
Satu jam kemudian. Kevin keluar dari kamar mandi dengan masih menggerutu karena kesal. Tubuhnya kedinginan sekarang. Dan istri kontraknya malah tertidur dengan pulasnya di atas ranjang. Benar-benar menjengkelkan.
Ingin rasanya ia menarik selimut yang membungkus tubuh Tania dan mengguyurnya dengan air dingin agar gadis yang menyebabkan adiknya terbangun hingga dua kali itu juga merasakan betapa dinginnya air yang mengguyur tubuhnya tadi. Namun saat melihat wajah damai Tania, ia mengurungkan niatnya.
Kevin tahu jika gadis yang sekarang resmi menjadi istrinya itu juga pasti kelelahan. Ia juga lelah setelah serangkaian acara yang berlangsung dari pagi hingga malam itu. Benar-benar melelahkan.
Setelah mengeringkan rambutnya, Kegin segera merebahkan diri di atas ranjang. Menarik sedikit selimut yang digunakan Tania untuk menyelimutinya juga. Ia pun kedinginan.
Gerakan kecil Kevin nyatanya mampu membuat tidur Tania terganggu. Gadis itu reflek menarik kembali selimutnya. Membuat Kevin lagi-lagi tidak mendapatkan selimut. Kevin akhirnya mendekat ke arah Tania agar ia dapat menarik selimutnya lagi.
Tania yang merasa selimutnya ditarik segera mengerjapkan matanya. Kemudian dia segera berteriak saat menyadari ada orang lain yang tidur seranjang dengannya.
“Aaa.... emmp” teriak Tania terputus saat Kevin menutup mulut gadis itu. Sungguh, telinga Kevin sudah bosan mendengar teriakan Tania hari ini.
“Kau ini berisik sekali.” Katanya pelan. Ia lelah dan mengantuk.
“Kau, kau kenapa ada di kamarku?” tanya Tania heran. Ia segera bangun dan menarik selimutnya dengan erat. Mendekapnya di dadanya.
Kevin yang diberi pertanyaan mengangkat alisnya. Ketika ia mengenal Tania saat SMA dulu, gadis ini termasuk gadis cerdas. Pun dengan informasi yang di berikan Danil. Lalu bagaimana bisa ia melupakan kejadian penting yang baru saja mereka lewati?
“Belum genap sehari menjadi istriku kau bahkan sudah melupakanku.” Cibirnya. Ia mengangkat tubuhnya sedikit. Agar tidak perlu mendongak untuk berbicara. Tania masih mencerna informasi yang baru ia dapatkan.
“Lagi pula ini bukanlah kamarmu. Ini adalah kamar hotel. Setelah ini lupakan kamarmu. Karena setelah ini, kamarmu tidak akan ada lagi, yang ada adalah kamar kita.” Lanjut Kevin serius.
Tania yang sudah mengingat semuanya pun bergeming. Ternyata ini benar-benar terjadi, bukan sekedar mimpi seperti yang ia harapkan. Bangun tidur dan semua kembali normal.
“Maaf. Tadinya aku harap ini hanyalah mimpi.”
“Bangunlah. Ini kenyataan.”
“Yayaya. Sekarang aku mengantuk, aku mau tidur.” Tania kembali merebahkan dirinya dan menarik selimutnya.
“Hei! Kau kira Cuma kau saja yang mengantuk? Aku juga.” Kevin segera merebahkan dirinya di samping Tania. Membuat gadis itu kembali berteriak.
“Kau ini berisik sekali. Apakah pita suaramu tidak putus setiap saat kau teriak? Aku curiga jangan-jangan mama Tari dulu saat hamil kamu, ia tidak sengaja menelan toa rusak sehingga sekarang ini bersarang di mulutmu itu.” ucap Kevin masih menutup matanya rapat.
“Jangan sembarangan! Kamu jangan tidur disini, tidurlah di sofa itu!” tunjuk Tania pada sofa untuk dua orang yang ada di ruangan itu.
“Big No! Kamu gila menyuruhku tidur di sana?” Kevin dengan paksa membuka matanya yang berat.
“Tidak. Menurut novel yang aku baca, dalam pernikahan kontrak laki-lakinya tidur di sofa.”
“Kalau kau mau, kau saja yang tidur di sana. Aku tidak akan mau.”
“Baiklah. Kau boleh tidur disini. Tapi awas saja kalau kau macam-macam!”
“Kau kira aku bernafsu melihatmu? Cih!”
“Itu bagus! Tapi untuk berjaga-jaga aku akan membangun perbatasan disini.” Tania segera duduk dan memasang guling di tengah-tengah mereka. Kevin yang melihat itu hanya memutar matanya malas. Ia bukanlah orang yang suka memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Kecuali tentang ia menjebak Tania dalam permainan ini tentunya.
__ADS_1
“Nah sudah! Ini adalah garis batas teritorial. Awas jika kau melanggarnya!” ucap Tania tegas sambil memukul dua guling yang ia tumpuk di tengah ranjang.
“Terserah. Sekarang aku sudah sangat lelah dan mengantuk. Aku mau tidur. Bagi selimutnya. Aku kedinginan.” Kevin menarik selimut Tania lagi.
“Apa yang kau lakukan? Ambil selimutmu sendiri!” sentak Tania sambil mempertahankan selimutnya sekuat tenaga.
“Kalau ada, aku tak akan repot merebutnya darimu. Di lemari benar-benar kosong. Ini pasti kerjaan nenek.”
