Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 16. Mulut Dilawan Dengan Mulut


__ADS_3

Teriakan melengking membuyarkan kedamaian pagi yang hangat di sebuah kamar hotel. Sang wanita berteriak kencang mendapati dirinya berada dalam pelukan laki-laki yang sebenarnya adalah suaminya sendiri. Lalu dimana salahnya?


Tentu saja yang salah adalah karena keduanya adalah Tania Wiratmaja dan Kevin Axmala Abraham dan karena pernikahan mereka hanyalah demi status belaka.


Beberapa saat yang lalu....


Dalam tidurnya, Tania merasa kenyamanan yang belum pernah ia rasakan selama ini. Dengan perlahan ia semakin meringsek untuk mendapatkan kehangatan yang lebih. Namun di saat ia benar-benar merasa nyaman, hidungnya tiba-tiba mencium aroma samar yang selama ini asing untuknya.


Aroma maskulin itu seperti menari-nari di hidung Tania yang mengendus-endus sesuatu di depannya. Kesadaran Tania perlahan kembali saat menyadari aroma apa yang telah ia cium-cium. Ini aroma seorang laki-laki.


Beberapa kali ia mengerjabkan kedua matanya. Seketika ia melotot menyadari pemandangan di depannya.


Dada bidang yang beraroma maskulin itu menempel pada hidungnya. Dan jangan lupakan seluruh wajahnya yang juga menempel di sana. Ia menjauhkan kepalanya dengan hati-hari. Dengan bingung ia memindai seluruh tubuhnya.


Dilihatnya, di pinggangnya melingkar dengan nyaman lengan kokoh di sana. Bahkan tangannya juga baru ia sadari telah melakukan hal yang sama, dengan nyaman melingkar di pinggang yang terasa keras dan lembut di saat yang bersamaan. Ia segera menarik tangannya dari sana.


Kemudian ia melihat kakinya sendiri malah lebih parah. Dengan beraninya ia menindih kaki laki-laki di depannya. Jangan salahkan ia yang terbiasa tidur dengan memeluk gulingnya erat. Ia pun segera menarik tangannya dari sana. Memikirkannya, Tania mencari keberadaan kedua guling yang semalam menjadi garis batas teritorial yang memisahkan dirinya dengan suaminya.


Menyadari posisinya, ia jelas lebih bersalah dalam hal ini. Kemudian ia menurunkan kakinya dari tempat nyamannya. Agar ia tidak diejek oleh seseorang yang pasti akan membaut nya kesal. Merusak suasana paginya yang seharusnya indah.


Tania bernapas lega ketika ia berhasil menarik kakinya. Namun tiba-tiba,...


“Apakah tidak ada yang perlu kamu katakan setelah melakukan hal seperti itu padaku?” suara serak khas bangun tidur itu menyadarkan Tania bahwa posisinya masih belum selamat.


Tania berbalik dan mendapati Zidan tersenyum dengan penuh kelicikan di sana.


“Aaaaa...”


“Aish!” tangan Kevin yang berusaha menutup mulut Tania gagal.


“Memph.” Bibir itu terkunci rapat sekarang. Bukan hanya bibir yang suka berteriak itu yang diam, Pemiliknya pun membatu tak bergerak.


“Morning kiss. Diam kan sekarang.” Kata Kevin sambil menarik tubuhnya bersender pada kepala ranjang.


“Apa! apa yang kau lakukan hah?” tanya Tania gagap.


“Apa lagi? Membungkam mulut berisikmu.” Jawab Kevin santai. Sangat berbeda dengan gadis di depannya.


“Tapi kan tidak dengan menciumku juga. Ini pelanggaran namanya.” Tania mengepalkan tangannya.


“Aku sudah mencobanya dengan tanganku. Dan kau malah menepisnya. Sekarang aku tahu untuk melawan mulut cerewetmu itu diperlukan mulut juga. Mulut dilawan dengan mulut. Jadi mulai sekarang, biasakan mengontrol mulutmu itu agar tidak mencemari udara di sekitarku. Atau kalau tidak, mulutku ini akan menghukum mulutmu.” Putus Kevin.


“Aku tahu, kau pasti sengaja kan menjebakku?” mendengar tuduhan keji yang ditujukan padanya, Kevin menaikkan alisnya.


“Apa maksudmu?”


“Kau pasti sengaja melewati batas teritorial yang aku buat.” Tania memicingkan matanya dengan tajam.

__ADS_1


“Lihatlah dulu dimana aku berada sebelum membuat tuduhan palsu. Hah sudahlah aku mau mandi sekarang.” Ucap Kevin sambil turun dari ranjang menuju kamar mandi.


Sedangkan Tania yang ditinggalkan masih mempertahankan ekspresi linglungnya. Lalu ia melihat tempatnya berada sebelum nya dan seketika menyadari bahwa dirinya lah yang berada di daerah suaminya. Ini terlalu memalukan!


Dengan kesal akhirnya Tani turun dari ranjang dan memunguti dua buah guling yang berada di lantai dengan berjauhan. Dan juga selimut yang teronggok di sisi ranjang bagiannya.


Tak lama kemudian Kevin keluar dengan hanya mengenakan handuk membelit tubuhnya dari pinggang ke bawah. Tetesan air mengalir dari atas tubuhnya. Menciptakan kesan maskulin yang menggemaskan. Menggoda.


Tanpa sadar Tania terpaku di tempatnya melihat pemandangan indah eksklusif di depannya. Mulutnya sampai terbuka lebar.


