
"Huh!" Tania mendengus kesal sambil memalingkan wajahnya. Namun sepertinya ia salah dalam menentukan posisi. Bagaimana bisa matanya malah tertuju pada sesuatu yang menyembul dari dalam celana Kevin? Wajahnya yang sudah hampir kembali normal memerah kembali. Kali ini wajahnya terasa sangat panas.
Kevin juga menyadari apa yang dilihat Tania dan menjadi canggung. Ia segera turun dari atas ranjang.
"Uh... Aku harus menidurkannya. Mungkin karena sudah berada di dekat sarangnya, sang gajah akhirnya terbangun." Ucap Kevin sambil berjalan menuju kamar mandi yang ada di dalam ruang pribadi itu.
Tania terpaku untuk waktu yang lama dan baru tersadar saat ia mendengar suara guyuran air dari dalam kamar mandi. Setelah itu Tania segera bangun dan keluar dari ruang pribadi itu setelah ia memperbaiki penampilan nya yang sedikit berantakan setelah bangun tidur. Ia tidak mau seseorang berpikir sesuatu terjadi di dalam ruang pribadi itu jika mereka melihat penampilannya. Ia tidak boleh tetap berada di dalam ruangan saat Kevin keluar nanti atau situasinya akan semakin canggung.
Setelah menenangkan hatinya, Tania keluar dari ruang itu dengan senormal mungkin agar ketika ia bertemu dengan seseorang di luar ruangan nanti ia tidak akan malu. Namun ternyata tidak ada siapapun di luar ruangan. Tania kembali menenangkan dirinya dan kembali ke ruang dia berada pada awalnya. Dan di ruang yang menghubungkan antara ruangan pribadi dengan ruangan itu Hannah berada. Wanita itu duduk di satu sisi dan mengerjakan sesuatu di atas meja. Ia segera berdiri begitu melihat Tania lewat dan menyapanya.
"Miss Angela." Hannah membungkukkan tubuhnya.
"Mm." Tania mengangguk dengan canggung. Ia sudah lama tidak menerima hormat yang begitu tunduk. Biasanya orang-orang di HR Mode maupun di Kev Fashion hanya memberinya hormat sebagai tanda hormat dan menghargai saja. Bukan hormat yang benar-benar tunduk.
"Sebenarnya kemana Kecin akan membawaku?" Tanya Tania pada Hannah.
"Tuan akan bertemu dengan seorang klien di Australia." Jawab Hannah jujur. Lagipula Kevin memang telah memberi tahu Tania jika mereka akan pergi menemui Klien namun tidak mengatakan tempatnya.
"Ooh oke. Kalau begitu aku akan duduk di sana." Jawab Tania sambil menganggukkan kepalanya.
"Apakah Miss Angela membutuhkan sesuatu? Anda bisa mengatakannya pada saya." Hannah bertanya dengan sopan.
"Bisakah aku meminta kopi?"
"Tentu saja Miss. Saya akan segera membawanya untuk anda."
"Mm. Kalau begitu terima kasih banyak."
"Tidak perlu berterima kasih Miss. Itu sudah tanggung jawab saya." Hannah menjawab dengan panik.
__ADS_1
"Tidak boleh seperti itu. Semua orang tidak peduli siapapun itu harus membiasakan diri mengucapkan terima kasih pada seseorang yang membantunya. Jika tidak, karakter semua orang akan rusak."
"Baik Miss. Maafkan saya."
"Tidak apa-apa. Kalau begitu aku akan pergi dulu."
"Ya Miss. Tunggu sebentar." Hannah membungkukkan tubuhnya sampai Tania benar-benar pergi dari ruangan itu dan masuk ke ruangan lainnya.
"Memang layak menjadi wanita yang dipilih secara pribadi oleh tuan." Hannah bergumam puas sebelum ia pergi ke bagian pantry untuk meminta koki menyiapkan kopi sekaligus camilan sore untuk Tania.
Tania tidak melihat Kevin sejak ia keluar dari ruang pribadi itu. Kevin kembali sibuk dengan pekerjaannya. Meskipun ia berada jauh dari kantor, ia masih harus memeriksa pekerjaan yang dikirimkan oleh Danil melalui email.
