Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 154. Sebenarnya Bukan Khanza


__ADS_3

Rumah sakit tempat Tania dirawat sama dengan rumah sakit tempat Tari dirawat. Arsya tidak sengaja melihat Kevin yang baru saja keluar dari ruang rawat Tania dan segera menghampirinya.


"Jika anda berani, hadapi saya sebelum anda menyakiti adik saya." Arsya salah paham. Ia salah mengira jika kali ini Kevin di rumah sakit juga karena Khanza seperti terakhir kali.


Kevin tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Arsya dan mengerutkan keningnya. "Apa maksud anda?"


"Jangan berpura-pura. Saat ini kalian sudah berpisah dan anda juga sudah ada wanita lain. Jadi jangan dekati adik saya lagi." Lanjut Arsya lagi. Membuat Kevin semakin tidak mengerti.


"Yah... Sepertinya anda salah sangka."


"Salah sangka? Anda saat ini pasti sedang menunggu wanita anda kan? Masih berani mengelak." Arsya berkata dengan percaya diri.


"Yah. Saya memang sedang menunggu wanita saya. Tapi ..." Lagi-lagi Arsya memotong penjelasan Kevin hingga Kevin tidak berhasil memberitahu Arsya bahwa wanita yang ada di dalam ruangan saat itu tidak lain dan tidak bukan adalah adiknya sendiri.


"Nah nah. Sekarang ngaku kan?" Arsya menatap Kevin dengan mengejek.


Kevin tidak tahu harus bagaimana lagi menyelesaikan kesalahpahaman itu hingga pintu ruang UGD terbuka dan seorang perawat keluar. "Keluarga pasien Tania." Ucapnya membuat kedua orang yang sedang berdebat berhenti dan menoleh secara bersamaan.


"Saya sus. Saya suaminya." Kevin lebih cepat bereaksi dibandingkan Arsya yang masih bingung. Perawat itu berkata jika pasien di dalam ruangan adalah Tania dan Kevin masih mengaku sebagai suaminya. Ada apa ini?


"Nona Tania kehilangan banyak darah. Sedangkan di rumah sakit ini kebetulan tidak memiliki stok darah yang sama dengan pasien. Jadi kami ingin bertanya apakah ada keluarga yang memiliki golongan darah yang sama dengan pasien." Perawat itu bertanya setelah Kevin sudah ada di depannya.


"Saya sus. Golongan darah saya sama dengan istri saya." Jawab Kevin tegas.


"Baiklah kalau begitu mari ikuti saya untuk melakukan pemeriksaan." Ucap perawat itu lalu membawa Kevin ke dalam ruangan khusus tak jauh dari ruangan UGD.


Arsya melihat punggung Kevin menghilang di balik pintu salah satu ruangan dengan bingung. Apakah yang didengarnya barusan adalah benar? Tidak. Ini tidak penting untuk saat ini. Nanti dia akan menanyakan kebenaran ini lagi pada Tania saat ia sudah bertemu dengan adiknya itu. Yang terpenting saat ini dalh mengetahui keadaan Tania. Kevin berkata dia sedang menunggu istrinya yang tidak lain adalah Tania, seperti yang ia dengar dari perawat tadi.


Segera menyadari kesimpulan dari semua informasi yang mengejutkannya itu, Arsya mendongak ke arah jendela ruang UGD berharap dapat melihat Tania. Namun sayangnya, tirai rumah sakit berwarna hijau menghalangi pandangannya.

__ADS_1


Perawat yang membawa Kevin sudah keluar dari ruangan dengan membawa satu kantung darah. Setelah itu segera masuk ke dalam ruangan UGD agar darah tersebut dapat segera diberikan pada Tania yang sedang membutuhkan. Arsya yang melihat perawat keluar segera masuk dan melihat Kevin sedang berbaring di atas ranjang.


"Kau, katakan apa yang terjadi sebenarnya. Jangan coba untuk membohongiku." Ucap Arsya begitu ia masuk. Ia tidak tahu kondisi Tania saat ini, ia juga tidak berani mengganggu perawat maupun dokter karena ia khawatir akan mengganggu pengobatan Tania, jadi dia hanya bisa menanyakannya pada Kevin.


