Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 119. Di Dalam Hati Semua Orang


__ADS_3

Kakek Seno kembali dengan membawa dua botol air minum kemasan. Saat ia kembali, ia mendengar suara nenek Ambar yang sedang tertawa bahagia. Juga suara gadis yang terdengar ceria dan penuh semangat. Jadi dia buru-buru berjalan untuk kembali. Saat kakek Seno sudah berada dekat dengan mereka, ia berhenti dan berjalan perlahan. Memperhatikan setiap orang. Terutama kedua anak kecil yang begitu mencolok itu.


Sama seperti nenek Ambar yang hanya melihatnya dari foto, ia juga sama. Di dalam foto yang diambil dengan sembunyi-sembunyi, foto itu didapatkan dari jarak yang cukup jauh dan akhirnya mendapatkan hasil yang tidak begitu optimal. Wajah mereka sedikit tidak jelas. Namun meskipun begitu, ia masih bisa mengenali wajah di foto yang memiliki kemiripan dengan cucu mereka saat kecil. Saat ini, setelah melihat dari dekat, tingkat kemiripan itu bahkan sempurna. Terutama anak laki-laki itu, dia hampir sembilan puluh sembilan persen mirip dengan Kevin. Apalagi pada saat Kevin masih kecil, dia melihat bagaimana anak itu tumbuh. Jadi dia masih ingat bagaimana rupanya.


"Sayang, kamu berbicara dengan siapa?" Kakek Seno yang muncul segera memulai aktingnya.


"Oh anak-anak, ini adalah suami nenek buyut. Jadi kalian bisa memanggilnya kakek buyut." Neenk6 Ambar yang awalnya duduk segera berdiri untuk memperkenalkan suaminya.


"Halo kakek, senang bertemu dengan mu." Kaylee yang pertama menyambut. Ia berdiri dan mengulurkan tangannya yang kecil dan lucu.


Kakek Seno melihat tangan kecil yang terulur padanya dan segera menjabatnya. Mata kakek Seno yang awalnya terlihat dingin dan mendominasi, saat ini sedang menatap Kaylee dengan hangat dan penuh kasih sayang.


"Ehem. Seperti yang nenek buyut kalian katakan. Karena kalian sudah memanggilnya nenek buyut, kalian juga harus memanggilku kakek buyut." Ucap Kakek Seno canggung.


"Hoki doki kakek buyut. Wuah Kai! Kita memiliki nenek dan kakek buyut sekarang! Betapa menyenangkannya!" Kaylee berlari menghampiri saudara kembarnya dan memegang kedua tangannya. Jika bisa, ia ingin mengajak Kaisar untuk melompat senang bersamanya. Namun ia mengetahui sifat saudara kembarnya itu dan melupakan gagasan itu dengan segera.


"Oke." Jawab Kaisar singkat. Ia memandang nenek Seno sebentar sebelum menatap kakek Seno lebih lama. Mengapa ia sepertinya terlihat tidak asing?


Arsya akhirnya mengingat siapa kedua orang tua yang tiba-tiba datang ini setelah melihat kakek Seno. Meskipun laki-laki itu sudah tua, namun sisa ketampanan dan kharismanya masih jelas terlihat. Dan itu, hampir sama dengan yang dimiliki oleh Kevin.


Tidak! Bukankah itu berarti mereka berdua adalah tuan dan nyonya besar Abraham?


"Kaylee, Kaisar, karena suami nyonya Ambar sudah datang, kita sudhs harus pergi. Sudah siang, mari kita pulang." Arsya segera menghampiri kedua kakak beradik yang berdiri di samping dengan terkejut.

__ADS_1


"Tapi paman..."


"Bagaimana jika paman mengajak kalian ke toko kue, lalu memesan es krim yang kalian mau sampai puas?" Arsya membujuk Kaylee karena Kaisar akan menurut jika Kaylee sudah bersedia.


Kaylee diam untuk berpikir sebentar, memandang antara nenek Ambar yang saat ini terlihat sedih lalu memamdang Arsya yang tersenyum lebar di depannya. Kaylee hampir saja setuju dan mengangguk. Namun perhitungan Arsya salah. Kaisar justru dengan cepat menolaknya dan malah membuatnya berhenti di jalan buntu.


