Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 167. Mengakui


__ADS_3

Sesuai dengan arahan Tania, Kevin kembali ke kamar setelah ia selesai menyiapkan kompres. Lalu meletakkan mangkuk berisi air hangat di atas meja. Lalu dengan hati-hati, meletakkan handuk yang telah diberi air dingin di kening Kaylee. Kevin melakukannya beberapa kali. Setiap kali Kevin meletakkann kompres di keningnya, Kaylee akan bergerak tidak nyaman.


"Jangan sakit sayang. Daddy sangat khawatir padamu." Gumam Kevin sambil mengelus kepala Kaylee. Kaisar yang mendengarnya hampir saja melotot kaget.


"Daddy jahat. Daddy nggak mau Kaylee dan Kaisar." Kaylee kembali gelisah dan mengigau. Ia menangis dalam tidurnya.


Gerakan tangan Kevin berhenti. Mendengar igauan Kaylee kali ini ia semakin yakin bahwa keputusannya untuk menunda memberitahu mereka adalah salah. Dia bodoh karena menganggap kedua anak ini tidak mengerti. Dia seharusnya memikirkan bagaimana mereka berdua menjalani hari-hari tanpa dirinya. Seharusnya meskipun dengan resiko akan dimarahi atau bahkan dijauhi oleh mereka, dia tidak menyerah begitu saja.


"Tidak sayang. Daddy tidak pernah seperti itu. Daddy menyayangi kalian semua." Kevin tidak dapat menghentikan dirinya untuk tidak menciumi Kaylee dengan penuh penyesalan.


Merasakan sesuatu yang mengganggunya yang memang sudah merasa tidak nyaman, Kaylee akhirnya bangun. Ia sangat terkejut melihat wajah Kevin yang begitu dekat. "Paman?"


"Kamu bangun? Ehem. Maaf karena mengganggumu. Tapi badanmu demam. Sekarang kamu pakai kompres dulu ya biar demamnya tidak bertambah." Kevin menjelaskan dengan panik.


"Oh. Oke." Kaylee mengangguk menurut. Ia memang merasa jika tubuhnya tidak nyaman.


"Kenapa begitu ramai?" Kaisar yang sudah bangun sejak awal tidak dapat lagi terus berpura-pura tidur. Jadi dia menggosok matanya untuk menyembunyikan mata yang sudah tidak mengantuk lagi itu saat ia bangun dari tidurnya dan duduk di atas ranjang.


"Tidak apa-apa. Kaylee hanya demam ringan saja. Dokter juga akan segera tiba."


"Oh...." Kaisar hanya mengangguk sebagai jawaban. Bukankah Kaylee sangat suka bermain drama? Sepertinya sebentar lagi drama yang sesungguhnya akan terjadi. Kali ini, Kaisar sangat menantikannya.


"Apa? Dokter?!" Teriak Kaylee panik. Ia bangun dengan cepat. Membuat handuk basah di keningnya jatuh di atas kasur.


"Kenapa paman memanggil dokter? Aku tidak apa-apa. Aku tidak mau diperiksa dokter." Ucap Kaylee panik. Ia tidak suka bertemu dengan dokter karena ia takut disuntik.


"Meskipun kamu merasa baik-baik saja, kamu masih harus diperiksa dokter. Masalah seperti ini tidak boleh disepelekan." Ucap Kevin khawatir.


"Tapi bagaimana kalau.... Kalau... Kalau..." Kaylee ragu melanjutkan. Ia malu jika Daddy-nya tahu jika dia takut dokter. Melihat Kaylee yang gelisah membuat Kevin bingung. Bukankah anak ini dari tadi menurut? Kenapa tiba-tiba berubah menjadi seperti ini?

__ADS_1


"Paman, Kaylee takut disuntik." Kaisar dengan murah hati memberitahu Kevin. Ia tersenyum miring.


"Kaisar! Kenapa kamu mengatakannya?" Kaylee mencebikan bibirnya. Wajahnya yang sudah merah karena demam semakin bertambah merah karena malu.


"Huh?" Kaisar menyipitkan matanya berpura-pura tidak mengerti. "Kenapa? Kamu malu?" Lanjutnya mengejek Kaylee.


"Benarkah? Kaylee, apa kamu takut disuntik?" Kevin bertanya dengan lembut. Ia mengelus rambut Kaylee yang berantakan.


"Iya.". Jawab Kaylee pelan. Ia menundukkan kepalanya. Menyembunyikan wajahnya yang malu.


"Kamu hanya demam ringan saja. Tidak akan disuntik." Ucap Kevin mencoba menenangkan.


"Tidak. Mami juga suka berkata seperti itu, tapi aku masih tetap disuntik." Kaylee menarik tubuhnya menjauh.


"Itu karena suntik vaksin. Jadi memang harus disuntik." Kaisar menjelaskan.


"Kaylee harus percaya padaku, aku janji dokter hanya akan datang memeriksaku. Tidak akan menyuntikmu sama sekali. Bagaimana?" Kevin mencoba memberikan keyakinan.


"Baiklah. Paman janji dokter tidak akan menyuntikmu kali ini. Jika aku mengingkari janji, aku akan disambar petir di siang bolong." Janji Kevin. Tangan kanannya bertautan dengan tangan Kaylee, sedangkan tangan kirinya diangkat ke atas.


"Oke. Paman yang janji lho." Ucap Kaylee tenang.


"Mm." Kevin mengangguk.


Tak lama kemudian suara bel pintu terdengar. Lalu Kevin keluar kamar untuk membukakan pintu. Dokter yang dipanggil boleh Kevin adalah dokter Dika, yang memang adslah dokter keluarga Abraham.


"Eh? Bukannya kamu sakit?" Dokter Dika terkejut melihat Kevin membukakan pintu. Ia pikir orang pertama yang akan ia lihat adalah Danil.


"Bukan aku. Tapi anakku." Jawab Kevin singkat.

__ADS_1


"Apa! Anak?! Kenapa tiba-tiba ada anak? Wanita mana yang berhasil mengandung anakmu?"


"Huh! Itu anakku dan Tania. Sudah. Hentikan omong kosongnya dan cepat pergi periksa. Tidak usah disuntik. Berikan obat saja." Ucap Kevin mengingatkan.


"Oke-oke. Aku tidak akan bertanya lagi malam ini. Tapi kamu harus berjanji untuk menjelaskannya padaku nanti . Anak-anak memang sering demam karena alasan sepele. Sepertinya memang tidak butuh suntik." Jawab Dokter Dika.


"Baiklah." Kevin menganguk ringan. "Oh ya. Kamu harus berjanji tidak akan mengatakan apapun jika aku adalah ayah kandung mereka. Aku dan Tania sepakat untuk tidak mengatakannya lebih dulu. Kami ingin mencari waktu yang tepat terlebih dahulu." Lanjutnya dengan serius.


"Oke-oke. Aku akan ingat."


*


*


*


...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_167🍁...


... kasih sudah mampir 😘...


...Like, VOTE, rate dan komentar nya tunggu...🤗...


...Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...


...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...


...***...


...Salam sayang 😘...

__ADS_1


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...


__ADS_2