Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 74. Oliver Menyatakan Cintanya


__ADS_3

Khanza dikirim untuk belajar di luar negeri tahun itu. Namun karena ia telah menyelesaikan pendidikan formalnya, Kevin mengirimnya ke China untuk mempelajari berbagai keterampilan. Entah bagaimana Kevin menemukan sebuah keluarga tua di pedesaan yang masih menjaga adat istiadatnya dan mengirim Khanza tinggal di sana.


Setelah tinggal di sana selama bertahun-tahun, Khanza akhirnya dapat kembali setelah ia berhasil melarikan diri dan langsung terbang ke Indonesia untuk menemui Kevin. Dia sengaja tidak memberitahu Kevin sebelumnya agar laki-laki itu tidak memiliki alasan untuk mengusirnya lagi.


Kali ini Khanza nekat kabur dan pulang ke Indonesia untuk kembali ke sisi Kevin karena ia mendengar dari mata-matanya yang ada di perusahaan Kevin jika ada seorang wanita yang cukup dekat dengan Kevin dan Kevin memperlakukannya dengan cara yang berbeda. Dan saat Khanza mengenali wanita itu dari foto yang dikirim oleh orang itu, ia mengenali jika wanita itu tidak lain adalah Tania. Satu-satunya wanita yang bahkan bisa lebih dekat dengan Kevin dibandingkan dengan dirinya.


Melihat jika Tania telah kembali, Khanza pun mencari cara untuk dapat kembali. Ia tidak boleh membiarkan Tania berada di dekat Kevin dan membuat Kevin kembali padanya. Ia sudah mencintai Kevin sejak sepuluh tahun yang lalu. Ia tidak akan kalah dengan Tania yang baru datang.


Sebelum ia sampai di Indonesia, Khanza juga memerintahkan orang suruhannya untuk menyebarkan berita bahwa Kevin sebenarnya memiliki kekasih yang berada di luar negeri dan Tania adalah orang ketiga yang tiba-tiba datang dan menikah dengan Kevin. Ia juga mengirimkan bukti yang berupa artikel berita yang berisi foto yang dulu pernah viral yang menjadi bukti perselingkuhan Tania.


Setelah berpisah dengan Kevin, Tania menyadari jika Kevin adalah suami yang paling menjanjikan. Untuk itulah Tania berniat untuk kembali. Namun sekarang kekasih Kevin yang sebenarnya telah kembali. Tania secara alami merasa bahaya dan pergi.


Seperti itulah cerita yang beredar di kantor Kev Fashion. Hanya dalam waktu satu hari saja, gosip itu beredar dengan sangat cepat. Hal ini membuat Khanza tersenyum sepanjang hari. Yang paling penting saat ini adalah menunjukkan kepada semua orang bahwa Kevin adalah miliknya dan Tania.... Hanyalah orang lain yang merusak hubungan.


Untuk merayakannya, Khanza memesan ruang VIP di sebuah restoran bintang lima yang terkenal. Tentu saja menggunakan koneksi Kevin untuk mendapatkan tempat yang sulit dipesan itu.


"Kevin, sudah waktunya jam makan siang. Aku sudah memesan sebuah tempat di restoran masakan Perancis. Ayo temani aku makan." Ucap Khanza setelah ia masuk ke dalam ruang kerja Kevin.


"Lain kali ingat untuk mengetuk pintu. Ini di kantor. Jadi perhatikan aturan yang ada." Kevin mengangkat kacamatanya saat ia berbicara dengan dingin. Ia bahkan tidak repot-repot mengalihkan pandangannya pada dokumen di depannya yang masih ia baca dengan serius sebelum ia bubuhkan tanda tangan di atasnya setelah memastikan jika semuanya memang sudh sesuai.


"Eh... Iya iya. Aku akan mengingatnya lain kali." Jawab Khanza dengan santai. Ia mendekati Kevin tanpa rasa bersalah. Tanpa segan, Khanza berdiri di samping Kevin dan mengalungkan tangannya di leher pria itu. Tak lupa ia juga mendekatkan wajahnya tepat di samping wajah Kevin. Jika seseorang melihatnya dari jarak jauh akan menganggap jika mereka berdua sedang berciuman.

__ADS_1


"Khanza jaga sikapmu. Ini di kantor. Tidak akan baik dilihat orang." Kevin melepaskan tangan Khanza dengan sabar.


