Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 90. Tania VS Khanza (Pertemuan Yang Sesungguhnya)


__ADS_3

Setelah Kevin menghilang di balik pintu, Khanza berkacak pinggang dan berbicara sinis pada Danil yang hendak masuk ke dalam ruangan Kevin.


"Huh! Lihat saja. Bukankah aku memiliki posisi di hati Kevin." Sinis Khanza.


Danil yang baru saja akan masuk ke dalam ruangan Kevin berhenti dan berbalik. "Saya berdoa agar nona Khanza mendapatkan apa yang nona inginkan." Ucap Danil dengan sangat santai. Ia menekan kekesalannya pada wanita ini. Ia penasaran bagaimana tuannya menahan amarahnya menghadapi wanita yang sangat menjengkelkan seperti Khanza ini. Tidak ingin berada lama bersama dengan Khanza, Danil segera membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan.


Meskipun kata-kata yang diucapkan Danil tidak ada yang salah, ia tahu bahwa sekretaris Kevin itu tidak mendoakannya dengan tulus dan bahkan mungkin mendoakan yang sebaliknya untuknya dilihat dari sikap dan ekspresi yang ditunjukkan padanya. Apa sebenarnya yang membuat laki-laki ini tidak dapat menerimanya menjadi calon nyonya dan menghormatinya? Dia bahkan tidak mengangapnya ada selama beberapa hari ini meskipun mereka berada di ruangan yang sama!


Sungguh menjengkelkan. Setelah ia berhasil menyingkirkan Tania dan menjadi nyonya Abraham, orang pertama yang akan dia singkirkan dari Kevin adalah laki-laki ini. Dia tidak akan melupakan jika Danil pernah menyulitkannya. Itu pasti!


Sementara Khanza masih snagat kesal setelah ucapan Danil uang entah kenapa terasa menyindir dirinya, Tania sudah tidak memikirkan masalah ini lagi. Lagipula dia telah memutuskan apa yang terjadi pada Kevin entah apa itu, semuanya tidak ada hubungannya dengan dirinya kecuali untuk masalah pekerjaan. Yang paling penting baginya adalah segera menyelesaikan pekerjaannya di sini dan kembali dengan cepat. Menjauh dari Kevin dan segala macam masalahnya adalah pilihan yang tepat.


Karena adanya Khanza di Kev Fashion, Kevin juga semakin jarang menemui Tania selain saat mereka di apartemen. Dia tidak ingin Khanza membuat masalah pada Tania jika ia melihatnya sering menemui Tania. Jadi, selama beberapa hari, dia juga lebih jarang berada di Kev Fashion dan kembali ke AB Grup seperti di masa lalu. Khanza akhirnya ikut merengek untuk diajak pergi kemanapun. Namun Tentu saja itu tidak akan dikabulkan oleh Kevin begitu saja. Jika dia dapat menjauhkan wanita ini dari Tania untuk waktu yang lama, maka akan lebih mudah baginya. Namun saat ia mengatakan pada Khanza jika dia sudah dipindahkan ke AB Grup maka dia tidak boleh untuk meminta pindah lagi, Khanza segera mengakhiri rengekannya dan dengan patuh duduk di tempatnya di Kev fashion.


Dengan tidak ada gangguan dari Kevin selama beberapa hari, Hari-hari Tania secara otomatis berjalan dengan cepat. Satu pasang pakaian sampel telah selesai dibuat. Di masa lalu sebelum Khanza datang, Kevin akan sering menemui Tania di ruangannya dengan alasan untuk memeriksa dan mencoba pakaian yang akan dia kenakan nantinya, jadi hanya tinggal mencoba sekali dan melihat apakah ada perubahan yang perlu sebelum bisa diproduksi secara massal.


Meskipun dia bekerja sebagai asisten Kevin di Kev Fashion, Khanza tidak begitu mengetahui proyek apa yang sedang di kerjakan di perusahaan itu. Dia baru mengetahuinya setelah Sinta mengatakan padanya bahwa pakaian yang Kevin dan Tania pakai telah siap dan segera akan diadakan rapat untuk menunjukkan pada dewan direksi. Mendengar jika pakaian couple ini akan dipakai oleh Kevin dan Tania di depan umum nantinya, Khanza seperti kebakaran jenggot. Jadi begitu mendengar hal ini, ia segera pergi menemui Kevin yang saat itu sedang mencoba pakainnya di ruang kerja Tania.


Melihat tidak ada orang di depan pintu dan dengan keadaan pintu yang tertutup rapat, Khanza tidak dapat menahan emosinya dan masuk ke dalam ruangan dengan paksa. Mendorong pintu dengan kerasa dan masuk. Saat Khanza masuk ke dalam ruangan Tania dengan paksa, ia melihat pemandangan yang membuat hatinya terbakar hebat.


Sebagai seorang desaigner, seperti desaigner lainnya yang menginginkan kesempurnaan untuk penampilan setiap karyanya, Tania pun juga begitu. Ia akan selalu memakai pakaian itu pada modelnya dan melihat dengan teliti apakah masih ada kekurangan. Dan pada saat ia selesai memakaikan pakaian itu pada Kevin dan menemukan jika ternyata ukuran panjang kemeja itu masih belum sesuai, jadi dia mengulurkan tangannya untuk mengukur kembali. Juga sepertinya pada bagian pinggang juga perlu sedikit disesuaikan lagi.


Untuk mengukur pinggang, tentu saja seseorang harus melingkarkan tangannya dan berjongkok. Dan Khanza, yang melihat dari belakang Kevin benar-benar salah sangka. Ia langsung berteriak dengan marah.


