Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 58. Firasat Para Bawahan


__ADS_3

Beberapa hari terakhir Kevin selalu pergi ke Kev Fashion dan membuat Tania sakit kepala. Laki-laki itu selalu saja datang dan mengganggunya. Namun laki-laki sangat cerdik. Dia selalu datang setiap kali tidak ada orang di sekitar. Menjadikan Tania saat ini sangat takut berada sendirian. Sehingga ia sering meminta Mona untuk menemani nya kemanapun.


Tetapi sayangnya Tania tidak tahu bahwa mantan suaminya itu begitu tidak tahu dan mengawasinya setiap saat. Dari kantornya yang tertutup rapat. Bahkan Danil juga tidak mengetahui apa sebenarnya yang dikerjakan oleh bos nya itu di dalam ruangan. Dia hanya terkejut saat melihat tumpukan dokumen yang seharusnya diperiksa masih tertumpuk dengan rapi. Lalu apa saja yang dikerjakan oleh Kevin?


Saat ini, di layar komputer Kevin terlihat Tania yang sedang duduk di depan meja kecil di galeri. Tangannya sibuk menggambar sesuatu. Memberikan beberapa tulisan kecil di sana sini. Lalu tiba-tiba saja Tania terlihat berdiri. Dan betapa terkejutnya Kevin saat melihat Mona masuk dengan seorang laki-laki bertubuh bagus. Dan jangan lupakan wajahnya yang terlihat masih muda itu. Tunggu... Meskipun wajah Tania masih terlihat cantik dan muda, dia tidak akan memiliki niat tersembunyi pada laki-laki muda itu kan?


Memikirkan nya saja membuat Kevin marah. Matanya menatap tajam layar komputer dengan tangan yang mengepal.


"Tidak! Kenapa asisten itu keluar? Kenapa meninggalkan Tania dengan pria asing itu di dalam ruangan?" Kevin menggebrak meja karena marah.


Di dalam layar, Tania terlihat berbicara dengan pria asing itu sebelum mengambil sesuatu di laci kecil di atas meja. Lalu hal sekanjutnya membuat Kevin tidak bisa menahan diri untuk segera pergi mendatangi kedua orang ini. Berani sekali wanita itu!


Danil baru saja akan mengetuk pintu ruang kerja Kevin saat sosok Kevin yang berlari dengan sangat kencang. Bahkan Danil hampir gagal melihat Kevin dan hanya merasa ada sesuatu yang lewat dari angin yang tiba-tiba terbelah.


"Kemana lagi tuan pergi sekarang? Huh! Aku punya firasat jika pekerjaanku akan bertambah banyak di masa depan!" Gumam Danil ketika ia berdiri dan masuk ke dalam ruangan. Jika tuannya pergi, maka dia lah yang akan menyelesaikan pekerjaan yang telah ditinggalkan oleh tuannya itu.


Dalam sekejap, Kevin telah berada di lantai dimana ruangan Tania berada. Berbeda dengan ruangan lainnya yang berupa kubikel-kubikel dengan dekat yang tidak terlalu tinggi, di lantai ini kebanyakan berupa ruangan-ruangan tertutup karena yang berada di lantai semuanya adalah desainer dan asisten mereka. Seorang desainer biasanya lebih menyukai ketenangan. Jadi pemilihan pengaturan yang seperti ini adalah yang paling sesuai.


Dan karena pengaturan inilah, kali ini sepertinya yang diuntungkan. Dia bisa pergi ke ruangan Tania dengan kemungkinan tidak ada orang yang akan melihat dan mencurigainya. Hehe...


Mona menunggu di dalam ruangan Tania, namun dia berada tepat di samping pintu. Mona sangat terkejut saat melihat pintu di depannya tiba-tiba dibuka dengan kasar hingga menimbulkan suara yang cukup keras. Belum hilang keterkejutan Mona, ia melihat sesosok yang gagal ia kenali menerobos masuk dengan kecepatan tinggi menuju ke ruang galeri yang ada di bagian dalam ruangan tersebut.


Mona tidak mengenali bahwa sosok yang baru saja menerobos masuk adalah Kevin. Khawatir bterjadi sesuatu yang buruk pada Tania, Mona bergegas mengikuti dan ikut masuk ke dalam ruangan. Namun ia begitu terkejut saat ia melihat hal pertama yang ia lihat di dalam ruangan.


Bagaimana tidak, model pria yang berada di dalam ruangan bersama dengan Tania sebelumnya karena sedang melakukan pengukuran tersungkur di bawah. Dengan darah segar mengalir dari sudut pipinya. Lalu yang lebih membuatnya tercengang adalah sosok yang ia kejar itu ternyata adalah Kevin, bosnya yang jarang terlihat. Lalu di dalam dekapannya masih ada Tania yang terlihat memberontak. Pemandangan macam apa ini?


"Kev lepaskan aku! Apa-apaan ini?" Teriak Tania yang terus mendorong Kevin menjauh seraya terus berusaha melepaskan diri dari laki-laki tampan itu.

