
Setelah berpamitan pada Tania, Oliver segera pergi. Kevin juga mengajak Kaylee dan Kaisar pergi setelahnya. Bagaimana pun, rumah sakit tidak cocok untuk anak kecil. Jadi membawa mereka pergi dari rumah sakit memang pilihan yang terbaik.
Kevin tidak membawa Kaylee dan Kaisar ke taman kota untuk bermain dan mencari udara segar. Melainkan pergi ke kediaman Abraham. Lagipula taman di kediaman Abraham juga lebih luas dan lebih segar dari taman kota yang ada di tengah kota. Apalagi kedua orang tua itu pasti akan suka kan jika cicit mereka menginap di tempat mereka selama beberapa hari?
Xia Xi Lin akan pulang ke negaranya sore ini karena ada hal mendadak terjadi di keluarga nya yang mengharuskannya kembali. Jadi kedua anak ini juga tidak ada yang akan menjaganya.
"Paman, kemana kita pergi? Kenapa jauh sekali?" Tanya Kaylee saat ia merasa perjalanannya menjadi sangat jauh. Selain itu, di sepanjang jalan sudah tidak banyak lagi bangunan. Apa daddy-nya akan menculik mereka dan meninggalkan maminya? Mungkinkah selama ini mereka telah salah sangka bahwa kebaikan Daddy pada mami selama ini hanya untuk kamuflase? Mungkinkah sebenarnya Daddy mereka bukan menginginkan mami melainkan mereka seperti di novel-novel.
Ah! Langkah yang diambilnya sepertinya salah!
Mengetahui kegelisahan saudarinya, Kaisar menggenggam tangan Kaylee untuk menenangkannya. "Jangan berpikir aneh-aneh." Bisiknya pelan.
"Apa kalian ingin menemui kakek dan nenek buyut kalian?" Kevin tidak menjawab dan ganti bertanya. Ia mengabaikan hal ini sebelumnya karena ia berpikir jika membawa mereka pada Kakek Seno dan nenek Ambar adalah keputusan yang tepat, namun setelah ia berpikir, kedua anak ini mungkin saja tidak ingin pergi ke sana. Jadi dia bertanya terlebih dahulu sebelum membawa mereka, namun jika mereka tidak setuju, ia masih bisa putar balik dan kembali ke ibukota dan membawa mereka tinggal di apartemennya. Menyewa pengasuh anak untuk membantunya merawat mereka berdua.
"Nenek buyut? Paman membawa kami menemui mereka?" Tanya Kaylee antusias.
"Mami kalian masih membutuhkan beberapa waktu tinggal di rumah sakit untuk pemulihan. Bukankah kakak Xia kalian juga akan pulang ke negaranya karena ada urusan? Jika kalian bersedia, kalian bisa tinggal dengan mereka selama beberapa hari sampai mami kalian sembuh. Bagaimana?" Lanjut Kevin.
"Tapi paman, kami ingin bersama dengan mami." Jawab Kaylee sedih.
"Iya. Ini hanya untuk sementara. Jika kalian ingin menjenguk mami, nanti akan ada sopir yang akan mengantar kalian." Jawab Kevin menjelaskan. Ia memang bisa menyewa pengasuh untuk merawat mereka, namun ia tidak bisa membiarkan orang asing yang belum ia percayai untuk merawat mereka. Jadi pilihan yang terbaik masih kedua orang tua itu.
__ADS_1
"Apa mami sudah tahu?" Tanya Kaisar tegas.
"Belum. Kalian juga tahu jika kakak Xia kalian memberitahunya mendadak. Aku dan mami kalian belum sempat membicarakannya. Nanti jika kalian setuju, aku akan berbicara dengannya."
Kaylee dan Kaisar diam. Mereka berdua memikirkan hal ini dengan serius. Namun, cara pemikiran mereka agaknya tidak sama. Kaisar menimbang baik buruknya, sedangkan Kaylee sibuk memikirkan kelanjutan rencananya.
"Aku tidak mau paman. Tempat ini terlalu jauh dari rumah sakit. Akan butuh waktu lama untuk sampai jika kamu ingin bertemu dengan mami." Jawab Kaisar. "Kami juga masih ada laman Arsya. Kami akan tinggal di sana." Lanjutnya.
"Benar. Aku juga tidak setuju. Selain paman Arsya, bukankah masih ada paman Oliver. Kami bisa tinggal di hotel bersama paman Oliver." Kaylee berbicara dengan polos. Namun dia adalah gadis berperut hitam. Yang memiliki banyak rencana di dalam otak kecilnya.
Mendengar jawaban kedua anak ini, Kevin kesal. Saat ini dialah yang paling dekat dengan mereka berdua. Namun keduanya malah tidsk mengingatnya sama sekali dan malah menyebutkan kedua orang yang saat ini tidak ada di sana. Berani sekali mereka merebut hati kedua anaknya!
"Tapi paman, kakakku ini tidak bisa jika tidak dengan orang yang tidak kami kenali. Apa paman bisa menjaga kami sendirian?" Kaylee mengedipkan matanya bertanya.
Kaisar yang tiba-tiba dijadikan kambing hitam melirik kesal Kaylee. Secara umum, ia bisa melakukan semua aktivitas pribadinya sendirian. Tidak memerlukan bantuan orang lain. Kenapa sekarang terkesan bahwa ia membutuhkan orang lain bahkan hanya untuk memasang kaos kakinya? Adiknya itu benar-benar....
"Tidak masalah. Aku bisa. Tenang saja. Kalau begitu nanti setelah kita menemui kakek dan nenek buyut, aku akan membawa kalian pulang." Putus Kevin setuju.
"Oke." Kaylee tersenyum penuh kemenangan. Rencananya berhasil. Dia akan mengerjai pria itu nanti.
Kaisar menggelengkan kepalanya saat melihat rencana Kaylee yang seperti tercetak jelas di atas dahinya. Namun ia lebih tertarik dengan bagaimana pria kaku seperti Kevin ini akan merawat mereka.
__ADS_1
*
*
*
...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_165🍁...
... kasih sudah mampir 😘...
...Like, VOTE, rate dan komentar nya tunggu...🤗...
...Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...
...***...
...Salam sayang 😘...
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...
__ADS_1