
"Mami, apa kita sudah sampai?" Kaisar bertanya setelah ia terbangun. Tania yang akan menjawab berhenti saat ia mendengar suara parau Kaisar.
"Ya sayang. Malam ini tinggal di apartemen mami ya."
"Tania...."
"Tolong jangan sekarang. Bukankah kamu ingin waktu? Aku akan berikan." Tania menghentikan ucapan Kevin. Ia khawatir jika laki-laki itu akan memberitahu Kaisar jika dia lah ayah mereka. Tania tidak ingin Kaisar dan Kaylee terkejut dan tidak nyaman dengan kenyataan yang datang tiba-tiba. Jadi seperti yang dikatakan Kevin, mereka juga butuh waktu untuk mengerti. Sekarang, hanya tergantung Kevin apakah dia mampu membuat kedua anak itu menerima nya sebagi ayah kandung mereka.
"Namamu Kaisar kan? Aku akan membawamu naik." Kevin membuka pintu di bagian Kaisar dan mengulurkan tangannya.
Kaisar sendiri tidak tahu mengapa ia tidak menolak saat pria yang baru pertama kali ia temui itu. Mungkin karena ia masih tidak menyangka jika ia akan melihat wajah dengan kemiripan sembilan puluh persen dengannya. Kaisar juga sudah tidak pernah digendong lagi sejak usianya kurang dari dua tahun setelah ia dapat berjalan dengan stabil karena ia akan selalu mengalah dengan Kaylee. Ia akan lebih memilih berjalan sendiri atau naik kereta dorong saat mereka bepergian. Ia tidak mau digendong oleh Xia Xi Lin juga.
Lalu saat ia digendong Kevin dengan tiba-tiba yang bahkan tidak memberikannya waktu untuk bereaksi, rasanya ternyata cukup baik. Dada Kevin meskipun keras namun membuatnya merasa hangat. Lalu tangan Kevin yang memeluknya kekar, ternyata terasa hangat dan melindungi tubuhnya.
Ia adalah anak dengan kecerdasan yang tinggi. Tanpa mengetahui hal lainnya, ia sudah tahu jika Kevin adalah ayah kandungnya melihat dari kemiripan wajah mereka. Daddy yang selama ini dia dan Kaylee ingin temui. Namun meskipun Daddy ini sudah lama mereka cari, mereka juga tidak bisa serta merta menerimanya begitu saja. Sebenarnya alasan pertama mereka mencari keberadaan Daddy ini bukanlah karena mereka merindukan sosok ayah. Tetapi lebih karena mereka ingin tahu mengapa sang Daddy meninggalkan mereka, dua orang anak dan ibu mereka dan hidup di negara asing.
Tetapi saat ini Kevin memberinya pilihan. Namun setelah ia berpikir dengan jernih, ia masih tidak dapat memutuskan bagaimana ia akan memperlakukan Kevin. Perasaannya campur aduk antara keinginannya untuk merasakan kehangatan pelukan Kevin dan menjauh darinya.
Jadi, Kaisar menoleh untuk melihat Tania. Lalu saat ia melihat jika wajah Tania yang tampak tidak baik-baik saja, ia sudah tahu apa yang harus ia lakukan.
"Tidak perlu paman. Aku sudah bisa berjalan sendiri." Kaisar melewati tangan Kevin dan keluar dari mobil dengan sekali lompatan.
"Ehem. Baiklah kalau begitu. Bagaimana kalau dengan menggandengmu saja?"
"Tidak perlu paman. Aku bisa sendiri." Kaisar menolak lagi. Kevin tidak kehilangan akal. Tania sudah bersedia memberinya waktu. Itu artinya ada kesempatan. Asalkan dia dapat mendapatkan hati kedua anak ini, usahanya dapat dikatakan setengah langkahnya telah berhasil. Dimulai dari Kaisar. Ia akan membuat anak ini terkesan padanya.
"Kamu baru pertama kali datang kemari. Jangan sampai kamu tersesat." Kevin kembali mengulurkan tangannya.
Kaisar melihat ke arah Tania yang sudah turun dengan menggendong Kaylee. Kaylee sepertinya sedikit bertambah gemuk akhir-akhir ini. Jadi jika mami menggendongnya pasti akan lelah.