__ADS_1


"Apa-apaan? Seharusnya aku yang harusnya bertanya. Apa yang sedang kamu lakukan di kantorku? Kamu berani bermesraan dengan pria lain di kantorku hah?" Kevin menatap Tania tajam. Lalu menatap model pria yang dibantu berdiri oleh Mona dengan penuh permusuhan.


Tania yang mendengar perkataan Kevin mengerutkan alisnya. Dari sudut mana pria itu melihatnya bermesraan? Tunggu. Sepertinya ada yang salah dengan kalimatnya. Bukankah dia bilang dia bermesraan dengan pria lain? Lalu apakah jika dia bermesraan dengannya akan dibenarkan? Huh! Lupakan itu. Lebih baik saat ini melepaskan pria besar yang tidak masuk akal ini?


Tania juga melihat penampilan model pria itu yang sedikit menyedihkan ini. Lihatlah dia sampai gemetaran. Namun Tania merasa jika model pria itu begitu gemetaran bukan karena luka memar di pipi sudut bibirnya, melainkan karena Kevin yang menatapnya seperti dapat membunuh dengan tatapan itu.


"Mona, bawa dia keluar dulu. Bantu dia obati lukanya." Tania menatap Mona dan memberi perintah. Mona hanya mengangguk sebagai jawaban. Dia segera mengajak model pria itu keluar dari ruangan. Melihat ekspresi Kevin saat ini, sebaiknya ia membawa model pria ini menjauh. Namun ia juga tidak melupakan sesuatu yang penting sehingga ia berpesan pada model itu saat ia membantunya mengobati lukanya, di dalam ruang istirahat di pantry.


"Kamu tidak boleh mengatakan apa yang baru saja terjadi di sini. Mengerti?"


"Jadi, apakah berita itu benar? Jika Miss Angela adalah mantan istri tuan Kevin?"


"Hem. Tapi aku juga tidak tahu dengan pasti. Yang pasti adalah jika kamu ingin selamat dan masih ingin bekerja, aku sebaiknya menuruti apa yang aku katakan barusan."


"Hem. Aku tahu statusku. Aku tidak akan pernah berani ikut campur urusan atasan. Aku berjanji tidak akan pernah mengatakan apapun.


"Bagus. Itu pilihan yang tepat." Mona mengangguk puas. Sepertinya mulai saat ini ia harus menjadi asisten yang paham situasi dan mampu memutuskan apa yang harus dia lakukan dengan tepat. Sama seperti Danil, Mona juga memiliki firasat jika pekerjaannya di masa depan akan lebih berat.


"Sekarang katakan padaku siapa dia? Kenapa kamu bermesraan dengannya?"


"Kamu bicara omong kosong. Dia adalah model pria ku. Dan kami sedang melakukan pengukuran untuk membuat model baju. Bermesraan macam apa yang kamu bicarakan? Lagipula bagaimana kamu bisa menuduhku seperti itu?!"


Menghadapi pertanyaan Tania, Kevin menjadi salah tingkah. Ia tidak boleh membiarkan Tania mengetahui jika selama ini ia sedang mengawasinya.


"Ini.... Tidak penting aku tahu dari mana. Yang pasti apapun alasannya. Kamu tidak boleh bermesraan dengan pria lain."


"Kami hanya melakukan pengukuran saja. Dari mana nya yang bermesraan?" Tania memijit pelipisnya yang berdenyut. Bagaimana cara laki-laki ini berpikir?

__ADS_1


"Mengukur? Apa me.gukur harus sampai memeluknya juga? Masih berani mengelak? Kamu jangan mencoba membohongiku!" Kevin menatap tajam Tania.


"Memeluk?" Tania mengerutkan alisnya berpikir. Lalu akhirnya ia menemukan bagian mana yang dimaksud mesra oleh laki-laki ini.


"Heh. Aku sedang mengukur lingkar pinggang. Jika aku tidak meluknya, bagaimana aku bisa mengetahui ukurannya dengan tepat? Kamu jangan mencari alasan yang tidak masuk akal. Kamu memintaku untuk bekerja dengan keras. Tapi kamu sendiri lah yang sekarang menghalangi pekerjaanku." Tania mengerucutkan bibirnya.


"Kalau begitu, kenapa tidak pakai manekin saja? Jadi bisa mengukur manekin itu. Tidak harus mengukur laki-laki jelek itu!" Kevin masih tidak terima.


"Aish! Orang yang akan mempromosikan pakaian ini nantinya adalah dia. Model pria itu. Bagaimana bisa aku mengukur manekin. Ukuran setiap orang pasti berbeda. Jika pada model saja tidak pas, bagaiaman orang akan tertarik. Apa kamu menjadi bodoh setelah kepalamu yang sekeras batu itu terbentur tembok beton?"


"Ini.... Begini saja. Bagaimana kalau...."


*


*


...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_58🍁...


...Terima kasih sudah mampir 😘...


...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...


...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...


...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...


...***...

__ADS_1


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...


__ADS_2