
"Ada apa?" Tanya Kevin pura-pura tidak mengerti. Melihat dari reaksi Tania saat ini, sepertinya kedua anak ini memang ada hubungannya dengannya. Namun ia masih ingin melihat sampai kapan Tania akan menyembunyikan nya darinya.
"Tidak apa-apa. Ada anak kecil. Jangan seperti ini." Tania melepaskan tangan Kevin dari pinggangnya dan berjalan mendahului Kevin.
Yang pertama melihat kedatangan mereka adalah Arsya yang menghadap langsung ke arah pintu masuk. Arsya menatap Tania dengan penuh penyesalan dan meminta maaf. Tania melihatnya dan menghela napas. Lagipula hari ini akan datang cepat atau lambat. Sekarang ini dia tidak dapat mengalahkan siapapun dan hanya bisa menghadapinya dengan tenang. Jika ia tidak mengakui jika Kaylee dan Kaisar adalah buah yang telah ditinggalkan Kevin dengannya, semuanya akan baik-baik saja. Tetapi setelah ini, ia harus memastikan jika kedua buah hatinya ini menjauh dari Kevin.
"Oh hai. Lihatlah siapa yang datang." Harry berkata dengan lantang. Membuat Kaylee dsn Kaisar sontak menoleh ke arah pintu masuk dan melihat mami yang sengaja mereka hindari ini. Tetapi, siapa yang datang bersama mami?
"Mami! Mami! Kaylee sangat merindukan mami." Kaylee turun dari kursinya dan melompat-lompat untuk sampai di depan Tania sebelum melompat masuk ke dalam pelukan Tania. Tania juga membalas memeluk Kaylee.
"Bohong! Jika kamu begitu merindukan mami seperti yang bibir manismu ini katakan, kenapa tidak menemui maki segera setelah sampai dan malah bersembunyi hah?" Tania menatap putirnya ini yang manis. Wajahnya yang salah tingkah itu sangat lucu dan menarik.
"Ini bukan salah Kaylee mami. Kaylee hanya ikut-ikutan Kaisar saja." Ucap Kaylee panik.
"Eh? Hanya begitu saja kamu sudah mulai menjual kakakmu? Dasar!" Tania mengetuk ujung hidung Kaylee yang mancung.
"He-he-he-he." Kaylee terkekeh merasa bersalah. Membahas Kaisar, Tania jadi mengingat jika dia telah melupakan putranya yang dingin ini. Lama tidak bertemu dengannya, apa masih tidak ingin memeluknya? Tania menoleh untuk melihat Kaisar. Namun yang dia dapati adalah bahwa dua orang pria yang jelas-jelas terlihat mirip satu sama lainnya saling berhadapan. Yang satu besar dan yang satu lagi jauh lebih kecil. Kedua orang itu saling memandang tanpa berbicara sepatah kata pun.
"Tania, apa ada yang perlu kamu katakan?" Kevin bertanya tanpa mengalihkan pandangannya dari sosok kecil yang seperti miniaturnya itu.
"Eh ha ha ha. Aku lupa memperkenalkan kalian. Kevin, kedua anak ini adalah anak-anakku. Ha ha. Dan sayang, paman ini adalah bos mami di sini. Kalian bisa memanggil nya paman Kevin." Tania memperkenalkan mereka dengan sengaja menyelingi nya dengan tawa agar rasa canggung yang tercipta segera hilang.
Kevin melirik Tania kesal saat ia mendengar bagaimana ia memperkenalkan dirinya pada kedua anak ini. Hanya dengan melihat wajah mereka saja, semua orang akan langsung mengetahui jika kedua anak ini adalah anak-anak nya. Kenapa Tania tidak mau mengakuinya?
"Ada banyak hal yang perlu dibicarakan. Tuan Abraham, sekarang sudah malam, aku akan membawa anak-anak ku pulang untuk beristirahat." Tania menggendong Kaylee dan berjalan mendekat untuk menggandeng Kaisar.
__ADS_1
"Aku akan mengantarmu." Kevin selangkah lebih cepat dari Tania dan memegang tangan kecil Kaisar dengan tangannya. Namun anehnya, Kaisar tidak menolak sama sekali sentuhan Kevin seperti ia menolak sentuhan orang asing. Bahkan Arsya sekalipun.
