
Kevin segera berangkat ke Italia begitu ia menerima foto dari Garel yang memperlihatkan Oliver sedang menggenggam tangan Tania dengan lembut. Tatapan mata pria itu menatap Tania dengan penuh cinta. Yang membuat Kevin tidak tahan untuk tidak memerintahkan pada Danil untuk mempersipkan pesawat pribadinya dan pergi saat itu juga.
Pada saat Kevin sampai di bandara Leonardo Da Vinci - Flumicino Airport, Tania juga berada di sana namun pada jalur yang berbeda. Sehingga ia tidak mengetahui jika pada saat yang sama, Tania telah masuk ke dalam pesawat yang akan membawanya terbang ke Indonesia.
Garel sebenarnya telah mengabarkan pasa Kevin bahwa Tania sudah dalam perjalanan kembali ke Indonesia. Namun karena Kevin dipenuhi amarah, dia tidak membawa ponselnya saat ia berangkat. Dia juga tidak membawa Danil karena sekretaris itu harus mewakilinya bertemu dengan Klien penting untuk menggantikannya yang tiba-tiba pergi.
"Selamat datang di Italia, tuan." Garel datang menjemput Kevin di bandara.
"Hem. Dimana wanita itu saat ini?" Tanya Kevin tanpa basa basi.
Garel datang dengan persiapan mental yang kuat untuk pertanyaan ini dia dengar dari bibir Kevin. Ia telah mempersiapkan dirinya jika ia yang akan kena imbas pelampiasan amarah Kevin.
Awalnya ia tidak mengerti mengapa atasannya yang hanya beberapa kali dia temui namun telah membuatnya tunduk secara mutlak pada kekuasaannya. Ia selalu melihat Kevin adalah orang yang berkharisma yang selalu teguh pada prinsipnya sehingga ia sangat terkejut mendengar bahwa Kevin memintanya untuk mencari keberadaan Tania.
Namun karena itu adalah perintah langsung dari Kevin, ia akan melakukannya dengan baik. Ia segera mencari keberadaan Tania begitu ia menerima perintah meskipun ia tidak mengetahui alasan tuannya. Ia mulai merasa aneh saat menemukan bahwa tidak banyak orang yang mengenal dekat Tania meskipun mereka bekerja dalam perusahaan yang sama. Bahkan setelah ia memeras otak untuk menemui satu-satunya orang yang menurut informasi adalah orang yang paling dekat dengan Tania, ia masih tidak dapat mendapatkan informasi mengenai wanita itu.
Untuk foto Tania dan Oliver, ia mendapatkan nya hanya karena sebeuah keberuntungan. Saat ia sedang makan malam, ia tidak sengaja melihat wanita yang diminta tuannya untuk mencarinya. Tidak membuang waktu, ia segera mengambil beberapa foto saat itu tanpa berpikir bahwa foto itu akan membuat tuannya emosional dan bahkan datang segera setelah melihat foto tersebut.
Namun begitu ia menerima kabar bahwa Kevin akan ke Italia segera setelah ia mengirimkan foto Tania dengan seorang pria, ia akhirnya yakin jika wanita itu, Tania bukanlah wanita sembarangan.
Melihat betapa pedulinya Kevin pada Tania, ia yakin jika kali ini nasibnya tidak akan mudah. Apalagi setelah Kevin mengetahui jika Tania sudah kembali, laki-laki berkuasa itu pasti akan segera menyalahkan dirinya.
Wajah Garel jelas terlihat tegang begitu Kevin datang. Punggungnya yang biasanya tampak gagah dan kokoh, hari ini terlihat lumpuh dan layu. Keringat dingin pun masih saja bercucuran di keningnya meskipun ia telah menyekanya berkali-kali.
"Kenapa? Apa kamu kehilangan dia?" Kevin menatap Garel dengan tajam. Membuat laki-laki itu semakin ketakutan.
"Bukan tuan. Bukan seperti itu." Garel menjawab dengan takut. Ia bahkan tidak berani menyeka keringat yang hampir menetes di keningnya.
__ADS_1
"Lalu?" Kevin semakin menatap tajam Garel.
