
Bohong jika dia tidak pernah mencintai pria itu. Entah kapan, Tania sendiri juga tidak menyadari kapan ia mulai mencintai pria itu di masa lalu. Dan bahkan sampai saat ini, detik ini, ia masih mencintai pria yang menjadi ayah dari kedua anak kembarnya itu. Meskipun membenci pria itu, namun rasa cintanya padanya jauh lebih besar dari rasa bencinya. Itulah kenapa ia mempertahankan kedua bayi yang dikandungnya daripada melenyapkan nya. Dulu, Tania pernah berpikir tidak apa-apa jika ia tidak bisa bersama dengan Kevin, namun dia masih memiliki kedua bayi itu sebagai kenang-kenangan.
Jadi saat ia medengar laki-laki yang dicintainya sejak bertahun-tahun itu kini mengungkapkan cintanya, bagaimana ia tidak tersentuh?
Tapi luka itu....
Sakit itu....
Apakah bisa dia lupakan begitu saja?
"Kevin, semuanya tidak sama dengan masa lalu." Tania melepaskan tangannya dari tangan Kevin saat ia menjawabnya dengan getir.
"Apa kamu pernah berpikir apa yang aku lalui selama lima tahun ini?" Tania menatap Kevin dengan kecewa.
Benar. Karena pria inilah ia harus merasakan luka yang terasa begitu sakit di masa lalu. Hidupnya yang indah berantakan. Masa depan yang telah ia bangun dengan susah payah hancur begitu saja. Bagaimana bisa ia melupakan semuanya begitu saja? Memangnya kenapa jika dia mencintai nya? Bukankah di masa lalu, ia juga mencintainya namun apa yang dia dapatkan? Apa yang harus ia bayar demi cinta itu pada akhirnya?
Dia, Tania, tidak akan melakukan kesalahan yang sama untuk yang kedua kalinya. Ia tidak lagi sendiri saat ini. Ia harus berjuang demi kedua anaknya juga. Ia harus berubah dan menjadi pribadi yang kuat yang akan sanggup mendukung kedua buah hatinya. Lagipula selama lima tahun ini, mereka baik-baik saja tanpa pria ini. Jadi mengapa ia harus menyertakannya saat ini hanya karena ia menyatakan cinta? Tidak! Jawabannya tentu saja tidak!
Mendengar pertanyaan Tania, Kevin tidak dapat mengatakan sepatah katapun. Ia menyadari apa yang telah dialami Tania di masa lalu pasti tidak akan mudah. Namun ia juga tidak bisa melakukan apapun. Dulu ia sempat mencari Tania setelah masalah di perusahaan selesai, namun tidak ada satu pun jejak yang ditinggalkan oleh Tania. Tania seperti menghilang tanpa jejak.
"Kamu tidak tahu kan? Apa kamu juga memberiku kesempatan saat itu?" Tanya Tania dengan air mata yang keluar dari matanya yang indah. Mata itu terlihat Menyimpan luka saat ini. Kevin memandangnya dengan penuh penyesalan. Namun ia masih tidak bisa mengatakan sepatah katapun.
"Aku telah diam di masa lalu saat kamu menyakitiku. Tapi sekarang tidak Kev. Aku tidak akan lagi membiarkanku terluka. Aku bodoh jika aku melakukan kesalahan yang sama. Jadi lupakan saja semua ide gila di kepalamu. Kita tidak akan pernah bersama." Tania memalingkan wajahnya. Berjalan melewati Kevin yang terpaku di tempatnya.
"Aku tidak peduli Tania. Aku mencintaimu sekarang dan Aku akan tetap mengejarmu. Aku akan membuatmu menerimaku kembali. Aku akan membuatmu mencintaiku. Apa kamu dengar?" Kevin berteriak saat ia menyadari jika Tania telah berjalan keluar dari apartemen nya.
Tania yang mendengar dengan jelas teriakan Kevin mempercepat langkahnya. Masuk ke dalam apartemennya sendiri dan terburu-buru menutup pintu sebelum akhirnya ia jatuh di belakang pintu sambil menangis. Dengan keadaan yang menyedihkan seperti itu, ia tidak mungkin pergi ke kantor.
"Mengapa baru sekarang? Kenapa tidak lima tahun lalu sebelum semua ini terjadi? Mengapa?" Tania meratapi nasib percintaannya.
__ADS_1
Tania tidak pergi ke kantor hari itu. Dia menghubungi Mona untuk mengajukan cuti selama tiga hari. Lalu tanpa memberitahu siapapun, ia terbang ke Italia. Menemui buah hatinya sekaligus mengobati hatinya yang terluka. Jika itu orang lain, mungkin akan segera dimarahi dan diancam dipecat karena telah menunda produksi. Namun karena itu adalah Tania, tidak ada yang berani mengatakan apapun di permukaan. Sedangkan Kevin, ia baru mengetahui jika Tania pergi ke luar negeri saat malam tiba. Setelah kejadian itu, sama seperti Tania, ia juga tidak pergi ke perusahaan. Di saat itu, ia tidak sempat meminta orang untuk membuntuti Tania di Italia. Jadi orang suruhannya hanya bisa mencarinya tanpa petunjuk selain kantor HR Mode.