"Lift kantor yang ditumpangi Tania jatuh." Ucap Kevin saat ia menoleh dan berusaha untuk duduk. Ia sudah baikan setelah ia makan vitamin yang diberikan oleh perawat.


"Apa?!" Arsya berteriak dengan keras. Ia tidak menyangka terjadi hal seperti ini. Insiden seperti jatuhnya lift sangat jarang terjadi. Dan ini masih di gedung Kev Fashion.


"Aku sudah menyuruh orang menyelidiki. Seharusnya sudah akan memberikan hasil." Lanjut Kevin. Ia tahu apa yang ada di pikiran kakak iparnya ini.


"Itu bagus. Masalah ini terjadi di bawah pengawasanmu. Jika sampai terjadi sesuatu pada Tania tapi tidak ada penjelasan yang jelas mengenai masalah ini, aku tidak akan membiarkan Tania ikut denganmu meskipun ia memohon padaku." Ancam Arsya.


"Kamu tenang saja. Tania adalah istriku. Aku pasti tidak akan membiarkannya menerima ketidakadilan." Ucap Kevin yakin.


"Tunggu sebentar. Istrimu? Kamu dari tadi seenaknya saja memanggil Tania dengan istrimu." Sinis Arsya.


"Karena itu memang benar. Kalau tidak percaya silahkan lihat ini." Ucap Kevin mengeluarkan buku nikah berwarna hijau dan menunjukkannya pada Arsya. Yang langsung membuat mata pria itu membola.


"Huft.... Lalu siapa wanita yang kemarin bersamamu datang ke rumah sakit? Dia juga istrimu? Kamu pikir hanya dengan menunjukkan buku nikah yang palsu ini aku akan percaya begitu saja?"


"Buku nikah ini asli. Kalau kamu tidak percaya, kamu bisa mengeceknya sendiri. Aku tidak pernah bercerai dengan Tania. Dan wanita yang kamu lihat itu pasti Khanza. Di antara kamu berdua tidak memiliki hubungan apapun selain balas budi. Dia pernah menyelamatkanku di masa lalu. Jadi aku hanya ingin membalasnya saja."


"Menyelamatkanmu?"


"Ya. Sekitar sepuluh tahun lalu aku sedang bermain sky di Phoenix Pyeongchang dan tidak sengaja terperosok masuk ke dalam gua. Sialnya, mulut gua tidak stabil dan akhirnya longsor juga menutupi mulut gua dengan salju. Aku pingsan saat itu karena hipotermia. Jika Khanza tidak datang menolongku saat itu, aku pasti sudah mati. Bahkan karena menolongku, Khanza harus menderita radang paru-paru karena terimbas dingin terlalu lama karena dia harus membawaku yang dalam keadaan pingsan." Entah kenapa Kevin menceritakan kisah ini pada Arsya.


"Kamu bilang dimana?"


"Phoenix Pyeongchang. Taman salju Phoenix Pyeongchang. Korea Selatan." Jawab Kevin dengan jelas.

__ADS_1


Arsya mengernyitkan alisnya berpikir. "Apa kamu yakin jika wanita itu yang menyelamatkanmu?" Tanya Arsya lagi.


"Apa maksudmu?"


"Apa kamu lihat dengan jelas jika dia yang menyelamatkan mu?" Arsya mengulangi pertanyaannya dengan lebih jelas. Ia ingin memastikan sesuatu.


"Sebenarnya tidak juga. Aku pingsan. Jadi aku tidak tahu. Tapi dari petugas yang ada saat aku bangun, dia berkata jika Khanza lah yang membawaku ke sana."


Arsya tampak terkejut. Ia sekarang yakin dengan apa yang ia perkirakan. Kevin sebenarnya salah mengenali orang karena orang yang menyelamatkan nya saat itu bukanlah Khanza melainkan Tania.


"Namun akhir-akhir ini aku merasa jika ada yang tidak beres." Ucap Kevin membuat Arsya mendongak.


*


*


*


...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_154🍁...


... kasih sudah mampir 😘...


...Like, VOTE, rate dan komentar nya tunggu...🤗...


...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...


...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...


...***...

__ADS_1


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...


__ADS_2