
"Tapi aku mencintaimu Angela." Oliver memegang tangan Tania saat ia mengakui perasaannya pada wanita dua anak itu.
Tania tampak terkejut saat Oliver mengakui cintanya. Ia memang sudah lama menyadari jika teman laki-laki nya itu sebenarnya memiliki niat lain di hatinya, namun karena laki-laki itu hanya diam saja selama ini, ia akhirnya mengabaikannya.
"Oliver maafkan aku, seperti yang ibumu bilang, kita berasal dari dua dunia yang berbeda. Apa kamu tidak takut jika aku tidak seperti yang terlihat di permukaan dan sebenarnya memiliki hati iblis di dalam diriku?" Tania menarik tangannya. Ia berbicara dengan jelas.
"Aku tidak peduli apa yang dikatakan ibuku. Aku tahu kamu bukanlah orang seperti itu. Jadi aku mohon terimalah cintaku Angela." Oliver kembali meraih tangan Tania dan menggenggamnya erat. Meskipun ia tahu jika Tania memang tidak memiliki perasaan yang sama dengannya, namun ia yakin jika ia diberi kesempatan untuk menyentuh hati Tania, ia akan berhasil mendapatkan cinta wanita itu.
"Oliver aku..." Tania sudah akan menarik tangannya tetapi Oliver yang menyadarinya segera mempererat genggaman tangannya. Tidak membiarkan Tania melepaskannya. Tidak sampai di situ, ia juga segera memotong ucapan Tania saat ia melihat jika Tania akan menjawabnya namun ia sudah melihat jawaban Tania yang sudah jelas di wajah Tania yang menatapnya dengan canggung.
"Angela, jangan jawab sekarang jika kamu akan menolakku karena kamu belum mencintai aku. Pikirkan dulu saja baik-baik. Tapi aku mohon untuk memberiku waktu. Aku yakin aku bisa membuatmu jatuh cinta padaku suatu hari nanti."
"Huft...." Tania menghela napas. Ia yakin jika sebenarnya laki-laki di depannya ini pasti mengetahui jika ia memang tidak akan menerimanya karena memang dia tidak mencintainya sama sekali. Seluruh cintanya pada dasarnya telah ada yang memiliki, sayangnya....mungkin ia tidak akan pernah dapat bersatu dengan orang yang dicintainya itu, Kevin.
"Oliver, kamu adalah orang baik. Kamu berhak mendapatkan yang paling baik. Dan aku bukan orang itu." Tania tidak bisa melepaskan tangannya namun tangan kirinya masih bebas. Dan ia menggunakan tangan itu untuk menepuk punggung tangan Oliver yang menggenggam erat tangannya. Pandangan matanya jelas ia tidak memiliki sedikit pun cinta untuk Oliver. Yang membuat hati Oliver terluka.
"Tapi orang itu adalah kamu. Aku bersumpah bahwa aku tidak pernah jatuh cinta sebelumnya. Dulu aku sendiri bahkan tidak yakin jika aku akan jatuh cinta seumur hidupku. Namun kamu datang dan aku langsung jatuh cinta. Jika kamu ini bukan takdir, lalu apa?"
Oliver masih tidak menyerah. Ia mengatakan yang sebenarnya jika ia memang belum pernah jatuh cinta sebelum nya. Selama ini ia merasa tidak nyaman berada dekat dengan wanita bahkan ibunya sendiri. Namun anehnya, sejak pertama kali ia melihat Tania, ia memiliki keinginan untuk lebih dekat dengan wanita cantik itu.
Tapi apakah Oliver jatuh cinta pada Tania hanya karena kecantikannya? Tidak. Tentu sjaa tidak. Selama tiga puluh tiga tahun, ia telah melihat banyak sekali wanita cantik yang bermacam-macam. Namun hatinya sama sekali tidak tergerak oleh mereka. Ia juga tidak mengerti ia begitu merasa berbeda dengan Tania.
"Oliver tolong jangan mempersulit aku. Aku benar-benar tidak mencintaimu."
__ADS_1
"Aku yakin bisa membuatmu mencintaiku."
