
Braaak! Pintu ruangan Kevin ditutup dengan keras oleh Tania. Melihat tingkah genit Khanza dan bagaimana Kevin membiarkannya, Tania merasa kesal. Kevin berkata bahwa ia mencintainya. Bahkan memberitahu Kaylee bahwa ia sedang mengejarnya. Tetapi saat ini di depan matanya, ia membiarkan saja wanita lain menggodanya seperti itu. Apa dia tidak bersungguh-sungguh dengan kata-katanya?
Melihat Tania yang marah dan membanting pintu, Khanza tersenyum penuh kemenangan. Memangnya apa bagusnya jika Tania adalah mantan istri Kevin? Mantan hanya lah mantan. Yang artinya adalah orang yang pernah dibuang. Kevin tidak akan memungut kembali apa yang telah dibuangnya. Saat ini mungkin Kevin hanya tertarik untuk sesaat, atau mendekati Tania hanya karena wanita itu memiliki anak dengannya.
Dengan alasan mendekati Tania, Kevin secara perlahan namun pasti mulai mendekati anak-anaknya. Lalu setelah mendapatkan kepercayaan anak-anak itu, Kevin akan menyingkirkan Tania dengan mudah. Ya. Pasti alasan ini yang membuat Kevin mendekati Tania. Dia sudah memikirkannya semalaman dan kembali mendapatkan kepercayaan dirinya.
"Aduh! Bagaimana dia bisa sekasar itu? Membanting pintu di depan wajah orang lain itu sangat tidak sopan. Kevin bagaimana menurutmu?" Khanza menutup bibirnya saat ia berbicara. Ia berusaha menutup senyum yang tidak dapat ia tahan setelah ia melihat betapa marahnya Tania. Ia yakin jika Tania pasti sedang iri padanya.
"Memangnya kenapa? Pintu ruanganku juga tidak lah serapuh itu. Meskipun Miss Angela ingin membantingnya setiap hari, pasti butuh waktu beberapa bulan untuk membuatnya rusak. Nanti jika rusak, juga bisa beli lagi yang baru yang lebih kuat. Agar nanti Tania bisa puas membanting pintu." Ucap Kevin datar. Ia melepaskan kembali tangan Khanza dan membuka pintu yang baru saja ditutup oleh Tania. Mengabaikan Khanza yang masih berniat menahannya di sana.
"Kenapa lihat-lihat? Baru lihat wanita cantik marah-marah?" Khanza berkacak pinggang. Lalu memelototi Mona dengan tajam.
"Tidak nona. Maafkan saya Bukan begitu maksudnya. Saya hanya.... " Ucapan Mona dipotong oleh Danil yang bahkan tidak mengangkat wajahnya saat ia berbicara.
"Mona hanya ingin berbaik hati padamu dan mengingatkan jika kamu terllau sering marah, bedak yang menutupi wajah mu akan luntur dan membuat keriput yang mulai muncul terlihat jelas."
"Danil! Jangan kurang ajar kamu. Aku selalu merawat kulit wajah ku dengan seksama. Tidak mungkin ada kerutan halus atau apalah. Justru kamulah yang terlihat tua. Seluruh keluarga mu penuh dengan keriput besar dan kecil!" Teriak Khanza marah.
Mengabaikan semua orang di luar ruangan, Tania telah mengunci dirinya di dalam ruang kerjanya. Kevin yang akan masuk ke dalam ruangan itu tidak dapat masuk. Kevin juga sudah menghubungi Tania meminta untuk dibukakan pintu, tetapi Tania menolak nya dan berkata jika dia ingin fokus dan tidak ingin diganggu. Akhirnya, Kevin menyerah. Lalu duduk di mejanya sendiri dan mulai bekerja.
Tania memang marah pada Kevin pada awalnya dan baru mengunci diri di dalam ruangan. Namun setelah beberapa saat, ide muncul di otak cantiknya. Jadi Tania tidak membuang waktu dan mulai menggambar. Jika tidak langsung menggambar nya, ia khawatir jika ide yang tiba-tiba muncul itu hilang begitu saja.