“Awas air liurmu menetes.” Ucap Kevin sambil menyeringai. Ia berjalan santai ke ruang ganti untuk mengambil baju gantinya.


Mendengar teguran dari Kevin, Tania reflek menghapus liur dari mulutnya. Yang sebenarnya tidak ada. Kegiatannya baru berhenti saat mendengar Kevin tertawa terbahak-bahak.


Sial! Dirinya lagi-lagi dikerjai.


“Awas kamu Kevin!” teriak Tania keras sambil mendekat ke arah suaminya dengan tangan yang digerakkan di udara seperti memeras sesuatu.


Bukannya takut Kevin malah membusungkan dadanya sambil berkacak pinggang.


“Masih berani berteriak di depanku hah? Sepertinya kau mulai ketagihan ciumanku.” Cibirnya menghentikan Tania seketika.


“Huh!” Tania melengos melewati Kevin dan mengambil baju gantinya untuk dibawa ke dalam kamar mandi.


“Awas jangan ngintip!” teriak Tania sebelum menutup pintu kamar mandi dengan keras.


Mendengar ejekan Kevin yang dilontarkan padanya membuat Tania menggerutu karena kesal. Ia tak menyangka begitu jelek tanggapan suaminya itu terhadap dirinya.


“Awas kau. Bagaimana bisa ia mengatakan punyaku mengecewakan? Dia bahkan belum melihatnya sama sekali. Punyaku tumbuh dengan ukuran yang eksklusif.” Gerutunya sambil menggosok kulitnya dengan sabun cair yang harum.


“Kita lihat! Sampai kapan dia akan mampu menghindari pesonaku tuan pemaksa. Aku pastikan dia akan bertekuk lutut di hadapanku.” Tekad bulat Tania saat ia selesai dengan busa-busa teman berkeluh kesahnya.


Tania keluar dengan pakaian lengkap yang sudah ia pakai. Kaos berwarna pink fanta dengan gambar salah satu member Black Pink. Dipadukan celana jeans ketat warna biru. Membuatnya terlihat seperti seorang mahasiswa semester awal. Melihat penampilan Tania, Kevin mengangkat alisnya.


“Apa yang kamu pakai?”


“Kamu tak punya mata?” jawab Tania santai sambil mengelap rambutnya yang setengah basah di depan meja rias.


“Kamu ini istri seorang prsedir sekarang. Jika kamu tidak menghargai dirimu sendiri, hargai aku. Penampilanmu sungguh tidak cocok denganku.”


“Tidak ada yang salah dengan penampilanku. Kamu lupa aku ini seorang desaigner? Aku ini selalu mengikuti mode.”


“Aku tidak mau tau! Ganti bajumu!”


“Tidak! Ini pasti akal-akalanmu saja kan? Dengan aku yang berpakaian seperti ini aku terlihat cantik dan manis. Sedangkan kau dengan pakaianmu yang monoton itu kau terlihat jauh lebih tua dariku. Iya kan? Mengaku saja.” Cibir Tania dengan mengejek suaminya. Ia melihat pakaian Kevin yang selalu pakaian formal setiap saat. Begitu pun sekarang ini.


“Terserah kau saja.” Kevin akhirnya mengalah.

__ADS_1


Karena memang itulah alasan sebenarnya meminta Tania mengganti bajunya. Dengan pakaian yang dipilih Tania, istrinya itu terlihat beberapa tahun lebih muda. Apalagi wajah Tania yang terkesan babyface membuatnya terlihat manis dan ceria.


Sedangkan dirinya sendiri dengan kemeja yang selalu ia kenakan di luar rumah memang membuatnya terlihat lebih tua. Tapi biasanya ia akan mengelaknya dan berkata bahwa ia terlihat dewasa. Bukan tua.


Dan setelah sarapan di dalam kamar, keduanya keluar kamar secara bersama-sama. Kevin yang terbiasa memakai pakaian formal hari ini dipaksa untuk mengimbangi Tania dengan mengganti kemejanya dengan kaos santai yang membuatnya lebih terlihat santai.


Beberapa petugas hotel yang berpapasan dengannya mengucek mata mereka beberapa kali saat melihat presdir mereka menggunakan kaos untuk pertama kalinya.


Di sampingnya, Tania menggelayut manja di lengan kokoh suaminya dengan tersenyum bangga.


“Benar kan apa yang aku katakan. Mereka pasti akan terpesona dengan penampilanmu.” Bisik Tania.


Kevin yang mendengar kata-kata Tania hanya mencibirnya saja. Ia tak mungkin akan mendebat Tania di depan para bawahannya. Kesan dingin dan tegas yang selama ini ia bangun akan hancur jika mereka mengetahui dirinya berdebat dengan sang istri hanya karena hal sepele.


Tanpa disadarinya, sudut bibirnya melengkung beberapa detik sebelum kembali ke bentuk semula melihat senyum Tania yang terlihat ceria menggelayut di lengannya.


*


*


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_16🍁


Terima kasih sudah mampir 😍


Like, VOTE, rate dan komentar nya akoh tunggu...🤗


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya


...***...


...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...


...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...


...🍃Malam Ke Empat belas🍃...


...🌸Pada malam ke Empat belas, para Malaikat akan datang seraya memberi kesaksian untuknya bahwa ia telah melakukan sholat Tarawih sehingga Allah SWT akan membebaskan nya dari Hisab pada hari kiamat 🌸...


...Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰...


...Salam sayang 😘...

__ADS_1


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...


__ADS_2