Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 30. Aku Akan Menceraikannya


__ADS_3

"Nona, tolong nona makan dulu. Bagaimana bisa makan obat jika nona masih belum makan?" Nancy terus berusaha membujuk Khansa untuk menurut dan makan.


"Aku sudah bilang aku tidak mau. Kenapa bibi Nancy terus memaksaku?!" Khansa yang sudah tidak sabar mendorong sendok hingga jatuh. Sebagian makanan jatuh di atas kasur dan mengotori selimut. Nancy segera meletakkan mangkuk di atas meja dan mengambil tisu untuk membersihkan ranjang sebelum pergi ke lemari untuk mengambil selimut yang baru untuk mengganti selimut yang lama.


"Nona, biarkan aku mengganti selimut untuk nona. Jangan sampai nona masuk angin karena selimut yang dingin." Nancy dengan hati-hati menarik selimut di atas Khansa dan menggantinya dengan yang baru. Setelah selimut baru berhasil dipasang, nancy masih tidak berhenti untuk membujuk Khansa makan namun seperti apapun ia membujuk, itu tidak akan berhasil pada gadis yang dirawatnya itu.


"Nona, tuan muda berkata akan mengunjungi nona hari ini. Jika tuan muda melihat nona yang seperti ini, tuan muda akan bersedih. Jadi nona makan dulu ya." Nancy kembali menyendok makanan dan meletakkannya di depan bibir Khansa hanya untuk kembali dihempaskan oleh gadis itu. Membuat selimut nya kembali kotor karena bubur.


"Kamu sudah mengatakannya berulang kali. Tapi mana? Kevin bahkan masih tidak membalas pesan dariku. Kamu mau aku percaya saat dibohongi terus?" Khansa berteriak dengan marah.


Melihat Khansa yang mulai marah, Kevin akhirnya membuka pintu dan masuk.


Krieet...


Melihat orang yang sudah ditunggu oleh nya setiap hari, Khansa langsung tersenyum senang. Jika ia bisa, ia pasti sudah melompat dan meskipun laki-laki itu tidak bersedia dia memeluknya, namun ia masih bisa menggamit lengannya yang kokoh. Dia sudah sangat bersyukur.


"Kevin, kamu akhirnya datang." Ucapnya girang. Matanya yang sejak tadi suram dengan penuh kebencian saat ini telah lenyap dan digantikan dengan bintang yang bersinar. Seakan-akan, mata yang sejak tadi seperti bisa melenyapkan sesuatu tidak pernah ada.


"Mm. Bagaimana kabarmu?" Kevin mengangguk ringan saat ia berjalan masuk dan mendekati ranjang rumah sakit dengan Danil yang masih setia mengekor di belakangnya. Nancy mengetahui jika dirinya tidak dibutuhkan lagi oleh Khansa segera mundur dan memberi jalan bagi Kevin untuk lebih dekat.


"Aku tidak baik. Aku marah kau tahu." Khansa bersikap seperti seorang anak kecil yang baru saja dibohongi dan saat ini sedang merajuk. Ia mengerucut kan bibirnya dengan mulut yang menggembung.


"Aku minta maaf. Aku sangat sibuk akhir-akhir ini di perusahaan." Jawabnya singkat sebelum menoleh pada Nancy yang menunggu di samping dan bertanya. "Apakah Khansa minum obat Dengan baik? Bagaimana perkembangan nya?" Ucapnya untuk tidak melanjutkan pembahasan dengan Khansa.


"Nona sudah waktunya minum obat, tetapi nona tidak mau makan." Jawab Nancy dengan hormat.


"Bawa kemari. Biar aku yang menyuapinya makan."


"Baik tuan muda." Nancy segera mengambilkan mangkuk bubur yang ia letakkan di atas meja dan memberikannya pada Kevin sebelum ia kembali mundur dan berdiri di belakangnya. Seperti Danil, ia juga hanya diam menunggu perintah.

__ADS_1


Setelah beberapa waktu, setengah bubur di dalam mangkuk telah berpindah ke dalam perut Khansa hingga Khansa sudah tidak mau lagi karena merasa kenyang. Lalu Nancy dengan pintar memberikan obat yang harus diminum oleh Khansa dan memebrikan sedikit penjelasan cara minum.