“Nenekmu itu kurang kerjaan sekali.”
“Jangan mengejek nenekku.”
“Aku tidak mengejek nenek Ambar.” Elak Tania. Ia hanya mengungkapkan apa yang ada di pikirannya. Lagi pula nenek Ambar sangat baik padanya.
“Awas kalau kau sekali saja melakukannya. Sudahlah, cepat berikan selimutnya.”
“Tidak! Kau itu kan laki-laki. Seharusnya tahan dingin. Mengalahlah pada seorang gadis.”
“Gara-gara kamu juga kan aku jadi begini. Aku tidak mau tahu, serahkan selimut itu padaku!” Kevin berusaha menarik selimut itu sekuat tenaga.
“Tidak! Kau ini! Lagi pula kenapa gara-gara aku?” Tania tidak mengerti jika apa yang dia tinggalkan di kamar mandi membuat suaminya itu tersiksa.
“Tentu saja karena...” Kevin tak mungkin melanjutkan kalimatnya, atau dia akan dianggap menjilat ludahnya sendiri jika mengatakan yang sejujurnya. “Sudahlah. Tak ada bantahan, kita berbagi selimut.” Tukasnya mengakhiri perdebatan yang tidak berfaedah ini.
Akhirnya Tania menyerah. Rasanya ia juga tidak lagi mempunyai tenaga untuk berdebat. Ia memilih untuk segera memejamkan matanya dan masuk ke dalam mimpi.
“Sial. Kenapa tidak mau pergi.” Geramnya frustasi. Kemudian dia memperhatikan Tania yang baru saja beralih menghadapnya setelah tadi gadis itu tidur membelakanginya. Dilihatnya kembali wajah damai Tania.
“Huh! Wajahmu masih saja imut seperti dulu.” Gumam Kevin tanpa sadar.
“Kenapa ia bisa mudah sekali tertidur padahal ada laki-laki yang tidur di sampingnya? Apa dia tidak takut jika aku tiba-tiba khilaf dan menerkamnya?” lanjutnya mendengar dengkuran halus dari Tania.
“Sebenarnya apa yang aku pikirkan? Ini sungguh bukan diriku!” Kevin akhirnya membalik tubuhnya membelakangi Tania. Ia tidak mau jika sampai benar-benar khilaf. Lama kelamaan ia pun tidur.
Jam dinding menunjukkan pukul tiga pagi. Dua buah guling yang tadi dipasang Tania sebagai garis batas tergelatak di lantai. Terlempar begitu saja saat dua insan yang saling mencari kehangatan itu saling mendekat. Bahkan selimut yang menjadi bahan rebutan mereka semalam pun teronggok begitu saja di lantai.
Mereka tidak tahu siapa yang memulai, tapi keduanya menikmati pelukan mereka yang penuh kehangatan dengan damai. Entah esok pagi apa yang akan terjadi ketika mereka bangun....
Di lain tempat, dua orang pasangan suami istri kawakan tersenyum penuh arti. Sang suami merengkuh tubuh istrinya dari samping.
“Kau memang mempunyai banyak ide briliant sayang.” Pujinya pada sang istri dengan bangga.
“Tentu saja, kalau aku tidak cerdik, bagaimana aku bisa menaklukkan kesombonganmu yang setinggi menara Eiffel itu?”
“Hahahaha. Kau benar.” Sang suami menyentil hidung sang istri dengan gemas sebelum mendaratkan kecupan capungnya di dahi sang istri.
“Aku penasaran apa yang mereka lakukan dengan hanya satu selimut di sana?”
“Biarkan saja mereka mengambil alih dari sana.”
__ADS_1
“Kau benar. Aku sudah tidak sabar menimang cicit.”
Ya. Kedua orang tua itu adalah Senopati Abraham dan Ambar Juanita Abraham. Kakek dan nenek Kevin yang juga merupakan alumni dari pernikahan kontrak yang telah lulus dan menemukan kebahagiaan mereka.
“Aku juga demikian. Memiliki cucu seperti Kevin sungguh tidak ada lucu-lucunya.” ucap kakek Seno masam.
“Itu juga karena salahmu yang terlalu keras mendidik cucuku itu. Hingga membuat satu-satunya cucu yang harusnya aku sayang-sayang jadi dingin seperti es batu.” Ambar mencebik.
“Itu bagus juga, jadi kamu hanya akan memberikan kasih sayangmu padaku. Tidak perlu berbagi dengan cucu durhaka itu.”
Mendengar kalimat yang terlontar dari mulut pasangan tuanya itu, nenek Ambar mencubit perut suaminya dengan keras. Sedangkan pipi sang pelaku pencubitan memerah karena malu.
Sedangkan sang suami, tertawa terbahak-bahak menerima cubitan sayang dari istrinya.
"Love You Forever My Sweety Wife." ucapnya sebelum membawa pasangan tuanya ke dalam pelukan hangatnya.
*
*
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_15🍁
Terima kasih sudah mampir 😍
Like, VOTE, rate dan komentar nya akoh tunggu...🤗
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnyaua
...***...
...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...
...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...
...🍃Malam Ke Empat belas🍃...
...🌸Pada malam ke Empat belas, para Malaikat akan datang seraya memberi kesaksian untuknya bahwa ia telah melakukan sholat Tarawih sehingga Allah SWT akan membebaskan nya dari Hisab pada hari kiamat 🌸...
...Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰...
...Salam sayang 😘...
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...
__ADS_1