Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 113. Mencari Alasan


__ADS_3

Apartemen yang dibeli Arsya untuk Tania berukuran lebih besar dari apartemen sebelumnya. Namun karena baik Tania maupun Arsya tidak ada yang memiliki keinginan untuk membuat Kaylee dan Kaisar tinggal di sana, desain apartemen itu tidak ada unsur anak-anak sama sekali. Namun semua barang sudah lengkap. Jadi saat mereka tiba di apartemen, mereka bisa langsung beristirahat.


"Nah, kalian bisa tinggal di apartemen ini sementara. Apartemen ini seharusnya memang paman siapkan untuk mami kalian. Namun karena baru selesai didekorasi, paman belum sempat memberitahu mami kalian. Paman tinggal di apartemen sebelah. Jika ada sesuatu yang kalian butuhkan, kalian bisa menghubungi paman kapan saja." Jelas Arsya pada mereka. Jika itu hanya kedua anak itu, tidak apa-apa jika ia membawanya ke apartemennya sendiri. Namun saat ini, Xia Xi Lin juga ikut. Jadi dia tidak mungkin membiarkan Xia Xi Lin tinggal di apartemennya atau akan ada gosip macam-macam mengenai dirinya nanti.


"Oye paman. Kami akan pergi tidur sekarang." Ucap Kaylee sambil menguap lebar. Ia memang lelah dan mengantuk.


"Baiklah. Kalian beristirahat dulu di sini. Nanti paman akan meminta seseorang untuk mengirimkan barang keperluan kalian kemari." Arsya membelai kepala kedua anak itu sebelum keduanya pergi masuk ke dalam kamar utama.


Namun kedua anak yang mengatakan jika mereka akan pergi tidur tidak tidur begitu mereka masuk. Setelah mereka meletakkan tas mereka di atas meja, keduanya duduk di atas ranjang dan berdiskusi. Keduanya sedang merencanakan bagaimana mereka akan mencari Daddy mereka.


"Ya ya. Kita lakukan seperti itu. Lagipula aku yakin jika paman tidak akan berani mengatakan pada mami jika kita datang kan? Setidaknya, kita bisa mengulur waktu lebih lama untuk mencari Daddy." Ucap Kaylee bersemangat.


"Emm. Aku juga yakin begitu. Baiklah Kayl, kita harus istirahat sekarang untuk memulihkan tenaga kita."


"Ya benar. Kalau begitu mari kita tidur." Kaylee mengangguk dan mulai membaringkan tubuh mereka. Lalu Kaisar mengikuti berbaring di samping mereka. Sebagai kakak, dia perhatian pada adik kembarnya. Menarik selimut menutupi mereka berdua.


Pada saat Xia Xi Lin masuk ke dalam kamar mereka, kedua anak itu sudah tertidur. Xia Xi Lin segera merapikan tas dan barang bawaan mereka. Setelah menyelesaikan pekerjaannya dan memastikan keduanya telah tidur, ia keluar dari kamar itu. Berbeda dengan Arsya yang tidak berani memberitahu Tania, Xia Xi Lin memiliki tanggung jawab terhadap Tania atas mereka berdua. Jadi setelah ia menyelesaikan pekerjaannya, ia segera menghubungi Tania untuk memberitahu wanita itu jika kedua anaknya datang menyusulnya.


Tania sedang rapat saat ia menerima pesan dari Xia Xi Lin Dan baru tahu setelah ia kembali ke ruangannya. Tania mengerutkan alisnya saat membaca pesan Xia Xi Lin yang memintanya menghubungi nya segera setelah ia melihat pesannya. Tania tahu jika Xia Xi Lin bukan orang yang tidak masuk akal dan hanya akan menghubungi nya pada jam kerja tanpa alasan yang tidak penting. Jadi Tania harus segera menghubunginya. Namun tentu saja tidak di sini. Dia saat ini satu ruangan dengan Kevin yang sering masuk dengan bebas ke ruangannya kapan saja dia mau. Jadi dia harus mencari alasan untuk keluar.


"Kemana?" Kevin segera mengangkat wajahnya saat melihat pergerakan Tania yang seperti nya akan keluar.


"Aku keluar sebentar. Cari angin." Jawab Tania asal.


"Oh... Biarkan aku menemanimu." Kevin berdiri untuk ikut. Namun Tania tentu saja tidak akan membiarkannya ikut dengannya.