Di bawah pengawasan Kevin, Khansa akhirnya minum obatnya dengan benar. Ia tersenyum dengan manis dari awal sampai akhir. Lalu bagaimana jika Kevin sudah memiliki istri. Dia adalah penyelamat Kevin yang akan tetap dipertahankan. Dia yakin jika Kevin akan melakukan apapun yang ia inginkan, termasuk menceriakan istrinya yang tidak tahu datang dari mana.


"Kevin, aku ingin bicara denganmu berdua saja. Tidak apa-apa kan?" Ucap Khansa saat ia mengingat niatnya.


"Oke." Kevin menyetujuinya tanpa berpikir. Lalu Danil dan Nancy yang sadar situasi, tanpa diminta keluar dari ruangan itu dan menutup pintu di belakang mereka yang memisahkan mereka dengan dua orang yang mereka tinggal di dalam ruangan.


"Mereka sudah keluar. Katakan apa yang kamu inginkan." Ucap Kevin begitu mereka ditinggalkan berdua.


"Aku ingin kamu menceraikannya sekarang juga." Jawab Khansa tanpa basa basi. Ia sudah mencari tahu latar belakang Tania begitu ia mendengar kabar pernikahannya. Lalu saat ia menemukan jika baik latar belakang Tania maupun pribadi Tania yang meskipun ia benci mengakuinya, ia mengerti jika Tania lebih baik darinya, ia sadar jika ia tidak akan bisa bersaing dengannya secara langsung. Namun ia masih memegang kartu AS, ia adalah penyelamat nyawa Kevin. Dan ia akan memegang teguh kata-kata ini untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.


"Kakek dan nenekku tidak mengizinkan nya." Jawab Kevin pelan.


"Tidak. Aku tahu bukan ini alasan yang sesungguhnya. Aku sudah mengenalmu lebih dari lima tahun ini dan aku tahu kamu adalah orang yang tidak akan bisa dikendalikan oleh orang lain jika kamu tidak ingin. Apa kamu sudah mencintainya?" Khansa mengepalkan tangannya erat saat ia bertanya. Menunggu jawaban Kevin dengan cemas.


"...." Kevin tidak menerima maupun menyangkalnya. Ia memang tidak membenci jika berdekatan dengan Tania, tetapi itu bukan berarti jika ia mencintai nya. Namun entah kenapa meskipun ia telah memantapkan niatnya untuk menceraikan Tania, ada sedikit rasa enggan di hatinya. Tetapi yang paling membuatnya terkejut adalah bahwa alasan sebenarnya ia akan menceraikan Tania bukan semata-mata karena Khansa, alasannya lebih banyak karena Tania.


Sejak hari dimana ia dan Tania melakukan hal itu dan pada akhirnya ia meminta Tania untuk memakan pil kontrasepsi, ia telah memperhatikan perubahan sikap Tania yang sangat jauh berbeda dari biasanya. Dibandingkan dengan sikap menempel Tania padanya seperti sebelumnya, ia sangat merasa kehilangan Tania yang berubah menjadi Tania yang terasing baginya.


Namun, apakah perasaan seperti miliknya ini bisa dikatakan cinta?


"Tidak mungkin. Kamu tidak mungkin mencintainya Kevin. Aku bahkan sudah bersamamu sejak lima tahun lalu. Tetapi kamu bahkan masih belum menerimaku. Mana mungkin kamu bisa mencintai wanita yang baru saja kami temui itu?" Khansa melihat reaksi diam Kevin dan berbicara panjang lebar untuk meyakinkan pada Kevin bahwa ia tidak mungkin jatuh cinta pada Tania yang baru datang.


"..." Kevin masih saja diam.


"Karena kamu tidak mencintainya. Kamu harus menceraikannya. Jika tidak, aku akan..."


"Aku akan menceraikannya. Beri aku waktu." Ucap Kevin pada akhirnya sebelum ia berdiri dan keluar dari ruangan tanpa menoleh sedikitpun.

__ADS_1


*


*


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_30🍁


Terima kasih sudah mampir 😍


Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya


...***...


...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...


...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...


...🍃Malam Ke Dua puluh empat🍃...


...🌸Pada malam ke dua puluh empat, ia akan mendapatkan dua puluh empat do'a yang akan dikabulkan 🌸...


...Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰...


...Salam sayang 😘...

__ADS_1


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...


__ADS_2