"Uh tapi ini di dalam ruang kerjamu. Jadi tidak akan ada yang akan melihatnya kan?" Khanza mengerucutkan bibirnya. Namun ia masih menurut dan melepaskan leher Kevin. Ia tahu jika ia melangkah lebih jauh, Kevin bahkan akan mendorongnya lebih jauh lagi.


"Vin aku lapar. Temani aku makan ya." Ucap Khanza manja sambil mengelur perutnya. Ia juga memasang wajah sedihnya. Melihat penampilan Khanza, Kevin tidak bisa menolak dan menghela napas panjang sebelum menutup dokumen di mejanya sebelum ia berdiri. Khanza yang melihatnya menurut tersenyum bahagia. Ia kembali menggamit lengan Kevin saat mereka berjalan keluar dari ruangan. Sama seperti saat mereka datang pagi ini.


Sementara itu, Tania sudah bersiap-siap untuk kembali tanpa mengetahui apa yang terjadi di perusahaan. Lagipula Mona terlalu takut untuk memberitahunya mengenai hal ini. Gadis cantik itu bahkan tidak berani membahas masalah ini dengan Tania. Dia hanya memberitahu Tania jika ada gosip panas yang menyebar di kantor tanpa memneritahunya berita apa itu. Sedangkan Tania, ia juga tidak bertanya karena ia mengira jika berita itu pasti mengenai dirinya yang meninggalkan kantor secara tiba-tiba dan bahkan mengambil cuti. Ia sama sekali tidak menyangka jika dirinya di kantor Kev Fashion saat ini terkenal dengan seorang wanita yang tidak tahu malu setelah semua gosip yang beredar.


Malam ini, Oliver mengajaknya untuk bertemu sebelum Tania berangkat keesokan harinya. Oliver mengatakan jika ia memiliki sesuatu yang penting yang ingin disampaikan padanya dan meminta Tania untuk datang ke sebuah Cafe yang sengaja ia pesan.


"Ada apa memintaku datang?" Tanya Tania begitu ia duduk.


"Aku merasa tidak nyaman dengan kejadian terakhir kali. Meskipun aku sudah meminta maaf dan kamu sudah memaafkanku di telepon, aku masih merasa jika harus meminta maaf secara langsung. Jadi aku memintamu datang hari ini karena ingun meminta maaf secara langsung. Tania, maafkan aku. Maafkan ibuku. Sebenarnya ibuku adalah orang yang baik. Hanya saja dia..."


"Tapi aku tetap tidak bisa tenang. Ibuku sangat keterlaluan hari itu. Dia sudah mempermalukanmu di depan umum. Aku tahu dia sangat bersalah padamu."


"Aku sudah katakan itu tidak perlu. Aku yakin semua ibu melakukan sesuatu bukannya tanpa alasan. Lagipula dia hanya salah paham saja pada hubungan kita. Aku tahu apa yang ibumu cemaskan sehingga melakukan itu. Jadi tidak apa-apa. Jangan dipikirkan lagi." Tania menggelengkan kepalanya. Bibirnya tersenyum meskipun senyum itu tampak sinis dan terkesan mencemooh.


"Tapi aku mencintaimu Angela." Oliver memegang tangan Tania saat ia mengakui perasaannya pada wanita dua anak itu.


Tania tampak terkejut saat Oliver mengakui cintanya. Ia memang sudah lama menyadari jika teman laki-laki nya itu sebenarnya memiliki niat lain di hatinya, namun karena laki-laki itu hanya diam saja selama ini, ia akhirnya mengabaikannya.

__ADS_1


"Oliver maafkan aku, seperti yang ibumu bilang, kita berasal dari dua dunia yang berbeda. Apa kamu tidak takut jika aku tidak seperti yang terlihat di permukaan dan sebenarnya memiliki hati iblis di dalam diriku?" Tania menarik tangannya. Ia berbicara dengan jelas.


"Aku tidak peduli apa yang dikatakan ibuku. Aku tahu kamu bukanlah orang seperti itu. Jadi aku mohon terimalah cintaku Angela."


*


*


*


...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_74🍁...


...Terima kasih sudah mampir 😘...


...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...


...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...


...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...


...***...

__ADS_1


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...


__ADS_2