
"Bukan aku. Tapi anakku." Jawab Kevin singkat.
"Apa! Anak?! Kenapa tiba-tiba ada anak? Wanita mana yang berhasil mengandung anakmu?"
"Huh! Itu anakku dan Tania. Sudah. Hentikan omong kosongnya dan cepat pergi periksa. Tidak usah disuntik. Berikan obat saja." Ucap Kevin mengingatkan.
"Oke-oke. Aku tidak akan bertanya lagi malam ini. Tapi kamu harus berjanji untuk menjelaskannya padaku nanti . Anak-anak memang sering demam karena alasan sepele. Sepertinya memang tidak butuh suntik." Jawab Dokter Dika.
"Baiklah." Kevin menganguk ringan. "Oh ya. Kamu harus berjanji tidak akan mengatakan apapun jika aku adalah ayah kandung mereka. Aku dan Tania sepakat untuk tidak mengatakannya lebih dulu. Kami ingin mencari waktu yang tepat terlebih dahulu." Lanjutnya dengan serius.
"Oke-oke. Aku akan ingat."
Dokter Dika mengikuti Kevin masuk ke dalam kamar untuk memeriksa Kaylee. Meskipun dia adalah sahabat Kevin, dokter Dika hampir tidak pernah datang ke apartemen Kevin kecuali untuk memeriksa Kevin saat sakit. Dia juga tidak pernah masuk ke dalam kamar Tania yang berada di samping kamar Kevin. Saat ini adalah pertama kalinya ia masuk ke dalam kamar itu. Saat ia melihat kamar itu, ia tahu bahwa Tania pasti sesuatu. Tidak diragukan lagi jika Kevin pasti mencintai Tania. Jika bukan karena gadis itu, mereka berdua pasti masih bersama kan?
"Tidak tidak. Jangan datang. Aku baik-baik saja. Kai, katakan pada mereka jika aku baik-baik saja ya?" Kaylee panik setelah melihat dokter Dika yang datang di belakang Kevin. Gadis kecil itu meringsek bersmeb6 di belakang Kaisar.
"Sayang, ini adalah dokter Dika. Dokter Dika ini adalah dokter yang hebat. Bisa menyembuhkan sakit tanpa disuntik. Jadi biarkan dokter memeriksamu ya?" Kevin tersenyum mendekat.
"Benarkah?" Kaylee dengan ragu bertanya.
"Ya. Paman dokter sangat hebat. Paman janji tidak akan menyuntikmu." Dokter Dika mendekat dan tersenyum lebar. Yang malah membuat Kaylee semakin takut.
"Dokternya menakutkan." Kaylee menarik tangan Kevin dan menyembunyikan wajahnya di lengan Kevin yang kokoh.
"Huk." Kevin terbatuk menahan tawa.
"Pfft." Kaisar juga hampir tidak dapat menahan tawanya.
"...." Dokter Dika tercengang sambil menunjuk dirinya sendiri. Dari mana dia yang sangat tampan ini terlihat menakutkan?
"Dika, jangan tersenyum aneh seperti itu. Kamu menakutinya." Kevin menatap Dokter Dika dengan peringatan.
__ADS_1
"Uh oke." Dokter Dika menjawab tanpa daya. Semua orang mengatakan jika dia adalah pria yang tampan dan ramah. Mana mungkin dia terlihat menakutkan? Pasti ayah dan anak ini yang memiliki penglihatan yang buruk yang mengatainya menakutkan.
"Sayang, meskipun dokter Dika terlihat galak, dia sebenarnya baik kok. Biarkan dia memeriksamu ya. Kamu tenang saja, nanti Paman akan menemanimu." Dengan sabar Kevin membujuk Kaylee, yang hampir membuat dokter Dika yang dengan patuh diam memelototkan matanya karena terkejut melihat wajah lembut Kevin.
"Benarkah?" Kaylee bertanya penuh harap.
"Mm." Kevin mengangguk. Lalu duduk di atas ranjang untuk menemani Kaylee.
"Baiklah. Kalau paman dokter, aku mau diperiksa sekarang." Kaylee menjawab dan berbicara pada dokter Dika.