"Kaylee, bukankah kita batu saja mengakui nenek dan kakek buyut? Apakah baik meninggalkan mereka berdua begitu saja? Apalagi kaki nenek buyut masih sakit. Apa pantas mengesampingkan hal ini demi es krim dan kue yang tidak seberapa itu?" Arsya hampir menjatuhkan rahangnya. Bagaimana bisa anak yang begitu kaku ini tiba-tiba berubah dan seperti nya sangat memperhatikan perasaan orang lain?


Sebenarnya Kaisar masih sama seperti dulu. Namun setelah ia mengamati kakek Seno, lalu melihat reaksi Arsya padanya, sesuatu pasti tidak sesederhana itu. Mungkin hal ini ada hubungannya dengan Daddy mereka. Baru memikirkan hal ini, Kaisar memiliki inisiatif untuk tinggal sedikit lebih lama dengan mereka. Siapa tahu mereka beruntung dan mendapatkan beberapa petunjuk yang berguna.


Mendengar ucapan Kaisar, Kaylee memandang nenek Ambar yang duduk dengan sedih di bangku. Kakek Seno memegang bahunya yang tampak kesepian.


"Kamu benar juga Kai. Paman, tidak apa-apa. Kami tidak akan makan es krim hari ini. Kami mau menemani nenek. Bolehkan?" Kaylee memandang Arsya dengan mata besarnya yang cerah.


Arsya memandang Kaylee dengan bingung. Kedua orang tua ini adalah kakek dan nenek Kevin, bagaimana jika mereka melihat kemiripan Kaisar dengan Kevin dan mulai curiga? Namun melihat betapa berharapnya Kaylee, ia menjadi tidak tega. Lagi pula ia juga tidak alasan yang masuk akan lainnya untuk mencegah kedushya berada di sana dalam waktu yang lama. Mereka hanyalah anak kecil, jika mereka mengetahui jika ia bersikap tidak baik pada orang tua, ia khawatir jika kelak keponakannya itu akan memiliki sikap yang buruk.


Kevin yang melihat keanehan Tania tidak bisa tidak mengernyitkan alisnya. Kenapa dengan wanita ini?


Kevin segera berdiri dan berjalan menuju ruangan Tania yang masih berada di dalam ruangannya dan hanya dibatasi oleh kaca transparan. Mengetahui jika Tania sedang melamun, Kevin menguji seberapa dalam Tania yang melamun. Kevin mengetuk pintu kaca tiga kali dengan pelan. Namun tampak nya, Tania tidak mendengar nya sedikit pun. Lalu pada ketukan selanjutnya, Kevin masih mencoba menambah kekuatan nya. Tetapi, masih tidak ada reaksi sama sekali dari Tania.


Apa yang sedang dipikirkan oleh wanita ini hingga seperti tidak mendengar apapun?


Melihat tidak ada reaksi dari Tania, Kevin langsung masuk. Bahkan setelah Kevin membuka pintu dsn berjalan ke arahnya, Tania masih larut dalam lamunannya. Kevin semakin mengerutkan keningnya. Hal besar apa yang sedang dipikirkan Tania saat ini?

__ADS_1


"Sedang memikirkan apa?" Tanya Kevin tanpa basa basi saat ia menunduk dan memeluk Tania dari belakang. Ia menyandarkan dagunya pada bahu Tania.


Merasakan napas hangat di lehernya, Tania segera tersadar dari lamunannya dan segera menoleh. Ia mendapati. Kevin yang sangat dekat.


"Kev! Apa yang kamu lakukan di sini?" Teriak Tania kaget dan mendorong kepala Kevin ke belakang. Melihat reaksi Tania yang berbanding terbalik dengan sebelumnya, Kevin mengerutkan alisnya.


"Apa? Bukannya sebentar lagi kita ada rapat? Jadi aku datang untuk menjemputmu. Siapa yang tahu bahwa ketika masuk malah melihat dirimu sedang melamun. Katakan padaku ada apa?" Kevin tidak melepaskan Tania dan justru semakin membelitnya.


*


*


...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_119🍁...


... kasih sudah mampir 😘...


...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...


...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...


...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...


...***...

__ADS_1


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...


__ADS_2