Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 152. Boom! Liftnya Jatuh!


__ADS_3

"Sudah. Jangan banyak bicara. Cepat naik sekarang. Jadi mereka juga bisa segera menyelamatkan aku." Ucap Tania tenang. Ia membantu Mona berdiri karena ia melihat jika kaki Mona lemas. Lalu membantunya naik saat petugas yang di atas menarik mereka naik.


Mona sampai di atas dengan selamat. Setelah menurunkan Mona, petugas tadi bersiap untuk turun. Namun saat ia hendak turun, dua tali baja kembali putus. Menyebabkan lift kembali meluncur dengan keras. Namun Tania masih bisa dibilang beruntung karena lift kembali miring dan berhenti di antara lantai dua dan tiga.


Semua orang panik. Para petugas segera bergerak cepat menuju ke lantai tiga. Mona tidak bisa tidak menangis melihat hal itu. Ia baru saja melalui hal yang sama. Jika Tania tidak memberikan kesempatan untuknya lebih dulu, dialah yang akan berada di dalam lift dan mengalami hal mengerikan itu. Jika terjadi sesuatu pada Tania, dia tidak akan dapat memaafkandirinya.


Guncangan kali ini lebih kuat. Tania menabrak dinding lift beberapa kali saat lift meluncur jatuh. Kaki dan tangannya terluka karena benturan tersebut. Bahkan kepalanya berdarah setelah membentur dinding.


Karena luka yang dialaminya, Tania pingsan beberapa saat. Para petugas yang melihat hal ini semakin panik. Awalnya mereka berniat akan menurunkan tali dan membiarkan Tania memasang talinya sendiri. Kondisi lift tidak memungkinkan lagi untuk menerima goncangan sedikitpun jika ada orang lain yang turun. Jadi satu-satunya cara adalah membiarkan Tania memasang tali karena dia juga telah melihatnya sebelumnyam dia pasti bisa. Namun sekarang Tania pingsan. Bagaimana bisa ia mengikat dirinya?


Karena cara yang pertama tidak memungkinkan, para petugas penyelamatan mulai berdiskusi. Kondisi lift saat ini sangat rawan jatuh. Akan sangat berbahaya jika sampai jatuh lagi. Meskipun itu hanya di lantai dua, namun jika lift jatuh, dampaknya juga sangat buruk. Apalagi tali baja yang menyangga lift hanya tinggal dua yang tersisa dan ini sangat membahayakan karena tali baja itu tidak akan mampu menopang lift lebih lama lagi. Dengan kata lain, lift dapat jatuh kapan saja. Dengan resiko seperti itu, hampir tidak ada orang yang akan mau turun menyelamatkan.


Kevin sampai pada saat ini. Ia segera pergi setelah mendapatkan laporan dari Danil. Ia mendongak ke bawah dimana lift sedang terperosok. Melihat kondisi Tania yang memprihatinkan, Kevin tidak bisa sabar lagi. Ia berbalik dan memarahi orang-orang karena tidak segera turun menyelamatkan.


"Tuan, bukannya kami tidak mau turun. Hanya saja kondisi lift tidak memungkinkan para saat ini. Jika ada orang yang turun, kami khawatir lift akan berguncang dan jatuh. Pada saat itu tidak hanya satu nyawa, tetapi..."


"Jadi menurut kalian satu nyawa pun tidak berharga!" Teriak Kevin marah.


"Bukan. Bukan seperti itu tuan. Tapi..."


"Jangan banyak omong. Kalau kalian tidak mau turun. Biar aku saja yang turun." Ucap Kevin tegas. Ia segera memerintahkan orang memasang tali pengaman padanya.


"Tuan ini sangat berbahaya. Saya mohon tuan untuk tidak turun." Danil mencoba melarang.


"Jadi menurutku aku akan diam saja melihat istriku dalam bahaya seperti itu?! Jangan buang waktu. Cepat pasang talinya sekarang juga. Aku yang akan turun."

