Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 102. Tania Bangun


__ADS_3

Kevin menatap Tania yang telah tidur di sampingnya dengan peluh yang membasahi seluruh tubuhnya dengan puas. Mereka baru saja mengalami siang yang panas yang bergairah. Tania dalam pengaruh obat, sedangkan dia murni karena keinginannya sendiri.


"Meski aku tahu kamu pasti akan marah padaku nanti, aku tidak akan menyesali hal ini." Ucap Kevin sambil menyingkirkan anak rambut dari kening Tania. Mengecupnya dengan penuh cinta. Kevin menatap wajah Tania lama sebelum ia menarik selimut menutupi tubuh telanjang Tania dan turun dari ranjang memakai celana boxernya sebelum memunguti pakaiannya dan pakaian Tania yang berserakan di atas lantai lalu masuk ke dalam kamar mandi. Sedangkan Tania yang kelelahan tidak tahu apa-apa saat ini dan tidur nyenyak sampai sore harinya.


Tania mengerjapkan matanya yang berat. Lalu ia memijit keningnya yang berdenyut nyeri. "Uh! Apa yang terjadi padaku? Kenapa tubuhku rasanya sakit semua?" Keluh Tania sambil duduk. Namun saat ia duduk, selimut yang menutupi tubuhnya melorot dan memperlihatkan setengah tubuh telanjangnya.


"Ah!" Tania merasa dingin dan menyadari jika dia tidak memakai pakaian. Dia pun akhirnya mendapatkan kembali kesadaran sepenuhnya dan melihat ke sekeliling.


"Bukankah ini kamar Kevin?" Gumam Tania saat ia mengenali kamar itu. Meskipun ia hanya pernah masuk ke kamar itu satu kali, ia masih dapat mengenali kamar itu dengan baik.


"Apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa aku tidak mengingatnya sama sekali?" Lanjut Tania sambil mengingat apa yang terjadi sebelumnya.


Setelah beberapa saat, Tania akhirnya mengingat kejadian sebelum ia benar-benar tidak sadar. Sebelum ia sepenuhnya tidak sadar, ia ingat jika merasa pusing dan tidak bertenaga. Lalu dari semakin lama, ia mulai tidak dapat mengendalikan dirinya. Sebelum ia sepenuhnya tidak sadar, lamat-lamat ia mengingat jika dia memeluk Kevin untuk menyeimbangkan tubuhnya, lalu dalam keadaan setengah sadar ia...


"Ah! Tidak tidak! Apa yang sudah aku lakukan!" Tania menutup wajahnya frustasi saat ia mengingat apa saja yang ia lakukan dalam keadaan setengah sadar itu. Bagaimana ia bisa mengucapkan kata-kata yang memalukan itu pada Kevin. Bahkan ia memeluk erat dirinya dan menciuminya! Sungguh melakukan!


"Bagaimana aku akan menghadapinya di masa depan? Tidak! Aku tidak siap bertemu dengannya saat ini. Aku harus segera pergi." Tania panik dengan dirinya sendiri sehingga ia tidak menyadari jika Kevin sebenarnya telah lama berada di ambang pintu dan melihatnya frustasi.


Saat Tania hendak turun dari ranjang setelah melilit tubuhnya dengan selimut, suara maskulin yang menggoda menghentikan langkahnya.


"Setelah berbuat onar, mau pergi begitu saja?"


Tania segera menoleh dan melihat Kevin yang berjalan ke arahnya. Secara reflek, Tania mencengkeram selimut di dadanya.


"Apa yang kamu inginkan?" Tanya Tania sinis. Meskipun ia tahu jika dirinya sendirilah yang salah, ia tidak mungkin akan mengakuinya dengan mudah. "Bukankah kamu lah yang diuntungkan dalam hal ini?" Lanjut Tania.


"Eh? Bukankah kita sama-sama untung. Aku sudah membantumu. Bukankah sudah seharusnya kamu berterima kasih padaku? Lalu aku juga melakukannya karena permintaanmu sendiri. Aku hanyalah menuruti permintaanmu saja." Kevin menatap Tania dengan senyum liciknya.


"Tidak! Tidak mungkin. Meskipun aku tidak sadar, aku pasti tidak akan pernah memintamu melakukannya." Tania marah dituduh seperti itu. Bagaimana mungkin dia meminta Kevin melakukan itu dengan tidak tahu malu?


"Ohoho... kamu mau mengelak rupanya. Tenang saja, aku sudah tahu jika ini akan terjadi dan telah menyiapkan buktinya."


Kevin mengeluarkan ponselnya dan memutar rekaman percakapan Tania dan dirinya di dalam lift apartemen yang direkam oleh Danil. Saat Kevin melirik sekretaris serba bisa itu di dalam lift tadi, dia langsung paham dengan apa yang diminta sang bos dan merekam apa yang diucapkan oleh Tania. Ia juga langsung mengerti apa tujuan bosnya memintanya melakukan hal itu. Sekarang Kevin memiliki buktinya. Dan Tania tidak dapat mengelak.

