Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 59. Masalah Mengukur


__ADS_3

"Heh. Aku sedang mengukur lingkar pinggang. Jika aku tidak memeluknya, bagaimana aku bisa mengetahui ukurannya dengan tepat? Kamu jangan mencari alasan yang tidak masuk akal. Kamu memintaku untuk bekerja dengan keras. Tapi kamu sendiri lah yang sekarang menghalangi pekerjaanku." Tania mengerucutkan bibirnya.


"Kalau begitu, kenapa tidak pakai manekin saja? Jadi bisa mengukur manekin itu. Tidak harus mengukur laki-laki jelek itu!" Kevin masih tidak terima.


"Aish! Orang yang akan mempromosikan pakaian ini nantinya adalah dia. Model pria itu. Bagaimana bisa aku mengukur manekin. Ukuran setiap orang pasti berbeda. Jika pada model saja tidak pas, bagaimana orang akan tertarik membelinya. Apa kamu menjadi bodoh setelah kepalamu yang sekeras batu itu terbentur tembok beton?"


"Ini.... Begini saja. Bagaimana kalau aku saja yang menjadi modelnya?" Ucap Kevin dengan serius. Membuat Tania tertawa terbahak-bahak.


"Kenapa? Apa yang kamu tertawaan?" Kevin tidak senang. Melipat kedua tangannya dengan kesal.


"Kamu jadi modelnya? Tidak mungkin." Tania melambaikan tangannya. Bahkan memalingkan wajahnya.


"Kamu buta ya? Melihat dari sisi manapun, aku ribuan kali lebih baik dari model laki-laki jelek itu. Aku tampan, berwibawa dan yang paling menawan di seluruh perusahaan ini. Tidak ada model yang paling baik dibandingkan denganku."


Tania mendengus. Semua yang dikatakan oleh Kevin memang semuanya benar kecuali kalimat terakhir. Menjadi model tidak hanya dengan memiliki wajah yang cantik saja. Yang paling penting sebenarnya adalah auranya. Juga bagaimana cara model tersebut mengekpresikan pakaian yang dia kenakan. Jika model itu tidak pandai mengekpresikan diri dengan tepat, maka pakaian yang sedang ia promosikan tidak akan tepat sasaran.


"Huh! Jangan terlalu percaya diri. Apa kamu pikir menjadi model itu hanya mengandalkan wajahnya yang tampan saja?"


"Huh? Lalu? Memang apa lagi yang harus dilakukan? Bukankah hanya berjalan saja?"


"Ya memang. Tapi di sini bukan hanya berjalan saja. Melainkan berjalan dengan ditatap oleh ratusan orang."


"Aku sudah terbiasa diperhatikan oleh ratusan orang setiap aku berjalan."


"Oh... Baguslah kalau begitu. Mari kita lihat apakah akan ada orang yang akan setuju jika kamu yang jadi modelnya." Melihat kepercayaan diri Kevin, Tania mendengus kesal.


"Ha-ha-ha-ha. Memangnya siapa yang akan berani tidak setuju."


"Huh. Oke. Kalau begitu sudah diputuskan."


"Nah. Tunggu apa lagi? Cepat ukur aku." Kevin tersenyum puas. Lalu berdiri dengan tegak. Bersiap untuk diukur.

__ADS_1


"Tidak. Sekarang kamu keluarlah dulu. Aku lelah." Tania berbalik dan duduk di kursinya.


"Tidak bisa. Jangan menunda pekerjaan. Aku tidak ingin kehilangan uang dengan sia-sia." Kevin mengerucutkan bibirnya.


"Oh.. baiklah kalau begitu." Tania berdiri. Kevin tersenyum penuh kemenangan melihatnya. Namun wajah Kevin segera berubah gelap saat ia melihat Tania membuka pintu ruangan dan memanggil Mona yang sudah duduk di tempatnya. Secara mengejutkan, Danil juga berada di ruangan itu. Duduk di atas sofa dengan tenang sambil mengerjakan pekerjaan dengan ponselnya.


"Ya Miss Angela." Mona segera berdiri. Danil juga berdiri di tempatnya.


Mona masuk ke dalam ruangan dengan ragu. Ia takut bahwa ia mungkin tidak sengaja menyinggung bos nya yang ada di dalam ruangan.


"Mona, model prianya telah diganti sekarang. Saat ini, yang akan menjadi model prianya adalah tuan Kevin." Informasi pertama membuat Mona hampir kehilangan ketenangannya.


Suara Tania juga tidak rendah, jadi Danil yang ada di ruangan Tania juga mendengarnya. Dia juga sangat terkejut. Dia hampir saja menjatuhkan ponsel pintar di tangannya. Apa yang ingin dilakukan oleh tuannya ini? Apakah dia sungguh-sungguh akan menjadi model untuk nyonya?


