
"Jangan macam-macam Tania." Ucap Kevin dengan nada rendah.
"Eh? Bukannya kamu yang bersikeras menjadi model? Apa kamu tidak tahu jika menjadi model itu harus selalu menyesuaikan penampilan nya? Apa kamu berubah pikiran sekarang? Tidak apa! Masih sempat jika merubahnya sekarang." Tania tersenyum sinis. Ia melipat kedua tangannya di depan dada sambil menatap Kevin dengan mengejek.
"Tidak. Siapa yang bilang jika aku tidak mau. Lakukan apa yang kamu inginkan. Namun kamu harus melakukannya dengan baik. Jika tidak, kamu bersiap-siaplah untuk menerima hukuman dariku!" Kevin menyerah. Namun sebelum itu ia masih tidak lupa memperingatkan Tania. Lagipula ia bisa mengunakannya untuk mencari alasan demi menghukum wanita ini sesuai dengan keinginannya.
Mendengar ancaman Kevin, Tania tidak begitu menanggapi dan memalingkan wajahnya saat ia mendengus. Lalu dengan terampil ia mulai memotong beberapa bagian rambut Kevin dengan seksama. Dari caranya, dapat dilihat jika Tania cukup familiar dengan gunting dan rambut.
Setelah merasa cukup menggunting, Tania mengoleskan krim rambut di tangannya sebelum mengaplikasikannya di rambut Kevin. Selama proses, Kevin berdoa semoga saja ia tidak dibuat konyol oleh Tania.
"Sudah selesai." Ucap Tania tiba-tiba membuat Kevin tersadar dari lamunannya.
"Apa kamu yakin?" Kevin segera mengambil ponsel yang ia letakkan di atas meja. Membuka aplikasi kamera dan menjadikannya sebagai cermin. Awalnya ia khawatir jika Tania mungkin akan membalas dendam padanya dan melakukan hal yang aneh dengan rambutnya, lagipula wanita ini memegang gunting di tangannya. Bisa saja dia memotong rambutnya asal kan?
Namun saat ia melihat penampilan barunya di dalam layar ponsel, betapa terkejutnya ia saat melihat tatanan rapi namun terlihat macho dan bergaya.
Tania harus mengakui jika penampilan laki-laki ini memang tidak bisa disangkal sama sekali. Selama empat tahun ini, setiap kali ia melihat Kaisar, ia pasti akan dapat melihat wajah Kevin dengan mudahnya karena ia sama sekali tidak dapat melupakan wajah tampan Kevin begitu saja. Apalagi penampilan Kevin kali ini sangatlah berbeda dengan hari biasanya.
Tema desain yang diusung Tania adalah pakaian kasual yang mewah dan elegan namun tidak melupakan sisi semangat jiwa muda yang tampak hidup. Jadi gaya model yang memakai pakaian itu juga harus disesuaikan.
Kevin biasanya tampil monoton dengan gaya rambut yang disisir rapi dengan menggunakan sedikit krim rambut. Hari ini, bukan hanya Kevin yang memakai pakaian kasual dari atas sampai bawah juga didukung dengan gaya rambut yang diatur Tania untuknya.
Kaisar tidak menyukai dipegang atau bahkan dekat dengan orang lain yang asing. Jadi dia mulai belajar memotong rambut dari para penata gaya di HR Mode untuk dapat memotong rambut Kaisar. Sejak Kaisar kecil, Tania sudah terbiasa memotong rambut putranya sendiri. Dia tidak menyangka sama sekali jika hari ini ia bahkan akan menggunakan keterampilannya itu pada Kevin. Benar-benar tidak terduga.
Dengan memanfaatkan gunting dan krim rambut, Tania menata rambut Kevin dengan gaya Taper Cut. Dengan gaya dasar rambut Kevin yang hanya dipotong pendek biasa dengan gaya Clipper Cut, gaya Taper Cut ini mudah diaplikasikan. Tania hanya memotong sebagian kecil rambut untuk menyesuaikan gayanya. Berbeda dengan gaya sebelumnya yang kaku, gaya Taper Cut ini lebih alami dan tidak kaku. Lalu dengan sentuhan krim rambut untuk menata rambut agar tidak berubah.
Dalam sekejap, di tangan Tania penampilan Kevin jelas berubah seratus delapan puluh derajat. Jika biasanya Kevin tampak tampan dengan terlihat kaku dan misterius. Kali ini Kevin terlihat lebih friendly dan lebih segar.
Berbeda dengan Tania yang puas dengan hasil karyanya, Kevin justru tampak mendung. Ia menatap Tania dengan curiga. Bukan karena hasilnya yang memuaskan. Justru karena hasilnya di luar ekspektasi, ia semakin tidak senang.
