Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 49. Hampir Bertemu


__ADS_3

Kerjasama antara Kev Fashion dan HR Mode adalah proyek terbesar mereka tahun ini. Dan Tania adalah kunci utama kelangsungan kerja sama di tahun depan. Jika karena mereka, Tania akhirnya menuliskan hal yang buruk pada hasil evaluasinya dan kerjasama yang sudah sudah payah didapatkan oleh bos mereka pada akhirnya gagal, perusahaan mungkin akan melakukan pemecatan massal pada mereka.


Sebenarnya mereka juga bukannya khawatir tanpa sebab. Semua orang di industri mengetahui jika salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan suatu perusahaan adalah bagaimana cara mereka melayani pelanggan. Jika mereka saja tidak dapat menyambut tamu mereka dengan baik, bagaimana mereka akan memahami para pelanggan yang ada di luar sana?


Beruntung mereka saat ini Tania sedang terburu-buru dan tidak akan memperhitungkan masalah kecil seperti ini. Jika tidak nasib mereka akan berada di ujung tanduk mulai saat ini...


Ruangan Tania berada di lantai lima seperti desaigner lainnya. Hanya saja Tania memiliki ruangannya sendiri. Juga galeri yang akan digunakan untuk menyimpan hasil pekerjaan nya. Setelah kejadian tidak mengenakkan di pagi hari, Tania berada di ruang kerjanya sejak saat itu. Bahkan untuk makan siang, ia meminta Mona untuk memesankan ya take away.


Tania sudah melupakan kejadian di depan lobi. Tetapi dua orang yang mengetahui identitasnya di masa lalu tidak dapat melupakannya begitu saja. Pak Adi dan pak Yudi sejak tadi sepertinya tidak kekurangan bahan untuk membicarakan Tania dan bos mereka.


"Aku tidak pernah melihat nyonya setelah bertahun-tahun lamanya. Tapi tadi bukankah nyonya berkata bahwa dia adalah designer dari HR Mode. Kalau tidak salah, merk inilah yang bekerja sama dengan perusahaan ini. Bagaimana menurutmu?" Pak Adi berbicara saat hanya mereka berdua yang berada di pos pengamanan.


"Hei apakah kabar di masa lalu itu benar? Nyonya selingkuh dan tuan menceraikannya." Pak Yudi menjawab sambil mengerutkan alisnya. Berita pada saat itu begitu heboh. Tetapi anehnya lenyap dalam sekejap seperti ada sesoorang yang sengaja menariknya kembali. Bahkan bagaimana pun orang akan mencari di mesin pencarian, berita mengenai perselingkuhan maupun perceraian antara Tania dan Kevin sama sekali tidak akan dapat ditemukan.


"Yah. Bagaimanapun Semua masalah bos, kita sebagai bawahan tidak memiliki hak untuk berkomentar."


"Benar. Benar. Entah itu di masa lalu atau masa kini, aku rasa kita lah yang akan menjadi saksi bisu di antara mereka. Hi hi hi hi." Pak Yudi terkikik menyadari apa yang dia katakan. Di masa lalu, bisa dikatakan bahwa mereka lah yang lebih sering melihat mereka bersama di kantor pusat AB Grup Dibandingkan dengan siapapun. Saat ini, mereka bahkan sudah dipindahkan ke kantor Kev Fashion namun seperti nya mereka juga akan melihat hal yang sama.


Benar sekali. Kev Fashion adalah perusahan pakaian yang didirikan oleh Kevin setelah ia berpisah dengan Tania. Tania masih belum mengetahui jika Tans Boutique miliknya dibeli oleh Kevin atas nama orang lain dan saat ini telah berubah menjadi toko pakaian jadi yang menjual pakaian yang dikeluarkan oleh Kev Fashion. Jika dia tahu, dia mungkin akan segera mengetahui jika pemilik Kev Fashion adalah Kevin.


Berbeda dengan AB Grup yang merupakan perusahaan milik keluarga, Kev Fashion adalah perusahan milik Kevin secara pribadi. Bahkan masyarakat umum baru mengetahui jika pemilik Kev Fashion adalah Kevin tidak lebih dari satu tahun yang lalu.


"Apa yang sedang kalian bicarakan?" Suara magnetis pria mengejutkan Pak Yudi dan Pak Adi yang sednag asyik berbicara. Keduanya langsung menoleh dan menatap terkejut.


"Selamat Sore Tuan." Sapa keduanya dengan hormat.

__ADS_1


"Hem." Kevin tidak memperpanjang Masalah. Lagipula ia hanya tidak sengaja mendengar percakapan mereka saat ia lewat di samping mereka. Setelah itu, ia pun melenggang dengan acuh ke dalam kantor.