"Mona, ambil meteran dan ukur Tuan Kevin sekarang." Ucap Tania sambil tersenyum. Ia melirik Kevin dengan licik. Sedangkan Mona, jangan ditanya lagi. Dia ketakutan sampai mundur dua langkah dan akan jatuh jika di belakangnya tidak ada balas untuk bersandar. Dia hanyalah asisten kecil saja. Dia juga hanya duduk diam di sudut dan bahkan sudah menyusutkan kehadirannya berharap agar tidak ada yang akan memperhatikan. Namun kenapa saat ini dia tiba-tiba diseret dalam masalah tanpa terduga?


"Tania! Jangan keterlaluan! Apa kamu akan membiarkan wanita lain menyentuhku?!" Kevin menggeram marah. Ia menatap Tania dengan kesal.


"Menyentuh apa? Bukannya hanya mengambil ukuran saja? Ayo Mona, lakukan untukku." Ucap Tania dengan santai. Mengabaikan wajah Mona yang pucat pasi di sudut ruangan.


"Eh? Bukankah saya tadi sudah bilang jika saya sedikit lelah ya? Keadaan tubuh akan mempengaruhi hasil pekerjaan. Lagipula Mona asalah asisten saya. Dia mampu melakukan hal sepele seperti ini. Ya kan Mona?" Mona semakin ketakutan. Oh ayolah para penguasa. Tolong kasihanilah orang kecil sepertinya. Tolong bebaskan dirinya dari masalah besar seperti ini....


"Danil! Kesini cepat!" Teriak Kevin marah. Danil yang sejak tadi penasaran dengan apa yang terjadi di dalam ruangan karena ia yang hanya berdiri diam di tempatnya dan tidak berani masuk pun segera masuk. Ia melihat keadaan Mona yang tampak menyedihkan di sudut ruangan. Sepertinya ia mendapatkan teman yang akan senasib dengannya di masa depan. Sedangkan Tania yang melihat Danil masuk hanya meliriknya sekilas.


"Saya tuan." Danil berdiri di depan Kevin dengan cemas.


"Biarkan Danil yang mengukurku. Kamu beri dia intruksinya dan biarkan dia yang melakukannya saja." Kevin tidak menjawabnya dan malah berbicara pada Tania sebagai gantinya.


Tania awalnya masih akan menggunakan Mona untuk menjauhkan dirinya dari Kevin, namun saat ia melihat asisten kecilnya yang polos ini terlihat sangat ketakutan, Tania pun menyerah dan berdiri. Mengambil meteran dan menyerahkannya pada Danil. Dia sendiri mengambil buku catatan dan pensil untuk mencatat hasil pengukuran.


Lima belas menit kemudian, Kevin dan Danil keluar dari ruangan Tania bersama-sama. Satu dengan wajah kesal. Dan satu yang lainnya dengan wajah yang cemas. Yang terakhir memiliki firasat jika sisa harinya hari ini pasti akan berjalan sangat sulit bagi mereka, para bawahan.

__ADS_1


"Apakah kamu sudah melakukan apa yang aku perintahkan?" Danil terkejut ketika Kevin berbicara secara tiba-tiba saat mereka baru saja naik lift.


"Su-sudah tuan. Saya sudah mendapatkan suite yang ada di samping tempat tinggal nona Tania seperti yang anda perintahkan."


"Bagus." Kevin mengangguk. Suasana hatinya sedikit terangkat. Dia tidak pernah sesemangat ini. Akhirnya dia merasa hidup setelah bertahun-tahun hidup dalam kebosanan yang panjang.


"Penghuni sebelumnya adalah seorang gadis muda. Dan selera desainnya tidak sesuai dengan tuan, saya akan mengatur orang untuk mengatur ulang desainnya sebelum Anda pergunakan nanti." Danil menambahkan. Penghuni apartemen sebelumnya adalah seorang gadis muda. Anak kuliahan. Jadi apartemen itu lebih didominasi oleh warna pink dan sejenisnya. Yang sangat tidak cocok dengan karakter tuannya yang keren dan dingin.


"Tidak masalah. Masalah itu bisa diselesaikan sambil berjalan. Berikan saja kuncinya padaku sekarang." Kevin mengangguk sebelum mengulurkan tangannya meminta kunci apartemen pada Danil. Sama sekali tidak memperhatikan apa yang dikatakan Danil sama sekali. Atau dia memperhatikan tapi tidak begitu mempermasalahkan.


"Tapi..." Danil sedikit ragu. Namun saat melihat wajah Kevin yang sepertinya sudah akan segera berubah menjadi mendung, ia segera mengeluarkan kartu berwarna biru dari dalam saku jasnya kepada tuannya itu. "Untuk sementara, Password nya adalah tanggal lahir anda, tuan." Lanjut Danil.


"Oke. Tambahkan bonus untukmu bulan ini." Ucap Kevin. Dia memandang kartu di tangannya dengan puas.


"Terima kasih tuan." Danil lahirnya tersenyum. Hah.... meskipun pekerjaan ini sangat melelahkan jiwa raganya, ia rela jika terus seperti ini.


*


*


...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_59🍁...


...Terima kasih sudah mampir 😘...


...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...


...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...


...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...


...***...

__ADS_1


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...


__ADS_2