"Dasar wanita tidak tahu malu! Apa yang kamu lakukan!" Semua orang terkejut dengan kedatangannya yang sangat tiba-tiba. Mona dan Danil yang diam melihat dari samping sebelumnya memperhatikan apa yang sedang dilakukan Tania pada Kevin. Tidak ada dari mereka yang melihat ada yang aneh dengan itu dan terkejut mendengar pertanyaan Khanza.

__ADS_1


Mendengar teriakan yang begitu keras dan memakinya, Tania segera berdiri dan meletakkan meteran miliknya di atas meja setelah melihat nomer dan mencatatnya di dalam buku catatan. Tania melirik Kevin dengan sinis sebelum menoleh pada Khanza yang tampak sangat marah itu.


"Apa yang kamu lakukan di sini?" Sebelum Tania berbicara, Kevin sudah bertanya dengan marah.


"Apa?? Jika aku tidak datang bukankah kalian akan melanjutkannya? Miss Angela melakukan hal yang buruk seperti itu, bagaimana denganmu? Malah mendukungnya?" Karena diliputi oleh amarah yang sudah menguasai pikirannya, Khanza gagal mengetahui apa yang sedang Tania lakukan. Mendengar pertanyaan Kevin yang menurutnya tidak masuk akal semakin membuat Khanza marah.


Mendengar apa yang dituduhkan oleh Khanza, Tania mengerutkan alisnya dan mengerutkan bibirnya. Inilah masalah yang dibawa Kevin untuknya. Dia melakukan pekerjaan dengan serius tapi sebagian orang mengganggunya bekerja. Jadi daripada marah pada Khanza, wanita manja ini, pusat permalasahan ada pada Kevin. Lebih baik memang menjauh sejauh jauhnya darinya setelah semua ini berakhir.


"Tuan Kevin, saya sudah selesai dengan anda. Lebih baik anda membawa wanita anda ini keluar dari ruangan saya dan membiarkan saya bekerja dengan tenang agar proses produksi segera dapat dilaksanakan." Tania menatap kesal pada Kevin.


Melihat tatapan Tania yang membuatnya tidak nyaman, Kevin ingin menjelaskan dirinya. Namun menjelaskannya saat ini benar-benar tidak ada gunanya. Jadi lebih baik memang membawa Khanza keluar dari ruangan itu terlebih dahulu nanti setelah dia pulang dia akan mengunjunginya di apartemen nya dan menjelaskannya.


Dengan rencana ini, Kevin segera melirik Khanza dengan marah dan mengajaknya untuk keluar.


"Heh? Tidak bisakah saya bekerja dengan tenang di sini? Tuan Abraham, anda benar-benar membuka mata saya tentang anda. Anda ternyata sangat longgar terhadap bawahan Anda. Saya benar-benar terkejut." Tania menyeringai. Mengangkat sudut bibirnya.


"Diam jika kamu tidak tahu apa-apa! Segera minta maaf pada Miss Angela." Hardik Kevin menatap Khanza penuh ancaman.


"Ini bukan salahku. Untuk apa aku meminta maaf? Dia duluan yang menggoda mu. Jika tidak bagaimana bisa dia menyentuh mu seperti itu? Dia itu memang wanita Ja-lang yang murahan. Ah!" Khanza menolak dengan tegas. Lalu tidak lupa untuk menyebutkan jika yang salah pada dasarnya bukanlah dirinya melainkan Tania.


Tania tidak akan lagi menerima hinaan yang diakibatkan oleh Kevin seperti di masa lalu. Mendengar Khanza yang terus menerus menyebut nya wanita Ja-lang, Tania tidak lagi dapat menahan diri dan menampar pipi Khanza dengan sangat keras. Menimbulkan cetakan lima jari merah tergambar di pipi putih Khanza.


Khanza sama sekali tidak menyangka jika dia akan diserang tepat di depan Kevin. Pipinya terasa sakit dan nyeri. Namun harga dirinya jauh lebih sakit daripada pipinya. Ia ingin sekali menangis, tapi ia tidak ingin menunjukannya di depan Tania atau wanita ini pasti akan senang melihatnya menderita.


"Huh? Nona Khanza, saya tidak tahu bagaimana seseorang bisa sabar menghadapi sifat kekanak-kanakan anda. Tapi saya sudah cukup sabar dan tidak bisa lagi bersabar menghadapi anda. Anda datang begitu saja dan menuduh orang dengan kejam. Lalu bahkan masih memaki-maki saya. Jika saya tidak melihat jika anda adalah wanitanya tuan Kevin, apakah anda pikir jika tangan saya akan diam saja setelah anda meludahkan begitu banyak omong kosong?" Ucap Tania dengan kesal.

__ADS_1


"Tuan Kevin, saya sudah selesai dengannya. Segera bawa dia pergi atau saya tidak akan dapat berjanji untuk tidak membuat satu lagi sebagai kenang-kenangan agar seseorang selalu mengingat untuk berpikir terlebih dahulu sebelum memuntahkan kata-katanya yang kotor." Lanjutnya sambil melirik Kevin dengan kesal.


"Kevin tolong beri aku keadilan. Aku sudah dianiaya di depan matamu. Apa kamu akan membiarkannya lewat begitu saja?" Khanza mendengar ucapan Tania dan segera menoleh untuk memohon pada Kevin.


*


*


*


...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_90🍁...


...Terima kasih sudah mampir 😘...


...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...


...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...


...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...


...***...


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...

__ADS_1


__ADS_2