
"Papa tidak peduli apakah itu sungguhan atau sebuah kecelakaan. Faktanya adalah seseorang telah berhasil memotret gambar ini. Apa kamu tahu apa yang akan terjadi jika foto ini menyebar?"
Tania perlahan melepaskan tangannya yang menggamit lengan papanya. Ia berharap papanya bisa menyelamatkan nya, tapi kenapa papanya justru ikut memojokkannya?
Kecewa. Ini adalah pertama kalinya Tania merasa kecewa terhadap papanya. Orang yang dia harapkan bisa menjadi pelindung dan sandarannya di saat ia tidak berdaya justru memberinya bahu dingin dengan sangat kejam.
"Tania, papa sudah memutuskan jika papa akan menjodohkanmu dengan tuan Kevin. Kamu juga sudah dewasa dan sudah waktunya untuk menikah. Ada lamaran yang bagus tidak boleh dilepaskan begitu saja."
Mendengar pernyataan Robi, dua orang laki-laki muda merasa sangat puas rencana mereka akan terlaksana. Jadi mereka tidak akan lagi dipusingkan dengan hal mencari pasangan pengganti yang menghabiskan waktu dan menguras energi.
Di sisi lain, air mata sudah jatuh mengalir di pipi Tania. Ia kecewa mendengar ucapan sang papa yang menurutnya tidak adil. Ia segera berdiri dan berlari ke dalam rumah.
“Saya tahu hubungan antara anda dan putri saya adalah sebuah kebohongan. Tapi saya mengharapkan dengan hubungan yang akan dibangun di masa depan, hubungan antara kalian akan menjadi lebih baik. Anda seorang yang tampan dan mapan. Saya yakin putri saya tepat berada di tangan anda.”
Mendengar pernyataan yang Robi ucapkan membuat punggung Kevin terasa dingin. Ia awalnya percaya diri bahwa ia telah melakukannya dengan baik sehingga laki-laki di depannya tidak akan menemukan kebohongannya. Nyatanya ia salah. Jam terbang calon mertuanya itu lebih banyak dan berpengalaman. Sudah banyak wajah yang telah ditemuinya.
“Maafkan saya tuan.” Kevin meminta maaf dengan sungguh-sungguh.
“Saya tidak tahu motif apa yang membuat anda melakukan hal ini dan sampai membuat skema seperti ini hanya untuk menikah dengan putri saya. Terlepas dari alasan anda, saya harap anda dan putri saya akan menjadi pasangan yang cocok entah seperti apa awal rumah tangga kalian nantinya.”
“Apakah anda tetap akan mengizinkan saya menikahi putri anda meskipun anda tahu bahwa semua ini adalah kebohongan?”
Robi menghela napas panjang mendengar pengakuan Kevin.
“Tania adalah permata hati kami. Jika dalam keadaan normal, aku akan menjadi orang nomor satu yang akan menentang pernikahan tanpa cinta yang akan merusak kebahagiaan Tania. Tapi melihat Tania yang terpuruk setelah batalnya pertunangannya di masa lalu, membuat saya terpaksa melakukan semua ini.”
“Maksudnya?”
“Tania adalah seorang gadis yang ceria di masa lalu. Namun setelah pertunangan nya batal tahun itu, ia berubah menjadi gadis yang serius dan kaku. Saya ingin putri saya kembali seperti dulu. Anda adalah seorang yang tampan, pasti akan mudah membuat Tania memberikan hatinya pada anda.” Robi terkekeh sebelum melanjutkan kalimatnya.“Lagi pula, Putri saya Tania tidak memiliki kekurangan sedikit pun dalam hal penampilannya, saya berani bertaruh bahwa anda yang akan lebih dulu mencintainya.”
Mendengarnya, Kevin semakin tidak percaya diri. Apalagi Danil yang dari tadi menelan ludahnya kasar sejak terbongkarnya drama sang atasan.
Melihat wajah Kevin yang berubah, Robi menatap tajam ke arahnya.
“Anda sudah berani bermain-main dengan keluarga saya. Jadi, lakukan yang terbaik.”
“Tuan...” Kevin sangat percaya diri saat ia memutuskan untuk datang hari ini. Ia yakin jika ia akan dengan mudah mendapatkan restu dari orang tua Tania. Namun saat mendengar harapan Robi padanya, ia tidak bisa tidak ragu apakah ia akan dapat melakukannya.
__ADS_1
“Jangan bilang anda membatalkan pinangan anda. Saya tahu karakter anda yang pekerja keras, Tania adalah tipe wanita yang sulit jatuh cinta, tapi begitu ia mencintai seseorang, ia tidak akan pernah berpaling. jadi semoga anda berhasil merebut hati putri saya yang masih dimiliki mantan tunangannya. Saya dengar anda sangat menyukai tantangan. Jadi anggap saja saya sedang menantang anda sekarang.”
“Tidak tuan. Saya tidak akan membatalkan niat saya. Saya tidak pernah menarik kata-kata yang telah saya ucapkan.” Apalagi acara pertunangan itu adalah malam ini. Lanjut Kevin dalam hati. Tentu saja ia tidak akan mengatakan niatnya yang sebenarnya untuk mempersunting Tania karena dia tentu saja tidak bisa menahan rasa malu jika pertunangan malam ini dibatalkan. Apalagi jika sampai berita jika calon tunangannya pergi mengejar pria lain. Egonya sebagai laki-laki bisa hancur jika sampai hal itu terjadi.