__ADS_1
"Kenapa? Apa tidak bagus?" Tania mengerutkan alisnya saat ia melihat wajah Kevin yang menatap nya dengan marah.
"Sepertinya kamu sangat biasa menata rambut pria. Laki-laki mana itu?" Tanya Kevin curiga. Tatapan matanya mendominasi.
"Laki-laki apa? Kamu jangan bicara omong kosong. Sebagai seorang desainer, aku juga harus bisa mengatur gaya model untuk bajuku. Huh! Sudah tidak ada waktu lagi. Rapat akan segera dimulai. Jadi mari kita berangkat." Tania memalingkan wajahnya. Mengambil tasnya dan berjalan keluar.
Namun belum sempat ia membuka pintu, tubuhnya sudah diputar dan ditekan pada dinding.
"Kevin! Jangan kurang ajar! Cepat lepaskan aku!" Teriak Tania sambil mendorong tubuh Kevin.
"Aku peringatkan padamu, mulai saat ini kamu dilarang menata rambut pria manapun!" Ucap Kevin penuh ancaman.
"Kamu tidak ada hak untuk melarangku." Tania menjawab dengan berani. Namun begitu ia selesai berbicara, bibirnya dibungkam oleh bibir Kevin dengan mendominasi. Ciuman pria itu menuntut kali ini.
"Hah hah hah..." Tania kesulitan mengatur napas begitu Kevin melepaskannya.
"Kamu gila!" Tania mendorong Kevin dengan marah. Namun kekuatan Tania jelas bukan tandingan bagi Kevin. Pria itu masih dengan leluasa menempelkan dahi mereka.
"...." Tania tidak menyangka akan mendengar jawaban semacam itu dari Kevin. Apalagi melihat tatapan Kevin yang terlihat jujur itu.
Sekejap, Tania tersentuh mendengar ucapan Kevin, namun ia segera menggelengkan kepalanya untuk menyadarkan dirinya. Ia tidak boleh melupakan apa yang telah laki-laki ini lakukan padanya di masa lalu.
"Kita bukan siapa-siapa lagi sekarang. Kamu tidak berhak melarangku melakukan apapun dan bertemu dengan siapapun. Terlebih lagi, Kamu tidak bisa menciumku seenaknya saja di masa depan." Ucap Tania tegas.
"Dengarkan aku Tania. Mulai saat ini kamu hanya boleh dekat denganku saja. Kamu milikku. Selamanya adalah milikku." Tegas Kevin. Ia menatap Tania dengan serius.
"Tidak Kev. Ini semua salah. Kita telah berpisah lima tahun lalu. Hidup kita sendiri-sendiri setelah itu. Jadi tolong lepaskan aku." Tania terus berusaha mendorong tubuh Kevin dengan sekuat tenaga.
"Tania, tolong beri aku kesempatan sekali lagi untuk memperbaikinya. Aku tahu aku salah di masa lalu. Tapi aku berjanji tidak akan melakukan kesalahan lagi di masa depan. Aku tidak akan mengecewakan mu. Tania, aku mohon terimalah aku kembali. Tolong berikan aku kesempatan." Kevin menangkap tangan Tania dan memegang tangan itu dengan lembut. Menatap mata Tania dengan penuh perasaan. Melihat sikap Kevin, Tania tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Jujur, ia tersentuh....
__ADS_1
Bohong jika dia tidak pernah mencintai pria itu. Entah kapan, Tania sendiri juga tidak menyadari kapan ia mulai mencintai pria itu di masa lalu. Dan bahkan sampai saat ini, detik ini, ia masih mencintai pria yang menjadi ayah dari kedua anak kembarnya itu. Meskipun membenci pria itu, namun rasa cintanya padanya jauh lebih besar dari rasa bencinya. Itulah kenapa ia mempertahankan kedua bayi yang dikandungnya daripada melenyapkan nya. Dulu, Tania pernah berpikir tidak apa-apa jika ia tidak bisa bersama dengan Kevin, namun dia masih memiliki kedua bayi itu sebagai kenang-kenangan.
Jadi saat ia medengar laki-laki yang dicintainya sejak bertahun-tahun itu kini mengungkapkan cintanya, bagaimana ia tidak tersentuh?
Tapi luka itu....
Sakit itu....
Apakah bisa dia lupakan begitu saja?
*
*
*
...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_68🍁...
...Terima kasih sudah mampir 😘...
...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...
...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...
...***...
...Salam sayang 😘...
__ADS_1
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...