
"Sudah selesai. Aku akan membawamu naik." Kevin memeluk Tania. Lalu memberi perintah pada orang di atas untuk menarik mereka.
Tapi ternyata, semuanya tidak berjalan dengan mulus. Saat Kevin menarik tubuh Tania, tekanan pada lift kembali terjadi. Dan lift kembali berguncang. Semua orang yang ada di atas berteriak panik. Mereka takut jika lift tiba-tiba jatuh sementara Kevin dan Tania masih berada di dalam.
"Aaah!" Teriak semua orang di lantai tiga setelah mereka mendengar suara yang keras dari dalam. Lalu suara benda besar yang jatuh terdengar dari bawah. Setelah semua suara itu menghilang, debu segera naik ke atas. Membuat suasana semakin mencekam.
Pada saat semua orang berpikir jika Kevin dan Tania ikut jatuh di dalam lift, mereka tiba-tiba mendengar suara erangan dari dalam. Dan mereka semua mengenalinya karena itu adalah suara Kevin.
Petugas penyelamatan segera melihat ke dalam lift. Di antara kabut debu yang berterbangan, ia melihat jika Kevin dan Tania sebenarnya tidak jatuh, melainkan menempel di sisi dinding lift. Tangan Kevin yang kekar memegang erat dinding agar mereka tidak jatuh. Tubuhnya memang masih mengenakan tali pengaman, namun sepertinya orang di atas sudah melepaskannya entah itu sengaja atau tidak.
"Tuan!" Semua orang berteriak antara kaget dan lega. Lalu para petugas penyelamat menarik tali yang mereka jatuhkan di atas lantai tanpa menunggu aba-aba siapapun.
Dalam sekejap, Kevin dan Tania telah berhasil diangkat ke atas. Semua orang segera berkerumun untuk melihat. Namun Danil dengan sigap menghalangi mereka dan meminta mereka untuk minggir dan memberikan ruang.
Tali yang diikatkan pada Tania dan Kevin segera dilepas agar mereka dapat bebas. Petugas medis yang datang beberapa saat yang lalu segera bekerja. Mereka membawa tandu untuk mengangkat Tania. Kevin segera menempatkan Tania di atas tandu. Dan ikut bersama dengan petugas medis untuk membawa Tania ke rumah sakit.
"Danil, periksa semuanya." Ucap Kevin singkat sebelum ia masuk ke dalam ambulans bersama dengan Tania.
"Baik tuan." Danil menyanggupi. Masalah ini pasti bukan sebuah kecelakaan biasa. Lift khusus itu baru dibangun satu tahun yang lalu dan selalu dilakukan pemeriksaan rutin. Tidak mungkin ada sebuah kesalahan yang begitu fatal seperti tali baja yang sudah tidak kuat menahan beban. Masalah ini menyangkut nyawa manusia. Kejahatan seperti ini adalah kejahatan yang besar. Harus diselidiki sampai tuntas.
"Tuan, tolong izinkan saya untuk mengobati luka anda." Seorang perawat yang duduk di samping Krvin bertanya pada Kevin setelah ia melihat luka berdarah di lenagn Kevin. Ia bertanya terlebih karena ia takut setelah melihat aura dan wajah Kevin yang tampak dingin. Menyeramkan dan tidak dapat disentuh sama sekali.
"Tidak perlu." Tolak Kevin. Ia hanya fokus melihat Tania yang dibaringkan di atas ranjang keras itu. Melihat dokter dan perawat lain yang sedang memberikan pertolongan pertama dengan membersihkan luka di tangan, kaki dan kepala Tania. Matanya yang memandang dokter itu dengan mata elangnya yang mengintimidasi. Gerakan dokter dan perawat itu menjadi sangat kaku karena ketakutan.
Perawat itu mengerti apa yang terjadi pada sang dokter dan mencari cara agar Kevin tidak terlalu memberikan tekanannya yang kuat. "Tuan, meskipun luka anda tidak begitu parah, jika tidak segera dibersihkan dan diobati khawatirnya akan menyebabkan infeksi." Ucap perawat itu dengan takut. Kevin masih bergeming. Ia hanya menatap Tania yang tak sadarkan diri.