__ADS_1
"Paman, apakah bisa paman membantu mami menggendong adikku saja?" Tania juga tidak menyangka dnegan apa yang dia dengar. Kaisar masih saja yang paling perhatian padanya. Ia menyadari jika dia kesusahan menggendong Kaylee yang bobot tubuh nya sepertinya naik lagi.
"Oh tentu saja. Tapi paman adalah orang dewasa yang kuat. Paman bisa menggendong kalian berdua bersama-sama." Ucap Kevin sombong.
Kaisar mengerutkan alisnya. Apakah benar bisa? Kaylee tidur saat ini. Jadi pasti akan sulit kan?
"Kenapa? Apa kamu meragukan kemampuan paman?" Kevin melihat Kaisar yabg mengerutkan alisnya tidak percaya.
"Kalau kamu tidsk percaya, paman akan membuktikannya." Kevin mengambil alih Kaylee dari tangan Tania. Lalu menggendongnya dengan tangan kirinya. Setelah memastikan Kaylee nyaman, tanpa basa-basi, ia segera mengangkat Kaisar dengan tangannya.
"Eh?" Kaisar tidak percaya jika Kevin akan menggendongnya juga.
"Lihat! Bukankah paman sangat kuat?" Tanya Kevin memandang Kaisar dengan percaya diri.
"Ya." Kaisar mengangguk tanpa sadar. Lagipula ia tidak pernah melihat seorang ayah yang akan menggendong dua anak sekaligus.
"Baiklah. Sekarang paman akan mengantar kalian pulang." Kevin membawa kedua anak itu di tangannya dan masuk ke dalam lift.
"Apa kamu juga meragukan kekuatanku? Aku tidak keberatan untuk menunjukkan nya padamu nanti." Kevin menoleh dan melirik Tania yang memerah seketika.
"Apa yang kamu katakan?! Apa kamu tidak malu?" Sungut Tania mengerucutkan bibirnya.
"Memangnya kenapa harus malu? Kaisar, apakah menunjukkan kekuatan harus malu?" Kevin memandang Kaisar yang ada di pelukannya dan bertanya dengan serius.
Pria ini! Bukankah dia begitu tidak tahu malu? Beraninya menggunakan putranya untuk menanyakan hal yang begitu ambigu?
"Tentu saja tidak paman. Mami, Kaisar juga ingin melihat paman menunjukkan kekuatan nya. Kaisar juga ingin menjadi kuat seperti paman saat Kaisar besar nanti." Jawab Kaisar polos.
"..." Tania melotot tak percaya. Ia tidak menyangka mendengar jawaban itu dari Kaisar. Menurut pengalamannya selama ini, Kaisar tidak akan dengan mudah terpengaruh oleh orang lain. Lalu kenapa hari ini dia begitu berbeda? Atau karena hubungan ayah dan anak yang begitu saja terjalin?
__ADS_1
"Lihat lah. Putramu saja bahkan sudah setuju."
"Kaisar adalah putra terbaik mami. Kaisar akan tumbuh menjadi pria kuat saat dewasa nanti. Bahkan akan lebih kuat dari paman ini."
"Benar! Mami benar. Kaisar akan tumbuh sangat kuat dan melindungi mami dan Kaylee nanti. Mami tenang saja. Di masa depan tidak akan ada yang berani menindas mami selagi ada aku." Ucap Kaisar penuh semangat.
"Oke. Mami akan menunggu saat itu tiba nanti. Lalu meminta Kaisar untuk memberi pelajaran orang yang menindas mami. Kaisar harus berjanji ya?" Tania menatap punggung Kevin dengan licik.
"Ya mami. Kaisar berjanji akan menjadi kuat dan memberi pelajaran pada orang jahat itu."
"Ya ya. Tapi sekarang Kaisar masih kecil. Anak kecil butuh tidur yang cukup agar cepat tumbuh besar dan kuat. Jadi nanti setelah sampai di apartemen, Kaisar harus segera tidur ya..." Kevin tersenyum miring. Melirik Tania yang semakin kesal. Laki-laki itu sedang membalasnya.
*
*
*
...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_130🍁...
... kasih sudah mampir 😘...
...Like, VOTE, rate dan komentar nya tunggu...🤗...
...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...
...***...
__ADS_1
...Salam sayang 😘...
❤❤❤Queen_OK❤❤❤