"Oliver..."
"Aku hanya butuh kesempatan Angela. Tolong beri aku kesempatan." Oliver tidak akan menyerah begitu saja. Selama Taniaaish sendiri, kesempatan untuk nya masih terbuka lebar. Lagipula jika ia dan Tania bersatu untuk saat ini, ia masih belum yakin bisa mengendalikan semuanya. Jadi memang waktulah yang ia butuhkan.
Tania menatap mata Oliver yang penuh kesungguhan sebelum ia menghela napas panjang. "Baiklah. Aku akan memberimu kesempatan. Tapi aku tidak bisa berjanji aku akan bisa mencintaimu suatu hari nanti." Ucap Tania.
"Tidak apa-apa. Tidak apa-apa. Aku yakin dengan kemampuanku." Oliver tersenyum senang. Selama ada kesempatan, pasti akan ada jalannya.
Tania menatapnya tanpa daya. Ia selalu bertindak tegas jika itu berhubungan dengan orang lain. Ia selalu tegas dalam menunjukkan sikapnya. Ia akan dengan tegas menunjukkan jika ia menyukai atau tidak menyukai bergaul dengan siapapun. Apalagi jika itu mengenai masalah percintaan. Tania akan langsung menunjukkan bahwa ia tidak mencintai seseorang begitu ia mengetahuinya. Begitu juga pada Oliver. Namun meskipun begitu, Oliver masih saja gigih.
Selama Tania tidak berada di perusahaan, Khanza telah mendapatkan namanya di perusahaan sebagai wanitanya Kevin. Karena itu, kemanapun ia pergi di perusahaan akan ada banyak orang yang mulai mendekatinya untuk menjilatinya. Apalagi Khanza sangat berbeda dengan Tania yang memiliki harga diri yang tidak mudah didekati. Khanza justru sangat berkebalikan dengan Tania yang sangat mudah didekati. Dia akan dengan mudah didekati selama mereka menyanjungnya. Dengan begitu, Khanza menjadi semkain terkenal.
Dengan semakin terkenal nya Khanza sebagai wanitanya Kevin, semakin banyak pihak yang ingin berada paling dekat dengan Khanza. Terutama pihak-pihak yang memiliki konflik maupun yang tidak suka dengan Tania. Mereka memberikan informasi mengenai Tania pada Khanza.
Namun yang mereka tidak tahu adalah bahwa pada saat mereka sibuk menyenangkan Khanza dengan segala macam cara, tuan mereka, Kevin yang mereka anggap berada di belakang Khanza bahkan sedang berada di dalam pesawat yang menuju ke Italia.
Kevin segera berangkat ke Italia begitu ia menerima foto dari Garel yang memperlihatkan Oliver sedang menggenggam tangan Tania dengan lembut. Tatapan mata pria itu menatap Tania dengan penuh cinta. Yang membuat Kevin tidak tahan untuk tidak memerintahkan pada Danil untuk mempersipkan pesawat pribadinya dan pergi saat itu juga.
Pada saat Kevin sampai di bandara Leonardo Da Vinci - Flumicino Airport, Tania juga berada di sana namun pada jalur yang berbeda. Sehingga ia tidak mengetahui jika pada saat yang sama, Tania telah masuk ke dalam pesawat yang akan membawanya terbang ke Indonesia.
Garel sebenarnya telah mengabarkan pasa Kevin bahwa Tania sudah dalam perjalanan kembali ke Indonesia. Namun karena Kevin dipenuhi amarah, dia tidak membawa ponselnya saat ia berangkat. Dia juga tidak membawa Danil karena sekretaris itu harus mewakilinya bertemu dengan Klien penting untuk menggantikannya yang tiba-tiba pergi.
__ADS_1
"Selamat datang tuan." Garel datang menjemput Kevin di bandara.
"Hem. Dimana wanita itu saat ini?" Tanya Kevin tanpa basa basi.
*
*
*
...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_75🍁...
...Terima kasih sudah mampir 😘...
...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...
...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...
...***...
...Salam sayang 😘...
__ADS_1
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...