
Pria itu maju dengan ragu-ragu. Ia tidak boleh lari sekarang. Ia masih menyembunyikan tangannya di belakang kebjnnya. "Tuan, pagi ini tangan saya terkena kopi yang masih panas jadi sedikit melepuh." Jawab laki-laki itu berbohong.
"Benarkah?" Tanya Danil menyelidik.
"Iya tuan."
"Apakah kamu berani periksa di lab dan mencari tahu itu terkena kopi atau terkena hal yang lain?" Danil semakin memojokkan.
Tangannya tidak sengaja terkena cairan Fluoroantimonat saat ia menuangkan cairan itu pada tali baja. Ia juga tidak tahu jika cairan yang dia dapatkan dari seseorang yang memintanya melakukan nya akan memiliki dampak yang sangat parah. Jika tangannya benar-benar diperiksa, maka akan diketahui jika ia sedang berbohong.
"Oh ya? Sebenarnya aku baru saja menemukan sebuah tabung dengan sisa cairan yang sangat berbahaya yang jika tidak sengaja mengenai kulit setetes saja, kulit itu mungkin akan meleleh. Lalu jika luka tersebut tidak ditangani dengan baik akan dengan mudah dimasuki bakteri dan kuman. Setelah itu, semua orang pasti tahu apa yang akan terjadi selanjutnya tanpa aku mengatakannya di depan semua orang. CK CK CK." Danil sengaja mengatakannya dengan sangat jelas untuk menakuti orang itu.
"Tuan saya tahu saya salah. Saya mengaku tuan. Sayalah yang memberi cairan itu pada tali baja lift. Tapi saya bersumpah bahwa saya tidak tahu cairan apa itu. Tuan, saya akan memberitahu Anda semua yang saya tahu, tapi tolong saya tuan. Saya tidak ingin kehilangan tangan saya." Pria itu tiba-tiba jatuh dan berlutut di depan Danil.
Danil menatapnya dengan kesal. Semua orang cukup terkejut mendengar pengakuan rekan mereka. Pria ini selama ini dikenal sebagai seorang pekerja yang mau bekerja keras. Dia rajin dan juga baik hati. Ia juga tidak pernah mengeluh mengenai pekerjaannya. Jadi apa yang membuat dia malah berkhianat pada perusahaan dan malah berbuat hal yang sangat jahat?
Sebenarnya laki-laki itu awalnya memang orang yang baik seperti yang dikenal orang-orang selama ini. Namun sejak empat bulan yang lalu saat ia tidak sengaja berkenalan dengan seorang bandar yang memberinya obat-obatan terlarang, ia jadi berubah sedikit demi sedikit.
Dia berasal dari luar kota dan datang ke ibukota sendirian untuk mengadu nasib. Dia beruntung bisa diterima bekerja di Kev Fashion selama tiga tahun dan membuat ekonomi keluarga nya menjadi terjamin. Namun karena ia tidsk memiliki siapapun di kota, ia tidak memiliki teman bicara yang bisa ia ajak bicara saat ia memiliki masalah. Jadi dia sering pergi ke tempat umum untuk menenangkan diri.
Empat bulan lalu, gadis yang ia cintai tiba-tiba resign dari kantor dan menikah dengan orang lain. Ini juga salahnya karena tidak pernah mengatakan pada gadis itu jika dia menyukainya sehingga gadis itu menerima pinangan dari laki-laki yang bahkan tidak dikenalnya. Karena sakit hati, ia mencoba pergi ke klub malam dan disanalah ia bertemu dengan bandar obat terlarang dan membuatnya mencoba obat terlarang itu untuk melupakan masalahnya. Sejak itu ia menjadi kecanduan dan duninya berubah. Pada puncaknya, ia sampai tidak memiliki uang untuk membeli obat terlarang itu.
__ADS_1
Saat itu, Khanza datang dan menawarinya pekerjaan. Karena ia merasa jika pekerjaan nya mudah dengan upah yang sangat banyak, ia menyanggupinya tanpa berpikir.
"Baiklah kalau begitu. Ingat apa yang kamu katakan saat ini. Jika kamu mengatakan satu kebohongan saja, bukan hanya tanganmu yang akan meleleh karena cairan itu melainkan seluruh tubuhmu. Apa kamu paham?" Ucap Danil dengan tegas.
"Iya tuan. Saya berjanji saya tidak akan membohongi anda. Saya berjanji tuan."
"Huh! Kalian, bawa laki-laki tidak tahu diri ini ke rumah sakit." Ucap Danil pada para pekerja keamanan yang segera menyanggupi.
Pria itu menempati janjinya, di dalam lift sebelum perjalanan ke rumah sakit, ia memberitahukan semuanya pada Danil. Danil yang mengetahui jika Khanza lah yang menjadi dalang atas kejadian malang yang menimpa Tania tidak begitu terkejut. Lagipula wanita gila ini tidak segan melukai dirinya sendiri demi mendapatkan perhatian Kevin, jadi melukai orang lain tidak masalah baginya.
Setelah mendapatkan keterangan yang dibutuhkan dari orang ini, Danil tidak mengantar pria ini pergi ke rumah sakit dan hanya menyuruh orang-orang nya untuk melakukannya. Ia masih harus melanjutkan tugasnya yaitu mengatakan hasil penyelidikan pada Kevin. Lagipula pelaku dalam hal ini adalah Khanza, Danil tidak akan berani mengambil tindakan tanpa persetujuan.
Saat mengetahui jika Khanza terlibat dalam kecelakaan yang dialami Tania, tangan Kevin yang memegang ponsel Danil yang merekam pengakuan pria itu bergetar. Ia ingat apa yang telah ia janjikan pada Tania bahwa ia tidak akan segan meskipun orang itu adalah Khanza. Ia akan memberikan keadilan untuk Tania. Awalnya ia tidak menduga jika pelaku sebenarnya memanglah Khanza.
"Tuan, apa yang harus saya lakukan?" Tanya Danil yang melihat Kevin mengepalkan tangannya.
"Tunggu sebentar. Jangan beritahu siapapun mengenai hal ini. Aku akan..."
"Tok tok tok." Suara pintu menghentikan ucapan Kevin. Kedua orang di dalam ruangan menatap pintu yang masih tertutup.
"Tuan, bolehkan saya masuk?" Suara asisten sekretaris yang mereka kenal terdengar dari balik pintu.
__ADS_1
"Masuklah." Jawab Kevin seketika.
Tidak semua orang bisa masuk ke dalam ruangan Kevin. Bahkan jika itu asisten sekretaris Kevin sendiri. Jika ada sesuatu yang perlu disampaikan pada Kevin, mereka biasanya akan memberikannya pada Danil yang akan meneruskannya pada Kevin. Jadi jika mereka berani mengetuk pintu dan masuk, itu artinya apa yang akan mereka sampaikan sangatlah penting.
*
*
*
...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_157🍁...
... kasih sudah mampir 😘...
...Like, VOTE, rate dan komentar nya tunggu...🤗...
...Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...
...***...
__ADS_1
...Salam sayang 😘...
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...