
Orang yang diperintahkan oleh Kevin untuk mencari tahu keberadaan Tania adalah seorang pria muda bernama Garel. Dia adalah anak buah Kevin yang memang telah berada di sekitar perusahaan sejak Tania datang kemarin. Selain kantor tempat Tania bekerja Tania, tidak ada petunjuk lain yang dapat digunakan untuk mempermudah pencarian. Namun sampai dua hari, orang itu masih tidak melihat Tania di perusahaan. Dia tidak mungkin menanyakan alamat Tania secara langsung atau masalah akan semakin besar karena kecerobohan nya. Ia masih harus mencari Tania dengan kemampuannya sendiri.
Lalu ia mulai lebih dekat dan mencari tahu siapa teman yang dekat dengan Tania. Namun menurut informasi yang ia dapatkan, Tania tidak begitu dekat dengan semua orang. Tania hanya memiliki seorang teman di kantor.
Jadi di hari kedua ini, orang itu mencari Charlotte untuk menanyakan mengenai Tania padanya. Garel sudah biasa keluar masuk kantor HR Mode dan berhubungan dengan banyak orang di dalam kantor besar itu. Jadi tidak ada yang menghentikannya saat ia masuk untuk menemui Charlotte. Laki-laki suruhan Kevin itu bahkan menemui manager Charlotte dengan alasan membicarakan masalah pekerjaan dengannya. Dengan alasan seperti itu, Charlotte dengan patuh menemui Garel.
"Selamat siang, tuan." Charlotte menemui Garel yang telah menunggunya di ruang kerja managernya. Sedangkan sang manager dengan sadar diri memberikan ruang kerjanya untuk sementara sedangkan dia pergi ke pantry.
"Selamat siang nona Charlotte. Silahkan duduk." Garel menjawab dengan sopan dan mempersilahkan Charlotte duduk di sofa yabg berseberangan dengannya.
"Terima kasih." Charlotte duduk dengan kaku. Ia tidak tahu apa tujuan laki-laki yang tidak ia kenal sama sekali itu datang mencarinya.
"Nama saya Garel. Jika Miss Angela adalah perwakilan untuk HR Mode di Kev Fashion, saya adalah sebaliknya. Saya adalah perwakilan untuk Kev Fashion di HR Mode ini." Garel memperkenalkan diri. Setelah mendengar ucapan Garel, Charlotte akhirnya mengerti kemungkin alasan apa yang membawa pria asing itu menemuinya. Ini pasti ada hubungannya dengan Tania yang kembali dengan keadaan kacau kemarin.
"Oh Tuan Garel. Saya sangat tersanjung dapat bertemu dengan anda secara pribadi." Charlotte bukan orang yang bodoh dan sembrono. Ia tahu bahwa ia tidak bisa memberikan informasi apapun mengenai Tania pada laki-laki yang kemungkinan besar datang atas perintah dari Kevin, mantan suami Tania sekaligus ayah kandung dari si kembar. Meskipun ia masih ingin jika si kembar memiliki keluarga yang lengkap, setelah ia mendengar keputusan Tania yang tidak akan memberikan kesempatan pada Kevin dengan mudah untuk kembali, ia benar-benar menghormati keputusan yang diambil teman nya itu dan akan mendukungnya sepenuh hati.
"Saya yakin jika nona Charlotte adalah orang yang cerdas yang akan langsung mengerti apa yang ingin saya sampaikan." Garel menopang tangannya saat ia menatap Charlotte dengan mengintimidasi.
"Huk! Mohon maaf tuan. Saya benar-benar tidak mengerti apa yang anda bicarakan. Jika anda tidak mengatakannya, bagaimana saya tahu?" Charlotte terbatuk ringan. Ia berusaha mengulur waktu untuk berpikir jawaban paling masuk akal untuk apapun yang akan ditanyakan laki-laki di depannya ini.
"Huh kalau begitu saya juga tidak akan basa basi. Dimana alamat Miss Angela tinggal?" Garel bertanya dengan tidak sabar. Kevin sudah mengancamnya setiap hari.
__ADS_1
"Eh? Bukannya ini tidaklah pantas ya? Tuan, masalah ini adalah masalah pribadi yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan urusan pekerjaan. Jadi saya tidak berkewajiban menjawabnya." Jawab Charlotte mengepalkan tangannya.
"Nona Charlotte tolong jangan persulit saya. Saya yakin anda pasti tahu jika Miss Angela kemarin kembali ke Italia dan meninggalkan pekerjaannya di sana. Anda adalah teman yang paling dekat dengannya. Saya yakin jika Miss Angela akan menghubungi anda. Jadi saya harap nona Charlotte dapat bekerjasama dengan baik dan memberitahu alamat tempat tinggal Miss Angela agar semuanya bisa berjalan dengan mudah." Garel mulai mengancam dengan serius.