Setelah beberapa saat, dua buah gambar pakaian telah selesai ia buat. Tania melihat kedua gambar itu dengan puas.
Tepat saat ia akan menyimpan desain itu, ponsel nya yang ada di dalam tas berbunyi. Tania segera mengambilnya dan menemukan jika yang menelepon nya adalah Arsya.
"Ya kak, ada apa?" Tanya Tania sambil tersenyum.
"Tania, cepat kemari. Mama down." Ucap Arsya panik.
__ADS_1
"Apa?!" Teriak tanya kaget. "Apa yang terjadi kak? Bukannya kemarin masih baik-baik saja?" Lanjut Tania.
Awalnya Tania berniat akan mengunjungi Tari dan membantu Arsya membujuk Tari untuk pergi berobat, tapi Arsya mengatakan padanya bahwa Robi sudah mengetahui mengenai penyakit Tari dan membawanya pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Tapi Tari masih menolak untuk rawat inap dan memilih untuk rawat jalan saja. Jadi Tania tidak bisa menemuinya secara langsung dan hanya melihat Tari dari jauh saat wanita yang membesarkannya selama dua puluh tahun lebih itu pergi ke dokter.
"Ya. Memang. Tapi aku juga tidak tahu bagaimana. Yang penting datang kemari cepat." Arsya terdengar panik.
"Baik kak. Aku akan segera pergi ke sana." Ucap Tania. Lalu keduanya menutup telepon.
Klak!
Kevin mendongak begitu mendengar suara pintu ruangan Tania terbuka. Dan terkejut saat melihat Tania yang sudah bersiap akan pergi dengan wajah panik.
"Ada apa?" Kevin tidak bisa tidak diam saja melihat betapa pucatnya wajah Tania. Ia segera berdiri dan menghampiri nya.
"Mama down. Aku harus ke rumah sakit sekarang." Jawab Tania sambil terus berjalan.
"Aku akan mengantarmu."
"Tidak boleh. Aku akan mengantarmu." Kevin menggamit pinggang Tania dan membawanya pergi ke luar ruangan.
Ketiga orang yang ada di depan ruangan menoleh begitu mereka mendengar suara pintu terbuka.
"Kami berdua akan keluar." Ucap Kevin tanpa menjelaskan.
"Baik tuan." Mona dan Danil menjawab bersamaan. Mereka kembali duduk dan mengerjakan pekerjaan mereka. Tetapi satu orang tidak bisa tenang begitu saja...
"Kevin, kamu mau kemana? Aku mau ikut." Khanza berdiri dan sudah akan ikut. Ia mengemasi barangnya sebelum Kevin melarangnya.
"Diam di sini. Lanjutkan pekerjaan mu." Tolak Kevin.
__ADS_1
"Tapi aku sudah selesai. Aku tidak punya pekerjaan lagi sekarang." Khanza hendak melangkah saat perintah Kevin terdengar.
"Karena pekerjaan Khanza selesai dengan cepat, beri dia pekerjaan baru." Perintah itu diberikan pada Danil yang segera mengerti.
"Nona Khanza, mari..." Danil menghalangi langkah Khanza saat dia mempersilakan Khanza ikut dengannya.
"Ap-apa?!" Teriak Khanza tidak terima. "Tidak tidak. Biarkan aku ikut." Khanza hendak menerobos penjagaan Danil. Tapi Danil tentu saja tidak akan membiarkan hal itu. Ia akan memblokir setiap gerakan langkah Khanza dan baru melepaskannya setelah Tania dan Kevin masuk ke dalam lift.
"Danil kurang ajar! Aku akan memberimu pelajaran cepat atau lambat." Khanza menghentakkan kakinya dengan kesal.
*
*
*
...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_135🍁...
...kasih sudah mampir 😘...
...Like, VOTE, rate dan komentar nya tunggu...🤗...
...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...
...***...
...Salam sayang 😘...
__ADS_1
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...