Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 46. Tinggal Di Apartemen


__ADS_3

"Tidak. Aku tidak boleh membiarkan laki-laki tidak bertanggung jawab itu mengetahui jika kami memiliki anak. Anak-anak ku sangat manis. Tidak akan pernah aku biarkan mereka mengetahui jika ayah kandung mereka hanyalah pria be-reng-sek." Gumamnya mengumpat dengan jijik.


Sedangkan di sebuah ruang kerja yang mewah, Kevin yang sedang mendengarkan laporan dari Danil dengan serius tiba-tiba saja bersin.


"Tuan, apakah anda baik-baik saja? Apa saya perlu memanggil dokter Lucas untuk anda?" Danil yang sedang membaca laporan berhenti dan bertanya dengan khawatir.


"Tidak perlu. Lanjutkan laporannya." Kevin berkata dengan serius.


"Baiklah." Danil dengan patuh melanjutkan pekerjaannya.


"Miss Angela!" Sebuah teriakan nyaring seorang gadis menyadarkan Tania dari lamuan sekilasnya. Lalu saat ia menoleh, ia melihat seorang gadis cantik dengan penampilan imut berlari ke arahnya. Di tangannya, papan nama besar di dekap di depan tubuh.


Melihat seseorang yang mungkin datang untuk menjemput nya, Tania menurunkan kaca matanya dan meletakkannya di atas kepalanya. Dari atas ke bawah, ia memindai penampilan gadis yang secara bertahap mendekat ke arahnya. Gadis ini terlihat lugu dan polos. Lihatlah kaca mata bulat dengan frame yang hitam yang besar. Lalu jangan lupakan rambut kepang duanya yang tampak rapi.


"Nona, anda benar Miss Angela, kan?" Gadis manis itu bertanya setelah ia sampai di depan Tania. Matanya yang bersinar penuh keingintahuan dan penasaran. Gadis itu bertanya dengan menggunakan bahasa Inggris yang fasih.


"Mm. Apa kamu orang yang datang menjemputku?" Tania mengangguk ketika ia tersenyum dan bertanya. Karena gadis itu berbicara bahasa Inggris, ia menjawabnya juga dengan bahasa Inggris.


"Benar. Benar. Nama saya adalah Mona. Saya adalah asisten yang dikirim perusahaan Kev Fashion untuk anda." Jawab Mona bersemangat.


"Baiklah Mona. Aku lelah. Bisakah kamu membawaku untuk istirahat?"


"Tentu saja Miss Angela. Perusahan telah mempersiapkan apartemen untuk anda. Saya akan segera mengantar anda ke sana." Ucap Mona. Gadis itu dengan gesit mengambil alih koper besar Tania yang ada di samping Tania dan menariknya.


Meskipun Mona terlihat lugu dan polos pada awalnya, namun setelah beberapa saat Tania menyadari jika gadis ini hanya menyembunyikan semangat membaranya dibalik penampilan polos yang membingungkan.


"Ah Mona. Kamu bisa berbicara dengan bahasa Indonesia saja." Potong Tania saat Mona kesulitan saat berbicara dengan bahasa Inggris.

__ADS_1


"Ha? Miss Angela bisa bahasa Indonesia?" Tanya Mona kaget.


"Mm. Aku lahir dan besar di Indonesia. Aku sebenarnya juga warga negara Indonesia. Hanya saja lima tahun ini aku tinggal di Italia." Tania mengangguk dan menjelaskan.


"Ooh seperti itu. Pantas saja wajah Miss Angela tidak terlihat asing." Mona memperhatikan wajah Tania yang memang memiliki ciri khusus ras Melayu.


Mona mengemudikan mobilnya dan mengantar Tania ke apartemen yang disiapkan oleh perusahaan untuknya. Tentu saja pemilihan apartemen ini juga telah disetujui sebelumnya oleh Tania.


Dengan Mona yang ceria di dalam mobil, suasana tidak pernah mati. Mona akam bertanya beberapa hal mengenai Tania yang berhubungan dengan pekerjaannya sebagai asisten nantinya. Dengan lebih mengenal Tania, ia bisa melakukan yang terbaik sesuai dengan kriteria Tania.


Tapi sayangnya, orang yang sejak awal Mona ajak bicara tidak menanggapinya dengan sungguh-sungguh karena Tania lebih memperhatikan pemandangan di sepanjang jalan. Pemandangan jalan yang lima tahun ia lihat tentu saja sangat jauh dibandingkan dengan keadaan saat ini. Meskipun begitu, Tania tidak bisa tidak merasakan sedikit nostalgia...