"Oh sepeti itu. Tapi mohon maaf karena saya masih tidak bisa membocorkan masalah ini pada anda. Jika tidak ada yang lain yang ingin anda bicarakan, saya permisi sekarang. Saya masih memiliki banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan. Permisi." Charlotte segera berdiri dan keluar dari ruangan tanpa menunggu persetujuan dari Garel yang melongo kaget. Ia pikir jika ia telah melakukan sesuatu dengan baik bahkan dengan menggunakan ancaman. Namun Wanita ini benar-benar tanggung dalam mempertahankan pendirian nya.
Sementara Tania yang masih berada di Italia, seseorang datang ke perusahaan. Namun kedatangannya seketika membuat seluruh perusahaan geger.
Bagaimana tidak? Dia datang bersama dengan Kevin dan masih menggelayut di lengan kokoh Kevin dengan mesra. Ya benar. Dia adualah Khanza. Khanza datang tepat satu hari setelah Tania pergi. Kaevin sebenarnya ingin menyusul Tania secara pribadi. Namun karena Khanza yang tiba-tiba datang, ia mengurungkan niatnya.
Satu hari sebelumnya, berita mengenai Tania yang tiba-tiba mengambil cuti di saat perusahaan sedang sibuk-sibuknya dan yang paling penting adalah bahwa Tabia mengabaikan fakta bahwa dialah yang paling bertanggung jawab atas proyek. Meskipun kelihatan tenang di permukaan, di belakang, semua orang membicarakannya. Mereka menduga-duga alasan kepergian Tania. Apalagi orang-orang yang sejak awal memang tidak menyukai Tania. Mereka semakin bersemangat menyebarkan berita buruk mengenai wanita cantik itu.
Belum mereka hawa panas di perusahaan. Semua orang disuguhi pemandangan lain yang membuat orang memelototkan mata mereka sebelum mengucek nya khawatir mereka salah melihat. Bos mereka saja sudah mengejutkan mereka dengan perlakukannya pada Tania. Namun sekarang bahkan lebih mengejutkan lagi. Sejak kapan bos mereka menjadi sangat menyukai wanita cantik?
Mengabaikan gosip simpang siur yang terus memanas, Khansa duduk dengan semangat di meja asisten yang ada di luar ruangan Kevin yang berhadapan dengan meja Danil.
Khanza datang dengan persiapan. Setelah ia dikirim pergi oleh Kevin tahun itu, ia menyerah untuk melawan karena ia tahu bagaimana pun ia memaksa Kevin untuk tidak mengirimnya pergi, pria itu tidak akan mengubah keputusan yang telah ia putuskan. Jadi alih-alih terus merengek dan membuat Kevin semakin marah, ia patuh dan menunggu kesempatan.
Tahun itu ia kembali dikirim untuk belajar di luar negeri. Namun karena ia telah menyelesaikan pendidikan formalnya, Kevin mengirimnya ke China untuk mempelajari berbagai keterampilan. Entah bagaimana Kevin menemukan sebuah keluarga tua di pedesaan yang masih menjaga adat istiadatnya dan mengirim Khanza tinggal di sana.
Setelah tinggal di sana selama bertahun-tahun, Khanza akhirnya dapat kembali setelah ia berhasil melarikan diri dan langsung terbang ke Indonesia untuk menemui Kevin. Dia sengaja tidak memberitahu Kevin sebelumnya agar laki-laki itu tidak memiliki alasan untuk mengusirnya lagi.
__ADS_1
Kali ini Khanza nekat kabur dan pulang ke Indonesia untuk kembali ke sisi Kevin karena ia mendengar dari mata-matanya yang ada di perusahaan Kevin jika ada seorang wanita yang cukup dekat dengan Kevin dan Kevin memperlakukannya dengan cara yang berbeda. Dan saat Khanza mengenali wanita itu dari foto yang dikirim oleh orang itu, ia mengenali jika wanita itu tidak lain adalah Tania. Satu-satunya wanita yang bahkan bisa lebih dekat dengan Kevin dibandingkan dengan dirinya.
Melihat jika Tania telah kembali, Khanza pun mencari cara untuk dapat kembali. Ia tidak boleh membiarkan Tania berada di dekat Kevin dan membuat Kevin kembali padanya. Ia sudah mencintai Kevin sejak sepuluh tahun yang lalu. Ia tidak akan kalah dengan Tania yang baru datang.
*
*
*
...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_73🍁...
...Terima kasih sudah mampir 😘...
...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...
...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...
...***...
__ADS_1
...Salam sayang 😘...
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...