__ADS_1


"Aku bukan anak kecil Kev. Aku keluar untuk mencari inspirasi. Jika kamu ikut, aku tidak akan mendapatkan apa-apa." Ucap Tania kesal. Ia mengerucutkan bibirnya.


"Eh? Siapa tahu kan dengan aku menemanimu kamu akan lebih cepat mendapatkan inspirasi." Kevin berkeras.


"Tidak mungkin! Kita berdua sama-sama tahu apa yang akan terjadi, huh! Jika kamu masih mau ikut, lebih baik aku duduk-duduk saja di luar mengobrol dengan Mona. Lagipula sekarang ini perusahaan memiliki banyak pekerjaan. Jika orang-orang tahu jika kamu malah pergi menemani ku keluar, mereka tidak akan senang. Aku tidak mau menjadi sasaran kemarahan mereka." Wajah Tania jelek saat mengatakannya.


"Memangnya mereka berani?!" Siapa yang berani menindas Tania di kantornya?


"Sudahlah! Pokoknya kamu tidak boleh ikut!" Tania menghentakkan kakinya dan keluar dari ruangan dengan kesal.


Kevin menatap punggung Tania dengan tidak senang. Bagaimana bisa wanita ini terus saja mendorongnya menjauh. Padahal di luar sana banyak wanita yang akan berusaha mendapatkan perhatian nya.


Sedangkan Tania segera menghela napas setelah ia berhasil keluar dari ruangan Kevin Tania dicurigai. Di luar, Khanza, Mona dan Danil segera mengangkat wajah mereka begitu pintu terbuka. Khanza memberikan tatapannya yang mengancam. Betapa dia ingin mencabik-cabik wanita di depannya ini.


"Miss Angela, apakah anda membutuhkan sesuatu?" Mona segera berdiri dan menghampiri Tania. Sejak atasannya ini pindah ruangan, pekerjaannya menjadi lebih sedikit. Dan dia juga sering bosan. Sedangkan dia juga tidak mungkin menawarkan diri untuk membantu menyelesaikan pekerjaan Danil karena ia pasti tidak mengerti.


"Oh... Apakah anda ingin saya menemani?" Mona mengangguk dna bertanya.


"Tidak perlu Mona. Kamu tolong bantu aku untuk mengambil bahan yang ada di daftar ini saja." Tania mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan pada Mona.


"Baik Miss. Saya akan melakukan nya dengan cepat." Mona mengangguk senang. Akhirnya ia bekerja juga. Sejak pagi hari ia sudah duduk di meja kerjanya hampir tidak melakukan apapun. Setelah menerima perintah, Mona segera pergi ke gudang untuk mengambil bahan.


"Huh! Hanya seorang designer saja gayanya seperti bos. Keluar pada saat jam kerja sesuka hati." Khanza menyindir saat ia melihat Tania yang hendak pergi.


"Oh? Mungkin karena nona Khanza adalah seorang asisten pribadi, jadi anda munkin tidak mengerti jika seorang Designer memiliki jam kerjanya yang bebas karena sebuah ide tidak dapat diatur akan muncul dimana. Bekerja di kantor hanyalah formalitas saja. Selebihnya, seorang designer akan bekerja sesuai dengan mood mereka. Lagipula saya sudah meminta izin pada Tuan Abraham dan dia mengizinkan. Apakah Nona Khanza memiliki masalah dengan itu?"

__ADS_1


"Kamu! Aku adalah..."


"Anda adalah asisten pribadi Kevin sekarang dan tidak akan berubah." Tania segera memotong ucapan Khanza. Lagipula ucapan Khanza selalu sama. Ia akan mengatakan jika ia adalah calon nyonya Abraham masa depan. Dan Tania sudah hapal. Biasanya dia akan membiarkan saja, namun lama kelamaan dibiarkan, Khanza ini semakin menekan dan menindas Tania. Karena Tania tidak pernah menolak, ia mengira jika Tania mudah ditindas dan diintimidasi. Jadi kali ini Tania ingin melawannya.


"Kamu! Beraninya kamu! Aku adalah..."


"Ya ya. Saya mengerti nona Khanza yang terhormat. Jika anda bilang seperti itu anggap saja itu benar. Ya sudah, saya tidak akan menghabiskan waktu anda lagi. Bye..." Tania melambaikan tangannya dan pergi setelah ia melihat Khanza yang terlihat kesal dan marah.


*


*


...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_113🍁...


...Terima kasih sudah mampir 😘...


...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...


...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...


...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...


...***...


...Salam sayang 😘...

__ADS_1


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...


__ADS_2