
Tania banyak berpikir setelah ia ditinggalkan sendirian. Namun pada akhirnya, ia masih pada keputusan awalnya untuk tidak memberikan Kevin kesempatan. Ia mampu membesarkan kedua anaknya selama ini dengan baik. Dan di masa depan, ia masih yakin bisa melakukan hal yang sama. Mereka juga baik-baik saja tanpa seorang ayah selama ini, kenapa akan berbeda di masa depan? Setidaknya sampai ia benar-benar yakin dan percaya bahwa ia dan si kembar tidak akan tersakiti, ia akan tetap mendirikan benteng yang tinggi sebagai pertahanan.
Tania pulang ke rumah setelah beberapa saat. Xia Xi Lin baru saja kembali dari mengantar si kembar. Mereka bertemu di depan pintu apartemen.
"Nona." Sapa Xia Xi Lin dengan hormat.
"Hem. Mari masuk. Aku sangat lelah hari ini." Tania segera membuka pintu dan masuk.
"Baik nona. Nona harus istirahat dengan baik. Lalu saya akan masak. Tadi saya mampir ke supermarket untuk berbelanja." Xia Xi Lin tersenyum hangat. Tadi ia khawatir ketika melihat penampilan Tania. Tapi sepertinya dia sudah baik-baik saja saat ini .
"Bagus. Kebetulan sekali aku sedang lapar." Tania mengangguk sambil menggosok perutnya. Di apartemen Charlotte, ia hanya makan roti selai.
Sore harinya, Xia Xi Lin yang bertugas menjemput di kembar, seperti biasanya. Gadis itu tidak mengatakan apapun sejak ia bertemu dengan si kembar. Membuat kedua anak itu, terutama Kaylee memicingkan matanya.
"Ada apa kalian menatapku seperti itu?" Xia Xi Lin yang merasa ditatap dengan sedemikian rupa tidak bisa tidak bertanya.
"Kak Lin Lin, apakah ada yang kakak sembunyikan dari kami?" Tanya Kaylee terus terang.
"Huk! Tidak ada. Ayo cepat masuk mobil. Menjelang musim panas, sangat panas di luar." Xia Xi Lin terbatuh sebelum meraih tangan Kaylee dan membawanya masuk ke dalam mobil. Untuk Kaisar, ia selalu tidak suka digandeng oleh orang lain karena sejak ia kecil, ia sudah menanamkan bahwa dirinya harus menjadi dewasa dan melindungi ibu dan saudarinya. Digandeng adalah kebiasaan anak kecil, dan dia bukan bagian dari 'anak kecil'.
Di dalam mobil, kedua anak itu sudah duduk diam dengan kegiatan mereka masing-masing. Kaisar sibuk dengan bukunya sedangkan Kaylee sibuk dengan ponselnya. Gadis cilik itu melihat Vidio di ponsel.
Tania memilih sekolahan untuk si kembar dengan seksama. Selain memilih sekolah dengan kualitas yang baik, ia juga memilih sekolah yang tidak jauh dari rumahnya. Jadi tidak perlu waktu yang lama hingga kedua anak itu sampai di depan pintu apartemen. Kaylee dengan tidak sabar masuk ke dalam apartemen begitu pintu dibuka oleh Xia Xi Lin.
"Kejutan!" Teriak Tania yang telah menunggu di dalam apartemen. Ia merentangkan kedua tangannya untuk menyambut kedua buah hatinya yang segera berlari menubruk tubuhnya. Bukan. Sebenarnya hanya Kaylee yang segera terbang dan memeluk Tania dengan erat. Dan Kaisar hanya melihat kedua wanita kesayangannya saling berpelukan dari ambang pintu. Bersama dengan Xia Xi Lin.
Jika seseorang melihat pemandangan ini dengan sekilas, mungkin mereka akan menganggap jika Tania pilih kasih pada kedua anaknya dan tidak membiarkan putranya mendekat. Atau kemungkinan nb kedua yaitu jika Tania dan putranya tidak dekat sama sekali sehingga putranya hanya biasa saja ketika mereka baru bertemu setelah lama berpisah. Atau mungkin putranya itu malah membenci ibunya.
Jangan salahkan siapapun dalam hal ini. Ini semua karena Kaisar yang telah memasang pagar tinggi sejak ia masih kecil. Ia yang dipaksa dewasa oleh keadaan melarangnya bermanja pada siapapun, bahkan pada ibunya sendiri.
"Kai, apa kamu tidak merindukan mami sayang?" Tania yang belum melepaskan pelukan Kaylee memandang Kaisar dengan penuh harap.
__ADS_1
"Kai juga merindukan mami." Jawab Kaisar canggung.
"Lalu kenapa tidak datang? Mami ingin memelukmu." Ucap Tania. Kaylee yang mendengar ucapan ibunya segera melepaskan dirinya dan berbalik melihat kembarannya yang masih diam saja dengan bibir mengerucut.
"Kai, apa kamu tidak ingin memeluk mami? Tidak apa. Biar aku saja yang memeluk mami kalau kamu tidak mau." Ucap Kaylee antusias. Ia berdiri sambil menatap Kaisar dengan ancaman kemenangan. Kaisar memandang Kaylee dengan rumit.