__ADS_1


Semua orang tercengang dengan apa yang baru saja mereka dengar. Mereka masih tidak percaya jika Kevin akan turun sendiri untuk menyelamatkan Tania. Sekarang Kevin bahkan berkata jika Tania adalah istrinya. Namun saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk memikirkan semua itu. Mereka akan pelan-pelan mencernanya nanti setelah semuanya selesai. Saat ini, mereka dengan was-was melihat bagaimana Kevin turun untuk menyelamatkan Tania.


Sebuah tali pengaman dipasang di tubuh Kevin. Lalu perlahan-lahan diturunkan ke dalam lift dengan hati-hati. Berusaha agar tidak menyentuh lift sama sekali melewati lubang yang cukup sempit. Beruntung Tania berada tepat di bawah lubang karena miring. Jadi dia berada di dasar lift.


Setelah Kevin sampai di dasar lift yang paling dekat dengan Tania, Kevin mendarat dengan sangat hati-hati agar ia seminimal mungkin memberikan tekanan pada lift. Kevin mendarat dengan lancar. Lalu ia menepuk Tania untuk mencoba menyadarkannya.


Tania merasa jika ia akan mati. Kepalanya berdenyut dan seluruh tubuhnya sakit. Ia membentur dinding lift seluruh tubuhnya. Yang paling parah adalah kepalanya. Pada dasarnya Tania sudah takut dengan guncangan. Sekarang ia harus merasakan guncangan pada lift yang berulang kali. Jantungnya sudah berdetak dengan sangat kencang sejak tadi. Rasanya ia sudah tidak memiliki harapan lagi.


Sebelum ia tidak sadarkan diri, Tania hanya berharap jika kedua anak yang ditinggalkannya dapat hidup dengan baik di masa depan. Beruntung saat ini Kevin sudah mengetahui mereka dan mengakui mereka. Hanya dengan memegang kenyataan ini, Tania dapat pergi dengan tenang.


Namun Tania tidak menyangka di saat harapannya hampir habis, ia merasakan tepukan lembut di pipinya. Disertai dengan suara familiar yang memanggil namanya dengan panik.


Perlahan, Tania mencoba mendapatkan kembali kesadarannya. Saat membuka matanya yang berat, ia melihat Kevin ada di depannya. Memandangnya dengan cemas. Ia tidak pernah melihat ekspresi Kevin yang seperti itu.


"Kamu sudah sadar. Baguslah. Aku akan menyelamatkan mu, sayang."


"Kevin, tolong jaga anak-anak untukku." Ucap Tania lemah.


"Jangan bicara omong kosong. Kita akan menjaga dan membesarkan anak kita bersama. Kamu dengar?"


"Hem." Tania menjawab dengan samar. Ia hampir kehilangan kesadarannya lagi.


Kevin tidak hanya berbicara. Ia juga mulai memasang tali pengaman di pinggang Tania dengan hati-hati. Melihat kondisi Tania, ia yakin jika bukan hanya tangan, kaki dan kepalanya saja yang terluka. Namun ia juga tidak tahu. Jadi dia hanya mencoba berhati-hati agar tidak menyakiti luka Tania.


"Sudah selesai. Aku akan membawamu naik." Kevin memeluk Tania. Lalu memberi perintah pada orang di atas untuk menarik mereka.

__ADS_1


Tapi ternyata, semuanya tidak berjalan dengan mulus. Saat Kevin menarik tubuh Tania, tekanan pada lift kembali terjadi. Dan lift kembali berguncang. Semua orang yang ada di atas berteriak panik. Mereka takut jika lift tiba-tiba jatuh sementara Kevin dan Tania masih berada di dalam.


"Aaah!" Teriak semua orang di lantai tiga setelah mereka mendengar suara yang keras dari dalam. Lalu suara benda besar yang jatuh terdengar dari bawah. Setelah semua suara itu menghilang, debu segera naik ke atas. Membuat suasana semakin mencekam.


*


*


*


🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_152🍁


...kasih sudah mampir 😘...


...Like, VOTE, rate dan komentar nya tunggu...🤗...


...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...


...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...


...***...


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...

__ADS_1


__ADS_2