Tania sampai di apartemen nya di Italia ketika pagi tiba. Kaylee dan Kaisar sedang sarapan saat Tania tiba di depan pintu apartemennya dengan mata yang sembab dan wajah yang pucat.
"Nona, apa yang terjadi?" Tanya Xia Xi Lin saat ia membuka pintu dan melihat penampilan Tania yang buruk.
"Tidak apa-apa. Apa anak-anak belum berangkat?" Tanya Tania.
"Belum nona. Kaylee dan Kaisar masih di rumah."
"Uh, kalau begitu aku akan pergi ke rumah Charlotte. Jangan katakan pada mereka jika aku datang. Aku akan kembali saat mereka sudah berangkat nanti." Ucap Tania. Kedua anaknya tidak boleh melihatnya seperti ini.
"Baik nona." Xia Xi Lin mengangguk patuh. Ia menutup pintu kembali setelah melihat punggung Tania yang menghilang di balik pintu lift.
"Kakak Lin Lin. Siapa tadi?" Tanya Kaylee yang melihat Xia Xi Lin masuk kembali.
"Oh itu orang salah kirim barang." Jawab Xia Xi Lin berbohong. Namun kedua anak itu sangat sensitif. Mereka mengetahui jika pengasuh mereka tengah berbohong pada mereka. Keduanya merasa ada yang disembunyikan olehnya. Namun mereka tidak akan mengekposnya. Mereka yakin jika Xia Xi Lin tidak akan pernah mengatakannya meskipun mereka memaksa.
"Baiklah. Cepat habiskan sarapan kalian. Lalu kakak akan mengantar kalian pergi sekolah." Xia Xi Lin mengangguk lega.
"Ya kak." Kaylee dan Kaisar menjawab dengan patuh. Keduanya segera menghabiskan roti selai mereka sebelum memakai tas mereka di belakang punggung. Mereka siap pergi ke sekolah.
Di permukaan, kedua anak ini tampak manis. Keduanya tampan dan cantik. Yang satu terlihat manis dengan senyum merekah di bibirnya. Tampak sangat ramah dan mudah didekati. Sedangkan yang lainnya tampak tenang dan kalem. Acuh dan dingin. Dengan wajah yang selalu datar dan penuh waspada, dia menjauhkan pria kecil yang berusaha mendekati adiknya.
Kedua kakak beradik ini tampan normal. Namun tidak akan ada yang memahami ikatan bathin antara keduanya. Seperti saat ini, mereka memiliki pemahaman yang sama mengenai keanehan yang terjadi pada Xia Xi Lin hanya dengan saling menatap. Mereka tidak perlu saling berbicara untuk membuat kesepakatan jika kemungkinan besar, keanehan yang terjadi adalah karena ibu mereka. Mereka yakin jika ibu mereka sebenarnya telah kembali namun entah kenapa disembunyikan dari mereka.
"Benarkan? Aku juga berpikir ada yang tidak beres." Ucap Kaylee saat ia melihat mobil Xia Xi Lin yang meninggalkan sekolahan dengan cepat. Biasanya, Xia Xi Lin akan menunggu mereka sampai mereka masuk ke dalam halaman dalam sekolah sebelum melajukan mobil nya. Namun hari ini, gadis muda itu terlihat terburu-buru.
"Hm. Tapi menurutmu, apa yang membuat mami menyembunyikan kepulangannya dari kita?" Kaisar bertanya pada kembarannya.
__ADS_1
"Aku tidak tahu. Mungkin mami ingin memberikan surprise?" Tebak Kaylee.
"Aku rasa tidak. Melihat wajah Kak Xi Lin pagi tadi, aku rasa tidak seperti itu." Jawab Kaisar setelah menganalisis semuanya.
"Kamu benar juga. Jangan-jangan mami bertemu dengan Daddy di Indonesia dan membuat mami bersedih?" Tebak Kaylee.
"Aku juga tidak tahu. Tapi jika sampai itu terjadi, aku tidak peduli meskipun itu adalah Daddy, siapapun yang membuat mami bersedih, aku tidak akan ragu untuk melawannya." Ucap Kaisar dengan penuh benci.
Di tempat yang sangat jauh, Kevin tiba-tiba merasakan punggungnya terasa sangat dingin dan menaikan suhu AC di ruang kerjanya sebelum ia mengangkat teleponnya dan berbicara dengan seseorang di seberang sana.
"Bagaimana? Apa kamu sudah menemukannya?"
*
*
*
...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_69🍁...
...Terima kasih sudah mampir 😘...
...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...
...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...
...***...
__ADS_1
...Salam sayang 😘...
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...