"Aku yang membawamu kemari. Aku juga yang akan mengantar mu." Tanpa menunggu persetujuan Tania, Kevin menarik tangan Tania yang bebas dengan satu tangannya dan pergi dari ruangan itu. Semua orang yang ditinggalkan di dalam ruangan melihat punggung dua orang dewasa dengan dua anak kecil yang keluar dari ruangan dan menghilang setelah melalui pintu.
"Tuan Arsya, silahkan minum tehnya." Harry yang sejak awal duduk melihat pertunjukan menyesap tehnya dengan santai. Arsya menatapnya dengan benci. Ia yakin jika pria ini lah yang pasti memanggil Kevin datang. Tidak mungkin akan secara kebetulan mereka bertemu dengan Mereka di tempat seperti ini.
"Saya tidak tahu apa masalah anda. Tapi saya yakin jika pasti anda yang membawa tuan Abraham datang kemari." Geram Arsya marah.
"Ah itu tidak seperti yang anda sangka. Saya memang yang mengundang Kevin datang kemari. Namun saya tidak bermaksud apa-apa. Saya murni hanya memanggil atasan saya saja. Tidak ada yang lain." Harry adalah seorang aktor berbakat. Ia mampu menipu orang dengan ekpresinya.
Namun Arsya bukan sepenuhnya orang bodoh yang akan segera tertipu. Beberapa tahun malang melintang di dunia bisnis telah membuatnya melihat berbagai ekspresi wajah orang-orang di sekitar. Apalagi Harry memang sengaja tidak sepenuhnya berakting saat ini. Jadi Arsya dapat melihat kekurangan nya. Tetapi meskipun begitu, Arsya masih tidak akan bisa memberikan bukti jika dia lah yang memang sengaja mengatur Kevin datang.
"Tidak perlu. Karena urusan kami di sini sudah selesai, kami akan pamit." Arsya berdiri. Xia Xi Lin juga berdiri mengikuti. Dia datang bersama dengan Arsya dan anak-anak tadi. Lalu saat ia hendak menyusul mereka yang dibawa pergi oleh Tania dan Kevin, Arsya melarangnya.
"..." Arsya hanya meliriknya tanpa menanggapi saat ia berjalan pergi bersama dengan Xia Xi Lin. Harry tidak mengambil hati masalah ini. Ia kembali duduk dan memutar cangkir tehnya. Menatap punggung keduanya yang segera menghilang di balik pintu.
"Hah.... Lagi-lagi aku ditinggalkan sendirian." Harry menghela napas. Tersenyum aneh dan menyandarkan punggungnya di sandaran sofa nya.
Setelah meninggalkan ruangan itu, Kevin membawa Tania dan kedua anak mereka turun melalui lift khusus seperti saat mereka naik sebelumnya. Lalu masuk ke dalam sebuah ruangan yang ada di dalam besmen. Sebuah mobil mewah terparkir di sana. Kevin memang menyiapkan mobil nya di setiap tempat yang kemungkinan besar dia pergi ke sana. Seperti AB 2 Mall ini. Sesekali Kevin akan datang untuk melihat perkembangan mall terbesar di ibukota itu.
"Anak-anak biarkan duduk di belakang. Kamu di depan." Ucap Kevin saat ia mendudukkan Kaisar di bangku belakang mobil berwarna hitam itu.
"Tidak. Aku masih rindu kedua anakku. Aku mau bersama mereka." Jawab Tania. Lalu tanpa menunggu persetujuan, ia masuk dan duduk setelah membiarkan Kaylee masuk dan duduk di antara kedua anaknya.
"Tania, apa kamu pikir aku sopir?" Kevin tidak terima. Jika mereka duduk di belakang semua, dia akan terlihat seperti sopir.
__ADS_1
"Jika tidak mau, kami bisa turun dan pulang sendiri." Jawab Tania tanpa basa basi. Ia memeluk Kaylee dan Kaisar di kedua sisinya saat ia duduk. Ia benar-benar merindukan kedua anaknya ini.
"...." Kevin menatap Tania tanpa daya. Melihat ketiga orang di kursi belakang yang saling berpelukan, hatinya melembut. Juga iri. Bukankah ia juga berhak berpelukan bersama mereka? Kenapa dia harus menderita di sini? Dia juga ingin memeluk mereka.
*
*
*
...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_128🍁...
... kasih sudah mampir 😘...
...Like, VOTE, rate dan komentar nya tunggu...🤗...
...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...
...***...
...Salam sayang 😘...
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...
__ADS_1