"Miss, kita sudah sampai." Mona berkata setelah mobilnya berhenti di paskiran depan sebuah apartemen mewah. Meskipun tidak semewah Apartemen Imperial, apartemen ini tidak jauh berbeda.


"Apartemen anda berada di lantai sepuluh dengan nomor Lima. Sesuai dengan keinginan anda, suasana rumah hangat dan bersahabat untuk keluarga. Di balkon ada pembatas yang dapat menjamin keselamatan." Selama di dlsam Lift, Mona memperkenalkan lingkungan serta gaya hidup masyarakat untuk memudahkan Tania beradaptasi. Awalnya Mona mengira jika Miss Angela yang akan dia ikuti adalah ibu muda yang akan datang bersama anaknya mengingat kriterianya dalam memilih apartemen untuk tempat tinggal sementara nya. Namun setelah ia melihat Tania secara langsung, ia tidak melihat jika Tania adalah seorang ibu muda yang melahirkan seorang anak. Apalagi tidak ada anak yang mengikutinya sekarang ini. Atau apakah anaknya akan datang menyusul beberapa hari ke depan?


"Ini adalah kartu acces apartemen. Anda juga bisa mengatur sidik jari karena saya belum mengaturnya." Mona memberikan kartu acces pada Tania yang segera diterimanya. Tania juga segera membuka pintu dan masuk. Memperhatikan seluruh sudut di dalam apartemen yang hangat. Persis seperti yang dikatakan oleh Mona. Melihatnya, hati Tania merasa puas.


"Ini bagus. Apartemen ini cukup nyaman" Puji Tania dengan tulus. Tania duduk di sofa ruang tamu sambil mengamati keadaan sekitar. Mona masih berdiri dengan ragu.


"Tetapi Apartemen ini hanya memiliki dua kamar tidur saja. Apakah anda ingin saya mencarikan apartemen yang lain?" Tanya Mona setelah ia mengingat kekurangan dari apartemen ini. Apartemen ini berukuran kecil yang sepertinya tidak sesuai dengan status Miss Angela yang merupakan tamu penting perusahaan mereka. Bahkan atasannya juga mengkritiknya saat ia menunjukkan apartemen ini padanya. Namun setelah ia mencari apartemen lainnya, ia masih merasa apartemen inilah yang paling sesuai. Jadi pada akhirnya, ia hanya bisa membawanya ke sini untuk sementara dan akan mencari apartemen lainnya yang lebih besar lagi.


"Tidak perlu. Lagipula aku juga hanya tinggal sendirian saja. Apartemen ini cukup luas untuk ku." Tania melambaikan tangannya.


Kedatangannya kali ini juga hanya dengan tujuan bekerja. Lagipula orang yang ia pedulikan di negara ini hanya Arsya dan ibunya saja. Ia juga tidak mungkin membawa mereka berdua berkunjung apalagi menginap di apartemen ini. Dan lagi, Arsya juga tidak tahu jika dia datang ke Indonesia. Mungkin ia akan menemuinya beberapa hari ke depan.


"Baiklah kalau Miss Angela sudah puas."

__ADS_1


"Oke. Terima kasih untuk hari ini Mona. Lalu untuk detail pekerjaan ku selama di sini, tolong kamu kirim lewat email padaku."


"Er.... Miss, saya minta maaf sebelumnya. Karena kecerobohan saya, semua informasi tentang anda telah rusak. Termasuk nomor telepon dan alamat email. Jadi.... Bisakah Miss Angela memberikannya pada saya?" Mona bertanya sambil menautkan tangannya. Ia menundukkan kepalanya menyembunyikan wajahnya yang tampak malu.


"Eh... Aku kira ada apa. Baiklah. Kali ini tolong simpan nomorku dengan baik. Setidaknya, selama satu atau dua bulan ke depan kita akan menjadi rekan kerja, jika kita tidak memiliki kontak akan kesusahan." Ucap Tania sambil tersenyum. Rupanya, gadis yang terlihat polos ini tidak hanya lugu melainkan mungkin sedikit ceroboh.


"Tentu saja Miss. Saya berjanji tidak akan mengecewakan Miss Angela." Mona menganggukkan kepalanya berulang kali.


*


*


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_46🍁...


...Terima kasih sudah mampir 😘...


...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...


...Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...


...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya...


...***...


...Salam sayang 😘...

__ADS_1


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...


__ADS_2