__ADS_1
"Tuan, jika nona ini melihat tangan anda yang terluka, dia pasti juga tidak akan tega. Jadi..."
"Kalau begitu lakukan." Kevin bukan hanya bersedia, dia bahkan mengulurkan tangannya untuk diobati.
Perawat itu sedikit terkejut. Ia hanya berpikir jika wanita di depan mereka pasti orang yang sangat spesial hingga membuat seorang yang dingin seperti pria di depannya ini turun tangan dan bahkan mempertaruhkan nyawanya untuknya jadi dia mencoba membujuk Kevin dengan menggunakannya. Tanpa diduga, Kevin setuju.
"Eh? Baik tuan." Perawat itu segera menjawab. Lalu mengambil kotak obat dan mulai membersihkan luka Kevin tanpa berani mendekat karena Kevin juga sudah mengulurkan tangannya tepat di depannya.
Perawat itu membersihkan luka di tangan Kevin dengan sangat hati-hati. Selain karena ia takut pada Kevin, meskipun luka itu terlihat kecil, namun sebenarnya luka itu cukup parah. Itu mungkin karena luka itu membentur tembok yang rusak, jadi beberapa kerikil dan pasir masuk ke dalam luka. Luka seperti itu pasti sangat sakit saat membersihkan nya.
"Tuan, ada kerikil yang masuk ke dalam luka anda. Saya akan mengambilnya dengan hati-hati." Ucap perawat itu hati-hati.
"Hem." Kevin berdehem untuk menanggapi.
Setelah mendapatkan jawaban, perawat itu segera mengambil kerikil yang tersangkut di dalam luka. Jika itu orang lain, dia pasti akan berteriak atau menangis kesakitan. Namun Kevin bukan hanya tidak berteriak, dia hanya meringis sedikit. Sedangkan pandangannya masih terfokus pada Tania. Yang sudah hampir selesai diperban. Ia hanya berpikir jika dia yang terluka seperti itu saja terasa sakit, bagaimana dengan Tania yang terlihat sangat parah. Yang tidak diketahui Kevin adalah bahwa sebenarnya antara luka yang diterimanya dan luka Tania, masih lebih parah dirinya.
"Hm." Lagi-lagi Kevin hanya berdehem.
Tak lama kemudian mereka sampai di rumah sakit. Tania segera dibawa masuk ke dalam UGD untuk pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan tidak ada luka lain di tubuhnya. Kevin juga berhasil diperiksa, dengan menggunakan cara yang sama seperti membujuknya untuk diobati luka nya.
Beruntung, tidak ada luka lain yang membahayakan tubuh selain luka luar dan lembam di beberapa bagian tubuh Tania setelah dilakukan pemeriksaan. Dia hanya syok dan kehilangan cukup banyak darah sehingga pingsan.
Rumah sakit tempat Tania dirawat sama dengan rumah sakit tempat Tari dirawat. Arsya tidak sengaja melihat Kevin yang baru saja keluar dari ruang rawat Tania dan segera menghampirinya.
"Jika anda berani, hadapi saya sebelum anda menyakiti adik saya." Arsya salah paham. Ia salah mengira jika kali ini Kevin di rumah sakit juga karena Khanza seperti terakhir kali.
__ADS_1
Kevin tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Arsya dan mengerutkan keningnya. "Apa maksud anda?"
"Jangan berpura-pura. Saat ini kalian sudah berpisah dan anda juga sudah ada wanita lain. Jadi jangan dekati adik saya lagi." Lanjut Arsya lagi. Membuat Kevin semakin tidak mengerti.
"Yah... Sepertinya anda salah sangka."
*
*
*
...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_153🍁...
... kasih sudah mampir 😘...
...Like, VOTE, rate dan komentar nya tunggu...🤗...
...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...
...***...
...Salam sayang 😘...
__ADS_1
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...