mansion setelah anda sampai." Danil melaporkan.
"Oke. Kalau begitu aku akan pulang malam ini." Jawab Kevin. Lagipula ia sudah tidak pulang ke mansion sejak beberapa bulan yang lalu.
"Baik tuan. Nyonya Ambar pasti akan senang mendengarnya." Danil mengangguk. Lalu mereka berdua naik ke atas mobil Kevin. Sedangkan Hannah dan Jasson kembali ke rumah mereka. Kakak beradik kembar itu adalah orang kepercayaan Kevin di AB Grup. Mereka berdua lah yang sering menemani Kevin pergi ke luar kota sedangkan Danil lebih sering ditinggal di perusahaan untuk menggantikan Kevin sementara.
Sedangkan Tania, wanita itu duduk di samping kursi kemudi sambil berbicara pada kedua anaknya. Setelah ia melihat jam di tangannya dan mematikan jika mereka berdua sudah kembali dari sekolah, ia segera menghubungi keduanya.
"Yah sayang. Maaf paman sangat sibuk akhir-akhir ini jadi paman tidak dapat mengunjungi kalian. Paman juga sangat merindukan kalian. Bagaimana kalau paman janji paman akan menghabiskan waktu dengan kalian nanti? Bukankah sebentar lagi kalian akan liburan musim panas? Paman akan datang dan mengajak kalian berlibur. Bagaiaman menurut kalian? Kaylee? Kaisar?" Arsya mencoba membujuk Kaylee. Dari Tania ia mengetahui jika kedua anak kembar itu selalu ingin menyusul Tania ke Indonesia. Dia juga sama seperti Tania yang tidak ingin Kevin sampai mengetahui keberadaan mereka berdua. Jadi dia pasti memikirkan cara agar kedua anak itu tidak datang.
Mendengar jika liburan musim panas pamannya akan datang dan menghabiskan waktu dengan mereka, Kaylee bukannya senang. Dia dan Kaisar telah memikirkan rencana untuk diam-diam menyusul mami mereka. Jika paman mereka datang, bagaimana mereka bisa pergi? Jadi dia secara tidak sadar menoleh dan menatap Kaisar yang ada di sampingnya untuk meminta pendapat. Ia memang senang menghabiskan waktu bersama dengan pamannya ini, namun dia maish lebih ingin pergi ke Indonesia untuk menemui maminya. Jika mereka beruntung, mereka juga memiliki kesempatan untuk mencari Daddy mereka di sana.
Dibandingkan dengan Kaylee, Kaisar lebih mengetahui apa niat pamannya. Apalagi dia melihat jika pamannya melakukan kontak mata dengan mami mereka sebelum dia menjawabnya. Tujuan mereka berdua pasti sama. Mereka berdua sama-sama menghalangi mereka pergi ke Indonesia.
"Itu bagus paman. Kalua begitu paman harus janji untuk mengunjungi kami ya?" Daripada menyuruh Kaylee berbicara, Kaisar memilih menjawab sendiri.
"Benar paman janji."
__ADS_1
"Oke paman. Kalau kalau sudah saatnya nanti, paman harus datang dan menjemput kami, oke?" Kaisar bertanya dengan serius.
Arsya merasa jika ada yang tidak beres. Tapi ia tidak tahu apa itu. Jadi dia mengangguk dan setuju dengan mudah."
*
*
*
...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_85🍁...
...Terima kasih sudah mampir 😘...
...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...
...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...
...***...
...Salam sayang 😘...
__ADS_1
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...