Sisa malam itu, Kevin tidur bersama dengan Kaylee dan Kaisar. Kevin akan bangun setiap kali ia merasa gerakan di sampingnya dan memeriksa keadaan Keylee.
Keesokan harinya, Kevin bangun tidur seperti biasanya. Ia turun dari ranjang dengan hati-hati agar tidak membangunkan kedua anak yang tidur satu ranjang dengannya. Semalam, ia meminta Nenek Ambar untuk mengirim beberapa pelayan untuk datang ke apartemennya lebih pagi dari biasanya untuk memasarkan sarapan untuk mereka. Biasanya pelayan dari kediaman Abraham akan datang sedikit lebih siang setelah Kevin berangkat ke kantor, dan pergi setelah pekerjaan mereka selesai.
"Selamat pagi, tuan muda." Semua pelayan yang sedang bekerja menyapa saat mereka melihat Kevin yang baru kali ini mereka lihat mengenakan pakaian kasual. Hari ini ia memang berencana untuk tidak bekerja. Ia ingin menemani kedua anak ini. Apalagi Kaylee masih sakit.
"Mm. Minta dapur untuk menyiapkan bubur." Ucap Kevin pada pelayan yang baru saja menyapanya di meja makan. Lalu ia duduk di kursi untuk meminum kopi panasnya.
Hanya butuh sedikit waktu untuk membuat bubur, jadi setelah Kevin memerintahkan nya, seorang pelayan datang dengan membawa semangkuk bubur yang masih panas. Sekaligus dengan teh madu di sampingnya.
"Berikan padaku." Kevin berdiri dan mengambil alih nampan. Lalu naik ke lantai atas untuk memberikannya pada Kaylee.
Dengan hati-hati Kevin membuka pintu kamar. Saat ia keluar tadi, kedua anak itu masih tidur dengan nyenyak karena semalam mereka memang tidak bisa tidur dengan pulas. Namun saat Kevin membuka pintu kamar, ia melihat jika Kaisar sudah bangun. Sedangkan Kaylee masih tidur.
"Sudah bangun?" Tanya Kevin sambil meletakkan nampan di atas nakas.
"Ya." Jawab Kaisar. Ia sudah bangun selama beberapa saat dan bahkan sudah menghubungi Tania dengan ponselnya. Mengabarkan pada mami nya keadaan Kaylee.
"Mm. Ini ada pakaian ganti untukmu. Mandilah dulu. Lalu pergi ke bawah untuk sarapan." Kevin memberikan paper bag berisi pakaian Kaisar padanya.
"Terima kasih." Kaisar menerimanya. Lalu segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
__ADS_1
Setelah Kaisar masuk ke dalam kamar mandi, Kevin duduk di samping Kaylee untuk memeriksa suhu tubuh anak itu. Saat ia bangun tadi, ia sudah memeriksanya dan memang sudah turun. Ia ingin memastikan nya lagi sebelum membangunkannya.
"Syukurlah demamnya sudah turun. Kalauasih belum turun, Tania pasti akan marah padaku." Gumam Kevin lega.
"Sayang, Kaylee sayang, bangun dulu ya. Sudah siang. Kamu harus sarapan sebelum minum obat." Kevin mengelus pipi Kaylee dengan lembut untuk membangunkannya.
"Emmm" Kaylee menggeliat.
"Sayang..." Ucapan Kevin berhenti saat tiba-tiba saja mata Kaylee yang awalnya tertutup terbuka lebar dan menatap nya penuh harap.
"Kenapa paman memanggil Kaylee dengan panggilan sayang?" Kaylee membuka matanya yang berat dna bertanya. Sejak semalam ia terus saja mendengar Kevin memanggilnya dengan panggilan sayang, ia ingin melihat bagaimana lagi Daddy-nya itu.
*
*
*
...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_168🍁...
...kasih sudah mampir 😘...
...Like, VOTE, rate dan komentar nya tunggu...🤗...
...Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...
...***...
...Salam sayang 😘...
__ADS_1
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...