
Tania mengerucutkan bibirnya saat ia melihat Kevin yang menatapnya dari dalam mobil. Mengingat apa yang terjadi sebelumnya, ia tidak boleh berada dekat dengan Kevin beberapa waktu ini. "Mona, aku akan duduk depan." Ucap Tania saat Mona membuka pintu belakang mobil untuknya.
"Tidak tidak Miss. Saya tidak berani. Tolong jangan minta saya melakukannya." Ucap Mona memohon. Melihat tatapan mata Kevin yang seperti dapat menelan orang hidup-hidup saja sudah membuatnya takut. Mana bisa ia duduk di sampingnya?
Bukan salah Mona yang ketakutan. Kevin memang terlihat menakutkan saat suasana hatinya buruk seperti saat ini.
"Tidak. Aku ingin...ah!" Melihat jika Tania yang menolak permintaannya, Mona tidak memiliki cara lain selain mendorong Tania masuk ke dalam mobil hingga menubruk Kevin yang ada di dalam.
"Hehe. Maaf Miss. Saya terlalu kencang." Ucap Mona merasa bersalah sebelum ia menutup pintu dengan segera dan masuk ke dalam mobil di samping Danil.
Kevin tidak marah karena Mona mendorong masuk Tania dengan keras dan bahkan masih menabraknya. Ia puas dengan Mona yang tahu diri dan sadar akan tempatnya. Jika itu gadis lain, bukannya tidak akan melepaskan kesempatan yang sangat baik itu?
"Tidak apa-apa. Jangan takut. Kamu aman di sini sekarang. Aku akan memegang mu." Ucap Kevin santai. Ia menolak melepaskan Tania yang berusaha untuk memberontak.
"Takut apanya?! Justru kamulah yang membuatku takut! Cepat lepaskan aku." Teriak Tania tidak terima.
"Oh... Oke." Kevin melepaskan pelukannya. Yang sangat tidak terduga.
Tania mengernyitkan alisnya karena ia masih tidak percaya. Bagaimana mungkin Kevin yang biasanya melengket seperti lem yang susah dilepaskan menurut dengan mudah hanya karena ia memintanya. Namun belum sempat Tania duduk dengan mantap dan menemukan tempat yang tenang. Mobil yang awalnya melaju dengan tenang tiba-tiba mengerem mendadak dan menyebabkan mobil terguncang keras. Jika Mona tidak memakai sabuk pengaman dengan benar, kepalanya akan terbentur dengan keras.
"Maaf tuan, tadi ada kucing hitam yang tiba-tiba menyeberang. Apa anda baik-baik saja?" Danil menoleh ke belakang untuk melengkapi sandiwaranya. Ya. Dia memang sengaja. Saat ia melirik dari spion, ia menerima sinyal isyarat dari Kevin. Dan tentu saja, kucing hitam yang dimaksud tidak lah ada.
"Tidak apa-apa. Megemudi dengan baik sekarang." Kevin berkata dengan datar. Memberi isyarat agar ia tidak mengulanginya lagi.
__ADS_1
"Baik tuan." Danil mengangguk dan kembali fokus ke depan. Mengemudi dengan tenang. Danil sempat melirik Mona yang duduk di sampingnya yang juga terlihat terkejut. Ia merasa bersalah. Namun Dia juga tidak berdaya. Ini adalah perintah dari bosnya yang tidak mungkin tidak ia laksanakan.
"Kenapa memeluk ku sekarang? Bukankah tadi bilang jika tidak takut?" Kevin menatap wanita yang memeluknya erat. Ia sudah lama mengetahui jika Tania takut dengan getaran yang hebat. Jadi dia sengaja menyuruh Danil untuk mengerem mendadak dan membuat mobil bergetar. Menciptakan kesempatan untuk dirinya sendiri membuat Tania berinisiatif memeluknya. Betapa indahnya.
"Tidak. Aku tidak takut. Aku hanya terkejut." Tania menarik kembali tubuhnya yang masih memeluk Kevin. Kali ini terlihat seperti Tania yang menghamburkan dirinya sendiri.
Menyadari ini, Tania duduk dengan canggung. Namun baru saja ia duduk, lagi-lagi mobil berhenti mendadak dan Tania kembali kehilangan keseimbangan. Tentu saja dia dengan reflek mencari tempat yang aman untuk berlindung. Dan tempat yang paling dekat adalah Kevin. Tania kembali memeluk Kevin dan bahkan kali ini duduk di pangkuan Kevin dengan menenggelamkan wajahnya di dadanya.
Namun Tania juga tidak bodoh. Jika kebetulan itu hanya sekali, ia mungkin akan percaya. Tapi kebetulan sebanyak dua kali, nasib sial apa yang akan percaya?
"Kuda Nil! Kamu pasti sengaja kan?" Teriak Tania marah. Ia menunjuk Danil dengan tajam seakan bisa menusuk Danil dengan itu. Namun ia masih takut jika Danil tiba-tiba akan mengulangi lagi membuat mobil bergetar hebat, jadi dia masih menggantung di leher Kevin dan tidak mau melepaskannya.
"Pfft...." Mona hampir tidak dapat menahan tawanya setelah mendengar panggilan Tania untuk Danil.
"Maaf nona, tadi tiba-tiba ada motor yang memotong jalan begitu saja." Danil hanya bisa mencari kambing hitam atas perbuatannya.
"Tadi kucing hitam. Sekarang sepeda motor. Apa nanti kamu juga akan bilang ada seorang kakek-kakek buta yang menyeberang jalan?" Sinis Tania mengejek Danil.
"Sekali lagi maaf nona. Saya tidak akan mengulanginya lagi." Danil menggaruk belakang telinganya. I juga akan bingung untuk mencari alasan lagi jika Kevin memintanya.
"Huh! Jika kamu melakukan kesalahan seperti ini lagi, kamu lebih baik biarkan Kevin saja yang menjadi sopir dan kamu duduk di belakang bersama ku." Ancam Tania yang membuat Kevin suram seketika. Tania juga tahu jika Danil pasti bertindak karena Kevin. Jadi dia harus mengatasi dari akarnya. Dengan begini, Kevin akan menyerah bukan?
"Huk! Danil, berhenti main-main. Karena kamu tidak kompeten hari ini, bonusmu bulan ini akan dihapus." Ucap Kevin serius.
__ADS_1
"Baik tuan." Danil mengangguk pasrah. Ia menangis tanpa air mata.
*
*
*
...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_121🍁...
... kasih sudah mampir 😘...
...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...
...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...
...***...
...Salam sayang 😘...
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...
__ADS_1