"Kaisar...." Tania melambaikan tangannya.
Melihat tatapan mata Tania yang hangat, Kaisar perlahan-lahan maju dan memeluk Tania dengan erat. Ia juga merindukan maminya. Sangat-sangat merindukannya. Hanya saja egonya sebagai pria, melarangnya untuk bermanja-manja karena di dalam hatinya, ia harus kuat dan menjadi pelindung bagi mereka karena ia adalah satu-satunya pria yang ada di keluarga.
Melihat mami dan saudaranya saling berpelukan, Kaylee juga tidak ingin kalah. Ia segera ikut menyela di antara keduanya. Kaisar juga tidak egois memiliki ibunya sendiri, ia menggeser tubuhnya dan memberi ruang untuk adiknya. Bahkan tangan kecilnya juga ia gunakan untuk memeluknya.
Pemandangan ini sangat indah. Xia Xi Lin tersenyum bahagia melihat kembali bersatunya keluarga kecil yang bahagia ini. Ia segera mengabadikan kenangan itu di dalam lensa kamera ponsel miliknya.
Mengingat jika ia telah kelepasan kendali, Kaisar melepaskan pelukannya setelah beberapa saat. Lalu ia menatap Tania dengan serius.
"Mami, bagaimana kabar mami? baik-baik saja kan?" Tania tersenyum mendengar pertanyaan putranya. Jika itu adalah putra orang lain, hal pertama yang akan mereka tanyakan pada orang tua mereka yang baru saja pulang dari perjalanan jauh adalah oleh-oleh. Tapi putranya ini malah menanyakan kabarnya pada saat pertama. Sungguh membuat orang terharu.
"Em. Mami baik-baik saja. Maaf mami tidak bisa menemani kalian selama ini." Tania mengelus kepala kedua anak itu bergantian. Lalu berdiri dan mengambil sesuatu dari dalam kamarnya.
Untuk Kaylee, Tania memberikannya jepit rambut buatan tangan yang terbuat dari batok kelapa dengan hiasan bulu burung yang indah. Sedangkan untuk Kaisar, Tania memilub sebuah topi berwarna hitam untuknya. Dengan tulisan "cool" di atasnya. Tulisan itu disulam dengan sangat unik.
"Nah. Aku juga membelikan satu untukmu." Tania memberikan sebuah tas kertas berisi syal rajut untuk Xia Xi Lin.
"Terima kasih Nona." Ucapnya dengan tulus sambil mendekap tas itu di depan dadanya seperti harta yang snagat berharga.
"Mm." Tania mengangguk senang. Ia lega jika hadiah yang dipilihnya dapat diterima dengan baik.
"Oke. Mami juga memiliki kejutan lain untuk kalian. Hari ini mami belajar memasak dari kakak Xi Lin. Dan kalian berhak mendapatkan kehormatan untuk mencicipi nya."
Mendengar kejutan lain yang disebutkan oleh Tania, baik Kaylee maupun Kaisar tidak berniat menyembunyikan keengganan mereka sama sekali. Kedua menutup mulut mereka sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Mami tidak perlu repot-repot. Kami sudah makan tadi dan Kami masih kenyang sekarang. tidak ada ruang kosong di perut kecil kami lagi." Kaylee berbicara dengan lancar saat ia menarik tangan Kaisar untuk masuk ke dalam kamar mereka.
Melihat betapa cepatnya kedua anak kembarnya itu pergi, Tania mengerutkan alisnya. Lalu menggelengkan kepalanya.
"Xi Lin, apakah kemampuan memasakku benar-benar buruk sampai kedua anakku saja langsung melarikan diri begitu mendengar aku yang memasak?" Tania menoleh dan bertanya pada Xia Xi Lin.
"Huk! Tidak benar. Nona hanya perlu belajar sedikit lagi pasti bisa menyajikan makanan yang menakjubkan." Xia Xi Lin terbatuk saat ia menjawab. Kelemahan Tania adalah bahwa wanita itu tidak bisa memasak. Benar-benar tidak bisa memasak. Bahkan membuat telur mata sapi yang sederhana saja, ia juga tidak bisa. Kaisar bahkan bisa membuat yang jauh lebih baik darinya.
"Oh...jadi memang seburuk itu ya." Ucap Tania lesu. Ia juga ingin seperti ibu-ibu lain yang akan memasak untuk anak-anak mereka. Namun ia maish saja tidak bisa meskipun ia sudah belajar.
"Tidak nona. Seperti yang saya katakan sebelumnya, jika nona belajar lebih lama lagi, nona akan segera bisa. Bagaimana jika kita mulai dari menggoreng sosis terlebih dahulu?" Menggoreng sosis jauh lebih sederhana dari menggoreng telur. Xia Xi Lin berpikir Tania pasti bisa dan dapat mengembalikan kepercayaan diri ibu muda itu.
"Oke."
*
*
*
...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_71🍁...
...Terima kasih sudah mampir 😘...
...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...
...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...
...***...
__ADS_1
...Salam sayang 😘...
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...