Mendengar itu Robi sangat puas. Meskipun ia tidak tahu apa yang akan terjadi pada pernikahan anaknya dengan Kevin nantinya di masa depan, dengan melihat sikap Kevin, ia yakin semua akan berjalan dengan baik.
Dan kesepakatan mengalir di ruang tamu setelah Tari, mama Tania bergabung. Ia awalnya kaget mendengar rencana pernikahan anaknya, apalagi dengan pertunangan dadakan yang akan dilakukan malam harinya, tapi setelah diberi pengertian oleh Robi, akhirnya ia setuju dengan rencana sang suami.
Mengabaikan pembicaraan yang akan menjadi keputusan untuk masa depannya, di kamarnya, Tania segera masuk ke dalam kamar mandi dan berendam di sana dalam waktu yang cukup lama. Ia butuh aroma terapi untuk merilekskan pikirannya yang terasa berat.
Namun bukannya mereda, justru ia semakin merasa emosinya meledak-ledak ingin keluar.
Pasalnya, setiap kali ia menutup matanya, bayangan Kevin dengan seringaiannya selalu muncul di benaknya. Bukannya ia takut dengan seringaian itu, melainkan lebih banyak terpesonanya di dalamnya. Bibir yang menyeringai itu tampak sexy.
Memikirkan tentang bibir seksi yang muncul dalam benaknya, tiba-tiba ia merasa ngeblank.
Meskipun sekilas dan tanpa adanya unsur kesengajaan, adegan ciuman itu rupanya cukup berdampak. Hingga setiap kali ia menutup matanya, Tania selalu seperti mengulangi adegan ambigu itu lengkap dengan rasa aneh yang ia rasakan yang tidak dapat ia lupakan. Bibir itu terasa manis dan lembut dalam waktu bersamaan.
Setiap mengingat adegan ciuman itu, tubuh Tania akan kembali bergetar seperti saat kejadian itu berlangsung. Ah! Betapa nikmatnya jika ciuman itu mereka lakukan dengan kondisi yang sadar dan....
“Argh! Kenapa otakku mendadak mesum begini sih!” decak Tania sambil memukul air di dalam bathup nya dengan frustasi.
Tok tok tok
“Sayang, apa mama boleh masuk?” suara lembut sang mama membuat Tania yang baru selesai memakai bajunya melangkahkan kaki untuk mempersilahkan sang mama masuk.
Tari memindai penampilan sang putri. Diam-diam membayangkan jika putrinya yang cantik bersanding dengan laki-laki yang baru saja melamar putrinya tersebut. Yang satu cantik, yang lain tampan. Ini sempurna! Kalau menurut bahasa novel terjemahan yang sering ia baca, mereka seperti pasangan yang dibuat di surga.
“Ada apa ma? Kenapa memandang Tania seperti itu?” tanya Tania heran. Merasa sedikit tidak nyaman melihat cara sang mama memandangnya. Terlihat penuh selidik dan menilai.
“Cocok! Benar-benar cocok. Kalian benar-benar pasangan yang dibuat di surga.” Pekik Tari membuat Tania memutar bola matanya dengan jengah. Ia menyadari apa maksud sang mama.
Tania membanting dirinya duduk di ranjang. Menghela nafas dan memandang mamanya yang masih jelas terlihat jejak kekaguman di kedua binar matanya.
“Sayang, papa dan mama sudah menyetujui lamaran nak Kevin, dan untuk pertunangan malam ini kita semua juga akan hadir. Kedua kakakmu dan kakak iparmu juga akan datang.” Tania hanya diam mendengar ucapan sang mama. Mamanya sangat naif. Ia akan mudah dipengaruhi dalam beberapa hal, namun akan sulit merubah keputusan yang telah dia ambil. Tania tidak mau membuang energinya untuk membantah sang Mama yang jelas akan menjadi usaha yang sia-sia.
Melihat Tania diam saja, Tari melanjutkan ucapannya. "Mama tahu kamu pasti merasa jika keputusan papa dan mama tergesa-gesa dan tidak adil. Tapi percaya lah sayang, papa dan mama melakukan nya demi kebaikanmu." Tari berbicara sambil mengelus kepala Tania dengan sayang.
__ADS_1
"Huft... Ya mama Tania mengerti." Tania menganggukkan kepalanya. Lebih baik menurut untuk saat ini.
"Baiklah. Kalau begitu mama akan membantumu bersiap-siap sekarang." Selesai berbicara, ia memberi isyarat pada pelayan yang telah menunggu di luar untuk segera masuk. Ini adalah pesta pertunangan putrinya yang tercinta, jadi tentu saja ia harus mempersiapkan nya dengan hati-hati meskipun hanya dalam waktu singkat.
*
*
*
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Orang tua selalu tahu apa yang terbaik untuk anaknya. Meskipun terkadang cara yang mereka gunakan dengan menggunakan sedikit paksaan, namun insting orang tua lebih tajam...
🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_7🍁
Terima kasih sudah mampir 😍
Like, VOTE, rate dan komentar nya akoh tunggu...🤗
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉
***
...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...
...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...
...🍃Malam Ke Duabelas🍃...
...🌸Pada malam ke dua belas, ia akan datang pada hari kiamat dengan wajah yang bersinar seperti bulan di malam purnama 🌸...
...Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰...
__ADS_1
...Salam sayang 😘...
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...