"Tuan, tuan Albert melaporkan bahwa hari ini designer emas dari HR Mode datang bekerja hari ini. Apakah anda ingin menemuinya?" Danil yang berjalan di belakangnya bertanya saat mereka baru saja masuk ke dalam lift.


"Oke. Suruh dia ke kantorku setelah ini. Aku juga penasaran orang seperti apa yang mereka kirim kemari hingga membuat mereka memujinya sepanjang waktu." Kevin menganggukkan kepalanya.


"Baik tuan. Saya akan segera mengirim orang untuk menjemput nya." Danil segera menyanggupi. Dia pun segera menghubungi Tuan Albert yang merupakan salah satu direktur Kev Fashion.


Di kantor, selain Mona tidak ada yang memiliki nomor kontak Tania. Jadi mereka hanya bisa menghubungi Mona yang merupakan asisten Tania.


Namun sayangnya, Pada saat Tania mendapat kabar jika pemimpin perusahaan ingin bertemu dengannya, ia sedang berada di perjalanan ke showroom untuk membeli mobil. Dia meminta izin pulang lebih dahulu karena hal ini.


"Pemimpin perusahaan?" Tania mengerutkan alisnya saat ia bertanya pada Mona yang duduk di sampingnya. Mona mengantarnya pergi ke showroom dengan mobil perusahaan.


"Benar Miss Angela. Perusahaan Kev Fashion bukan hanya satu-satunya milik pak Bos. Jadi dia hanya datang sesekali dalam seminggu hanya untuk melihat-lihat dan melakuakn evaluasi. Sebenarnya hari ini juga bukan jadwal tuan untuk datang berkunjung karena tuan biasanya datang pada hari Rabu untuk Rapat rutin dengan para petinggi perusahaan." Jelas Mona.


"Ya Miss. Sepertinya seperti itu." Jawab Mona menganggukkan kepalanya.


"Baiklah. Kalau begitu aku menemuinya besok saja. Yang paling penting adalah membeli mobil untuk saat ini. Aku kesusahan mencari taksi pagi ini dan harus berjalan lebih dari tiga ratus meter untuk menemukan taksi." Gerutu Tania kesal. Ia sudah meminta bagian resepsionis untuk memesankannya taksi. Tapi sampai menunggu lebih dari sepuluh menit masih tidak ada taksi yang menerima pesanan nya sehingga ia terpaksa berjalan.


"Maafkan saya Miss. Jika saya tahu, saya akan menjemput Miss Angela pagi ini. Jika saya tidak membiarkan Anda datang sendirian, masalah tidak mengenakkan pagi ini juga tidak akan terjadi." Ucap Mona merasa bersalah. Ia sudah mendengar dari karyawan lain apa yang terjadi di lobi pagi ini dan dia merasa sangat bersalah pada Tania. Andaikan dia menjadi lebih baik lagi, Tania tidak akan sampai mengalami hal itu pada hari pertamanya masuk kantor. Dia memang bukan asisten yang baik.


"Tidak apa-apa. Lagipula semua sudah berlalu." Tania menggelengkan kepalanya.


Tak lama kemudian mereka sampai di showroom. Rencananya Tania memang hanya akan tinggal satu sampai dua bulan saja dan tidak harus membeli mobil sendiri karena perusahaan juga sudah menyiapkan mobil untuknya. Namun Tania tidak terbiasa mengunakan mobil yang bukan miliknya. Menurutnya, menggunakan mobil yang merupakan fasilitas kantor memiliki tanggung jawab yang besar dan tidak bisa ia gunakan sembarangan. Jadi lebih baik membeli sendiri. Lagipula, menjual mobil bukanlah hal yang sulit. Jika dia akan kembali, dia akan menjual mobilnya dan masalah selesai.

__ADS_1


Sementara Tania sedang sibuk memilih mobil yang akan dia gunakan satu dua bukan ke depan, Kevin mendapatkan laporan bahwa designer yang ingin dia temui ternyata sudah keluar dari kantor setengah jam sebelum Kevin sampai. Wajahnya yang tampan tampak gelap.


"Huh! Apa ini yang disebut designer emas? Dia bahkan pulang lebih awal di hari pertamanya masuk kerja." Ejek Kevin tidak senang.


"...." Danil yang mengikuti Kevin sejak lama menggaruk hidungnya. Sejak kapan tuannya ini memperdulikan masalah seperti ini?


*


*


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_49🍁...


...Terima kasih sudah mampir 😘...


...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...


...Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...


...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya...


...***...


...Salam sayang 😘...

__ADS_1


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...


__ADS_2