
"Ehem. Sarapan sudah siap di bawah. Setelah selesai mengganti pakaian. Turun dan makanlah." Ucap Kevin sebelum ia berdiri dari ranjang dan berjalan keluar. Menutup pintu kamar dengan hati-hati.
Tania juga merasa jika suasananya sedang tidak baik. Ia hanya mengangguk ringan dan melihat Kevin yang menghilang di balik pintu kamarnya. Tania tidak terus mengulur waktu dan segera turun setelah ia selesai memakai pakaian. Ia bahkan tidak merias dirinya dan hanya mengaplikasikan serangkaian perawatan wajahnya yang tidak boleh sampai terlewat sebelum ia turun dan menemui Kevin.
Di bawah, Kevin sudah menunggunya duduk di meja makan. Tania segera turun dan duduk di sampingnya seperti biasanya. Kevin masih diam. Tetapi ia mengangsurkan makanan itu untuk Tania dan memintanya untuk segera makan.
Tania tidak berani berulah dan makan dengan tenang. Namun kali ini, setiap makanan yang disuapkan ke dalam mulutnya terasa menyiksa dan sulit untuk dicerna karena perasaan gugup yang semakin meningkat dari waktu ke waktu.
Karena makanan yang tiba-tiba terasa tidak enak, naf_su makan Tania pun berkurang. Dia hanya mengisi perutnya agar tidak berteriak minta makan dan segera menyudahi makannya.
"Kenapa berhenti? Apa kamu sudah kenyang?" Kevin yang melihatnya menyisakan lebih dari piring mengangkat alisnya dan bertanya.
"Ya." Tania mengangguk. "Aku... Aku akan pergi ke atas." Lanjutnya saat ia mengangkat pantatnya dari kursi yang tiba-tiba terasa sangat panas terbakar. Tetapi Kevin menghentikannya.
"Duduk dulu. Ada yang harus kita bicara kan." Ucap Kevin sambil ikut menyudahi makannya. Ia mengelap bibirnya dengan tisu dan juga menyisakan setengah isi piringnya.
"Itu... Untuk semalam... Aku..." Sebelum Tania selesai mengucapkan permintaan maafnya, Kevin sudah menyela ucapannya.
"Makan ini." Kevin menyodorkan sebuah pil berwarna biru pada Tania sambil menatap Tania dengan tegas.
Tania melihat nya dan tidak bisa tidak bertanya. "Apa ini?"
"Pil kontrasepsi." Jawab Kevin acuh.
"Apa?!" Pekik Tania kaget. Ia tidak menyangka Kevin akan memberinya pil KB.
"Kita tidak bisa memiliki anak. Jadi menurut dan minumlah." Ucap Kevin dengan dingin.
__ADS_1
"Kevin... Apakah kita tidak bisa?"
"Tidak. Pernikahan kita hanyalah kontrak saja. Tidak ada cinta di antara kita. Jika sampai ada anak yang lahir dari kesalahan semalam, kita semua akan menderita."
"Tetapi nenek..."
"Huh! Seharusnya aku sudah menduganya semua ini pasti karena nenek. Bukankah aku sudah bilang untuk tidak menuruti perkataan nenek?" Ucap Kevin sinis.
Tania tidak menjawab dan menundukkan kepalanya dengan air mata yang tidak bisa lagi ditahannya. Ia sudah mengorbankan semuanya. Mengabaikan rasa malunya dan bahkan kehilangan mahkota nya demi membahagiakan nenek Ambar, tetapi Kevin ternyata menganggap semuanya adalah kesalahan....
"Tania, demi kebaikanmu, makan pil kontrasepsi ini. Anggap saja kejadian semalam tidak pernah terjadi. Lupakan semuanya. Anggap saja semalam hanya mimpi dan semuanya akan kembali seperti semula setelah kita bangun tidur di pagi hari." Kevin kembali mendorong pil kontrasepsi itu ke depan Tania.
Tania melirik pil kecil berwarna biru itu dengan pilu sebelum mengambilnya. "Baiklah. Aku akan memakannya kalau begitu. Semua ini memang salahku dan aku minta maaf telah melibatkan mu dalam kebodohan ku. Seharusnya aku tidak terlalu bodoh untuk menuruti keinginan nenek Ambar." Setelah selesai berbicara, Tania segera memasukkan pil itu ke dalam mulutnya dan mendorongnya dengan air putih sebelum ia berdiri dan berlari kembali ke dalam kamarnya dengan hati yang sakit.
Kevin melihat Tania yang begitu rapuh. Ia sebenarnya tidak tega melakukannya dan melihat Tania menangis seperti tadi. Tapi ia hanya bisa menguatkan hatinya karena bagaimana pun, semua ini demi kebaikan Tania.
Setelah hari itu, baik Kevin maupun Tania saling menjaga jarak. Mereka bahkan hampir tidak pernah bertemu selama beberapa hari. Mereka hanya terlihat bersama di awal bulan saat mereka mengunjungi kediaman Abraham untuk mengunjungi kakek Seno dan Nenek Ambar. Juga pada saat mereka pergi ke rumah orang tua Tania. Selain itu, mereka tidak lebih dari orang asing yang bahkan tidak saling mengenal.
Nenek Ambar menyadari jika bahkan keduanya bahkan lebih jauh sekarang. Ia sudah mencari tahu dari Danil namun asisten cucunya itu juga tidak memberitahunya bahkan setelah ia mengancamnya dengan berbagai macam hal. Itu karena meskipun Danil ingin memberitahunya, Danil sendiri juga tidak mengetahui nya.
Tidak ada yang tahu apa yang terjadi lebih jelas daripada Tania sendiri. Bahkan Kevin juga tidak akan mengerti jika apa yang dia lakukan akan sangat menyakiti Tania dan membuat istrinya itu seperti tidak dapat merasakan apa-apa lagi selain kecewa dan sakit hati yang parah. Bagaimanapun, Tania melakukan semua ini dan mengkhianati dirinya sendiri adalah demi kebahagiaan nenek Ambar dan mungkin juga kebahagiaan kedua orang tuanya. Ia mengetahui jika seperti nenek Ambar yang mendambakan cicit darinya, kedua orang tuanya juga pasti menginginkan hal yang sama karena Tania yang sering mendengar mamanya yang sering mengucapkan nya ketika ia bersama dengan kakak iparnya.
Tetapi Tania saat ini, bukan hanya dia tidak lagi memikirkan kebahagiaan nenek Ambar maupun kedua orang tuanya, dia juga tidak dapat merasakan kebahagian untuk dirinya sendiri. Bahkan saat dia dinobatkan sebagai designer muda berbakat, dia hanya menanggapinya dengan biasa-biasa saja.
Dan dampak yang paling berpengaruh setelah kejadian ini adalah, setelah Tania memakan pil kontrasepsi itu, ia sudah tidak ingin memiliki anak lagi di masa depan....
*
__ADS_1
*
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_25🍁
Terima kasih sudah mampir 😍
Like, VOTE, rate dan komentar nya akoh tunggu...🤗
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya
***
...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...
...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...
...🍃Malam Ke Sembilan belas🍃...
...🌸Pada malam ke Sembilan belas, Allah SWT akan mengangkat derajat-derajatnya di surga Firdaus🥰...
...Salam sayang 😘...
__ADS_1
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...