
"Bisa dibilang bahwa Anda adalah designer kelas atas dunia. Anda bahkan mendapatkan gelar designer emas di HR Mode. Saya ingin tahu apakah anda memiliki pendapat mengenai apa yang saya laporkan tadi?" Tanya Sinta dengan senyum licik di bibirnya.
Laporan hanya dibacakan secara singkat mengenai garis besarnya saja. Sedangkan untuk laporan resmi nya akan mereka kirim pada Kevin setelah selesai rapat. Dengan mendengar secara sekilas laporannya itu, mustahil bagi Tania untuk memahaminya bahkan memberikan komentar kan?
Tania juga bukan orang bodoh yang tidak dapat melihat trik di balik pertanyaan Sinta.
Sinta tidak akan tahu bahwa kecintaan Tania terhadap Fashion telah memberi Tania kemampuan luar biasa untuk memahami banyak hal mengenai fashion termasuk memahami laporannya yang singkat itu. Lagipula, Tania telah mempersiapkan semuanya. Selama seharian kemarin ia sibuk mempelajari gaya fashion yang dimiliki Kev Fashion yang akan dapat digunakan sebagai tolok ukur dan pandangan untuk karya baru yang akan mereka luncurkan kemudian.
"Ehm... Baiklah jika memang nona Sinta ingin mendengar tanggapan saya, saya juga tidak akan keberatan mengatakannya." Saat Tania bicara, ia berdiri dari tempat duduknya. Menunduk sedikit pada Kevin sebagai bentuk hormat dan meminta izin berbicara.
"Tentu saja Miss Angela. Kami sebagai desaigner Kev Fashion selalu ingin belajar sesuatu dari Miss Angela yang terkenal." Sinta menggertakkan giginya. Melihat wajah percaya diri Tania, ia khawatir jika wanita itu memang dapat melakukannya. Tapi apakah memang bisa?
Tania tersenyum melihat Sinta yang mulai goyah. Jika ia tidak memberi Sinta pelajaran hari ini, takutnya di masa depan ia akan semakin merepotkan dan akan menghalangi pekerjaannya. Jadi dia harus dibereskan saat ini. Setidaknya ia harus memberitahunya bahwa ia tidak mudah digertak begitu saja.
"Saya telah mempelajari gaya fashion Kev Fashion selama beberapa tahun belakangan dan menyimpulkan jika gaya yang diterapkan selalu monoton dan terkesan sama pada setiap tahunnya. Yaitu pakaian mewah pria dan wanita. Dan dari laporan yang baru saja dibacakan oleh nona Sinta, tema yang diangkat masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya meskipun memiliki konsep yang berbeda." Tania berbicara dengan jelas.
"Itu karena Kev Fashion memang merk pakaian kelas atas meskipun diproduksi secara massal. Jadi gaya yang dipakai adalah gaya bangsawan yang elegan." Jawab Sinta percaya diri.
"Yah. Saya juga mengetahui hal ini. Namun pada dasarnya pakaian itu tidak hanya digunakan pada saat-saat tertentu. Orang-orang akan bangga jika mereka datang ke pesta dengan memakai pakaian dengan merk Kev Fashion. Tetapi pakaian-pakaian yang selama ini diproduksi hanyalah pakaian pesta yang tidak bisa digunakan pada hari-hari biasa. Jadi menurut saya, gaya tema untuk tahun ini sebaiknya diubah menjadi pakaian sehari-hari."
"Jika pakaian itu dipakai sehari-hari bukankah tidak akan ada lagi label pakaian mewah?" Sinta bertanya dengan sedikit emosi. Meskipun ia berkata jika ia ingin mendengar pendapat Tania, namun ia juga tidak akan menerima begitu saja saat karya nya dikritik seperti itu.
__ADS_1
"Ah. Sepertinya ada kesalahan dalam memahami istilah 'mewah' ini. Para bangsawan juga tidak akan memakai pakaian pesta ini setiap harinya. Pada hari-hari biasa, mereka juga memakai pakaian seperti orang biasa. Tetapi karena mereka adalah bangsawan, mereka masih harus pilih-pilih pakaian yang mereka kenakan yang harus sesuai dengan status dan karakter yang mereka miliki. Namun karena pakaian seperti itu tidak mudah ditemukan, para bangsawan akan pergi ke butik atau memesan pakaian dari luar negeri." Jelas Tania sambil menatap Tania.
