Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 31. Mendesain Tania


__ADS_3

Tania berlari ke dalam hotel begitu ia turun dari mobil yang ia kendarai sendiri. Lima belas menit yang lalu, ia menerima telepon dari Danil yang mengatakan bahwa Kevin tiba-tiba pingsan saat mereka hendak kembali ke perusahaan setelah meeting. Danil mengatakan jika ia hendak mengantar Kevin ke rumah sakit Namun dalam keadaan setengah sadar, Kevin menolak dan meminta Danil untuk mengantarnya ke kamar presidential suite untuk beristirahat sebentar.


Kevin juga menolak saat Danil akan memanggil dokter untuk datang dan memeriksa nya. Namun karena Danil khawatir pada keadaan Kevin, ia memutuskan untuk memanggil Tania datang untuk membantunya.


Tania yang mendengar jika Kevin pingsan. Segera bergegas pergi ke hotel untuk melihat keadaan Kevin. Tania tidak pergi ke resepsionis untuk menayangkan kamar Kevin karena ia tahu hal itu pasti akan sia-sia saja. Jadi dia hanya bisa menghubungi Danil untuk mencari tahu posisinya.


Kevin beristirahat di presidential suite yang tentu saja berada di lantai atas. Hotel ini adalah tempat pesta pernikahan mereka dan begitu pun dengan kamar presidential suite yang ditempati Kevin saat ini. Dengan cepat, Tania masuk ke dalam lift dan menekan angka lantai dimana Kevin berada. Tania merasa jika setiap detik di dalam lift terasa sangat lama. Ia mengetukkan ujung sepatunya pada lantai saat ia cemas.


Di sebuah ruang presidential suite lainnya yang ada di lantai yang sama, Kevin duduk menatap layar laptop yang menampilkan rekaman CCTV dari lorong-lorong hotel dan juga lift dimana Tania sedang berada di sana. Ia memperhatikan wajah Tania yang terlihat khawatir dan cemas. Ia tidak bisa tidak merasa rumit.


"Tuan, nona sebentar lagi akan sampai. Apakah anda yakin akan melakukan ini pada nona?" Danil bertanya dengan ragu. Meskipun semua pengaturan direncanakan oleh tuannya sendiri, namun ia masih khawatir jika tuannya akan menyesal.


"Apakah kamu juga sudah mengatur kamera di ruangan itu?" Kevin tidak menjawab dan ganti bertanya.


"Sudah tuan." Jawab Danil. "Apakah anda mau memeriksanya?" Lanjutnya dengan hati-hati. Melihat Kevin tidak menjawab, Danil dengan inisiatif nya sendiri dan segera mengatur layar untuk menampilkan rekaman yang direkam CCTV di dalam kamar presidential suite yang dimaksudkan.


Di saat Kevin melihat pria di dalam ruangan yang telah didesain dengan romantis, Tania yang berada di dalam lift sendirian mulai merasa pusing. Tania tidak menyadari jika seorang wanita paruh baya yang baru saja keluar dari lift dengan sengaja menyebarkan bubuk afrosidiak ketika ia hendak keluar yang menyebabkan Tania langsung bereaksi terhadap obat perangsang tersebut.


Ting....


Pintu lift terbuka. Tania keluar dari lift dengan tubuh yang lemas. Ia memegangi kepalanya yang berdenyut dan terlihat gelisah. Seluruh wajahnya merah karena ga-irah. Matanya yang biasanya cerah saat ini terlihat buram. Namun dilihat dari wajahnya yang serius, Tania berusaha mempertahankan kesadarannya.


Di lantai tersebut tidak terdapat banyak kamar. Hanya ada empat di lantai teratas hotel tersebut. Satu ditempati Kevin saat ini, satu lainnya adalah kamar yang dituju Tania. Sedangkan dua kamar lainnya sengaja dikosongkan sehingga hanya Tania yang akan masuk ke dalam lift menuju lantai teratas.


Dengan susah payah, Tania akhirnya sampai di depan kamar yang dimaksud Danil. Tanpa kesusahan, Tania pun membuka pintu karena pintu memang tidak dikunci. Namun Tania tidak menyangka jika tepat setelah pintu dibuka, sebuah tangan menangkapnya dan menariknya masuk.

__ADS_1


Dalam keadaan setengah sadar, Tania mencoba melihat siapa orang yang telah menariknya dan dia melihat seorang pria asing yang smaa sekali tidak pernah ia lihat sebelumnya. Pada saat ini, Tania sadar bahwa ia sedang dijebak. Dan dia tahu siapa yang berniat menjebaknya. Tidak lain dan tidak bukan, itu pasti ulah Kevin. Sebab Danil terlibat di dalam rencana dan tidak mungkin bagi seorang Danil bertindak tanpa perintah Kevin.


Mengingat hal ini, Tania sangat marah. Andai saja dia tahu, dia tidak akan datang terburu-buru hanya untuk dijebak seperti ini. Dia memang sudah merasa kotor sebelumnya setelah apa yang telah ia dan Kevin lakukan. Namun membayangkan dia melakukannya lagi dengan pria asing, ia tiba-tiba ingin mengakhiri hidupnya.


"Lep-pass. Lepaskan aku." Tania berusaha mendorong pria asing itu sekuat tenaga. Namun tubuhnya mengkhianatinya. Tania telah terkena obat perangsang sebelumnya sehingga entah kenapa, ia mulai mencari kenyamanan saat dirinya merasa tubuhnya.


Keesokan harinya, Tania bangun dengan sekujur tubuh nya terasa sakit. Tania segera menyadari apa terjadi dan menjambak rambutnya sendiri dengan frustasi. Ia telah benar-benar hancur saat ini. Namun yang aneh adalah bagian intinya tidak begitu berdenyut dan nyeri yang sangat berbanding terbalik dengan keadaan tubuhnya yang rasanya hampir patah. Bahkan bagian intinya terasa sedikit sejuk dan dingin sehingga mengurangi rasa sakit.


Apakah pria itu begitu perhatian hingga memperdulikan masalah seperti itu?


Tidak! Dia tidak perlu memikirkan hal ini. Bagaimanapun, orang asing itu telah melakukan kesalahan padanya. Tidak peduli seberapa pedulinya pria asing itu, dia adalah orang jahat yang tidak bisa ia lupakan begitu saja.


Ini adalah hotel di bawah naungan AB Grup. Jadi dia akan bisa menemukan siapa pria itu agar ia bisa memberinya pelajaran.


Namun saat ia akan turun dari ranjang, tangannya menyentuh sesuatu yang keras di atas ranjang.


Itu adalah sebuah kancing. Kancing itu jelas bukanlah miliknya dan sudah pasti itu adalah milik pria asing itu. Tania yang merupakan seorang desaigner yang dapat mengenali kancing itu hanya dengan satu kali lihat. Apalagi saat ia melihat tanda khusus di belakang kancing, ia telah dapat memastikan siapa orang yang memiliki kancing itu karena tidak ada orang lain yang memiliki kancing yang sama seperti yang ada di tangannya ini bahkan jika ia mencarinya di seluruh dunia.


"Kevin! Aku tidak percaya jika kamu bahkan bisa melakukan hal kotor seperti ini padaku!"


Ya. Pemilik kancing itu adalah Kevin. Tania mengenali kancing itu dengan baik karena kancing itu dibuat secara khusus dan bahkan ada huruf AB yang khas di belakangnya. Setiap jas dan setelah Kevin selalu memakai kancing ini. Jadi, pria semalam bukanlah orang asing melainkan Kevin. Tetapi, dia jelas-jelas melihat orang itu semalam. Dan dia bukanlah Kevin. Apa yang sebenarnya terjadi?


*


*

__ADS_1


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_31🍁


Terima kasih sudah mampir 😍


Like, VOTE, rate dan komentar nya akoh tunggu...🤗


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya


...***...


...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...


...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...


...🍃Malam Ke Dua puluh lima🍃...


...🌸Pada malam ke dua puluh lima, Allah akan menghilangkan siksa kubur dari dirinya🌸...


...Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰...

__ADS_1


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...


__ADS_2