__ADS_1


Tania tidak percaya bahwa dia benar-benar melakukannya. Namun dia dalam keadaan tidak sadar. Seharusnya kata-kata itu tidak akan dihitung.


"Aku... Aku... Aku tidak sadar tadi. Jadi lupakan saja apa yang terjadi." Tania segera mengakhiri semuanya. Karena semakin mereka membahasnya, semakin akan terlihat jika dialah yang memang memulainya. Jadi dia segera turun dari ranjang dan berniat segera masuk ke dalam kamar mandi untuk bersembunyi. Namun Kevin jauh lebih cepat darinya. Laki-laki itu menarik selimutnya dan kembali menekannya di atas ranjang.


"Kev! Apa yang kamu lakukan!" Teriak Tania terkejut. Ia bergegas memperbaiki selimutnya yang berantakan. Bagian depan tubuhnya hampir terekspos dengan sempurna.


"Sepertinya aku harus mengingatkanmu dengan apa yang kamu lakukan padaku tadi sehingga kamu tidak akan lari dari tanggung jawab." Kata Kevin menatap mata Tania yang panik.


"Kita sama-sama dewasa, tidak apa jika melakukan itu sesekali. Jadi kita bisa melupakannya dan tidak perlu memperhitungkannya kan? Lagipula kamu tahu aku tidak sadar kemarin. Seharusnya bukan kah aku yang marah? Aku sudah tidak menghitungnya. Jadi bukankah kamu juga harusnya begitu."


"Jadi maksudmu, kamu terbiasa melakukannya sesekali dengan pria-pria dewasa lainya?" Kata Kevin mengintimidasi.


"Hei hei. Bukan itu intinya. Yang perlu kita bahas adalah untuk tidak menganggap hal ini saja." Jawab Tania panik. Kenapa yang diterima laki-laki ini justru hal yang tidak penting? Tentu saja dia tidak pernah melakukan nya dengan siapapun selain dia. Bukankah dia juga sudah merasakannya. Apakah benar-benar tidak tahu? Namun tentu saja ia tidak akan mengatakannya dan membuatnya semakin sombong.


"Jawab saja pertanyaan ku. Apakah kamu pernah melakukannya dengan laki-laki lain?" Tanya Kevin sekali lagi. Kali ini dengan nada bicara yang mengintimidasi.


Melihat Kevin yang terlihat marah, Tania tidak berani tidak menjawabnya. "Tidak. Aku tidak pernah melakukannya dengan orang lain. Itu hanya kamu." Jawab Tania dengan suara rendah. Tentu saja ia malu mengatakannya. Membahas hal semacam ini sangat memalukan baginya. Namun ia tidak menyangka jika reaksi yang dia terima dari Kevin sangat tidak terduga.


Pandangan mata Tania kosong menatap Kevin yang terlihat bahagia dan sangat lembut. Sangat jauh berbeda dari yang biasa ia lihat. Kevin yang seperti ini terlihat jauh lebih lebih tampan.


"Kalau seperti itu, tetaplah seperti itu. Hanya aku yang akan dapat menyentuhmu. Tidak ada yang lainnya." Ucapan Kevin sambil memeluk erat Tania.


Mendengar ucapan Kevin, Tania tersentak. Dan dia, tanpa sadar membuka mulutnya yang bertanya.


"Lalu, bagaimana denganmu?"


Kevin menatap mata Tania yang penuh harap. Mata itu tampak kesepian.


"Sejak awal, aku hanya milikmu seorang. Tidak akan pernah ada yang akan memiliki hak untuk memilikiku selain dirimu." Jawab Kevin percaya diri. Dia menatap Tania dengan yakin. Memberikan kepercayaan pada wanita di dalam pelukannya itu.


Mendengar jawaban Kevin, hati Tania tersentuh. Namun saat ia mengingat apa saja yang ia dengar dari para karyawan dan cerita dari Mona mengenai Khanza, mata Tania kembali redup.


"Jangan mempermainkan aku Kev." Tania memalingkan wajahnya menjauhi tatapan mata Kevin yang begitu mempesona.

__ADS_1


"Tidak. Aku tidak berbohong."


"Lalu bagaimana dengan wanita itu?"


"Maksdumu Khanza?" Tanya Kevin. Tania mendengus saat mendengar Kevin memanggil nama Khanza.


Melihat reaksi Tania, meskipun wanita itu tidak menjawabnya, ia tahu jika wanita yang dia maksud adalah Khanza, Kevin mengehela napas panjang.


"Ceritanya panjang. Namun kamu harus percaya padaku jika dia bukan apa-apa bagiku. Di hatiku hanya ada kamu." Kevin tidak ingin membahas orang lain di saat ini dan membungkam bibir Tania yang sejak tadi begitu menggoda nya.


*


*


*


...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_102🍁...


...Terima kasih sudah mampir 😘...


...Yang panas-panas dilanjut nanti malam EA... Siang ini sudah panas. Author tidak mau menambah panasnya dengan episode yang hot...


...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...


...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...


...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...


...***...


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...

__ADS_1


__ADS_2