Seperti itu juga baik. Jadi Tania tidak harus menghadapi Kevin yang pasti akan membuatnya sangat canggung. Tania juga sibuk dengan membuat desain. Sebagai seorang designer, di dalam tasnya selalu ada semua perlengkapannya. Jadi dia bisa langsung menggambar desain dimana saja dan kapan saja ia menemukan inspirasi.
Saat Tania baru saja menyelesaikan desain yang digambarnya, Hannah datang dan menghampirinya.
"Permisi Miss Angela, makan malam sudah siap. Tuan sudah menunggu anda di ruang makan." Hannah berbicara dengan sopan setelah Tania mendongak dan melihatnya.
Hannah membawa Tania ke ruang makan. Kevin sudah duduk di sana. Di atas meja, sudah tersedia berbagai macam makanan lezat yang membuat perut Tania langsung keroncongan begitu aroma lezat itu menyapa hidungnya.
"Kev, terima kasih untuk bajunya." Tania bingung memulai pembicaraan sehingga ia memulainya dengan baju ganti yang memang sudah ia minta Hannah menyiapkannya untuk Tania sebelum mereka naik ke atas pesawat. Dan Tania memang cukup menyukai pakaian itu yang memang pas di tubuhnya.
"Hm. Itu bagus untukmu." Kevin mengangguk kan kepalanya. "Cepat makan sebelum makanannya dingin." Lanjutnya sambil memberi isyarat pada pelayan untuk melayani mereka makan.
"Kita akan sampai sebentar lagi. Setelah ini aku akan memberitahu mu apa yang harus kita lakukan di sana nanti." Kevin berbicara dengan serius setelah mereka selesai makan. Melihat wajah Kevin yang serius, Tania juga tidak bisa tidak serius. Lagipula untuk masalah pekerjaan, Kevin pasti tidak akan pernah main-main.
"Mm." Tania menganggukkan kepalanya paham. Lalu ia berdiri dan mengikuti Kevin masuk ke dalam ruang pribadi kembali untuk membicarakan masalah pekerjaan.
Satu jam kemudian, pesawat mendarat di Sidney Kingsford Smith Airport. Kevin turun dari pesawat diikuti oleh Tania, Hannah dan Jasson. Di luar bandara, dua buah mobil mewah sudah menunggu untuk menjemput mereka dan membawa mereka menuju ke hotel tempat mereka menginap. Mereka akan bermalam di sana sebelum meeting esok pagi harinya.
__ADS_1
Tania dan Kevin berada dalam satu mobil sementara Hannah dan Jasson di mobil lainnya. Awalnya tentu saja Tania berniat akan duduk di mobil yang sama dengan Hannah. Namun Kevin mengancamnya jika ia tidak mau berada satu mobil dengannya, dia akan ditinggalkan di sana. Tania hanya bisa menurut. Ia bahkan tidak memiliki sepeser pun uang tunai dan akan repot jika ia harus menukarkan uang terlebih dahulu. Setelah seharian enrada di atas pesawat, ia sudah lelah dan ingin segera membaringkan tubuhnya dan tidur dengan nyenyak.
"Nanti pesankan aku kamar sendiri." Ucap Tania tiba-tiba dan membuat Kevin yang sedang membaca dokumen di sampingnya melirinya.
"Kenapa? Bukankah lebih praktis kita memesan satu kamar saja?" Kevin menyipitkan matanya.
"Jika kamu tidak mau membayarnya untukku, aku akan menggantinya ketika sampai di rumah." Tania mengerucutkan bibirnya. Ia tahu tidak akan mudah berbicara dengan laki-laki itu.
"Baiklah kalau begitu. Jangan lupa bayar setelah kita tiba di rumah nanti." Jawab Kevin dengan santai.
"Huh." Tania mendengus kesal. Memasukan makanan di dalam sendok dengan keras. Namun itu hanya Sebentar karena setelah rasa lezat dari makanan di mulutnya terasa nikmat, suasana hatinya menjadi sedikit lebih baik dan makan dengan santai. Kevin yang melihat perubahan ekspresi nya tersenyum kecil.
*
*
*
...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_81🍁...
...Terima kasih sudah mampir 😘...
...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...
...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...
...***...
__ADS_1
...Salam sayang 😘...
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...