"Sebenarnya Miss Angela sudah masuk ke dalam pesawat yang akan terbang ke Indonesia. Pesawat Miss Angela dijadwalkan sepuluh menit lagi akan berangkat." Garel telah mencari informasi mengenai keberangkatan Tania. Ia
"Apa?! Kalau begitu hentikan pesawat itu bahagia pun caranya."
"Tuan, ini sebenarnya tidak..."
"Pergi hubungi pihak bandara." Kevin memotong ucapan Garel dan berbicara tanpa terbantah.
"Baik tuan." Garel mengangguk cepat. Menelepon seseorang dengan telepon nya.
Sementara itu, Tania yang sedang duduk sambil membaca majalah Fashion di tempat duduknya mendongak saat ia mendengar pengumuman yang bergema di dalam pesawat sebelum ia kembali fokus pada majalah di depannya.
Melalui pengeras suara di dalam pesawat, pramugari mengumumkan bahwa penerbangan mereka akan ditunda selama beberapa saat dengan sebab yang tidak jelas dan tidak disebutkan sama sekali. Aneh dan tidak seperti biasanya.
Saat semua orang masih sibuk dengan pikiran mereka, sekelompok orang masuk ke dalam pesawat. Yang langsung mengalihkan perhatian semua orang pada mereka. Apalagi di antara orang-orang yang berseragam petugas bandara, dua orang lainnya yang memakai jas formal. Terutama adalah seorang di antara mereka.
Dibandingkan dengan orang-orang Italia, tubuh Kevin memang kalah tinggi. Namun aura nya yang berkharisma mampu mengintimidasi semua orang sehingga tidak sembarang orang yang berani memandang wajahnya berlama-lama.
Kevin langsung menjadi pusat perhatian, namun Tania masih tidak menyadari jika orang yang datang dan membuat keributan adalah Kevin. Ia masih fokus membaca di tempatnya yang memang berada di dekat jendela.
Lalu, seseorang dengan seragam petugas bandara berbicara dalam bahasa Inggris yang fasih.
"Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Namun dari pihak kami akan memberikan kompensasi yang sepadan untuk para penumpang sekalian." Manager bandara yang sudah paruh baya itu berbicara dengan tegas. Semua orang segera menganggukkan kepalanya. Mendengar ada kompensasi, semua orang segera diam dan menelan kembali ketidak puasan mereka sebelumnya.
"Baiklah. Mungkin kalian bertanya-tanya alasan mengapa kami menghentikan perjalanan anda sekalian. Sebenarnya ada satu masalah, istri Tuan Abraham sedang merajuk dan akan pergi meninggalkan rumah. Lalu, istri tuan Abraham ada di dalam pesawat ini." Lanjutnya sambil memandang Kevin dengan rumit. Wajah pria itu jelas nampak sangat mengasihani Kevin.
__ADS_1
"Itu benar tuan-tuan dan nyonya-nyonya sekalian. Istri saya merajuk beberapa hari ini dan saya sudah mengejarnya ke banyak negara. Jadi saya terpaksa menghentikan pesawat ini untuk dapat menemukan istri saya dan membawanya pulang. Itu memang salah saya yang terlalu sibuk pada pekerjaan sehingga mengabaikannya selama berhari-hari dan membuatnya marah. Tapi sekarang saya menyadari jika dibandingkan dengan pekerjaan, istri saya jauh lebih penting."
Tania yang sangat mengenal suara Kevin segera mendongak dan melihat dari celah-celah kursi bahwa Kevin memang berada di sana. Tapi apa kata-kata omong kosong yang telah dia ucapkan tadi? Bukankah Kevin tidak memiliki istri? Istri mana yang ia maksudkan?
Tania mengerutkan alisnya saat ia berpikir dengan keras. Tidak menyadari jika pandangan mata semua orang tertuju padanya saat semua orang menyadari arah tatapan mata Kevin yang tertuju padanya setelah ia ditemukan.
*
*
*
...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_76🍁...
...Terima kasih sudah mampir 😘...
...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...
...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...
...***...
...Salam sayang 😘...
❤❤❤Queen_OK❤❤❤
__ADS_1