"Selain itu, Kev Fashion ada di dalam negara berkembang. Jadi tidak ada banyak bangsawan yang akan sering pergi ke pesta. Kebanyakan masyarakat di sini adalah rakyat biasa yang jarang pergi ke pesta-pesta resmi. Jadi mereka sudah akan merasa cukup dengan memiliki satu atau dua set gaun pesta yang bisa dipakai bergantian. Namun berbeda dengan pakaian sehari-hari. Mereka tidak akan menunggu ada pesta sehingga mereka bisa menggunakan pakaian yang mereka beli. Pakaian sehari-hari yang mewah ini lah yang saat ini tidak ada di pasaran. Jadi saya rasa, kesempatan ini adalah kesempatan yang sangat bagus sebagai peluang."
"Pakaian sehari-hari yang mewah? Sangat mudah diucapkan namun akan sulit diterapkan. Bagaimana ada pakaian sehari-hari yang mewah? Hm.... Saya penasaran, Miss Angela telah menyebutkannya. Apakah Miss Angela telah memiliki gambaran untuk membuat pakaian yang seperti ini?" Sinta bertanya dengan mengintimidasi.
"Saya berbicara tentu saja saya telah memiliki beberapa. Seharian kemarin saya bekerja juga bukan hanya membuang waktu saja. Karena kerjasama ini sangat penting bagi dua perusahaan, saya juga harus bekerja keras untuk mewujudkan kerjasama yang berkesinambungan." Jawab Tania percaya diri sebelum ia menoleh pada Mona yang menunggu di belakangnya.
"Mona, tolong tunjukkan design yang saya buat kemarin." Perintahnya pada Mona yang segera mengeluarkan beberapa design yang diserahkan pada Kevin dan juga flashdisk yang segera disambungkan pada layar proyektor untuk menunjukkan nya pada semua orang.
Dalam sekejap, beberapa design pakaian biasa terlihat di layar dan membuat semua orang takjub. Pakaian di dalam design memang terlihat seperti pakaian biasa pada umumnya, namun bagaimana pun mereka melihat, pakaian itu memang terlihat mewah seperti yang dikatakan. Meskipun hanya design yang ada di dalam layar, namun mereka adalah orang yang telah lama berkecimpung di dalam dunia fashion sehingga mereka seperti dapat melihat pakaian jadi hanya dengan melihat designnya saja. Apalagi design yang digambar Tania sangat jelas dengan guratan yang tegas. Membuat semua orang bahkan orang awam akan dapat dengan mudah melihat pakaian yang akan dibuat dengan design tersebut.
"Memang benar seorang designer emas dari perusahaan ternama. Karyanya memang patut diacungi jempol."
"Jenius. Aku tidak menyangka jika pakaian sehari-hari bisa terlihat snagat mewah seperti itu. Jika pakaian-pakaian ini akhirnya diproduksi, aku bersedia datang dan mengantri dengan para pelanggan lainnya untuk mendapatkan nya masing-masing untuk diriku sendiri.".
Namun akan selalu ada orang yang tidak suka dengan keberhasilan orang lain. Sinta, yang awalnya mengira bahwa ia akan dapat membungkam Tania dan berharap agar semua orang tidak memujinya lagi pada saat ini tidak dapat berkata-kata. Semua design yang ditunjukkan oleh Tania memang sangat bagus dan terlihat elegan, dengan sekali lihat saja ia akan tahu jika pakaian-pakaian yang diproduksi dengan desaign itu akan laku keras di pasaran. Tetapi karena itu dibuat oleh Tania, ia tidak jadi menyukai dan mengakuinya. Namun karena pada saat ini semua petinggi perusahaan ada di sini, ia tidak mungkin menunjukkan ketidaksukaannya dengan jelas sedangkan yang lainnya mendukung.
Oh tidak. Sepertinya tidak semua orang. Kevin yang memiliki kekuasaan tertinggi yang bisa memutuskan masalah ini terlihat acuh dan dingin. Sepertinya bos nya ini belum menyetujui pendapat Tania. Dia masih ada kesempatan.
"...." Sinta baru akan membuka mulutnya untuk menanyakan pendapat Kevin saat suara Tania yang seperti sedang mengejeknya terdengar.
__ADS_1
"Ehem. Bagaimanapun ini hanyalah pendapat saya saja. Mengenai pendapat saya ini dipakai atau tidak, kita hanya bisa menunggu tuan Kevin untuk memutuskannya untuk kita." Tania dengan enggan melirik Kevin yang sejak tadi diam membiarkan begitu saja keributan di sekitar.
*
*
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_51🍁...
...Terima kasih sudah mampir 😘...
...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...
...Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya...
...***...
...Salam sayang 😘...
__ADS_1
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤ ...